Durasi Baca: 8 menit
First impression Wuling Aira EV, perubahan dimensi, fitur, performa, efisiensi, serta perbandingannya dengan mobil LCGC.
Ikhtisar: Wuling Aira EV hadir dengan empat pintu, dimensi lebih besar dibanding pendahulunya, dukungan DC fast charging, penggerak roda belakang, serta biaya operasional yang diklaim jauh lebih hemat dibanding LCGC.
Balikpapan TV - Hai Ces!Pasar mobil listrik Indonesia semakin ramai dengan hadirnya model-model yang menawarkan harga lebih terjangkau. Salah satu yang menarik perhatian adalah Wuling Motors Aira EV.
Dalam sesi first impression yang menjadi sumber artikel ini, Aira EV disebut disinyalir akan memiliki harga awal di bawah Rp200 juta. Jika angka tersebut terealisasi, mobil listrik ini berpotensi berhadapan langsung dengan mobil murah bermesin bensin atau Low Cost Green Car (LCGC).
Namun, bukan hanya harga yang menjadi perhatian. Aira EV juga membawa perubahan cukup besar dibanding model sebelumnya, terutama pada dimensi, jumlah pintu, kenyamanan, bagasi, dan sistem pengisian baterai.
Wuling Aira EV Bukan Lagi Mobil Listrik Dua Pintu
Salah satu perubahan paling mencolok berada pada dimensinya.
Dalam transkrip review, Aira EV disebut mengalami pertambahan panjang sekitar 29 cm dibanding pendahulunya. Lebarnya juga bertambah sekitar 5 cm, menjadi sekitar 1,55 meter.
Perubahan tersebut membuat proporsi mobil terasa lebih matang.
Reviewer menilai tambahan panjang dan wheelbase memberikan tapak yang lebih stabil ketika mobil digunakan sehari-hari. Mobil juga disebut tidak mudah terasa goyang dan arah kemudinya tetap relatif stabil.
Perubahan lainnya yang sangat penting adalah jumlah pintu.
Jika model sebelumnya memiliki konfigurasi dua pintu, Aira EV kini hadir dengan empat pintu serta dua baris tempat duduk. Perubahan ini membuat akses penumpang belakang menjadi jauh lebih praktis.
Dengan panjang yang masih berada di kisaran 3,2 meter, kabinnya memang belum bisa disamakan dengan LCGC berukuran lebih besar. Namun, untuk mobil perkotaan berukuran sangat kompak, ruang tersebut dinilai cukup memadai untuk perjalanan sehari-hari.
Baca Juga: Jaecoo J7 SHS Bisa Cari Parkir Sendiri, Teknologi SIVP Diuji di ICE BSD
Bagasi Lebih Fungsional untuk Mobil Perkotaan
Pertambahan dimensi juga memberikan dampak pada area bagasi.
Dalam pengujian, reviewer memasukkan ransel berukuran besar dan sebuah gym bag. Keduanya masih dapat ditempatkan di bagasi dengan ruang tersisa.
Kapasitas tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibanding model sebelumnya yang ruang belakangnya disebut sangat terbatas.
Reviewer bahkan menggunakan galon air 19 liter sebagai salah satu tolok ukur praktis untuk city car, meski pengujian menggunakan galon tersebut belum dilakukan.
Artinya, bagasi Aira EV dinilai lebih bersahabat untuk kebutuhan harian, meski tetap perlu diingat bahwa mobil ini bukan ditujukan sebagai kendaraan dengan kapasitas angkut besar.
Interior Lebih Praktis untuk Pemakaian Harian
Masuk ke dalam kabin, desain dashboard Aira EV masih memiliki kemiripan dengan pendahulunya. Namun, terdapat sejumlah perubahan pada tata letak kontrol.
Posisi pengoperasian transmisi kini menggunakan tuas di sebelah kiri. Sebelumnya, pengoperasian transmisi pada model lama menggunakan tombol di bagian tengah.
Aira EV juga memiliki layar instrumen digital untuk menampilkan informasi kendaraan, termasuk sisa jarak tempuh baterai.
Di bagian tengah terdapat layar infotainment berukuran sekitar 10 inci berdasarkan perkiraan reviewer dalam video.
Salah satu perubahan yang mendapat perhatian adalah akses kontrol AC.
Kontrol AC dibuat lebih mudah dijangkau melalui tombol fisik dan shortcut. Ketika kendaraan dinyalakan, sistem AC juga disebut dapat langsung digunakan tanpa harus menunggu proses loading seperti yang pernah dikeluhkan pada beberapa model sebelumnya.
Untuk negara tropis seperti Indonesia, kemudahan akses AC menjadi bagian penting dalam penggunaan sehari-hari.
Esensial Sudah Cukup Lengkap
Meskipun berukuran kecil, Aira EV disebut telah menyediakan sejumlah fitur yang dianggap penting untuk penggunaan harian.
Beberapa di antaranya adalah:
- Power window pada empat pintu.
- Auto power window pada sisi pengemudi.
- Auto hold.
- Electronic parking brake.
- Rear fog lamp.
- Pengaturan regenerative braking.
- Eco, Standard, dan Sport Mode.
- Pengaturan headlight leveling secara elektrik.
- Kontrol AC yang mudah dijangkau.
Reviewer juga menilai penyediaan power window pada keempat pintu menjadi nilai tambah. Pasalnya, pada mobil berukuran kecil, fitur tersebut bisa saja dibuat lebih sederhana untuk menekan biaya.
Motor Listrik dan Penggerak Roda Belakang
Aira EV dalam transkrip disebut masih menggunakan penggerak roda belakang atau rear-wheel drive.
Motor listriknya disebut memiliki tenaga sekitar 40 horsepower dengan torsi sekitar 100–105 Nm.
Secara angka, tenaga tersebut memang tidak besar jika dibandingkan mobil yang lebih besar. Namun, karakter motor listrik membuat torsi tersedia secara langsung ketika pedal akselerator diinjak.
Dalam pengujian di jalan perkotaan, reviewer menilai akselerasinya cukup untuk kebutuhan harian. Pada kecepatan sekitar 55–60 km/jam, mobil juga dinilai masih stabil.
Karakter tersebut membuat Aira EV lebih tepat diposisikan sebagai kendaraan perkotaan daripada kendaraan untuk perjalanan jauh dengan kecepatan tinggi.
Baterai 16 kWh dan 25 kWh
Aira EV disebut memiliki pilihan baterai mulai dari 16 kWh hingga 25 kWh.
Untuk varian 25 kWh, klaim jarak tempuh yang disebut dalam review mencapai sekitar 300 kilometer.
Kapasitas baterai tersebut memang tergolong kecil untuk ukuran mobil listrik secara umum. Namun, konsep Aira EV memang lebih mengarah pada kendaraan kompak yang digunakan untuk mobilitas perkotaan.
Kapasitas baterai yang tidak terlalu besar juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga bobot dan efisiensi kendaraan.
Kini Sudah Mendukung DC Fast Charging
Salah satu perubahan penting dibanding model sebelumnya adalah sistem pengisian daya.
Aira EV disebut sudah mendukung DC fast charging menggunakan konektor CCS2.
Dalam transkrip, pengisian dari sekitar 30 persen menuju 80 persen disebut membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Dukungan tersebut menjadi peningkatan penting karena pengguna tidak hanya bergantung pada pengisian AC.
Untuk kendaraan yang mayoritas digunakan di perkotaan, kemampuan fast charging dapat memberikan fleksibilitas tambahan ketika pengguna membutuhkan pengisian dalam waktu relatif singkat.
Bagaimana Rasanya Dikendarai?
Kesan pertama reviewer terhadap Aira EV cenderung positif.
Pertambahan dimensi membuat kendaraan terasa lebih stabil dibanding model sebelumnya. Lebar yang bertambah sekitar 5 cm memang terlihat kecil di atas kertas, tetapi bersama wheelbase yang lebih panjang, perubahan tersebut membuat karakter berkendara terasa berbeda.
Suspensinya juga disebut memiliki bantingan yang lembut.
Pada kecepatan sekitar 60 km/jam, Aira EV dinilai tetap stabil dan tidak memberikan kesan seperti mobil kecil yang mudah kehilangan keseimbangan.
Reviewer bahkan menyebut mobil terasa seperti kendaraan yang lebih proper meskipun dimensinya sangat kompak.
Bagaimana Saat Dibawa ke Jalan Tol?
Aira EV memang bukan kendaraan yang dirancang khusus untuk perjalanan berkecepatan tinggi.
Dalam pengujian singkat di jalan tol, mobil masih terasa aman pada kecepatan sekitar 60–75 km/jam. Pada sekitar 80 km/jam, suara angin mulai lebih terdengar dan karakter mobil kecil semakin terasa.
Reviewer menilai di atas kecepatan tersebut mulai muncul lebih banyak gerakan akibat angin.
Namun, pada rentang kecepatan yang diuji, kemudi tetap dianggap cukup stabil dan tidak membutuhkan koreksi terus-menerus.
Dengan demikian, Aira EV masih dapat digunakan untuk kebutuhan seperti perjalanan di jalan tol dalam kota, tetapi habitat utamanya tetap mobilitas perkotaan.
Perbandingan Aira EV dengan LCGC
Bagian menarik dari review ini adalah ketika Aira EV dibandingkan dengan LCGC.
Dari sisi harga, Aira EV disebut disinyalir mulai di bawah Rp200 juta, sehingga berpotensi berada di wilayah harga yang berdekatan atau bahkan lebih rendah dibanding sejumlah LCGC.
Dari sisi ukuran, LCGC masih unggul.
Sebagai gambaran dalam transkrip, Honda Brio disebut memiliki panjang sekitar 3,8 meter, sementara Aira EV berada di kisaran 3,2 meter lebih.
Artinya, ruang kabin dan bagasi Aira EV masih lebih kecil.
Namun, Aira EV memiliki keunggulan pada kebutuhan tertentu.
Dengan empat pintu dan kapasitas lima penumpang, mobil ini tetap dapat digunakan untuk membawa keluarga kecil. Pada saat yang sama, ukurannya yang kompak membuatnya lebih mudah digunakan di jalan sempit.
Biaya Operasional Jadi Salah Satu Daya Tarik Utama
Perbedaan terbesar antara mobil listrik dan LCGC bukan hanya pada sistem penggeraknya, tetapi juga biaya penggunaannya.
Dalam simulasi reviewer, penggunaan kendaraan diasumsikan mencapai 15.000 kilometer per tahun.
Untuk LCGC, konsumsi bahan bakar diasumsikan sekitar 1:14 menggunakan BBM RON 90. Dari perhitungan tersebut, biaya bahan bakar disebut dapat mencapai sekitar Rp10 juta per tahun.
Sementara Aira EV dengan asumsi konsumsi sekitar 1 kWh untuk 12 kilometer, biaya energi tahunannya diperkirakan sekitar Rp1 juta berdasarkan tarif yang digunakan dalam simulasi tersebut.
Dengan asumsi itu, terdapat potensi penghematan sekitar Rp8 juta per tahun untuk energi.
Namun, angka tersebut merupakan simulasi berdasarkan asumsi dalam review, bukan angka biaya operasional universal untuk semua pengguna.
Biaya listrik, pola berkendara, konsumsi aktual, harga bahan bakar, serta kebijakan tarif dapat membuat hasil setiap pengguna berbeda.
Perawatan Juga Berpotensi Lebih Ringan
Komponen biaya lain yang dibahas adalah perawatan.
Dalam transkrip, biaya perawatan Aira EV untuk asumsi penggunaan 15.000 kilometer per tahun disebut masih berada di bawah Rp1 juta.
Reviewer membandingkannya dengan mobil bensin yang harus menjalani servis berkala dan memiliki lebih banyak komponen mesin pembakaran internal.
Namun, biaya aktual tentu bergantung pada jadwal servis, komponen yang diganti, serta kebijakan bengkel resmi.
Radius Putar di Bawah 5 Meter
Satu keunggulan lain yang mendapat sorotan adalah kemampuan manuver.
Aira EV disebut memiliki radius putar di bawah 5 meter.
Karakter ini sangat berguna untuk pengguna yang tinggal atau beraktivitas di area dengan jalan sempit, gang, rumah dengan akses terbatas, maupun tempat parkir yang tidak terlalu luas.
Untuk pengguna pemula, dimensi kecil dan kemampuan berputar dalam ruang sempit juga dapat membuat mobil lebih mudah dikendalikan.
Aira EV Cocok untuk Siapa?
Dari keseluruhan first impression tersebut, Aira EV paling cocok untuk pengguna yang membutuhkan kendaraan roda empat untuk aktivitas sehari-hari di perkotaan.
Mobil ini menarik bagi pengguna yang:
- Lebih sering berkendara sendiri atau berdua.
- Membutuhkan perlindungan dari panas dan hujan.
- Membutuhkan empat pintu untuk keluarga kecil.
- Lebih banyak melakukan perjalanan dalam kota.
- Sering melewati jalan sempit.
- Menginginkan biaya energi yang lebih rendah.
- Membutuhkan kendaraan listrik dengan dimensi kompak.
Untuk keluarga yang membutuhkan ruang kabin dan bagasi besar, LCGC masih memiliki keunggulan dari sisi dimensi.
Sebaliknya, bagi pengguna yang sebagian besar aktivitasnya hanya membutuhkan kendaraan kecil untuk perjalanan A ke B, Aira EV menawarkan pendekatan yang berbeda.
Poin Penting
- Harga: disinyalir mulai di bawah Rp200 juta, sehingga berpotensi berhadapan langsung dengan LCGC.
- Dimensi: panjang bertambah sekitar 29 cm dan lebar menjadi sekitar 1,55 meter.
- Konfigurasi: kini menggunakan 4 pintu, berbeda dari model sebelumnya yang 2 pintu.
- Kabin: posisi duduk disebut lebih ergonomis dan terasa lebih proper untuk penggunaan harian.
- Bagasi: jauh lebih fungsional; dalam tes mampu menampung ransel besar dan gym bag.
- Motor: sekitar 40 hp dengan torsi 100–105 Nm.
- Penggerak: menggunakan rear-wheel drive (RWD).
- Baterai: tersedia pilihan 16 kWh dan 25 kWh.
- Jarak tempuh: varian 25 kWh diklaim mampu mencapai sekitar 300 km.
- Charging: sekarang sudah mendukung DC fast charging CCS2, sekitar 30–80 persen dalam 30 menit.
- Mode berkendara: Eco, Standard, dan Sport.
- Regenerative braking: tersedia Comfort, Standard, dan Strong.
- Kenyamanan: suspensi terasa lembut dan mobil lebih stabil dibanding pendahulunya.
- Kecepatan: pada 60–75 km/jam masih terasa stabil; sekitar 80 km/jam mulai terasa pengaruh angin.
- Radius putar: disebut di bawah 5 meter, cocok untuk jalan dan area sempit.
- Efisiensi: dalam pengujian sekitar 19–20 km perjalanan menghabiskan sekitar 6–7 persen baterai.
- Biaya energi: simulasi sumber menunjukkan potensi penghematan sekitar 80 persen dibanding LCGC, tetapi ini berdasarkan asumsi penggunaan tertentu.
Insight Redaks:
Aira EV menunjukkan bahwa mobil listrik murah tidak harus sekadar menjadi kendaraan kecil dengan fitur yang sangat terbatas.
Berdasarkan first impression dalam sumber, perubahan dari model sebelumnya cukup signifikan. Pertambahan panjang hampir 29 cm, lebar menjadi sekitar 1,55 meter, empat pintu, bagasi yang lebih berguna, hingga dukungan DC fast charging membuat mobil ini terasa lebih diarahkan untuk kebutuhan pengguna sehari-hari.
Kekuatan utamanya bukan pada performa tinggi, melainkan pada efisiensi, kemudahan bermanuver, ukuran kompak, dan potensi biaya operasional yang rendah.
Jika harga awal di bawah Rp200 juta benar-benar terealisasi, Aira EV akan menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dibandingkan dengan LCGC, terutama bagi konsumen yang mayoritas menggunakan mobil untuk mobilitas perkotaan.
Meski demikian, harga resmi, spesifikasi final setiap varian, serta biaya kepemilikan aktual tetap menjadi faktor penting sebelum konsumen menentukan pilihan.
FAQ
Apakah Wuling Aira EV memiliki empat pintu?
Ya. Dalam sumber review, Aira EV disebut hadir dengan empat pintu dan dua baris tempat duduk.
Berapa kapasitas baterai Aira EV?
Sumber menyebut pilihan baterai mulai dari 16 kWh hingga 25 kWh.
Apakah Aira EV mendukung DC fast charging?
Ya. Aira EV dalam sumber disebut sudah mendukung DC fast charging dengan konektor CCS2.
Berapa tenaga motor listrik Aira EV?
Motor listriknya disebut menghasilkan sekitar 40 horsepower dengan torsi sekitar 100–105 Nm.
Apakah Aira EV lebih besar daripada model sebelumnya?
Ya. Sumber menyebut panjang bertambah sekitar 29 cm dan lebar bertambah sekitar 5 cm menjadi sekitar 1,55 meter.