Durasi Baca: 8 menit
Review dua motor listrik Indomobil e-Motor, yakni Sprinto EV dan Tyrano, dari sisi desain, fitur, performa, kenyamanan, serta kepraktisan untuk mobilitas sehari-hari.
Ikhtisar: Indomobil e-Motor menghadirkan Sprinto EV dan Tyrano dengan karakter berbeda. Sprinto mengutamakan kelincahan perkotaan, sedangkan Tyrano menawarkan karakter adventure dengan ruang dan dudukan aksesori yang lebih fleksibel.
Balikpapan TV - Hai Ces!Motor listrik kini tidak lagi identik dengan kendaraan sederhana untuk perjalanan jarak dekat. Indomobil e-Motor menawarkan Sprinto EV dan Tyrano sebagai dua pilihan dengan bentuk motor yang tetap familiar, tetapi membawa sejumlah teknologi dan fitur modern.
Keduanya memiliki harga yang berdekatan. Sprinto EV ditawarkan Rp25,75 juta, sedangkan Tyrano berada di angka Rp26,75 juta berdasarkan harga yang disebutkan dalam ulasan Moladin.
Perbedaan harga sekitar Rp1 juta membuat pilihan lebih banyak ditentukan oleh kebutuhan. Sprinto lebih diarahkan untuk mobilitas perkotaan yang lincah, sementara Tyrano membawa karakter adventure dan fleksibilitas membawa barang.
Apa perbedaan karakter Sprinto EV dan Tyrano?
Sprinto EV tampil sebagai skuter matik elektrik dengan desain sporty dan rapi. Bentuknya lebih cocok untuk penggunaan perkotaan, terutama bagi pengguna yang mengutamakan kelincahan saat bermanuver.
Sementara itu, Tyrano memiliki gaya yang lebih rugged. Motor ini menggunakan elemen tubular di bagian depan dan belakang yang bukan sekadar aksesori, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membawa atau memasang perlengkapan tambahan.
Perbedaan karakter tersebut membuat kedua motor tidak sepenuhnya bersaing pada kebutuhan yang sama.
Sprinto EV lebih menonjolkan:
- Desain skuter matik sporty.
- Pelek 14 inci.
- Dimensi yang relatif kompak.
- Kelincahan untuk bermanuver.
- Fitur teknologi dan konektivitas modern.
Tyrano menawarkan:
- Desain bergaya adventure.
- Struktur tubular untuk kebutuhan tambahan.
- Pelek 12 inci.
- Ground clearance yang lebih tinggi.
- Dukungan pemasangan aksesori.
- Cruise control dan hill-start assist.
Fitur Sprinto EV terasa seperti motor dengan teknologi mobil
Salah satu daya tarik Sprinto EV adalah fitur yang dibawa ke dalam sebuah motor listrik.
Motor ini memiliki layar sentuh yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Navigasi dari ponsel dapat ditampilkan langsung melalui layar sehingga pengguna tidak perlu terus mengandalkan layar ponsel untuk melihat petunjuk perjalanan.
Konektivitas juga dapat digunakan bersama intercom pada helm. Sistem audio tersedia melalui speaker bawaan ketika pengguna tidak menggunakan intercom.
Sprinto juga memiliki beberapa mode berkendara, termasuk Eco, Comfort, dan Sport. Mode tersebut memungkinkan karakter motor disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan.
Fitur lain yang cukup praktis adalah tombol R untuk membantu motor bergerak mundur. Fitur ini dapat mempermudah ketika motor harus dikeluarkan dari area parkir atau diposisikan kembali.
Sistem kuncinya menggunakan teknologi keyless dengan immobilizer. Kunci fisik tetap memiliki fungsi tertentu, termasuk untuk penguncian setang dan akses jok.
Bagasinya juga cukup besar dan di dalamnya tersedia portable charger. Baterai menjadi bagian dari harga motor sehingga pengguna tidak perlu menggunakan sistem berlangganan baterai.
Baca Juga: Jaecoo J7 SHS Bisa Cari Parkir Sendiri, Teknologi SIVP Diuji di ICE BSD
Bagaimana performa Sprinto EV saat digunakan harian?
Dalam pengujian yang ditampilkan Moladin, Sprinto EV disebut memiliki baterai lithium berkapasitas 2,45 kWh dan tenaga motor hingga 3,5 kW.
Torsi yang disebutkan mencapai 195 Nm, dengan karakter tenaga motor listrik yang terasa cepat sejak putaran bawah. Karakter tersebut membuat Sprinto terasa responsif ketika digunakan untuk berpindah jalur atau bermanuver di kawasan perkotaan.
Jarak tempuh yang diklaim mencapai 110 kilometer, sementara kecepatan maksimal yang disebutkan adalah 90 km/jam.
Dalam pengujian, angka pada speedometer bahkan disebut dapat mencapai sekitar 104 km/jam. Perbedaan antara angka klaim dan angka yang terlihat pada speedometer tersebut tetap perlu dipahami sebagai hasil pengujian dalam kondisi tertentu, bukan jaminan kecepatan penggunaan sehari-hari.
Untuk pengisian daya, baterai dapat diisi di rumah menggunakan charger yang tersedia. Dalam ulasan tersebut, biaya pengisian penuh disebut berada di kisaran Rp4.000.
Jika digunakan untuk kebutuhan rutin seperti perjalanan kerja, aktivitas perkotaan, atau perjalanan harian, karakter tersebut membuat Sprinto cukup relevan sebagai kendaraan listrik praktis.
Mengapa Sprinto terasa lincah meski bobotnya lebih dari 100 kilogram?
Motor listrik umumnya membawa bobot cukup besar karena adanya baterai. Sprinto juga disebut memiliki bobot lebih dari 100 kilogram.
Namun, penggunaan pelek 14 inci memberikan karakter yang mendukung kelincahan. Saat digunakan untuk bermanuver, motor terasa mudah diarahkan dan tidak memberikan kesan sulit dikendalikan.
Suspensinya juga disebut memiliki karakter relatif kaku. Karakter tersebut membantu motor tetap stabil ketika digunakan untuk melakukan manuver.
Sistem pengereman Sprinto menggunakan rem cakram di depan dan belakang. Selain pengereman konvensional, tersedia pula regenerative braking yang dapat membantu memperlambat motor sekaligus mengembalikan sebagian energi ke baterai.
Pengaturan regenerative braking tersebut memberikan pilihan karakter berkendara. Ketika dilepas, efek perlambatan dapat terasa lebih kuat. Sementara ketika pengaturannya dimatikan, motor dapat terasa lebih bebas meluncur.
Apa yang membuat Tyrano berbeda?
Tyrano hadir dengan pendekatan yang berbeda. Motor ini membawa desain rugged dengan elemen tubular yang terlihat jelas pada bagian depan dan belakang.
Struktur tersebut memiliki fungsi praktis. Bagian belakang dapat digunakan sebagai dudukan untuk membawa barang, sementara bagian samping dan belakang sudah disiapkan untuk pemasangan aksesori seperti box.
Konsep tersebut membuat Tyrano lebih fleksibel bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan untuk membawa perlengkapan tambahan.
Pada bagian depan, Tyrano memiliki bumper tubular yang dapat membantu melindungi area tertentu ketika terjadi benturan ringan saat parkir. Desain ini sekaligus memperkuat karakter adventure yang menjadi identitasnya.
Tyrano juga menggunakan lampu projector dan memiliki desain DRL yang berbeda dari Sprinto.
Peleknya berukuran 12 inci, sementara bagian suspensi depan menggunakan model teleskopik. Posisi setang juga terlihat lebih terbuka sehingga memberikan kesan motor yang lebih siap digunakan dalam berbagai kondisi.
Tyrano membawa fitur modern hingga cruise control
Dari sisi teknologi, Tyrano tetap menawarkan fitur yang mirip dengan Sprinto.
Motor ini memiliki layar instrumen yang terintegrasi dengan dukungan Apple CarPlay dan Android Auto. Pengguna iPhone dapat menggunakan Apple CarPlay, sedangkan perangkat Android dapat menggunakan Android Auto.
Tersedia pula mode berkendara Eco, Comfort, dan Sport.
Perbedaan yang cukup menarik adalah keberadaan cruise control. Fitur ini dapat mempertahankan kecepatan kendaraan ketika diaktifkan. Ketika pengendara melakukan pengereman, sistem akan membatalkan cruise control secara otomatis.
Untuk perjalanan di jalan yang memungkinkan penggunaan kecepatan konstan, fitur tersebut dapat mengurangi kebutuhan untuk terus menahan posisi gas.
Tyrano juga memiliki port USB Type-A dan USB Type-C sehingga kebutuhan pengisian perangkat elektronik dapat dilakukan selama perjalanan.
Sistem keyless dan immobilizer juga tersedia, sementara bagasinya menyediakan ruang untuk membawa perlengkapan seperti jas hujan serta menempatkan charger.
Mengapa Tyrano disebut seperti SUV dalam bentuk motor?
Salah satu karakter utama Tyrano adalah posisi berkendara yang lebih tinggi dan ground clearance yang disebut tinggi dalam pengujian.
Karakter tersebut membuat motor lebih siap menghadapi polisi tidur dan lubang jalan dibandingkan kendaraan dengan posisi yang lebih rendah.
Tyrano juga dilengkapi hill-start assist. Fitur ini membantu ketika motor berhenti di tanjakan dalam kondisi stop and go sehingga pengendara tidak perlu terlalu khawatir kendaraan bergerak mundur.
Karakter suspensi bagian belakang juga disebut memiliki sisi yang lebih empuk. Hal tersebut terasa ketika motor melewati jalan dengan permukaan yang kurang rata.
Kombinasi ground clearance, suspensi, struktur tubular, serta fleksibilitas pemasangan aksesori membuat Tyrano memiliki karakter yang berbeda dari Sprinto.
Jika Sprinto lebih menonjolkan kelincahan kota, Tyrano lebih menawarkan fleksibilitas penggunaan.
Sprinto atau Tyrano, mana yang lebih sesuai?
Pilihan antara keduanya kembali pada kebutuhan pengguna.
Sprinto EV lebih cocok bagi pengguna yang:
- Banyak beraktivitas di kawasan perkotaan.
- Mengutamakan kelincahan.
- Sering melakukan manuver dan selap-selip.
- Menyukai desain skuter matik sporty.
- Membutuhkan konektivitas Apple CarPlay atau Android Auto.
- Menginginkan jarak tempuh yang disebut mencapai 110 kilometer.
Tyrano lebih menarik bagi pengguna yang:
- Menyukai desain adventure.
- Membutuhkan dudukan aksesori tambahan.
- Sering membawa barang.
- Menginginkan ground clearance lebih tinggi.
- Membutuhkan cruise control.
- Menyukai karakter motor yang lebih fleksibel.
Dengan selisih harga sekitar Rp1 juta berdasarkan angka dalam ulasan, perbedaan karakter justru menjadi pertimbangan yang lebih penting daripada sekadar harga.
Poin Penting
- Sprinto EV dan Tyrano merupakan dua motor listrik Indomobil e-Motor dengan karakter berbeda.
- Harga Sprinto EV disebut Rp25,75 juta.
- Harga Tyrano disebut Rp26,75 juta.
- Sprinto menggunakan baterai 2,45 kWh dan tenaga hingga 3,5 kW.
- Sprinto diklaim mampu menempuh hingga 110 kilometer.
- Kecepatan maksimal Sprinto diklaim mencapai 90 km/jam.
- Kedua motor mendukung Apple CarPlay dan Android Auto.
- Tyrano memiliki cruise control dan hill-start assist.
- Sprinto lebih berorientasi pada kelincahan perkotaan.
- Tyrano menawarkan fleksibilitas membawa barang dan memasang aksesori.
Insight Redaksi
Sprinto dan Tyrano menunjukkan bahwa motor listrik mulai bergerak dari sekadar kendaraan hemat menuju produk dengan karakter penggunaan yang spesifik. Sprinto unggul untuk kota, sementara Tyrano menawarkan fleksibilitas. Jadi, pilih sesuai kebutuhan, jangan cuma terpaku harga.
Untuk harian perkotaan, Sprinto lebih masuk akal; kalau sering bawa barang dan aksesori, Tyrano lebih mantap.
Bagikan artikel ini ke teman yang sedang mencari motor listrik, siapa tahu bisa jadi bahan pertimbangan sebelum menentukan pilihan.
Teknologi motor listrik makin dekat dengan kebutuhan harian, dan pilihan seperti Sprinto serta Tyrano menunjukkan bahwa kendaraan elektrifikasi kini makin beragam. Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Berapa harga Indomobil e-Motor Sprinto EV?
Dalam ulasan Moladin, Sprinto EV disebut dijual dengan harga Rp25,75 juta.
2. Berapa harga Indomobil e-Motor Tyrano?
Tyrano disebut memiliki harga Rp26,75 juta dalam ulasan tersebut.
3. Berapa jarak tempuh Sprinto EV?
Sprinto EV disebut memiliki klaim jarak tempuh hingga 110 kilometer.
4. Apakah Sprinto dan Tyrano mendukung Apple CarPlay?
Ya. Keduanya disebut mendukung Apple CarPlay dan Android Auto.
5. Apa perbedaan utama Sprinto dan Tyrano?
Sprinto lebih menonjolkan kelincahan dan karakter skuter perkotaan, sedangkan Tyrano menawarkan karakter adventure dengan fleksibilitas membawa barang dan memasang aksesori.
Sumber Informasi
Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Moladin, dengan judul "Review Lengkap Motor Listrik Indomobil E-Motor Tyrano dan Sprinto di Indonesia | Moladin". Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma