Durasi Baca: 8 menit
Teknologi parkir otomatis Jaecoo diuji di tengah padatnya area ICE BSD
Ikhtisar: Jaecoo J7 SHS mendemonstrasikan kemampuan parkir otomatis melalui SIVP, sementara Omoda O4 membawa teknologi AI terhubung cloud.
Balikpapan TV - Hai Ces! Teknologi kendaraan masa depan yang biasanya terasa seperti konsep kini diperkenalkan untuk pasar Indonesia melalui Omoda dan Jaecoo di GIAS 2026, termasuk sistem AI pada Omoda O4 serta Super Intelligent Valet Parking pada Jaecoo J7 SHS.
Keduanya menarik perhatian karena menawarkan pengalaman berkendara yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital. Yuk, lihat bagaimana sistem tersebut diuji langsung di area parkir ICE BSD, Ces!
Bagaimana teknologi AI Omoda O4 bekerja?
Kebutuhan pengemudi terhadap mobil kini tidak hanya berkaitan dengan performa dan kenyamanan. Omoda O4 mencoba memperluas fungsi kendaraan melalui teknologi AI yang terhubung dengan sistem cloud.
Dalam transkrip, teknologi tersebut disebut mampu memahami perintah kompleks, mengingat aktivitas yang telah dilakukan, memberikan solusi, serta merespons pertanyaan melalui perintah suara.
Fungsinya berbeda dari voice command sederhana seperti membuka atau menutup jendela maupun mengatur suhu AC. Sistem AI pada Omoda O4 disebut dapat mengirimkan permintaan pengguna ke sistem cloud untuk diproses.
Salah satu contoh yang diberikan adalah permintaan menyusun jadwal harian. Pengguna dapat meminta sistem mengatur agenda kantor, aktivitas olahraga, pertemuan di kafe hingga acara malam tanpa saling bertabrakan.
Sistem tersebut juga disebut dapat memberikan beberapa pilihan jadwal sekaligus rekomendasi tempat yang berkaitan dengan aktivitas pengguna.
Dalam demonstrasi lain, AI Omoda diperlihatkan mampu menjawab pertanyaan pengetahuan umum melalui percakapan suara.
Menurut transkrip, fitur AI tersebut akan tersedia pada kendaraan yang diserahkan kepada konsumen Indonesia dan dapat menerima perintah dalam bahasa Indonesia.
Baca Juga: Chery QQ EV Dibanderol Rp200 Jutaan, Fitur Premium dan Jarak Tempuh 420 Km
Apa yang membuat desain Omoda O4 berbeda?
Selain teknologi AI, Omoda O4 tampil dengan pendekatan desain futuristis yang disebut mengusung konsep cyber mecha.
Desain tersebut mengambil inspirasi dari dunia digital dan teknologi masa depan. Bagian eksteriornya memiliki karakter tajam dengan tampilan agresif dan futuristis.
Transkrip juga menyebut penggunaan full-width lighting pada bagian depan dan belakang serta pelek bergaya aeroblade.
Konsep interiornya disebut starship cockpit, dengan inspirasi dari kokpit pesawat luar angkasa. Pendekatan tersebut memperkuat karakter Omoda O4 sebagai kendaraan yang menonjolkan teknologi.
Dari sisi performa, kendaraan ini disebut memiliki tenaga 215 HP atau 160 kW dengan torsi 275 Nm.
Omoda O4 juga membawa baterai berkapasitas 67 kWh. Berdasarkan klaim yang disampaikan dalam transkrip, jarak tempuhnya mencapai 553 kilometer.
Pengisian menggunakan DC fast charging dari 20 persen hingga 80 persen disebut membutuhkan waktu sekitar 22 menit.
Dimensinya tergolong kompak, tetapi bagian belakang menggunakan multilink rear suspension. Ground clearance yang disebut mencapai 180 milimeter juga menjadi salah satu aspek yang disorot untuk penggunaan di Indonesia.
Sejauh mana Jaecoo J7 SHS bisa mencari parkir sendiri?
Masalah parkir di pusat perbelanjaan atau gedung perkantoran sering muncul ketika area kendaraan sudah padat. Pada kondisi seperti ini, teknologi Super Intelligent Valet Parking atau SIVP mencoba mengambil alih pekerjaan mencari tempat parkir.
SIVP memungkinkan kendaraan mencari lokasi parkir secara mandiri setelah pengemudi turun. Sistem tersebut memanfaatkan total 27 sensor untuk membaca lingkungan sekitar kendaraan.
Pengguna cukup meninggalkan kendaraan di area yang telah ditentukan, kemudian mengaktifkan proses melalui aplikasi yang terintegrasi dengan mobil.
Setelah menerima perintah, mobil melakukan perencanaan rute sebelum bergerak tanpa pengemudi di dalamnya. Posisi kendaraan juga dapat dipantau melalui aplikasi.
Kemampuan ini diuji langsung di basement ICE BSD yang menjadi lokasi GIAS 2026. Kondisinya disebut cukup menantang karena banyak kendaraan memenuhi area parkir dan sebagian mobil berada di luar posisi parkir yang semestinya.
Dalam pengujian tersebut, Jaecoo J7 SHS menghadapi sejumlah jalur sempit dengan kendaraan di sisi kanan dan kiri.
Mobil melakukan manuver maju dan mundur untuk melewati hambatan. Ketika menemukan orang yang menyeberang, kendaraan memperlambat lajunya untuk menjaga jarak.
Sistem juga dapat menunggu ketika terdapat kendaraan lain yang hendak keluar dari tempat parkir. Setelah menemukan ruang kosong, mobil melakukan parkir mundur hingga dinyatakan selesai.
Bagaimana mobil kembali menjemput pengemudi?
Kemampuan SIVP bukan hanya mencari tempat parkir. Setelah pengguna selesai beraktivitas, kendaraan dapat dipanggil kembali melalui aplikasi yang sama.
Dalam demonstrasi, perintah untuk kembali ke lobi membuat Jaecoo J7 SHS keluar dari area parkir secara mandiri.
Kendaraan kemudian bergerak menuju lokasi tempat pengemudi sebelumnya turun. Setelah sampai, sistem memungkinkan pengguna kembali mendekati kendaraan dengan ponsel yang telah terintegrasi.
Transkrip juga memperlihatkan pengujian dari dalam kendaraan. Pengemudi turun dari kursi depan, berpindah ke kursi belakang, kemudian mengaktifkan sistem agar mobil mencari tempat parkir tanpa pengemudi.
Dari dalam kabin, kendaraan terlihat melakukan koreksi arah ketika menghadapi ruang sempit. Sistem juga memperlambat kendaraan sesuai kondisi jarak dengan berbagai objek di sekitarnya.
Ketika menemukan jalur yang sangat sempit, mobil tidak memaksakan pergerakan. Kendaraan melakukan penyesuaian posisi untuk mendapatkan ruang manuver sebelum kembali bergerak.
Dalam pengujian tersebut, mobil juga menggunakan hazard ketika bergerak lambat di area sempit. Sistem memberikan perhatian terhadap keberadaan petugas dan kendaraan lain.
Setelah menemukan lokasi parkir, Jaecoo J7 SHS melakukan parkir mundur dan menyelesaikan proses dalam satu kali manuver.
Apakah SIVP membutuhkan sistem khusus dari gedung?
Salah satu hal yang disorot dalam demonstrasi adalah cara kerja SIVP yang disebut tidak membutuhkan integrasi langsung dengan sistem gedung.
Menurut penjelasan dalam transkrip, kemampuan tersebut mengandalkan sensor yang terdapat pada kendaraan. Sistem menggunakan pemetaan area yang telah dilakukan sebelumnya untuk membantu kendaraan memahami lingkungan parkir.
Total 27 sensor yang disebut mencakup perangkat seperti lidar mikro dan millimeter-wave radar, bersama sistem kamera kendaraan.
Kendaraan juga memberikan peringatan ketika menjalankan proses tertentu. Saat diperintahkan kembali ke lobi, sistem disebut memberikan bunyi pendek sebagai pemberitahuan kepada lingkungan sekitar.
Dalam demonstrasi di ICE BSD, sistem menghadapi situasi parkir yang padat dan ruang gerak terbatas. Pengujian tersebut menjadi gambaran bagaimana teknologi bekerja pada kondisi yang tidak ideal.
Transkrip menyebut sistem telah digunakan dalam demonstrasi sejak pagi hingga sore dan disebut tidak mengalami insiden selama pengujian tersebut.
Kapan teknologi SIVP hadir untuk konsumen Indonesia?
Dalam transkrip, SIVP disebut akan menjadi fitur pada Jaecoo J7 SHS yang pengirimannya kepada konsumen direncanakan pada akhir 2026.
Namun, fitur tersebut disebut akan hadir pada varian tertentu dan bukan seluruh Jaecoo J7 SHS.
Tim Omoda Jaecoo juga disebut sedang mempersiapkan daftar lokasi yang dapat menggunakan sistem tersebut. Dalam penjelasan pada video, terdapat lebih dari 40 lokasi mal dan perkantoran yang disebut dapat diaplikasikan untuk SIVP, terutama di Jakarta dan kota-kota besar.
Daftar lokasi tersebut juga disebut akan terus diperbarui.
Selain teknologi SIVP dan AI, booth Omoda Jaecoo di GIAS 2026 juga menampilkan Jaecoo J5 EV beserta sejumlah aksesori resmi.
Transkrip menyebut pembelian J5 EV secara online selama GIAS 2026 mendapatkan body kit gratis. Pengunjung juga dapat melihat pilihan Jaecoo Genuine Accessories Parts.
Poin Penting
- Omoda O4 membawa teknologi AI yang terhubung dengan cloud.
- AI Omoda O4 disebut mampu memahami perintah kompleks dalam bahasa Indonesia.
- Omoda O4 memiliki tenaga 215 HP, torsi 275 Nm, dan baterai 67 kWh berdasarkan transkrip.
- Jaecoo J7 SHS mendemonstrasikan Super Intelligent Valet Parking atau SIVP.
- SIVP menggunakan 27 sensor untuk membantu kendaraan mencari tempat parkir.
- Kendaraan dapat kembali ke lokasi penjemputan melalui aplikasi.
- Pengujian dilakukan di basement ICE BSD dengan kondisi parkir padat.
- SIVP disebut akan hadir pada varian tertentu Jaecoo J7 SHS.
Insight Redaksi
Demonstrasi di ICE BSD menunjukkan arah baru teknologi otomotif: mobil mulai mengambil alih pekerjaan sederhana yang selama ini membutuhkan manusia. Bagi kota padat seperti Balikpapan, konsep ini menarik. Parkir menjadi persoalan nyata. Kalau teknologinya matang, praktisnya terasa, bukan sekadar gaya.
Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang suka otomotif dan teknologi supaya sama-sama tahu perkembangan mobil masa depan.
Selalu update info teknologi otomotif terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa itu Super Intelligent Valet Parking atau SIVP?
SIVP merupakan sistem yang memungkinkan kendaraan mencari tempat parkir dan kembali menjemput pengguna secara mandiri melalui aplikasi.
2. Berapa jumlah sensor yang digunakan Jaecoo J7 SHS untuk SIVP?
Transkrip menyebut sistem tersebut menggunakan total 27 sensor untuk membaca kondisi di sekitar kendaraan.
3. Di mana Jaecoo J7 SHS menjalani pengujian SIVP?
Pengujian dilakukan di basement ICE BSD yang menjadi lokasi penyelenggaraan GIAS 2026.
4. Apakah seluruh Jaecoo J7 SHS mendapatkan fitur SIVP?
Menurut transkrip, SIVP akan tersedia pada varian tertentu dan bukan seluruh Jaecoo J7 SHS.
5. Apa teknologi utama yang diperkenalkan Omoda Jaecoo di GIAS 2026?
Dua teknologi yang menjadi sorotan adalah AI terhubung cloud pada Omoda O4 dan SIVP pada Jaecoo J7 SHS.
Sumber Informasi
Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @FitraEri, dengan judul “SANGGUPKAH PARKIR OTOMATIS JAECOO MENAKLUKKAN PARKIRAN ICE BSD?”. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma