Durasi: 6 menit
Topik: Ulasan menyeluruh Uwinfly M110G beserta persoalan legalitas dokumen kendaraan bermotor listrik.
Ikhtisar: Artikel membahas kelebihan, kekurangan, performa, serta persoalan belum terbitnya faktur Uwinfly M110G yang berdampak pada legalitas penggunaan di jalan raya.
Balikpapan TV - Hai Ces! Uwinfly M110G menawarkan spesifikasi yang menarik di kelas motor listrik di bawah Rp20 juta. Namun, hingga Juli 2026, banyak konsumen mengaku belum menerima faktur kendaraan sehingga proses penerbitan STNK dan pelat nomor belum dapat dilakukan.
Motor ini menarik perhatian bukan semata karena fiturnya. Ada persoalan yang jauh lebih penting untuk dipahami sebelum memutuskan membeli, Ces!
Baca sampai selesai. Ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan sebelum memilih motor listrik ini.
Baca Juga: Yadea GT80 Hadirkan Fitur Rem Enam Piston dan Baterai Kapasitas Jumbo
Mengapa Uwinfly M110G Sulit Dijumpai di Jalan?
Dalam ulasan yang dipublikasikan kanal YouTube Daksa Widito, penyebab utama Uwinfly M110G masih jarang terlihat di jalan bukan karena peminatnya sedikit.
Menurut pengalaman pemilik unit yang ditampilkan dalam video tersebut, motor sudah diterima sejak Januari 2026. Namun hingga Juli 2026, faktur kendaraan belum diterbitkan sehingga proses registrasi di Samsat belum bisa dilakukan.
Tanpa faktur, kendaraan belum dapat diproses menjadi STNK maupun pelat nomor resmi. Kondisi itu membuat pengguna merasa ragu memakai motor untuk aktivitas harian meskipun unit sudah berada di garasi.
Reviewer Daksa Widito menyampaikan:
"Semua pengguna M110G ini belum ada yang turun fakturnya. Jadi makanya kalian jarang banget lihat motor ini di jalan karena memang ini tuh belum bisa legal..."
Persoalan tersebut menjadi sorotan utama dalam ulasan karena menyangkut aspek legalitas kendaraan, bukan sekadar fitur produk.
Baca Juga: Intip Spesifikasi KOVE 450 Rally RE, Motor Reli Bermesin 450 cc dengan Tangki 32 Liter
Apa Saja Kelebihan Uwinfly M110G?
Di luar persoalan administrasi, Uwinfly M110G membawa beberapa peningkatan dibanding seri sebelumnya.
Motor ini menggunakan baterai lithium 74V 30Ah produksi Jusen Jinong asal China yang menjadi hak milik pembeli sehingga tidak memakai sistem sewa baterai.
Pengisian daya juga menjadi nilai jual utama. Charger 10A memungkinkan baterai terisi dari kosong hingga penuh dalam waktu sekitar tiga jam.
Bagi pengguna yang mengisi daya di rumah, waktu tersebut tergolong singkat dibanding banyak motor listrik lain dengan kapasitas baterai sekelas.
Fitur modern juga cukup lengkap.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Keyless system.
- Pembukaan jok melalui remote.
- Dukungan aplikasi Uwinfly.
- USB Type-A dan Type-C.
- Lampu LED penuh.
- Kompartemen depan cukup luas.
- Dek kaki lega.
Reviewer juga menilai suspensi menjadi salah satu keunggulan terbesar motor ini.
Shock breaker depan dan belakang terasa empuk ketika melewati jalan yang kurang rata. Area setang juga dinilai minim bunyi maupun getaran sehingga memberikan kesan cukup kokoh saat dikendarai.
Bagaimana Performa di Jalan Raya?
Uwinfly M110G memakai motor listrik hub drive bertenaga 3.000 watt.
Dalam pengujian yang dilakukan Daksa Widito, performanya tercatat sebagai berikut:
- Mode ECO mencapai sekitar 61 km/jam.
- Mode Normal sekitar 68 km/jam.
- Mode Sport menyentuh 80 km/jam.
Kecepatan tersebut dinilai cukup untuk penggunaan dalam kota maupun perjalanan harian.
Pabrikan mengklaim jarak tempuh dapat mencapai 100 kilometer. Namun reviewer menyebut angka riil sangat bergantung pada gaya berkendara, pilihan mode, kondisi jalan, serta beban yang dibawa.
Pemilik motor yang diwawancarai mengaku penggunaan harian sekitar kurang dari 10 kilometer membuat baterai baru perlu diisi kembali sekitar satu minggu sekali.
Baca Juga: Kawasaki Rilis KLX 150 XPL 2026 Bergaya Reli Klasik Pakai Mesin Karburator
Apa Kekurangan yang Ditemukan Saat Pengujian?
Selain persoalan dokumen kendaraan, ada beberapa catatan teknis selama pengujian.
Komstir bawaan pabrik terasa berat sehingga manuver pada kecepatan rendah membutuhkan tenaga lebih besar.
Menurut reviewer, kondisi tersebut masih dapat diperbaiki melalui penyetelan ulang setang sehingga bukan termasuk masalah permanen.
Catatan lain muncul ketika motor berada di atas standar dua.
Saat throttle diputar, bagian sasis terlihat ikut bergetar cukup kuat sehingga reviewer menyebutnya seperti efek tremor. Fenomena tersebut tidak terlalu terasa ketika motor digunakan berjalan normal, tetapi tetap menjadi perhatian.
Visor depan juga dianggap lebih berfungsi sebagai elemen desain dibanding pelindung angin karena ukurannya relatif pendek.
Apa Dampak Belum Terbitnya Faktur Kendaraan?
Faktur merupakan salah satu dokumen penting dalam proses registrasi kendaraan baru.
Tanpa faktur, proses administrasi menuju penerbitan STNK dan pelat nomor tidak dapat dilanjutkan sesuai prosedur registrasi kendaraan bermotor.
Akibatnya, pemilik motor belum memperoleh legalitas penuh untuk mengoperasikan kendaraan di jalan umum.
Dalam video tersebut, Daksa Widito juga berharap persoalan administrasi dapat segera diselesaikan.
"Tolong untuk Uwinfly dipercepat ini pengadaan fakturnya karena orang-orang udah pada beli dari bulan Januari bahkan dari Desember udah ada yang beli sampai sekarang fakturnya belum turun sama sekali. Ini sangat meresahkan."
Reviewer juga menyarankan agar dokumen pendukung seperti faktur maupun persyaratan administrasi kendaraan sudah siap sebelum sebuah model dipasarkan secara luas.
Baca Juga: Innova Reborn Diesel Improvement Hadir dengan Diskon Besar, Ini Alasan Banyak Orang Meliriknya
Poin Penting:
- Uwinfly M110G dibanderol sekitar Rp16–17 juta pada pertengahan 2026.
- Fast charging sekitar tiga jam menggunakan charger 10A.
- Baterai lithium menjadi hak milik pembeli.
- Suspensi mendapat penilaian positif karena nyaman.
- Top speed mencapai sekitar 80 km/jam.
- Persoalan utama berasal dari belum terbitnya faktur kendaraan sehingga STNK dan pelat nomor belum dapat diproses.
Insight Redaksi: Persaingan motor listrik kini bukan hanya soal tenaga, jarak tempuh, atau fitur digital. Kelengkapan administrasi ikut menentukan rasa aman pembeli. Produk menarik bisa kehilangan daya saing ketika legalitas belum tuntas. Ini menjadi pelajaran penting bagi produsen agar kesiapan dokumen berjalan seiring dengan peluncuran produk. Kada cukup hanya menawarkan spesifikasi menarik, kepercayaan pembeli juga harus dijaga.
Kalau sedang membandingkan motor listrik, cek jua status dokumen dan legalitasnya sebelum transaksi supaya ikam terhindar dari persoalan administrasi.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami pentingnya legalitas kendaraan sebelum membeli motor listrik.
Selalu ikuti perkembangan teknologi otomotif yang benar-benar berdampak bagi pengguna bersama Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Mengapa Uwinfly M110G belum banyak terlihat di jalan?
Karena banyak pengguna mengaku faktur kendaraan belum diterbitkan sehingga STNK dan pelat nomor belum dapat diproses.
2. Berapa lama pengisian daya Uwinfly M110G?
Sekitar tiga jam dari 0 hingga 100 persen menggunakan charger 10A.
3. Berapa kecepatan maksimal Uwinfly M110G?
Sekitar 80 km/jam pada Mode Sport berdasarkan pengujian reviewer.
4. Apakah baterainya menggunakan sistem sewa?
Tidak. Baterainya menjadi hak milik pembeli.
Sumber Informasi: Informasi ini sudah tayang sebelumnya di Media YouTube @Daksa Widito, dengan judul "Motor Kok Gaada Fakturnya⁉️Review Lengkap Uwinfly M110G ‼️ Beli Gak Nih ⁉️". Dipublikasikan kembali dengan angle dan style artikel balikpapantv.id.