Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

7 Motor yang Sulit Dijual Kembali, Ini Penyebab Nilai Jual Bekasnya Turun

Bayu Actaviansyah Ramadhani • Selasa, 30 Juni 2026 | 16:20 WIB
Deretan motor bekas dari berbagai merek yang menggambarkan pembahasan mengenai motor dengan nilai jual kembali rendah. (BTV/Ai)
Deretan motor bekas dari berbagai merek yang menggambarkan pembahasan mengenai motor dengan nilai jual kembali rendah. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 4 Menit

Topik: Daftar sepeda motor dengan nilai jual kembali rendah berdasarkan ulasan kanal otomotif

Ikhtisar: Artikel ini membahas tujuh sepeda motor yang dinilai sulit dijual kembali, penyebab utamanya, serta gambaran kondisi pasar motor bekas berdasarkan isi video sumber.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Harga motor bekas sering menjadi pertimbangan sebelum membeli unit baru. Namun, ada beberapa model yang justru mengalami penurunan minat sehingga proses menjualnya kembali menjadi jauh lebih sulit.

Masih penasaran kenapa kondisi itu bisa terjadi dan apa saja penyebabnya? Simak terus pembahasannya sampai selesai. Banyak fakta menarik yang mungkin kada terpikir sebelumnya, Ces!

Baca Juga: BYD Atto 1 2026 Resmi Diperbarui, Fitur Baru dan Cicilan Mulai Rp1 Jutaan

Mengapa harga jual kembali motor menjadi perhatian banyak pembeli?

Nilai jual kembali menjadi salah satu faktor yang sering dipertimbangkan konsumen Indonesia ketika memilih sepeda motor. Alasannya sederhana, motor kerap dijual kembali saat ingin berganti kendaraan atau ketika membutuhkan dana dalam waktu cepat.

Ulasan ini disusun berdasarkan pembahasan dari kanal YouTube FUSE BOX MOTO melalui video berjudul "7 motor yang susah di jual kembali". Seluruh poin dalam artikel merujuk pada penjelasan yang disampaikan pada video tersebut tanpa menambahkan informasi di luar sumber.

Dalam video itu dijelaskan bahwa motor memang bukan aset investasi. Namun, kemampuan sebuah motor mempertahankan harga tetap dianggap penting karena memengaruhi kemudahan transaksi di pasar bekas.

Salah satu kutipan yang disampaikan dalam video berbunyi:

"Motor itu bukan investasi, tapi banyak orang tetap mempertimbangkan harga jual kembalinya."

Pernyataan tersebut menggambarkan kebiasaan pasar otomotif Indonesia yang masih sangat memperhatikan resale value sebelum memutuskan membeli kendaraan.

Yamaha Mio M3 dan Vespa Non-iGet sebagai contoh motor yang dibahas memiliki tantangan di pasar bekas. (BTV/Ai)
Yamaha Mio M3 dan Vespa Non-iGet sebagai contoh motor yang dibahas memiliki tantangan di pasar bekas. (BTV/Ai)

Mengapa Yamaha Mio M3 dan Mio Z mulai kehilangan daya tarik?

Yamaha Mio pernah menjadi salah satu nama besar di segmen skutik. Situasinya berubah ketika persaingan semakin ketat dan Honda Beat berhasil mendominasi pasar secara konsisten.

Menurut penjelasan pada video, Yamaha Mio M3 dan Mio Z membawa beberapa teknologi yang dianggap belum terlalu penting bagi konsumen kelas entry-level. Di sisi lain, konsumsi bahan bakarnya juga dinilai kalah efisien dibanding pesaing utama.

Masalah lain muncul dari strategi produk Yamaha yang menghadirkan banyak varian Mio dalam waktu berdekatan. Kondisi itu membuat pasar menjadi bingung dan perlahan mengurangi daya tarik setiap variannya.

Akibatnya, permintaan di pasar motor bekas ikut melemah. Bahkan dalam video disebutkan bahwa beberapa diler motor bekas cenderung enggan menerima unit tersebut karena proses penjualannya dianggap cukup lama.

Baca Juga: TVS Dazz 110 Rp9,9 Juta, Motor Matik Murah dengan Suspensi Nyaman

Mengapa Vespa Matic Non-iGet sulit menemukan pembeli?

Berbeda dengan skutik harian pada umumnya, Vespa memiliki pasar yang cukup spesifik. Pembelinya biasanya memahami detail setiap generasi sehingga perbedaan teknologi menjadi pertimbangan utama.

Video FUSE BOX MOTO menjelaskan bahwa versi Non-iGet memiliki harga bekas yang sangat berdekatan dengan Vespa iGet. Padahal, versi iGet dikenal menawarkan mesin yang lebih halus serta memiliki karakter mekanis yang dinilai lebih baik.

Karena selisih harga tersebut tidak terlalu jauh, mayoritas calon pembeli memilih langsung mencari versi iGet. Dampaknya, Vespa Non-iGet memerlukan waktu lebih lama untuk terjual kecuali dilepas dengan harga yang jauh lebih rendah.

Sumber video juga menegaskan karakter pembeli Vespa melalui kutipan berikut.

"Pembeli Vespa itu segmented dan smart buyer."

Kalimat tersebut menjelaskan bahwa konsumen Vespa umumnya telah memahami kelebihan dan kekurangan setiap generasi sebelum melakukan transaksi, sehingga versi yang memiliki reputasi kurang baik otomatis semakin sulit bersaing di pasar bekas.

Mengapa Suzuki Satria F150 kehilangan pesona di pasar motor bekas?

Suzuki Satria F150 pernah menjadi salah satu motor underbone paling diminati di Indonesia. Popularitasnya bahkan sempat mencapai puncak sebelum tahun 2010 ketika segmen motor ayam jago masih menjadi pilihan banyak pengendara muda.

Menurut pembahasan dalam video FUSE BOX MOTO, kondisi pasar kini berubah drastis. Minat terhadap motor underbone terus menyusut sehingga jumlah pembeli di pasar bekas ikut mengecil.

Akibatnya, harga Suzuki Satria F150 generasi terbaru pun mengalami penurunan yang cukup tajam. Bukan karena kualitas motornya buruk, melainkan karena segmen pasarnya sudah tidak lagi sebesar dulu.

Video tersebut menggambarkan situasinya dengan kalimat berikut.

"Pasar motor ayam jago di Indonesia sudah mati total."

Pernyataan itu menjadi penjelasan mengapa proses menjual Satria F150 bekas saat ini jauh lebih menantang dibanding beberapa tahun lalu.

Baca Juga: New Honda Vario Evo 160 Resmi Hadir, Desain Sporti dan Mesin Makin Responsif

Apa yang membuat Kawasaki Ninja 250 SL (Mono) kurang diminati?

Persaingan di kelas motor sport 250 cc berkembang cukup cepat. Saat Kawasaki menghadirkan Ninja 250 SL, motor ini tampil berbeda karena menggunakan mesin satu silinder.

Dalam video dijelaskan bahwa keputusan tersebut justru menjadi tantangan terbesar. Ketika harga motor sport dua silinder di pasar bekas mulai turun, konsumen memiliki pilihan yang dianggap menawarkan nilai lebih.

Alhasil, Ninja 250 SL menjadi produk yang semakin sulit bersaing. Motor ini masih memiliki penggemar, tetapi jumlahnya relatif kecil dan berasal dari kalangan penghobi tertentu.

Kutipan yang disampaikan dalam video berbunyi:

"Sekarang motor 250 cc dua silinder bekas sudah murah."

Situasi itu membuat banyak calon pembeli lebih memilih alternatif lain dibanding versi satu silinder.

Mengapa Yamaha Lexi 125 kalah bersaing di kelas skutik?

Yamaha Lexi 125 hadir sebagai anggota keluarga MAXI Yamaha. Namun, menurut ulasan video, posisinya justru dianggap serba tanggung jika dibandingkan dengan produk lain di kelas yang sama.

Dimensi bodinya berada di tengah, spesifikasi mesinnya juga tidak terlalu menonjol, sementara harga barunya dinilai berdekatan dengan Yamaha NMAX. Kombinasi tersebut membuat sebagian konsumen memilih langsung naik kelas.

Ketika memasuki pasar motor bekas, tantangan Lexi semakin besar. Harga jualnya sering bersinggungan dengan Honda Vario 125 maupun Yamaha NMAX generasi awal yang sudah memiliki basis penggemar lebih kuat.

Secara desain, video juga menilai Lexi belum mampu menarik perhatian sebagian pembeli muda. Faktor tersebut ikut memengaruhi permintaan di pasar bekas sehingga proses penjualannya relatif lebih lambat dibanding kompetitor sekelas.

Baca Juga: Xiaomi Kunlun vs Li Auto L9, Adu SUV Premium EREV dengan Jarak Tempuh 1.500 Km

Mengapa Honda ADV 150 ikut terdampak hadirnya ADV 160?

Perubahan generasi produk ternyata juga berpengaruh terhadap nilai jual kembali. Dalam video FUSE BOX MOTO dijelaskan bahwa Honda ADV 150 mengalami tekanan setelah Honda memperkenalkan ADV 160 pada tahun 2022.

Perbedaan kapasitas mesin dan pembaruan teknologi membuat perhatian pasar langsung beralih ke model terbaru. Di Indonesia, peningkatan kapasitas mesin sering dianggap sebagai nilai tambah yang memengaruhi keputusan pembelian.

Akibatnya, ADV 150 kehilangan sebagian daya tariknya di pasar motor bekas. Dalam video juga dijelaskan bahwa posisinya semakin berat karena harus bersaing dengan Honda PCX yang memiliki peminat cukup besar.

Salah satu pernyataan yang disampaikan dalam video adalah:

"Di Indonesia, cc itu dianggap segalanya."

Kalimat tersebut menjadi gambaran mengapa perubahan spesifikasi mesin dapat memberi dampak besar terhadap harga jual kembali sebuah sepeda motor.

Mengapa Suzuki Address termasuk motor yang sulit dijual kembali?

Suzuki Address menutup daftar motor yang dibahas dalam video. Penyebabnya bukan berasal dari kualitas mesin, melainkan kondisi pasar yang sejak awal kurang memberikan respons positif terhadap model ini.

Menurut penjelasan sumber video, desain Suzuki Address dinilai kurang sesuai dengan selera mayoritas konsumen Indonesia. Di sisi lain, harga bekasnya berada sangat dekat dengan beberapa skutik yang memiliki nama lebih populer.

Kondisi tersebut membuat calon pembeli lebih sering menjatuhkan pilihan kepada model lain yang dianggap memiliki nilai jual kembali lebih baik.

Video juga menyebutkan bahwa penjualan Suzuki Address pernah berada pada titik yang sangat rendah. Bahkan pernah tercatat hanya mendistribusikan satu unit secara nasional dalam periode tertentu. Dampaknya, unit bekas menjadi langka, tetapi bukan karena banyak dicari, melainkan karena permintaannya memang sangat terbatas.

Baca Juga: Lexus LX-570 Facelift 2021, SUV Premium Bekas yang Masih Bernilai Tinggi

Poin Penting:

Insight Redaksi: Nilai jual kembali sering kali dipandang sebagai cerminan kualitas motor. Padahal, isi video menunjukkan kenyataannya jauh lebih kompleks. Tren pasar, strategi peluncuran produk baru, perubahan selera konsumen, hingga persaingan antarmodel justru memiliki pengaruh besar terhadap harga motor bekas. Dari sudut pandang Balikpapan TV, memilih motor sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan, bukan semata mengejar harga jual kembali. Pasar selalu berubah. Nah, itu sudah. Memahami arah pasar sejak awal justru menjadi bekal yang lebih berguna sebelum memutuskan membeli kendaraan.

Kalau informasi ini bermanfaat, bagikan jua ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang memahami alasan di balik turunnya nilai jual beberapa motor bekas.

Masih ingin mengikuti pembahasan otomotif yang dikemas ringan, informatif, dan mudah dipahami? Pantau terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa harga jual kembali motor penting bagi sebagian pembeli?
Karena banyak pemilik mempertimbangkan kemudahan menjual motor saat ingin berganti kendaraan atau membutuhkan dana.

2. Apakah semua motor dalam daftar memiliki kualitas yang buruk?
Tidak. Video menjelaskan bahwa sebagian besar dipengaruhi kondisi pasar, tren konsumen, dan persaingan antarmodel.

3. Mengapa Vespa Non-iGet kurang diminati di pasar bekas?
Karena harga bekasnya berdekatan dengan Vespa iGet yang dinilai memiliki pembaruan teknologi dan karakter mesin yang lebih baik.

4. Apa penyebab Honda ADV 150 mengalami penurunan nilai jual?
Kemunculan Honda ADV 160 membuat perhatian pasar bergeser ke model yang lebih baru.

5. Sumber informasi artikel ini berasal dari mana?
Seluruh pembahasan disusun berdasarkan isi video kanal YouTube FUSE BOX MOTO berjudul "7 motor yang susah di jual kembali".

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#FUSE BOX MOTO #Pasar motor bekas Indonesia #Nilai jual kembali motor