Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Xiaomi Kunlun vs Li Auto L9, Adu SUV Premium EREV dengan Jarak Tempuh 1.500 Km

Bayu Actaviansyah Ramadhani • Jumat, 26 Juni 2026 | 07:20 WIB
Tampilan samping Xiaomi Kunlun dengan desain boxy dan sensor LiDAR di bagian atap. (BTV/Ai)
Tampilan samping Xiaomi Kunlun dengan desain boxy dan sensor LiDAR di bagian atap. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Persaingan SUV Premium Xiaomi Kunlun dan Li Auto L9 di Tiongkok

Ikhtisar: Artikel ini membahas kemunculan Xiaomi Kunlun sebagai SUV EREV pertama Xiaomi, spesifikasinya, strategi pengembangan, serta perbandingannya dengan Li Auto L9 sebagai tolok ukur utama.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Xiaomi sedang menyiapkan SUV keluarga premium bernama Kunlun atau yang diisukan memakai nama Xiaomi Yu9, dan pengujiannya bersama Li Auto L9 menunjukkan target yang sangat jelas.

Penasaran bagaimana Xiaomi mencoba masuk ke wilayah yang selama ini dikuasai pemain besar? Simak sampai habis, ada banyak fakta menarik yang layak dicermati Ces!

Bukan cuma soal mobil baru. Di balik kemunculan Kunlun, ada strategi besar Xiaomi untuk memperluas ekosistem teknologinya ke sektor otomotif keluarga premium.

Artikel ini disusun berdasarkan transkrip video yang membahas proses pengembangan, pengujian jalan, serta spesifikasi awal Xiaomi Kunlun yang tertangkap kamera saat menjalani uji publik di Tiongkok.

Baca Juga: Indomobil E-Motor Sprinto 2026, Motor Listrik Rp25 Jutaan dengan Top Speed 101 Km/Jam

Xiaomi Kunlun Sedang Menantang Siapa?

SUV terbaru Xiaomi ini tampaknya tidak datang tanpa arah. Mobil yang masih menggunakan kamuflase tipis tersebut justru beberapa kali terlihat diuji berdampingan dengan Li Auto L9.

Fakta ini menarik karena biasanya pabrikan memilih kompetitor sebagai acuan pengembangan produk. Dalam kasus ini, Li Auto L9 terlihat jelas menjadi benchmark utama Xiaomi.

Transkrip video menyebutkan bahwa pengujian dilakukan secara langsung berdampingan dengan SUV premium tersebut. Ini menjadi sinyal bahwa Xiaomi ingin bermain di segmen yang sama.

Sumber video menyebutkan:

"Mobil ini diuji jalan berdampingan secara langsung dengan Li Auto L9."

Langkah seperti ini sering menjadi petunjuk mengenai target pasar yang ingin diraih sebuah produsen kendaraan.

Interior digital Xiaomi Kunlun yang ditenagai HyperOS dan terhubung dengan ekosistem smart home. (BTV/Ai)
Interior digital Xiaomi Kunlun yang ditenagai HyperOS dan terhubung dengan ekosistem smart home. (BTV/Ai)

Mengapa Xiaomi Beralih ke Teknologi EREV?

Perubahan terbesar Kunlun justru berada di balik kap mesinnya. Berbeda dari SU7 dan YU7 yang mengandalkan tenaga listrik murni, model ini memakai sistem Extended Range Electric Vehicle atau EREV.

Konsepnya cukup unik. Mesin bensin 1.500 cc turbo tidak menggerakkan roda secara langsung. Tugasnya hanya sebagai generator untuk mengisi daya baterai.

Sementara itu, seluruh tenaga penggerak berasal dari motor listrik ganda AWD yang menghasilkan tenaga sekitar 400 HP.

Kombinasi tersebut membuat SUV besar ini tetap mampu berakselerasi cepat. Klaim awal menyebutkan akselerasi 0 hingga 100 km/jam dapat dicapai dalam waktu sekitar lima detik.

Pilihan teknologi EREV menunjukkan Xiaomi mencoba menjawab kekhawatiran pengguna mengenai jarak tempuh kendaraan listrik saat digunakan bepergian jauh.

Baca Juga: Chevrolet Chevelle 1971 Bermesin V8 454, Restorasi Klasik dengan Sentuhan Modern

Seberapa Besar Xiaomi Kunlun Dibanding Rivalnya?

Ukuran menjadi salah satu daya tarik utama SUV ini. Xiaomi Kunlun diperkirakan memiliki panjang antara 5,2 hingga 5,3 meter.

Dimensi tersebut memungkinkan konfigurasi kabin tiga baris yang lapang. Xiaomi disebut menyiapkan opsi enam kursi dengan format 2+2+2 maupun tujuh kursi dengan konfigurasi 2+2+3.

Dari sisi desain, karakter Kunlun berbeda jauh dari SU7 maupun YU7.

Bentuk bodinya lebih tegak, garis-garisnya tegas, dan tampil mengotak. Kesan yang muncul bukan lagi SUV bergaya sporty, melainkan kendaraan keluarga premium berukuran besar.

Pada bagian atap depan terlihat modul LiDAR yang menjadi komponen penting sistem bantuan pengemudi canggih milik Xiaomi.

Keberadaan LiDAR tersebut menunjukkan fokus Xiaomi terhadap pengembangan teknologi ADAS generasi terbaru.

Baca Juga: Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Efektif, Penjualan EV Terus Bertumbuh

Benarkah Jarak Tempuhnya Bisa Menembus 1.500 Kilometer?

Inilah salah satu angka yang paling menarik perhatian.

Xiaomi membekali Kunlun dengan baterai berkapasitas sekitar 70 hingga 80 kWh. Untuk ukuran kendaraan EREV, kapasitas ini tergolong sangat besar.

Dalam mode listrik murni, mobil diklaim mampu melaju sejauh 400 hingga 500 kilometer.

Ketika baterai dipadukan dengan tangki bensin penuh dan sistem generator aktif, total jarak jelajah teoritisnya mencapai sekitar 1.500 kilometer.

Tidak berhenti di situ, Xiaomi juga sudah mengadopsi arsitektur kelistrikan 800 volt.

Beberapa poin teknis yang menjadi sorotan:

  1. Mesin 1.500 cc turbo berfungsi sebagai generator.

  2. Motor listrik ganda AWD menghasilkan sekitar 400 HP.

  3. Baterai berkapasitas 70 sampai 80 kWh.

  4. Jarak tempuh gabungan diklaim hingga 1.500 km.

  5. Sudah menggunakan platform kelistrikan 800V.

Menariknya lagi, Xiaomi menggunakan pemasok baterai baru, yakni Sunwoda dengan porsi 60 persen dan CALB sebesar 40 persen.

Baca Juga: BYD DM Technology di BYD M6, Solusi Hybrid Efisien Tanpa Kekhawatiran Jarak Tempuh

Apa Senjata Rahasia Xiaomi di Dalam Kabin?

Jika bicara performa dan jarak tempuh, banyak produsen sudah menawarkan hal serupa. Namun Xiaomi memiliki satu keunggulan yang sulit ditiru kompetitor tradisional.

Jawabannya ada pada ekosistem.

Kabinnya akan dibekali panel instrumen digital penuh serta layar sentuh berukuran besar yang ditenagai langsung oleh HyperOS.

Sistem operasi ini memungkinkan mobil terhubung secara real-time dengan perangkat pintar Xiaomi di rumah.

Artinya, pengguna dapat mengakses berbagai fungsi smart home langsung dari kendaraan.

Menurut transkrip sumber:

"Sistem hiburan dan kendali ditenagai langsung oleh Xiaomi HyperOS."

Inilah area yang membuat Kunlun berbeda dari banyak SUV premium lain.

Li Auto L9 memang dikenal memiliki kabin nyaman dan berorientasi hiburan keluarga. Namun Xiaomi membawa pendekatan yang lebih luas dengan menghubungkan mobil ke dalam ekosistem digital yang sudah dibangun bertahun-tahun.

Akankah Xiaomi Mengguncang Pasar SUV Premium?

Berdasarkan informasi dalam transkrip, Xiaomi Kunlun dijadwalkan meluncur secara bertahap pada paruh kedua tahun 2026.

Posisinya cukup jelas. Bukan sekadar SUV baru, melainkan model yang dirancang untuk bersaing langsung dengan Li Auto L9.

Kombinasi teknologi EREV, baterai besar, sistem 800 volt, LiDAR, serta integrasi HyperOS membuat Kunlun tampil sebagai salah satu proyek otomotif Xiaomi yang paling ambisius sejauh ini.

Pertanyaannya sekarang sederhana. Apakah pasar SUV keluarga premium siap menerima pendekatan baru dari perusahaan teknologi yang berubah menjadi produsen mobil?

Jawaban akhirnya masih menunggu peluncuran resmi. Namun satu hal sudah terlihat, Xiaomi datang bukan sekadar meramaikan pasar.

Baca Juga: Chery eQ, J6, dan Tiggo CSH: Strategi Elektrifikasi untuk Semua Kebutuhan

Poin Penting:

Insight Redaksi: Dari sudut pandang pasar Asia, langkah Xiaomi menarik karena fokusnya bukan hanya kendaraan, melainkan pengalaman digital yang menyatu. Di Balikpapan sendiri, pola pikir konsumen teknologi mulai berubah. Banyak pengguna mencari perangkat yang saling terhubung dalam satu ekosistem. Kunlun tampaknya mencoba membawa konsep tersebut ke dunia otomotif. Ini bukan semata persaingan tenaga atau jarak tempuh. Pertarungan sesungguhnya ada pada siapa yang mampu menciptakan pengalaman pengguna paling lengkap. Menarik dicermati, Ces.

Kalau menurut ikam informasi ini menarik, bagikan jua ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang mengikuti perkembangan teknologi otomotif global dari sumber yang jelas dan mudah dipahami.

Persaingan SUV pintar baru saja memasuki babak berbeda. Ikuti terus perkembangan Xiaomi Kunlun dan berbagai inovasi kendaraan masa depan hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Xiaomi Kunlun atau Xiaomi Yu9?
SUV premium terbaru Xiaomi yang masih dalam tahap pengembangan dan pengujian jalan di Tiongkok.

2. Kapan Xiaomi Kunlun diperkirakan meluncur?
Menurut sumber video, peluncuran bertahap direncanakan pada paruh kedua tahun 2026.

3. Apa teknologi penggerak yang digunakan Xiaomi Kunlun?
Menggunakan sistem EREV dengan mesin 1.500 cc turbo sebagai generator dan motor listrik ganda AWD sebagai penggerak.

4. Berapa jarak tempuh Xiaomi Kunlun?
Mode listrik murni diklaim mencapai 400 hingga 500 km, sedangkan jarak gabungan mencapai sekitar 1.500 km.

5. Apa keunggulan utama Xiaomi Kunlun dibanding SUV lain?
Integrasi HyperOS yang memungkinkan konektivitas langsung dengan ekosistem perangkat pintar Xiaomi.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Xiaomi Kunlun #Li Auto L9 #Xiaomi HyperOS