Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Harga Mobil Listrik Bekas 2026 Anjlok, Wuling Air EV Kini Rp95 Juta

Bayu Actaviansyah Ramadhani • Senin, 25 Mei 2026 | 05:24 WIB
Deretan mobil listrik bekas di showroom dengan harga turun drastis jadi perhatian pasar otomotif Indonesia (BTV/Ai)
Deretan mobil listrik bekas di showroom dengan harga turun drastis jadi perhatian pasar otomotif Indonesia (BTV/Ai)

Topik: Harga mobil listrik bekas di Indonesia anjlok drastis akibat kekhawatiran baterai

Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar: Harga mobil listrik bekas di Indonesia turun ekstrem hingga ratusan juta rupiah. Fenomena ini dipicu kekhawatiran daya tahan baterai, padahal sebagian unit masih memiliki garansi panjang dari pabrikan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pasar mobil listrik bekas di Indonesia lagi ramai dibahas. Harga sejumlah model EV yang dulu dijual mahal sekarang turun tajam di pasar second. Dari Wuling Air EV sampai Hyundai Ioniq 5, depresiasinya bikin banyak orang melongo karena nilainya bisa susut hampir separuh hanya dalam beberapa tahun.

Kalau biasanya harga mobil turun perlahan, kondisi EV bekas sekarang terasa beda. Ada yang mulai melihat ini sebagai ancaman buat pemilik lama. Tapi di sisi lain, banyak juga yang menganggap situasi ini justru peluang emas buat pindah ke mobil listrik tanpa harus keluar duit besar. Nah, kenapa fenomena ini bisa terjadi? Simak sampai habis pang, karena angkanya kadada main-main Ces!

Baca Juga: Omoway Omo-X Tampil Futuristis dengan Suspensi Ala Gold Wing

Kenapa harga mobil listrik bekas bisa jatuh secepat ini?

Masalah utamanya ternyata bukan kondisi bodi atau performa mesin. Yang bikin pasar ragu justru baterai. Banyak calon pembeli takut kapasitas baterai menurun setelah usia pemakaian dua sampai empat tahun, apalagi kalau kilometernya sudah tinggi mendekati 100 ribu kilometer.

Kekhawatiran itu akhirnya membuat nilai jual kembali mobil listrik ikut terseret turun. Padahal secara fisik, banyak unit bekas masih tergolong mulus dan layak pakai harian. Fenomena ini berbeda dibanding mobil bensin konvensional yang biasanya depresiasinya masih lebih stabil.

Yang menarik, penurunan harga ini terjadi hampir di semua segmen. Dari city car mungil sampai SUV premium, semua kena imbas. Kada heran kalau pasar mobil bekas sekarang mulai dipenuhi EV dengan harga yang terasa “racun” buat pemburu kendaraan harian.

Wuling Air EV bekas tahun 2022 kini dijual mulai Rp95 juta dan ramai diburu pembeli (BTV/Ai)
Wuling Air EV bekas tahun 2022 kini dijual mulai Rp95 juta dan ramai diburu pembeli (BTV/Ai)

Wuling Air EV bekas sekarang setara harga motor premium?

Ini salah satu contoh yang paling bikin pasar otomotif ramai. Wuling Air EV Standard Range keluaran 2022 kini sudah muncul di kisaran Rp95 juta. Angka itu bahkan setara harga motor matic premium baru seperti Yamaha XMAX.

Sementara tipe Long Range berada di sekitar Rp125 juta. Padahal saat awal meluncur, harga barunya jauh lebih tinggi. Penyusutan nilainya hampir menyentuh separuh harga dalam waktu singkat.

Buat pengguna perkotaan dengan mobilitas pendek sampai menengah, kondisi ini jelas menarik. Mobil kecil dengan biaya cas murah sekarang bisa ditebus di harga yang sebelumnya identik dengan motor gede harian. Nah, ini yang bikin banyak orang mulai melirik pasar EV bekas sih.

Baca Juga: Kawasaki Ninja 250 Karbu Masih Dicari, Tarikannya Dianggap Lebih Gahar

BYD M6 dan Hyundai Ioniq 5 ikut terseret depresiasi ekstrem

Fenomena serupa juga terjadi di segmen keluarga dan premium. BYD M6 Superior lansiran 2024 yang harga barunya sekitar Rp423 juta kini sudah dijual di kisaran Rp329 juta pada pasar bekas.

Artinya, ada penurunan hampir Rp100 juta dalam waktu relatif singkat. Buat mobil keluarga modern dengan kabin lega dan fitur lengkap, angka ini jelas bikin pasar bergerak cepat.

Kasus paling mencolok datang dari Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range tahun 2022. Mobil yang saat awal hadir pernah menyentuh Rp800 jutaan itu sekarang berada di rentang Rp379 juta sampai Rp400 juta.

Depresiasinya terasa brutal. Sekitar Rp100 juta per tahun. Tapi justru di situlah banyak pemburu mobil bekas mulai masuk pasar. Bubuhan pencari EV second mulai melihat unit premium ini sebagai kesempatan yang sebelumnya sulit dijangkau.

Apakah membeli mobil listrik bekas masih aman?

Di tengah kekhawatiran soal baterai, ada satu fakta yang sering terlewat: garansi resmi pabrikan masih aktif. Mayoritas produsen EV memberikan garansi baterai hingga delapan tahun atau batas kilometer tertentu.

Artinya, mobil keluaran 2022 seperti Hyundai Ioniq 5 atau Wuling Air EV masih punya perlindungan resmi beberapa tahun ke depan selama syarat garansinya terpenuhi.

Itu sebabnya sebagian konsumen mulai menganggap EV bekas justru lebih rasional dibanding beli baru. Depresiasi terbesar sudah ditanggung pemilik pertama, sementara pengguna berikutnya tinggal menikmati biaya operasional yang lebih ringan.

Beberapa keuntungan yang mulai dilirik pembeli EV bekas:

Nah, kalau hitung-hitungan harian dipakai kerja, antar keluarga, atau mobilitas kota, banyak yang mulai merasa skema ini cukup masuk akal nah itu sudah...!

Hyundai Ioniq 5 bekas mengalami depresiasi besar meski garansi baterai masih aktif (BTV/Ai)
Hyundai Ioniq 5 bekas mengalami depresiasi besar meski garansi baterai masih aktif (BTV/Ai)

Pasar mobil listrik bekas sekarang berubah jadi arena oportunis

Fenomena ini perlahan membentuk pola baru di pasar otomotif Indonesia. Pemilik pertama menghadapi depresiasi besar, sementara pembeli second justru masuk di harga yang jauh lebih aman.

Kondisi itu membuat pasar EV bekas terasa unik. Ada rasa takut di satu sisi, tapi juga peluang besar di sisi lain. Terutama buat orang yang sebelumnya masih ragu pindah dari mobil bensin karena harga EV baru dianggap terlalu tinggi.

Di tengah harga BBM yang terus jadi perhatian pengguna harian, mobil listrik bekas mulai dipandang sebagai jalan tengah. Kada murah banget memang, tapi sudah jauh lebih realistis dibanding beberapa tahun lalu.

Baca Juga: BYD Seagull Viral karena Fitur Semi-Autonomous dan Harga EV Murah

Poin Penting:

Insight: Pasar EV bekas sekarang seperti fase “uji nyali” buat konsumen Indonesia. Banyak orang masih fokus pada ketakutan biaya baterai, padahal garansi panjang dari pabrikan justru membuka ruang aman buat pembeli second. Di Balikpapan sendiri, pola kendaraan harian yang jaraknya kada terlalu ekstrem bisa jadi cocok untuk EV bekas. Tapi tetap perlu hitung kebutuhan harian, akses charging, dan riwayat kendaraan. Jangan asal murah langsung diangkut pang.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham kenapa pasar mobil listrik bekas lagi berubah cepat tahun ini.

Ikuti terus perkembangan mobil listrik dan tren otomotif terbaru hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

  1. Kenapa harga mobil listrik bekas turun drastis?
    Karena banyak pasar masih khawatir soal umur dan daya tahan baterai setelah pemakaian beberapa tahun.

  2. Apakah mobil listrik bekas masih aman dibeli?
    Masih aman selama kondisi unit baik dan garansi baterai resmi masih aktif.

  3. Berapa harga Wuling Air EV bekas saat ini?
    Tipe Standard Range 2022 berada di kisaran Rp95 juta.

  4. Kenapa Hyundai Ioniq 5 bekas jadi sorotan?
    Karena depresiasinya sangat besar, dari Rp800 jutaan menjadi sekitar Rp379 juta sampai Rp400 juta.

  5. Apa keuntungan membeli EV bekas dibanding baru?
    Harga masuk lebih rendah dan depresiasi terbesar sudah ditanggung pemilik pertama.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Wuling Air EV bekas #harga mobil listrik bekas #Hyundai IONIQ 5