Ferran Torres Jadi Penentu Juara Piala Dunia 2026! La Roja Bungkam Argentina Lewat Drama Extra Time

Arya Kusuma • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 10:20 WIB
Ferran Torres merayakan gol kemenangan Spanyol pada babak tambahan waktu final Piala Dunia.
Ferran Torres merayakan gol kemenangan Spanyol pada babak tambahan waktu final Piala Dunia.

Durasi: 8 menit

Topik: Keberhasilan Spanyol meraih gelar Piala Dunia 2026 melalui permainan kolektif dan disiplin

Ikhtisar: Spanyol memastikan gelar juara dunia setelah mengalahkan Argentina pada babak tambahan. Artikel ini membahas jalannya final, sosok kunci, serta faktor keberhasilan La Roja.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Spanyol resmi menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu, Minggu, 19 Juli. Kemenangan itu menghadirkan gelar dunia kedua bagi La Roja sekaligus mengakhiri perjalanan Argentina mempertahankan mahkota juara.

Momen ini bukan sekadar kemenangan satu pertandingan. Spanyol tampil sebagai tim paling konsisten sepanjang turnamen dan menutup kompetisi dengan performa yang menunjukkan keseimbangan antara pertahanan kokoh, penguasaan bola, serta kedewasaan taktik. Ikuti kisah lengkapnya. Seru sampai akhir, Ces!

Mengapa kemenangan Spanyol terasa begitu istimewa?

Tidak banyak pemain Spanyol yang langsung percaya mereka baru saja menjadi juara dunia. Euforia bahkan bercampur rasa tidak percaya setelah peluit panjang dibunyikan.

Bek kanan Pedro Porro mengaku masih sulit menerima kenyataan tersebut.

"I still don't believe it. I think the first few days will go by, and I'm not going to believe it."

Perasaan serupa juga disampaikan penjaga gawang Unai Simon. Meski medali juara sudah menggantung di lehernya, ia mengaku baru akan benar-benar menyadari pencapaian itu setelah kembali ke negaranya.

"I'm still taking it all in a bit."

Bagi Spanyol, gelar ini memiliki makna besar. Selain menjadi trofi Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka, keberhasilan tersebut juga diraih dengan pertahanan yang luar biasa. Sepanjang turnamen, La Roja hanya sekali kebobolan.

Bagaimana Spanyol mampu meredam Argentina?

Final berlangsung dengan intensitas tinggi. Argentina memiliki Lionel Messi sebagai ancaman utama, tetapi Spanyol berhasil membuat sang kapten dan lini serang Albiceleste kesulitan menciptakan peluang berbahaya sepanjang waktu normal.

La Roja mendominasi penguasaan bola dan terus menekan hingga akhirnya Ferran Torres memecah kebuntuan pada babak tambahan waktu.

Keberhasilan itu bukan datang secara kebetulan. Sejak awal turnamen, Spanyol dikenal bermain sabar, menjaga struktur permainan, dan disiplin saat kehilangan bola.

Argentina sebenarnya selalu memiliki peluang menghukum lawan melalui satu momen. Namun organisasi pertahanan Spanyol mampu menutup hampir seluruh ruang yang dibutuhkan lawannya.

Baca Juga: Messi Menangis, Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ferran Torres Hancurkan Mimpi Lionel Messi

Siapa sosok yang justru paling mengejutkan?

Banyak pengamat memperkirakan Lamine Yamal akan menjadi pusat perhatian selama Piala Dunia 2026. Penyerang muda Barcelona tersebut memang tetap memberikan kontribusi penting, tetapi sorotan terbesar justru mengarah kepada Pau Cubarsi.

Bek tengah berusia 19 tahun itu tampil luar biasa sepanjang turnamen hingga dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik.

Pada laga final, Cubarsi mencatat delapan aksi bertahan sukses, melakukan 139 sentuhan bola, serta menyelesaikan 121 dari 126 umpan yang dilepaskannya.

Yang paling mengesankan, seluruh performa tersebut dilakukan tanpa melakukan satu pelanggaran pun dalam pertandingan yang berlangsung sangat fisik.

Penampilan Cubarsi menjadi simbol perubahan wajah Spanyol. Tim ini tidak hanya bergantung pada kreativitas pemain depan, tetapi juga dibangun di atas fondasi pertahanan yang sangat disiplin.

Apa peran besar Unai Simon dan Luis de la Fuente?

Salah satu kejutan lain datang dari posisi penjaga gawang.

Sebelum turnamen dimulai, posisi kiper utama sebenarnya belum sepenuhnya menjadi milik Unai Simon. David Raya tampil impresif bersama Arsenal sehingga persaingan berlangsung ketat.

Namun Simon menjawab kepercayaan tersebut dengan performa konsisten. Ia hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen dan berani memainkan peran sweeper keeper untuk mendukung garis pertahanan tinggi Spanyol.

Menurut Simon, keberhasilan tim juga tidak lepas dari kemampuan pelatih Luis de la Fuente menjaga suasana ruang ganti.

"It's really important to keep the group together, to keep that feeling among everyone."

Pelatih Luis de la Fuente dinilai berhasil menyatukan pemain yang memperoleh menit bermain berbeda tanpa memunculkan gesekan internal.

Keberhasilan tersebut menjadi kelanjutan perjalanan panjang de la Fuente yang sebelumnya juga membawa generasi pemain ini meraih berbagai gelar di level usia muda hingga akhirnya menjadi juara Eropa.

Baca Juga: Spanyol juara Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina lewat extra time. Simak fakta menarik final dramatis ini, Ces!

Apa kunci taktik yang membawa Spanyol menjadi juara dunia?

Luis de la Fuente mengungkapkan bahwa sebelum final, seluruh pemain diingatkan bahwa mereka sedang menuju sejarah.

"Gentlemen, we have a date with history."

Kalimat itu menjadi motivasi sebelum pertandingan dimulai.

Saat laga memasuki babak tambahan, de la Fuente kembali menenangkan para pemain agar tetap memainkan gaya mereka sendiri tanpa kehilangan kesabaran.

Strategi tersebut terbukti efektif.

Selain penguasaan bola yang dominan, Spanyol berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan terus menjaga tekanan hingga Ferran Torres mencetak gol kemenangan.

Kontribusi Pedro Porro di sisi kanan juga menjadi salah satu temuan terbesar sepanjang turnamen. Bek berusia 26 tahun itu mampu bekerja sama dengan Lamine Yamal saat menyerang sekaligus tetap disiplin ketika bertahan.

Di sektor belakang, Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi tampil solid. Sementara Rodri menjadi poros permainan yang menjaga keseimbangan antara lini pertahanan dan serangan.

Kombinasi itulah yang membuat Spanyol terlihat sangat sulit dikalahkan sepanjang kompetisi.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Gelar dunia Spanyol memperlihatkan bahwa sepak bola modern kada selalu ditentukan nama terbesar di lini depan. Pertahanan yang disiplin, ruang ganti yang solid, serta pelatih yang mampu menjaga keseimbangan emosi menjadi fondasi keberhasilan. Ini pelajaran menarik bagi banyak tim. Permainan kolektif masih menjadi pembeda. Pantas diapresiasi, Ces.

Bagi bubuhan pencinta sepak bola, pertandingan final ini layak menjadi referensi bagaimana organisasi permainan mampu mengalahkan tekanan pertandingan terbesar. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang memahami cerita di balik gelar dunia Spanyol.

Selalu ikuti perkembangan sepak bola dunia hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa mencetak gol kemenangan Spanyol pada final Piala Dunia 2026?
Ferran Torres mencetak satu-satunya gol pada babak tambahan waktu.

2. Berapa kali Spanyol menjadi juara Piala Dunia?
Gelar 2026 menjadi trofi Piala Dunia kedua dalam sejarah Spanyol.

3. Siapa Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026?
Pau Cubarsi meraih penghargaan tersebut berkat penampilan impresif sepanjang turnamen.

4. Berapa gol yang bersarang ke gawang Spanyol selama turnamen?
Spanyol hanya kebobolan satu gol hingga menjadi juara.

Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada hasil liputan mengenai final Piala Dunia 2026 dan berbagai pernyataan resmi para pemain serta pelatih Spanyol setelah pertandingan. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Ferran Torres spanyol piala dunia 2026