Spanyol juara Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina lewat extra time. Simak fakta menarik final dramatis ini, Ces!

Arya Kusuma • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 09:27 WIB
Gol kemenangan Spanyol yang memastikan gelar Piala Dunia 2026.
Gol kemenangan Spanyol yang memastikan gelar Piala Dunia 2026.

Durasi: 8 Menit

Topik: Keberhasilan Spanyol meraih gelar dunia kedua melalui kemenangan dramatis pada babak tambahan

Ikhtisar: Spanyol kembali mengangkat trofi Piala Dunia melalui gol pada babak tambahan. Artikel ini membahas jalannya final, kesamaan dengan edisi 2010, serta respons pelatih setelah kemenangan bersejarah.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Timnas Spanyol memastikan diri menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina 1-0 pada partai final di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7). Gol Ferran Torres pada menit ke-106 menjadi pembeda sekaligus mengantar La Furia Roja meraih gelar dunia kedua dalam sejarah.

Pertandingan berjalan penuh tensi sejak awal. Ada sejarah yang kembali terulang. Ikuti sampai akhir, Ces!

Apa yang membuat kemenangan Spanyol kali ini terasa begitu istimewa?

Kemenangan atas Argentina bukan sekadar menghadirkan trofi kedua bagi Spanyol. Cara mereka menjadi juara juga mengingatkan publik pada momen bersejarah saat menaklukkan Belanda di final Piala Dunia 2010.

Enam belas tahun lalu, Spanyol menang dengan skor identik 1-0. Saat itu, Andrés Iniesta menjadi pahlawan melalui gol pada menit ke-116 babak tambahan setelah menerima umpan Cesc Fàbregas.

Kini, sejarah seolah berulang. Ferran Torres yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol kemenangan pada menit ke-106 setelah memanfaatkan assist Nico Williams. Gol tersebut memastikan dominasi Spanyol hingga peluit panjang dibunyikan.

Kesamaan lain juga terlihat dari asal pencetak gol penentu kemenangan. Pada 2010, Iniesta merupakan pemain Barcelona. Ferran Torres pun datang ke turnamen ini sebagai pemain Barcelona, sehingga kembali menghadirkan cerita menarik dalam perjalanan La Furia Roja menuju tangga juara.

Mengapa final 2026 begitu mirip dengan final Piala Dunia 2010?

Bukan hanya skor akhir yang sama, pertandingan final kali ini juga diwarnai kartu merah seperti yang terjadi enam belas tahun lalu.

Pada final Piala Dunia 2010, Belanda harus mengakhiri pertandingan dengan sepuluh pemain setelah John Heitinga menerima kartu merah pada menit ke-109.

Di final Piala Dunia 2026, Argentina juga kehilangan satu pemain menjelang babak tambahan. Enzo Fernández mendapat kartu merah pada menit ke-90+3 setelah melakukan pelanggaran terhadap Pau Cubarsí, membuat Albiceleste harus menghadapi extra time dengan sepuluh pemain.

Keunggulan jumlah pemain akhirnya mampu dimanfaatkan Spanyol. Mereka terus meningkatkan tekanan hingga Ferran Torres memecah kebuntuan pada babak tambahan kedua.

Baca Juga: Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Tembus Rp204 Juta, Ini Penyebabnya

Bagaimana peran Emiliano Martínez menjaga peluang Argentina?

Sebelum gol kemenangan tercipta, Spanyol sebenarnya berkali-kali mengancam gawang Argentina.

Namun Emiliano Martínez tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Kiper yang akrab disapa Dibu itu melakukan serangkaian penyelamatan penting yang membuat Argentina tetap bertahan hingga babak tambahan.

Beberapa peluang emas Lamine Yamal, Nico Williams, hingga pemain-pemain Spanyol lainnya berhasil dimentahkan Martínez. Penampilannya membuat pertandingan tetap hidup sampai menit-menit akhir meski tekanan terus berdatangan.

Meski demikian, satu peluang yang datang pada menit ke-106 akhirnya tidak mampu dihentikan. Ferran Torres yang bergerak tanpa kawalan menyambut umpan Nico Williams dan mengirim bola ke gawang Argentina untuk mengubah papan skor menjadi 1-0.

Bagaimana respons Luis de la Fuente setelah Spanyol menjadi juara dunia?

Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente, tidak mampu menyembunyikan rasa bangganya melihat generasi muda La Furia Roja berhasil mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Menurut De la Fuente, keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses panjang membangun identitas permainan yang kini mampu diwujudkan secara konsisten di level tertinggi.

"Saya merasa sangat bangga dengan generasi pemain ini, yang telah tumbuh dengan ide permainan ini, membuatnya lebih baik dan memberi kita contoh sebuah kelompok, sebuah keluarga."

Ia menilai skuad yang dimilikinya bukan hanya dipenuhi pemain berbakat, tetapi juga memiliki kebersamaan yang menjadi modal terbesar sepanjang turnamen.

"Mereka adalah pemain dengan bakat luar biasa. Bagi saya, merupakan suatu kehormatan untuk menemani mereka dalam perjalanan ini," ujar De la Fuente dikutip dari FIFA.

Pelatih berusia 65 tahun itu bahkan meyakini Spanyol sebenarnya mampu mengunci kemenangan sebelum pertandingan memasuki babak tambahan.

"Saya pikir pertandingan seharusnya sudah ditentukan lebih awal. Penyelamatan hebat Dibu mencegah kami menang lebih cepat, tetapi ini adalah final Piala Dunia dan, bahkan bermain melawan sepuluh pemain di akhir pertandingan, kami harus berjuang."

Keberhasilan tersebut juga melengkapi prestasi De la Fuente setelah sebelumnya membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa. Baginya, capaian itu menjadi momen yang sangat emosional.

"Saya sangat emosional setelah melihat ke belakang. Kami telah banyak berbicara dengan para pemain: Kami telah memenangkan segalanya, dan itu luar biasa. Mereka adalah generasi pemain sepak bola yang menjadi sumber kebanggaan bagi Spanyol. Bersama-sama, kita lebih kuat."

Baca Juga: Viral Isu FIFA Bakal Beri Cincin Juara Piala Dunia 2026, Benarkah? Ini Fakta yang Perlu Diketahui

Apa yang terjadi setelah peluit akhir dibunyikan?

Laga final belum benar-benar usai ketika peluit panjang berbunyi. Ketegangan justru berlanjut di lapangan.

Gelandang Argentina, Leandro Paredes, menjadi sorotan setelah terlibat perselisihan dengan Eric García. Situasi memanas ketika Gavi ikut berada di tengah keributan sehingga pemain dari kedua kubu saling mendorong.

Petugas keamanan bersama pemain dari kedua tim segera memisahkan mereka agar situasi tidak semakin membesar.

Wasit kemudian memberikan kartu merah kepada Paredes setelah menilai tindakannya melewati batas sportivitas pertandingan.

Insiden tersebut segera menjadi pembicaraan di berbagai media sosial. Potongan video yang beredar di X, Instagram, TikTok, hingga Threads memperlihatkan detik-detik perselisihan tersebut. Banyak warganet menyayangkan emosi yang muncul setelah pertandingan berakhir.

Di sisi lain, para pemain Spanyol merayakan gelar dunia kedua mereka bersama ribuan pendukung yang memadati stadion. Selebrasi berlangsung meriah karena trofi ini mengakhiri penantian panjang sejak keberhasilan pertama pada 2010.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Kemenangan Spanyol menunjukkan pentingnya kesinambungan pembinaan pemain muda. Identitas permainan yang dibangun bertahun-tahun akhirnya menghasilkan trofi dunia kedua. Dari sudut pandang Balikpapan, keberhasilan seperti ini menjadi pengingat bahwa prestasi besar kada lahir secara instan. Fondasi kuat selalu menjadi pembeda. Itulah yang layak menjadi perhatian bubuhan pencinta sepak bola, Ces.

Nikmati lagi momen-momen penting pertandingan ini sambil mencermati bagaimana regenerasi menjadi kunci keberhasilan sebuah tim nasional. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang mengikuti perjalanan juara dunia terbaru.

Masih banyak cerita menarik dari panggung sepak bola dunia yang layak diikuti. Selalu update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa pencetak gol kemenangan Spanyol di final Piala Dunia 2026?
Ferran Torres mencetak gol pada menit ke-106 setelah menerima assist Nico Williams.

2. Berapa skor akhir final Piala Dunia 2026?
Spanyol mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 melalui babak tambahan.

3. Mengapa kemenangan Spanyol disebut mirip dengan Piala Dunia 2010?
Karena sama-sama menang 1-0 melalui gol pada babak tambahan dan final diwarnai kartu merah untuk lawan.

4. Apa komentar Luis de la Fuente setelah menjadi juara?
Ia menyebut generasi pemain Spanyol saat ini sebagai kelompok yang luar biasa dan menjadi kebanggaan negaranya.

Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada hasil liputan langsung tim redaksi Balikpapantv.id mengenai final Piala Dunia 2026 serta diperkaya dengan keterangan resmi FIFA. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Stadion New York New Jersey Ferran Torres piala dunia 2026