Puluhan Kontingen Ramaikan Karnaval Budaya di IKN, Identitas Lokal Tampil di HUT ke-81 RI

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:59 WIB
Karnaval Kebudayaan di IKN menghadirkan puluhan kontingen sebagai ruang masyarakat menampilkan keberagaman budaya. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)
Karnaval Kebudayaan di IKN menghadirkan puluhan kontingen sebagai ruang masyarakat menampilkan keberagaman budaya. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)

Durasi Baca: 4 Menit

Ikhtisar: Karnaval kebudayaan di IKN menjadi perayaan kemerdekaan sekaligus ruang bagi masyarakat lokal menampilkan identitas budaya.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Karnaval Kebudayaan HUT ke-81 RI di Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadirkan puluhan kontingen budaya sebagai simbol keberagaman dan optimisme pembangunan IKN.

Kegiatan ini bukan sekadar parade kostum. Kehadiran masyarakat adat lokal ikut menunjukkan bagaimana identitas budaya menjadi bagian penting dalam perkembangan IKN.

Karnaval Kebudayaan Menjadi Bagian Perayaan HUT ke-81 RI

Karnaval kebudayaan digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di IKN.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyebut kegiatan tersebut menjadi salah satu cara menyampaikan kepada masyarakat bahwa pembangunan IKN masih berjalan.

“Bentuk perayaan ya, jadi juga untuk membuat optimisme bahwa IKN ini akan terus berjalan pembangunannya, terutama perayaan 17-an, dan juga melaporkan pada masyarakat bahwa IKN tetap berjalan. Ada berapa peserta? Kami tahu ada 32 atau 33 peserta, sudah tidak peduli lagi mau panas-panasan.”

Menurut Basuki, terdapat sekitar 32 atau 33 peserta yang mengikuti karnaval. Para peserta tetap ambil bagian meski harus mengikuti kegiatan dalam kondisi panas.

Perempuan Balik Hadir Membawa Identitas Masyarakat Adat

Salah satu kontingen yang menarik perhatian dalam karnaval tersebut adalah Perempuan Balik.

Kontingen ini berasal dari masyarakat adat lokal IKN. Mereka mengangkat tema kehidupan perempuan Suku Balik ketika berkebun sekaligus menyampaikan pesan mengenai kecintaan terhadap alam.

Menariknya, kostum yang digunakan Perempuan Balik memanfaatkan bahan daur ulang. Pilihan tersebut menjadi bagian dari pesan yang mereka bawa dalam kegiatan budaya tersebut.

Asniati: Perempuan Balik Masih Ada di Tanah IKN

Perwakilan kontingen Perempuan Balik, Asniati, mengatakan keikutsertaan mereka menjadi cara untuk menunjukkan keberadaan masyarakat Balik di wilayah IKN.

“Kami dari kampung tertua yang ada di IKN ini, Suku Balik. Kami dari Perempuan Balik. Perempuan Balik artinya 'Bawe-Bawe Balik Nan', yang artinya Perempuan Balik masih ada di tanah IKN ini. Persiapan kami cuma seminggu, Kak.”

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kehadiran Perempuan Balik tidak hanya membawa unsur pertunjukan. Mereka juga membawa identitas masyarakat lokal yang masih bertahan di tanah IKN.

Persiapan kontingen tersebut dilakukan dalam waktu sekitar satu minggu.

Baca Juga: IKN Tanam 1.708 Pohon Saat HUT RI, Libatkan 2.300 Peserta Masuk Rekor Muri

Mengapa Budaya Lokal Penting dalam Perkembangan IKN?

Karnaval tersebut memperlihatkan pertemuan antara pembangunan ibu kota baru dengan keberagaman budaya masyarakat yang berada di wilayah IKN.

Bagi Perempuan Balik, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan kehidupan masyarakat adat sekaligus menyampaikan kecintaan terhadap alam.

Pesan tersebut juga berkaitan dengan gambaran IKN sebagai Smart Forest City, sebagaimana disampaikan dalam keterlibatan kontingen masyarakat Balik pada karnaval.

Budaya pun menjadi bagian dari wajah IKN. Bukan sekadar pelengkap acara.

Karnaval IKN Perkuat Pesan Persatuan dan Keberagaman

Selain menjadi perayaan hari kemerdekaan, Karnaval Kebudayaan HUT ke-81 RI menjadi ruang untuk menampilkan keberagaman budaya Nusantara.

Puluhan peserta yang hadir membawa identitas dan penampilan masing-masing. Keberagaman tersebut menjadi gambaran persatuan dalam suasana pembangunan IKN.

Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa pembangunan fisik dan keberadaan masyarakat lokal dapat hadir dalam ruang perayaan yang sama.

Pelestarian Budaya Menjadi Bagian dari Identitas IKN

Kehadiran Perempuan Balik memberikan pesan bahwa perkembangan IKN tidak hanya berbicara mengenai pembangunan kawasan.

Ada pula masyarakat lokal, tradisi, lingkungan, dan identitas budaya yang ikut menjadi bagian dari cerita IKN.

Karnaval menjadi salah satu ruang untuk memperlihatkan sisi tersebut kepada masyarakat secara langsung.

Poin Penting

Insight Redaksi

Karnaval di IKN menunjukkan satu hal penting: pembangunan ibu kota juga membutuhkan ruang bagi identitas lokal. Perempuan Balik hadir membawa cerita masyarakatnya sendiri. Ini bukan sekadar parade kostum, tapi penanda bahwa budaya lokal punya tempat dalam wajah IKN. Jangan sampai pembangunan maju, identitas malah kada terlihat.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang mengenal cerita budaya masyarakat lokal di IKN.

Ingin terus mengikuti cerita budaya dan perkembangan IKN dari dekat? Selalu update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Karnaval Kebudayaan HUT ke-81 RI di IKN?

Karnaval kebudayaan merupakan bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di IKN.

2. Berapa peserta yang mengikuti karnaval?

Basuki Hadimuljono menyebut terdapat sekitar 32 atau 33 peserta dalam kegiatan tersebut.

3. Siapa Perempuan Balik?

Perempuan Balik merupakan kontingen dari masyarakat adat lokal IKN yang menampilkan identitas budaya Suku Balik.

4. Apa tema yang dibawa Perempuan Balik?

Mereka mengangkat kehidupan perempuan Suku Balik saat berkebun serta pesan kecintaan terhadap alam.

5. Apa makna keikutsertaan Perempuan Balik?

Kehadiran mereka menjadi bentuk penegasan bahwa masyarakat Balik masih ada dan menjadi bagian dari kehidupan di tanah IKN.

Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Balikpapantv_Official, dengan judul “KARNAVAL KEBUDAYAAN HUT KE-81 RI DI IKN”. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Perempuan Balik Karnaval Kebudayaan hari kemerdekaan