Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: Ribuan peserta mengikuti upacara HUT ke-81 RI di IKN. Basuki Hadimuljono menekankan pembangunan Nusantara harus inklusif bagi masyarakat.
Balikpapan TV - Hai Ces! Suasana kemerdekaan terasa di Ibu Kota Nusantara atau IKN, Senin (17/8/2026). Sekitar 3.500 peserta mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Plaza Seremoni KIPP.
Merah Putih berkibar di tengah kawasan inti pemerintahan Nusantara. Upacara berlangsung mulai pukul 07.30 Wita dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Momentum tersebut tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan. Upacara juga menjadi ruang untuk kembali menegaskan arah pembangunan Nusantara yang melibatkan masyarakat secara luas.
Bagaimana Upacara HUT Ke-81 RI Berlangsung di IKN?
Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar di Plaza Seremoni Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Sekitar 3.500 peserta dari berbagai elemen hadir mengikuti rangkaian upacara yang berlangsung khidmat.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan kemerdekaan tahun ini.
Ada hal menarik dalam penampilannya. Basuki mengenakan pakaian adat Kutai atau Kustin sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas budaya Kalimantan Timur.
Pilihan pakaian tersebut sekaligus memperkuat nuansa lokal dalam peringatan kemerdekaan di ibu kota baru Indonesia.
Jalannya upacara dipimpin Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Kaltim Kombes Pol Hendrik Hermawan sebagai komandan upacara.
Sementara Brigjen Pol Fransiscus Barung Mangera bertugas sebagai perwira upacara.
Baca Juga: IKN Tanam 1.708 Pohon Saat HUT RI, Libatkan 2.300 Peserta Masuk Rekor Muri
Siapa Paskibra yang Mengibarkan Merah Putih di IKN?
Prosesi pengibaran Sang Merah Putih dilakukan Paskibra Otorita IKN yang sebelumnya telah dikukuhkan pada Jumat (14/8/2026).
Tiga petugas yang menjalankan tugas pengibaran bendera pada upacara pagi berasal dari sejumlah sekolah di Kalimantan Timur.
Mereka adalah Nur Raffi Mauludy dari SMA 1 Tenggarong, Faiz Haziq Akbar dari MAN 2 Kukar, serta Adji Taufik Rahman dari SMA 1 Kenohan.
Kehadiran pelajar dari berbagai daerah di Kaltim memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan upacara kemerdekaan di IKN.
Para pelajar tersebut menjadi bagian dari generasi yang menyaksikan langsung perkembangan Nusantara sebagai ibu kota baru.
Pengibaran Sang Merah Putih juga menjadi simbol keterlibatan generasi muda dalam perjalanan pembangunan Indonesia.
Mengapa Basuki Menekankan Pembangunan IKN Harus Inklusif?
Setelah upacara, Basuki menegaskan bahwa pembangunan Nusantara tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan gedung dan infrastruktur.
Menurutnya, masyarakat harus menjadi bagian dari proses pembangunan ibu kota baru tersebut.
Prinsip inklusivitas menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan dalam momentum HUT ke-81 RI di IKN.
“Pembangunan Nusantara berlandaskan pada prinsip inklusivitas,” kata Basuki.
Ia menekankan seluruh lapisan masyarakat perlu masuk dalam konsep pembangunan Nusantara.
Kelompok yang disebut mencakup masyarakat adat, kelompok perempuan, hingga penyandang disabilitas.
Menurut Basuki, pembangunan harus sebisa mungkin dilakukan secara inklusif agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu.
Pesan tersebut menjadi penting karena pembangunan Nusantara berlangsung di tengah masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
Komunitas lokal dan masyarakat adat yang berada di sekitar kawasan IKN menjadi bagian dari lingkungan sosial yang turut terdampak oleh perkembangan ibu kota baru.
Karena itu, pembangunan fisik perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di sekitarnya.
Baca Juga: IKN Siap Sambut Wapres Berkantor, Tantangan Baru Justru Mulai Bermunculan
Apa Makna Pesan Inklusivitas bagi Masyarakat di IKN?
Pembangunan kota baru tidak hanya membutuhkan jalan, gedung pemerintahan, kawasan permukiman, dan fasilitas publik.
Ada masyarakat yang menjalani kehidupan sehari-hari di sekitar kawasan pembangunan tersebut.
Mereka memiliki kebutuhan, tradisi, serta latar belakang sosial dan budaya yang perlu diperhatikan dalam proses pembangunan.
Pesan Basuki menempatkan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan, bukan sekadar penerima dampak dari perubahan kawasan.
Prinsip tersebut juga menegaskan pentingnya memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan ruang dalam perkembangan Nusantara.
Dengan pendekatan inklusif, pembangunan diharapkan dapat menciptakan kawasan yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga mampu mengakomodasi keberagaman masyarakat.
Momentum kemerdekaan menjadi kesempatan untuk kembali mengingat bahwa pembangunan pada akhirnya ditujukan bagi masyarakat luas.
Basuki Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Gempa NTT
Selain berbicara mengenai pembangunan Nusantara, Basuki juga menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026).
Pesan tersebut disampaikan di tengah suasana perayaan kemerdekaan yang berlangsung di IKN.
Basuki menyebut perhatian juga diarahkan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur yang sedang menghadapi situasi duka akibat bencana.
“Di tengah suasana kemerdekaan ini, hati kami juga bersama saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur yang tengah dirundung duka,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa perayaan kemerdekaan juga membawa semangat solidaritas terhadap masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi Nusantara sebagai simbol masa depan Indonesia, momentum tersebut sekaligus mempertemukan semangat pembangunan dengan nilai kemanusiaan.
Baca Juga: Harga Bright Gas Turun pada Agustus 2026, Ini Keuntungannya bagi Pengguna LPG Nonsubsidi
Poin Penting:
- Upacara HUT ke-81 RI digelar di Plaza Seremoni KIPP IKN pada Senin (17/8/2026).
- Sekitar 3.500 peserta mengikuti upacara yang dimulai pukul 07.30 Wita.
- Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bertindak sebagai inspektur upacara.
- Basuki mengenakan pakaian adat Kutai atau Kustin.
- Paskibra Otorita IKN bertugas mengibarkan Sang Merah Putih.
- Basuki menekankan pentingnya pembangunan Nusantara yang inklusif.
- Masyarakat adat, perempuan, dan penyandang disabilitas disebut harus menjadi bagian dari pembangunan.
- Basuki turut menyampaikan belasungkawa untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa.
Insight Redaksi
Upacara kemerdekaan di IKN memiliki makna lebih dari sekadar seremoni. Di tengah pembangunan ibu kota baru, pesan inklusivitas menjadi penting agar kemajuan kawasan tetap berjalan bersama masyarakat lokal. Nusantara bukan hanya tentang gedung pemerintahan yang berdiri megah, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat adat, perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok lainnya memperoleh ruang dalam masa depan ibu kota Indonesia.
Merah Putih sudah berkibar di Nusantara, Ces. Tantangan berikutnya adalah memastikan semangat kemerdekaan benar-benar terasa dalam pembangunan yang adil dan memberikan ruang bagi seluruh masyarakat.
Bagikan informasi ini kepada bubuhan ikam agar semakin banyak yang mengikuti perkembangan pembangunan IKN dan perjalanan Nusantara sebagai ibu kota baru Indonesia.
FAQ
1. Kapan upacara HUT ke-81 RI di IKN digelar?
Upacara digelar pada Senin, 17 Agustus 2026, mulai pukul 07.30 Wita.
2. Di mana upacara kemerdekaan tersebut berlangsung?
Upacara berlangsung di Plaza Seremoni Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara.
3. Siapa yang menjadi inspektur upacara?
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bertindak sebagai inspektur upacara.
4. Apa pesan utama Basuki dalam peringatan kemerdekaan tersebut?
Basuki menekankan pembangunan Nusantara harus dilakukan secara inklusif dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
5. Siapa saja yang disebut perlu dilibatkan dalam pembangunan IKN?
Basuki menyebut masyarakat adat, kelompok perempuan, penyandang disabilitas, dan seluruh lapisan masyarakat perlu masuk dalam konsep pembangunan Nusantara.
Sumber Informasi
Artikel ini disusun berdasarkan laporan KALTIMPOST berjudul “Upacara HUT Ke-81 RI di IKN: Merah Putih Berkibar di Nusantara, Basuki Tegaskan Semangat Inklusif” yang ditulis oleh Muhammad Ridhuan.