IKN Tanam 1.708 Pohon Saat HUT RI, Libatkan 2.300 Peserta Masuk Rekor Muri

Arya Kusuma • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 05:03 WIB
Peserta menanam bibit ulin, meranti, dan bangkirai di kawasan KIPP Nusantara.
Peserta menanam bibit ulin, meranti, dan bangkirai di kawasan KIPP Nusantara.

Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar: Peringatan HUT ke-81 RI di IKN diisi melalui gerakan penghijauan massal yang melibatkan ribuan peserta untuk memperkuat konsep kota hutan dan pembangunan berkelanjutan.

Balikpapan TV - Hai Ces! Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) berlangsung dengan cara berbeda. Sebanyak 2.300 peserta mengikuti aksi penanaman 1.708 bibit pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sanggai, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Sabtu (15/8).

Perayaan kemerdekaan biasanya identik dengan upacara dan berbagai perlombaan. Namun, di IKN, momentum tersebut justru dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen terhadap lingkungan. Mengapa langkah ini penting? Pembahasannya menarik untuk diikuti.

Penanaman Pohon Menjadi Simbol Baru Perayaan Kemerdekaan di IKN

Kegiatan bertajuk "Merdeka Bersama Alam" dimulai dari halaman Rusun ASN 3 Tower 6. Ribuan peserta kemudian bergerak menuju DAS Sanggai untuk melakukan penanaman pohon secara serentak.

Aksi tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pelajar, masyarakat umum, organisasi alumni perguruan tinggi, hingga unsur TNI dan Polri.

Sebanyak 1.708 bibit berhasil ditanam dalam satu kegiatan. Capaian itu sekaligus mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Momentum tersebut menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat diisi dengan kegiatan yang memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan.

Mengapa Penghijauan Menjadi Agenda Penting dalam Pembangunan Nusantara?

IKN sejak awal dirancang dengan konsep forest city atau kota hutan. Artinya, pembangunan kawasan tidak hanya berfokus pada gedung pemerintahan dan infrastruktur.

Konsep tersebut menempatkan ruang hijau sebagai bagian utama dalam pengembangan kota. Karena itu, penanaman pohon menjadi salah satu strategi untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Selain meningkatkan tutupan lahan hijau, penghijauan juga berperan dalam menjaga kualitas udara, mengurangi emisi karbon, serta memperkuat daya dukung lingkungan.

Bagi masyarakat Kalimantan Timur, konsep ini memiliki arti penting. Kawasan IKN berada di wilayah yang selama puluhan tahun dikenal memiliki kekayaan hutan tropis dan keanekaragaman hayati.

Baca Juga: Investasi Swasta di IKN Kian Masif, Pembangunan Tak Lagi Bergantung pada APBN

Apa Saja Jenis Pohon yang Ditanam?

Bibit yang ditanam berasal dari berbagai jenis tanaman khas Kalimantan dan tanaman produktif.

Beberapa di antaranya adalah ulin (Eusideroxylon zwageri), meranti (Shorea sp), bangkirai (Shorea laevis), hingga tanaman buah seperti durian.

Pemilihan jenis pohon tersebut bukan tanpa alasan. Ulin, meranti, dan bangkirai merupakan tanaman yang memiliki nilai ekologis tinggi.

Sementara itu, tanaman buah diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi bagian dari ruang publik yang dapat dinikmati masyarakat.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono berharap pohon-pohon yang ditanam mampu memberikan manfaat nyata pada masa mendatang.

"Mudah-mudahan dalam lima tahun sudah bisa berbuah dan kita nikmati bersama," ujarnya.

Kolaborasi Akademisi Menjadi Kekuatan dalam Gerakan Lingkungan

Menariknya, kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai organisasi alumni perguruan tinggi di Kalimantan Timur.

Beberapa organisasi yang terlibat antara lain IKA UB Kaltim, KAGAMA, HA IPB, Iluni UI, IKA Unmul, IKA Unhas, IKA Undip, IKA ITS, IKA Unair, IA ITB, IKA ITK, dan IKA Unpad.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup Otorita IKN Myrna Asnawati Safitri mengatakan pencatatan rekor MURI diharapkan dapat memicu daerah lain untuk melakukan gerakan serupa.

"Rekor MURI ini dibuat untuk dipecahkan. Mari setelah ini mungkin akan menanam terbanyak Balikpapan atau Samarinda atau Penajam. Mari kota-kota lain di Indonesia menanam lebih banyak pohon untuk menjaga kelestarian alam kita," katanya.

Keterlibatan akademisi menunjukkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Perguruan tinggi juga memiliki ruang untuk berkontribusi melalui penguatan literasi lingkungan.

Baca Juga: 67 Investor Masuk, Begini Progres Terbaru Pembangunan IKN Menuju 2028

Dari Balikpapan hingga Penajam, Apa Dampaknya bagi Kalimantan Timur?

Gerakan penghijauan di IKN memberikan pesan penting bagi daerah lain di Kalimantan Timur.

Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, hingga kabupaten lain dapat menjadikan kegiatan serupa sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan.

Sekretaris IKA UB Kaltim Ahmad Busri menilai penanaman pohon harus dilakukan secara berkelanjutan.

"Aksi penanaman pohon ini harus terus kita dukung secara berkelanjutan. Langkah ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam dan memitigasi dampak perubahan iklim," ujarnya.

Menurut Busri, penghijauan merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan penyerapan karbon sekaligus menjaga kualitas udara.

Pesan yang muncul dari kegiatan tersebut cukup jelas. Pembangunan kota masa depan tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga alam.

Selain penanaman pohon, kegiatan di DAS Sanggai juga diramaikan oleh berbagai aktivitas masyarakat, seperti stan produk lokal, kegiatan memancing, dan olahraga paddle board.

Poin Penting

Insight Redaksi

Membangun kota baru ternyata kada cukup hanya dengan menghadirkan gedung megah. Penanaman pohon justru menjadi fondasi yang menentukan kualitas lingkungan puluhan tahun mendatang. Jika gerakan seperti ini mampu ditiru daerah lain di Kalimantan Timur, identitas Nusantara sebagai kota hutan akan semakin kuat.

Gerakan serupa layak diperluas hingga sekolah, permukiman, dan ruang publik. Makin banyak yang terlibat, makin terasa manfaatnya bagi lingkungan.

Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami pentingnya menjaga ruang hijau sejak sekarang.

Pohon yang ditanam hari ini mungkin baru berbuah beberapa tahun lagi. Namun, informasi terbaru tentang IKN dan Kalimantan Timur tetap bisa ikam ikuti di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa tujuan kegiatan Merdeka Bersama Alam di IKN?

Kegiatan ini bertujuan mendukung pembangunan IKN sebagai kota hutan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

2. Berapa jumlah pohon yang ditanam dalam kegiatan tersebut?

Sebanyak 1.708 bibit pohon ditanam secara massal.

3. Apa saja jenis pohon yang ditanam?

Jenis pohon yang ditanam meliputi ulin, meranti, bangkirai, dan durian.

4. Mengapa konsep forest city diterapkan di IKN?

Konsep tersebut diterapkan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan perkotaan dan kelestarian lingkungan.

Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada informasi resmi yang disampaikan dalam kegiatan "Merdeka Bersama Alam" di Ibu Kota Nusantara. Artikel disusun ulang dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
DAS Sanggai penanaman pohon IKN