Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Sertifikasi 20 Pemandu Ekowisata Dorong Profesionalisme Pariwisata Berbasis Alam IKN

Arya Kusuma • Rabu, 4 Februari 2026 | 10:50 WIB

20 peserta terdiri dari masyarakat lokal mengikuti sertifikasi pemandu ekowisata.
20 peserta terdiri dari masyarakat lokal mengikuti sertifikasi pemandu ekowisata.

Ikhtisar: Otorita IKN menggelar sertifikasi pemandu ekowisata untuk warga lokal demi pariwisata Nusantara yang profesional, berkelanjutan, dan inklusif.

Balikpapan TV - Hai Cess! Antusiasme publik ke kawasan Nusantara terus menanjak. Menjawab kondisi itu, Otorita Ibu Kota Nusantara mengambil langkah konkret dengan menggelar sertifikasi pemandu ekowisata bagi masyarakat lokal. Kegiatan ini digelar Selasa, 3 Februari 2026, di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara.

Langkah ini bukan sekadar agenda seremonial. Dari awal, program disusun untuk memperkuat kapasitas warga sekitar agar terlibat langsung sebagai pelaku utama pariwisata. Tetap simak sampai akhir, karena di balik sertifikasi ini tersimpan arah besar pengelolaan ekowisata Nusantara ke depan Cess!

Apa tujuan sertifikasi pemandu ekowisata yang digelar Otorita IKN?

Sertifikasi ini dirancang sebagai fondasi peningkatan kualitas layanan pariwisata berbasis alam di Nusantara. Otorita IKN ingin memastikan pemandu ekowisata memiliki kompetensi resmi, pemahaman lapangan, serta kesiapan menghadapi lonjakan pengunjung. Pendekatannya jelas, masyarakat lokal diberi ruang, peran, dan bekal yang terukur.

Kegiatan berlangsung selama 3 sampai 5 Februari 2026 dengan fokus pembekalan materi sekaligus praktik langsung. Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, menegaskan bahwa sertifikasi ini tidak berhenti pada pemberian dokumen pengakuan kompetensi.

“Tentu kegiatan sertifikasi ini sangat penting, bukan hanya sekadar materi, tetapi kita juga melakukan praktik langsung bersama para pengunjung sebagai pemandu wisata, termasuk di wilayah KIPP. Saya berharap peserta workshop sertifikasi mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sehingga nantinya dapat menjadi pemandu ekowisata yang profesional dan dapat mengambil peran dalam pembangunan IKN di sektor pariwisata.”

Siapa saja peserta yang terlibat dalam program sertifikasi ini?

Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan ini. Sepuluh berasal dari Kelompok Sadar Wisata Hutan Adat Balik Sepaku, sementara sepuluh lainnya merupakan pemandu wisata binaan langsung Otorita IKN. Komposisi ini menunjukkan keberpihakan pada potensi lokal yang telah aktif mendampingi aktivitas wisata.

Peserta tidak hanya duduk mendengarkan materi. Mereka menjalani proses uji kompetensi yang mengukur pengetahuan, keterampilan, hingga sikap profesional di lapangan. Pola ini membuat sertifikasi terasa relevan dengan kebutuhan nyata kawasan wisata Nusantara.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat lokal tidak ditempatkan sebagai pelengkap. Mereka justru diposisikan sebagai wajah depan pariwisata Nusantara, yang berinteraksi langsung dengan pengunjung dari berbagai daerah.

Baca Juga: Dari Sukaraja, Petani Kopi Liberika Dibekali Standar Mutu Pascapanen Melalui Pelatihan Kopi Otorita IKN

Mengapa sertifikasi penting bagi pemandu ekowisata Nusantara?

Direktur Lembaga Sertifikasi Pariwisata Jana Dharma Indonesia, Hairullah Gazali, menekankan bahwa sertifikasi adalah bekal utama profesionalisme. Dalam sektor pariwisata berbasis alam, standar kompetensi menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar.

“Ending kegiatan ini adalah kompeten, karena kompeten itu merupakan bekal. Sesuai dengan perundang-undangan bahwa pemandu wisata itu harus memiliki sertifikasi. Sertifikasi ini akan berlaku sampai dengan tiga tahun, yang berarti kompetensi itu harus selalu diasah, jangan sampai tumpul, apalagi dalam sektor eco-tourism.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa sertifikasi bukan tujuan akhir. Justru menjadi titik awal pengembangan kapasitas berkelanjutan. Pemandu dituntut terus belajar, memahami lingkungan, dan menjaga kualitas layanan agar sejalan dengan prinsip ekowisata.

Bagaimana dukungan lintas lembaga memperkuat pariwisata IKN?

Program ini digelar melalui kolaborasi Otorita IKN, Sekretariat Kantor Bersama Bank Indonesia, serta LSP Pariwisata Jana Dharma Indonesia. Dukungan lintas lembaga ini memperlihatkan keseriusan menyiapkan sumber daya manusia pariwisata yang siap pakai.

Wakil Kepala SKB BI, Dhony Iwan Kristanto, menyampaikan apresiasi terhadap langkah tersebut. Ia juga menyinggung tingginya kunjungan masyarakat ke IKN pada periode Natal dan Tahun Baru lalu.

“Ketika saya pertama kali ke Ibu Kota Nusantara, begitu saya masuk, saya amazed, ini benar-benar kota yang dibangun oleh orang Indonesia sendiri, dengan karakter Indonesia. Kemarin Nataru itu ada 270 ribu masyarakat yang datang ke IKN, ke depan pasti akan lebih banyak lagi masyarakat yang berkunjung ke sini.”

Melalui sertifikasi ini, pengembangan destinasi seperti Gunung Parung, Air Terjun Tembinus, dan kawasan KIPP Nusantara diarahkan agar dikelola oleh pemandu lokal yang kompeten, nah’ itu sudah, arahnya jelas Cess!

Insight: Sertifikasi pemandu ekowisata menjadi pintu masuk penguatan pariwisata Nusantara yang berkelanjutan. Masyarakat lokal dibekali kompetensi resmi agar mampu bersaing, menjaga kualitas layanan, sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah. Pahamlah ikam, pariwisata kuat selalu berawal dari sumber daya manusia yang siap dan berdaya.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang paham arah pariwisata Nusantara ke depan Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ
Apa itu sertifikasi pemandu ekowisata di IKN?
Program peningkatan kompetensi resmi bagi pemandu wisata berbasis alam di kawasan Nusantara.

Berapa lama masa berlaku sertifikasi pemandu wisata?
Sertifikasi berlaku selama tiga tahun dan perlu terus diasah kompetensinya.

Siapa yang menjadi sasaran utama program ini?
Masyarakat lokal, termasuk Pokdarwis dan pemandu binaan Otorita IKN.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Pemandu Ekowisata #sertifikasi pariwisata #Otorita IKN #Pokdarwis Balik Sepaku #KIPP Nusantara