Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Ledakan Transaksi QRIS Dorong Ekonomi Kaltim Melesat Bersama IKN

AdminBTV • Senin, 8 Desember 2025 | 12:09 WIB
Grafik lonjakan transaksi QRIS Kaltim dengan visual merchant dan masyarakat menggunakan QRIS sebagai hook digital.
Grafik lonjakan transaksi QRIS Kaltim dengan visual merchant dan masyarakat menggunakan QRIS sebagai hook digital.

Balikpapan TV - Senin, 8 Desember 2025, Hai Cess! Lonjakan transaksi digital berbasis QRIS di Balikpapan, Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU) resmi mencatat rekor baru. Nilainya tembus Rp 5,7 triliun sampai Triwulan III 2025—melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu dan berubah jadi tulang punggung digitalisasi ekonomi Kalimantan Timur, khususnya untuk mendukung ekosistem Ibu Kota Nusantara (IKN).

Akselerasi ini bukan sekadar angka di laporan, tapi tanda jelas bahwa pola belanja bubuhan di Kaltim benar-benar geser ke arah nontunai. Cepat, mudah, aman, lancar; jadinya wara-wiri QRIS ini seperti “jurus praktis” yang makin diterima pelaku usaha maupun masyarakat umum. Penasaran apa saja yang terjadi di balik lonjakan besar ini Cess?

Apa yang membuat lonjakan transaksi QRIS di Balikpapan dan wilayah penyangga IKN begitu masif

Pertumbuhan adopsi QRIS di Balikpapan, Paser, dan PPU muncul dari kombinasi kebutuhan praktis dan dorongan kebijakan. Data dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Balikpapan mencatat nominal transaksi mencapai Rp 5,7 triliun dan volume transaksi tembus 47 juta kali—dua-duanya tumbuh lebih dari dua kali lipat. Gambarannya, masyarakat makin percaya pakai QRIS, sementara pelaku usaha memilih jalur nontunai karena lebih aman dan langsung terekam rapi.

Kepala BI Perwakilan Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan bahwa pertumbuhan besar ini menandakan tingkat akseptasi publik yang luar biasa. "Pertumbuhan lebih dari dua kali lipat dalam nominal dan volume transaksi dibanding tahun 2024 menunjukkan tingkat akseptasi publik dan pelaku usaha yang luar biasa," ujar Robi. Perubahan kebiasaan ini makin terasa karena dukungan aktivitas ekonomi IKN yang terus menggeliat, memaksa layanan pembayaran harus lebih cepat dan efisien.

Bagaimana distribusi merchant dan pengguna QRIS membentuk ekosistem digital baru di Kaltim

Ekosistem QRIS makin padat dengan hadirnya 263.000 merchant se-Kaltim yang berada di wilayah kerja BI Perwakilan Balikpapan. Jumlah itu melonjak 24,4 persen, memperlihatkan betapa masif pelaku usaha kecil sampai menengah memilih jalur digital untuk memudahkan transaksi dengan pelanggan. Tidak hanya toko, tapi juga pedagang pasar, kios harian, hingga layanan publik yang mulai terbiasa go-digital.

Penguna QRIS juga tumbuh menyerupai kota digital mini, mencapai 735.000 orang—angka besar untuk wilayah yang menjadi penyangga IKN. Efeknya terasa di hampir semua lokasi transaksi. Dari warung sarapan di pinggir jalan sampai restoran besar, kode QR sudah jadi pemandangan harian. Ini menciptakan tatanan sosial-ekonomi baru, di mana uang digital bergerak lincah dan transparan Cess.

Bagaimana digitalisasi retribusi memperkuat transparansi dan PAD Pemda

Dalam High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), retribusi digital jadi sorotan. Sesuai Keppres No. 3 Tahun 2021, tujuan ETPD (Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah) adalah memastikan transparansi, efisiensi, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Transaksi digital membantu menghilangkan kebocoran, mempercepat laporan keuangan, dan membuat alur pembayaran lebih jelas.

Robi menegaskan BI akan terus mendorong kebijakan sistem pembayaran yang memperkuat ETPD. Dengan QRIS, pemerintah daerah punya akses ke sistem pencatatan yang rapi, real-time, dan minim risiko selip data. Ini penting untuk membangun pondasi kuat dalam tata kelola keuangan, terutama di wilayah yang menjalankan transformasi cepat akibat keberadaan IKN.

Mengapa sinergi Pemda, BI, dan BPD Kaltimtara menentukan masa depan digital Kaltim

Penguatan infrastruktur digital tak berdiri sendiri; kolaborasi antar pemangku kepentingan membuat ekosistem ini semakin stabil. Bupati PPU Mudyat Noor menekankan pentingnya kolaborasi untuk mendigitalisasi layanan publik, memastikan proses layanan jadi lebih efisien dan mudah diakses.

Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari juga menaruh perhatian pada implementasi digitalisasi sampai ke lapisan terbawah agar layanan publik makin optimal. Sementara Sekda Balikpapan Muhaimin mendorong penguatan regulasi dan infrastruktur teknologi demi inovasi berkelanjutan. Langkah-langkah ini menyatukan visi daerah untuk percepatan digitalisasi menuju tata kelola yang modern, adaptif, dan responsif terhadap dinamika IKN.

Apa dampak peluncuran Digitalisasi Retribusi berbasis QRIS bagi masyarakat bubuhan Balikpapan

Peluncuran Digitalisasi Retribusi melalui QRIS di Balikpapan, PPU, dan Paser bukan sekadar seremoni. Masyarakat kini bisa membayar retribusi dengan cepat tanpa harus mengantre panjang atau mengandalkan uang tunai. Kota Balikpapan memulai dari Retribusi Parkir di Kawasan Balikpapan Permai. PPU mengaplikasikan pada Retribusi Pasar/Pertokoan dan Retribusi Persampahan/Kebersihan, sementara Paser menerapkan untuk Retribusi Pedagang Pasar.

Kepraktisan ini membantu meningkatkan kepatuhan masyarakat karena pembayaran menjadi lebih ringan dan tepat waktu. Transparansi transaksi juga meningkat. Efeknya bukan cuma pada pendapatan Pemda, tetapi juga kualitas pelayanan bagi masyarakat—transaksi bersih, tercatat, dan dapat dipantau. Bubuhan pedagang pun merasa lebih aman karena dana masuk langsung tanpa risiko selisih uang Cess.

Akselerasi QRIS di Balikpapan, Paser, dan PPU menunjukkan perubahan besar dalam pola pembayaran digital. Lonjakan transaksi mencapai Rp 5,7 triliun, volume 47 juta transaksi, ribuan merchant baru, dan peluncuran retribusi digital menandai era baru transparansi keuangan daerah.

Transformasi ini bukan hanya menguatkan ekonomi lokal, tetapi juga mempercepat kesiapan wilayah menghadapi ekosistem IKN. Yuk, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang paham soal masa depan transaksi nontunai di Kaltim.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' Satya

FAQ

Apa keuntungan transaksi QRIS bagi pedagang kecil di Balikpapan?
Transaksi lebih aman, langsung tercatat, dan memudahkan pembeli yang tidak membawa uang tunai.

Mengapa digitalisasi retribusi dianggap penting bagi Pemda?
Karena meningkatkan transparansi, efisiensi, dan meminimalkan potensi kebocoran.

Apakah QRIS mendukung ekosistem IKN?
Ya. Kecepatan dan transparansi pembayaran digital menjadi bagian penting dari infrastruktur ekonomi modern yang dibutuhkan IKN.

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#balikpapan #qris #IKN