Balikpapan TV - Hai Cess! Langkah hijau bersejarah kembali ditorehkan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) lewat Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, pada Jumat (10/10). Dalam semangat kolaborasi lintas sektor, IKN berhasil menanam 1.010 pohon kopi liberika dengan melibatkan 1.486 peserta di DAS Sanggai, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN — dan hasilnya, rekor dunia MURI pun pecah!
Aksi penanaman ini bukan sekadar seremoni, tapi simbol nyata gotong royong Nusantara baru. Mulai dari kementerian, akademisi, petani lokal, sampai pelaku usaha, semua turun tangan. Di tengah semarak suasana hijau, Basuki menegaskan pentingnya liberika bukan hanya sebagai tanaman, tapi juga sebagai identitas dan ekonomi baru masyarakat Sepaku.
Bagaimana IKN Bisa Raih Rekor Dunia MURI?
Kolaborasi jadi kuncinya, Cess! Acara ini digelar bareng banyak pihak: Kementerian Pertanian, Pemkab Kutai Kartanegara dan PPU, Universitas Mulawarman, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, hingga Komunitas Petani Kopi Liberika Sepaku. Tak ketinggalan, dukungan juga datang dari Bank Indonesia, Pupuk Kaltim, Bakoel Bamboe, Selera Nikmat Nusantara, dan Kampung Kecil.
Semua elemen masyarakat bahu membahu menanam ribuan pohon liberika. Basuki pun meminta agar MURI benar-benar mencatat satu per satu peserta penanam. “Ini bukan hanya seremoni bagi kita, ini semangat kita,” tegasnya, menandai bahwa gerakan ini adalah wujud cinta pada bumi sekaligus bentuk nyata semangat Nusantara hijau.
Kenapa Kopi Liberika Jadi Ikon Nusantara?
Kopi liberika punya kisah panjang di Sepaku. Sejak 1981, tanaman ini tumbuh subur di tanah Kalimantan dan jadi bagian sejarah lokal. Jenis liberika dikenal tangguh di segala medan, tahan hama, dan punya cita rasa khas yang sulit ditandingi. “Di segala medan, dia mampu hidup dan susah mati. Secara ekonomi, dia juga lebih menguntungkan, apalagi dibandingkan dengan bisnis sawit,” ungkap Sugiman, Ketua APKLS. Dengan karakter kuat dan nilai jual tinggi, liberika bisa jadi emas hijau baru Nusantara. Bahkan kini sudah ada permintaan 20 kontainer biji kopi dari Qatar, lho!
Baca Juga: Dispusip PPU Kirim 3 Pelajar ke Festival Literasi Nasional 2025, Ini Nama-Namanya!
Apa Makna Penyerahan Rekor MURI ke Petani Lokal?
Menariknya, meski Basuki jadi penerima resmi penghargaan MURI, ia justru menyerahkan piagam rekor itu kepada Asosiasi Petani Kopi Liberika Sepaku (APKLS). Sikap ini mencerminkan semangat kolaborasi sejati: penghargaan bukan untuk pejabat, tapi untuk mereka yang menanam dan merawat tanah setiap hari.
“Rekor ini akan saya serahkan kepada ‘profesor kopi liberika Sepaku’, sebagai dorongan dan dukungan penanaman kopi liberika ke depan di Nusantara,” ujar Basuki sambil menyerahkan penghargaan kepada Slamet Prayoga, Penasihat APKLS. Momen itu disambut tepuk tangan hangat para peserta, menandai apresiasi nyata pada petani sebagai ujung tombak pembangunan berkelanjutan.
Seberapa Penting Liberika untuk Masa Depan IKN?
Kopi liberika bukan hanya tanaman simbolis, tapi juga bagian dari strategi besar pembangunan berkelanjutan IKN. Otorita IKN ingin memastikan kota baru ini tumbuh selaras dengan alam, ekonomi lokal, dan identitas budaya. Liberika menjadi bukti nyata bahwa pembangunan modern bisa berdampingan dengan kearifan lokal. Dengan dukungan berbagai pihak, IKN ingin menjadikan sektor pertanian — terutama kopi — sebagai fondasi ekonomi hijau Nusantara. Bayangkan, kopi dari tanah Sepaku bisa jadi ikon ekspor yang membawa nama IKN ke kancah dunia. Dari hutan Kalimantan, aroma liberika siap menembus batas!
FAQ Seputar Rekor MURI dan Kopi Liberika di IKN
1. Apa yang membuat kegiatan ini meraih rekor MURI?
Karena melibatkan 1.486 peserta dalam aksi penanaman 1.010 pohon liberika, jumlah terbanyak dalam satu kegiatan penanaman di kawasan IKN.
2. Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini?
Mulai dari Otorita IKN, Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah, komunitas petani, akademisi, hingga mitra swasta seperti Pupuk Kaltim dan Bank Indonesia.
3. Mengapa kopi liberika dipilih sebagai tanaman unggulan?
Selain tahan terhadap berbagai kondisi tanah, liberika punya nilai ekonomi tinggi dan potensi besar sebagai komoditas ekspor.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"