Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Polresta Balikpapan Tangkap Pelaku Penipuan Proyek Fiktif Rp171 Juta, Begini Modus Operandinya

Rizkiyan Akbar • Selasa, 7 Oktober 2025 | 07:01 WIB

Konfrensi Pers Polresta Balikpapan kasus penipuan proyek fiktif.
Konfrensi Pers Polresta Balikpapan kasus penipuan proyek fiktif.

Balikpapan TV - Hai Cess! Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Balikpapan berhasil mengamankan ADF, pria 40 tahun warga Balikpapan Selatan, yang diduga melakukan penipuan proyek fiktif mencapai Rp171,4 Juta.

Kronologi Penipuan Proyek Fiktif di Balikpapan

ADF memulai aksinya dengan menghubungi calon korban dan menawarkan proyek infrastruktur palsu.

Ia menggunakan identitas palsu sebagai pejabat penting PT Waskita Karya. Strategi ini membuat korban percaya dengan mudah, terutama karena dokumen yang ditunjukkan tampak resmi.

Selanjutnya, korban diminta mentransfer uang secara bertahap sebagai tanda jadi atau pembayaran awal proyek. Total dana yang masuk ke rekening ADF mencapai Rp171,4 Juta.

Tindakan ini berlangsung beberapa kali hingga korban mulai curiga dan melapor ke Polresta Balikpapan, Cess!

Modus Operandi Tersangka

AKP Zeska Julian Taruna Wijaya menjelaskan modus operandi tersangka di konferensi pers Polresta Balikpapan.
AKP Zeska Julian Taruna Wijaya menjelaskan modus operandi tersangka di konferensi pers Polresta Balikpapan.

Kasatreskrim Polresta Balikpapan, AKP Zeska Julian Taruna Wijaya, menjelaskan,“Tersangka mengaku sebagai kepala divisi regional infrastruktur 2 Balikpapan dan IKN di PT Waskita Karya, kemudian menawarkan proyek kepada korban. Setelah pertemuan pertama, tersangka menunjukkan surat perintah kerja fiktif kepada korban sehingga korban mentransfer uang secara bertahap 9 kali dengan total Rp171.400.000.”

Baca Juga: Siswa SMA di Balikpapan Mampu Merakit Bom, Rahmad Masud Ingatkan Bahaya Media Sosial

Bukti Palsu yang Meyakinkan Korban

ADF memanfaatkan surat perintah kerja dan dokumen penunjukan langsung palsu untuk meyakinkan calon korban. Dokumen tersebut sengaja dibuat agar tampak resmi, termasuk logo dan format resmi perusahaan besar.

Menurut AKP Zeska, strategi ini cukup ampuh karena korban hanya melihat dokumen fisik dan percaya begitu saja. “Uang hasil penipuan tersebut kemudian digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi,” jelasnya pada konferensi pers.

Profil Tersangka dan Rekam Jejak Kriminal

Tersangka, ADF, bukan pemain baru dalam dunia penipuan. Ia tercatat sebagai residivis kasus serupa sejak 2014.

Dengan catatan kriminal sebelumnya, Polresta Balikpapan memperingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan serupa, Cess!

ADF kini dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Ancaman hukuman maksimal yang menanti tersangka adalah empat tahun penjara.

Imbauan Polresta dan Tips Hindari Penipuan

Polresta Balikpapan mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati menerima tawaran proyek, terutama yang melibatkan pembayaran di muka. Pastikan dokumen resmi dan lakukan pengecekan melalui pihak terkait.

Tips singkat dari kepolisian: selalu cross-check identitas pihak penawaran proyek, hindari transfer uang sebelum konfirmasi resmi, dan simpan bukti komunikasi. Langkah sederhana ini bisa mencegah kerugian finansial yang tidak perlu.

Dampak Penipuan Proyek Fiktif di Masyarakat

Modus penipuan seperti ini tidak hanya merugikan individu secara finansial, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap proyek infrastruktur resmi.

Korban biasanya mengalami trauma finansial, sehingga mengurangi partisipasi mereka dalam proyek-proyek legal. Oleh karena itu, edukasi publik dan pengawasan dokumen menjadi kunci pencegahan.

Strategi Penegakan Hukum oleh Polresta Balikpapan

Polresta Balikpapan menegaskan komitmen mereka memberantas penipuan berbasis proyek. Tim Reserse Kriminal selalu melakukan verifikasi cepat dan investigasi mendalam untuk memastikan pelaku ditindak tegas.

Kasatreskrim menambahkan bahwa koordinasi dengan perusahaan-perusahaan besar, termasuk PT Waskita Karya, menjadi salah satu strategi untuk memvalidasi tawaran proyek dan meminimalkan risiko penipuan.

Baca Juga: Kuliner Viral Balikpapan: Seafood Berontak Sajikan Sensasi Baru untuk Pecinta Makanan Laut

Pelajaran Penting bagi Publik

Kasus ini menegaskan pentingnya kewaspadaan dalam setiap transaksi finansial. Jangan mudah percaya dengan dokumen atau identitas seseorang tanpa verifikasi resmi.

Selain itu, transparansi dari pihak perusahaan juga membantu publik membedakan antara tawaran resmi dan modus penipuan. Edukasi dan informasi adalah senjata ampuh melawan tipu daya finansial.

Yuk, bagikan informasi ini ke teman dan keluargamu supaya tak ada yang jadi korban serupa, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#modus #Penipuan Proyek Fiktif #residivis #polresta balikpapan #pt waskita karya