Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Siswa SMA di Balikpapan Mampu Merakit Bom, Rahmad Masud Ingatkan Bahaya Media Sosial

Rizkiyan Akbar • Senin, 6 Oktober 2025 | 09:08 WIB

Kasus siswa SMA di Balikpapan terpapar radikalisme bikin pemerintah dan masyarakat bergerak cepat jaga keamanan.
Kasus siswa SMA di Balikpapan terpapar radikalisme bikin pemerintah dan masyarakat bergerak cepat jaga keamanan.

Balikpapan TV - Hai Cess! Masyarakat Balikpapan lagi dibuat kaget. Seorang siswa SMA diduga mampu merakit bom dan memahami paham radikal berbahaya.

Kasus ini bikin Pemkot Balikpapan langsung pasang badan, karena ancaman ini bukan cuma menyasar sekolah, tapi juga bisa ganggu keamanan masyarakat.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud, menegaskan bahwa ini alarm keras. Orang tua harus lebih ketat mengawasi anak-anak, terutama dalam penggunaan media sosial yang sering jadi pintu masuk ideologi berbahaya.

Ancaman Radikalisme Menyusup ke Dunia Pelajar

Peristiwa ini jadi tamparan keras. Bayangkan, di usia belia, seorang siswa sudah terpapar pemikiran yang bisa membahayakan banyak orang. Inilah mengapa isu radikalisme perlu dipandang serius, bukan sekadar isapan jempol.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud menjelaskan dampak penggunaan media sosial pada anak-anak di BSCC Dome, Rabu (1 Oktober 2025).
Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud menjelaskan dampak penggunaan media sosial pada anak-anak di BSCC Dome, Rabu (1 Oktober 2025).

Rahmad menyampaikan, “Media sosial itu seperti dua sisi mata uang. Ada sisi positifnya, tapi juga sangat berisiko jika tidak diawasi. Anak-anak bisa dengan mudah mengakses informasi berbahaya yang seharusnya tidak mereka konsumsi.”

Baca Juga: Bapenda Kaltim Pastikan Bebas Opsen Pajak Kendaraan Bermotor, Target PAD 2025 Rp10 Triliun

Langkah Cepat Pemerintah dan Aparat Keamanan

Wali Kota memastikan bahwa siswa tersebut sudah ditangani pihak berwenang. Artinya, kekhawatiran masyarakat bisa sedikit reda. Fokus utamanya adalah mencegah paham radikal ini menyebar ke sekolah lain.

“Yang pasti, siswa yang terlibat ini sudah dalam penanganan yang tepat, dan tidak boleh dibiarkan menyebar atau mencemari lingkungan sekolah lainnya,” tegas Rahmad. Kolaborasi erat dengan aparat keamanan jadi kunci utama.

Sinergi Sekolah, Orang Tua, dan Masyarakat

Kasus ini bikin semua pihak sadar, pendidikan anak nggak bisa dilepaskan begitu saja ke sekolah. Orang tua, guru, dan masyarakat harus terhubung. Dunia digital pun mesti dijaga bareng-bareng.

Rahmad menegaskan, “Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Semua pihak harus bersinergi menjaga generasi muda dari paparan ideologi berbahaya.” Sikap ini jadi dorongan kuat agar komunitas sekolah lebih peduli.

Ajakan Wali Kota: Jangan Diam, Peduli Itu Penting

Lebih jauh, pemerintah mengajak warga untuk aktif melapor jika melihat perilaku mencurigakan. Kesadaran kolektif ini yang bikin Balikpapan bisa tetap aman dan kondusif.

Dengan kebersamaan, kota ini bisa jadi tempat yang aman bagi generasi muda tumbuh tanpa bayang-bayang radikalisme. Karena menjaga anak-anak berarti menjaga masa depan. Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#radikalisme #siswa sma #balikpapan #media sosial #Rahmad Masud