Balikpapan TV – Hai Cess! Dinas Sosial Kalimantan Timur (Dinsos Kaltim) masih berjuang keras mencari calon murid SD untuk program Sekolah Rakyat Samarinda.
Targetnya 50 anak, tapi hingga kini baru terisi 22 murid. Padahal, sekolah ini gratis, lengkap dengan fasilitas asrama.
Program ini digagas khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu atau yang sempat putus sekolah. Jadi, apa sih yang bikin banyak orang tua masih ragu? Yuk, kita bedah bareng-bareng, Cess!
Sekolah Rakyat: Harapan Baru Pendidikan untuk Anak Prasejahtera
Sekolah Rakyat bukan sekadar ruang kelas, tapi wadah yang dibangun agar anak-anak kurang mampu bisa kembali meraih kesempatan belajar.
Sekolah Rakyat ini terletak di Jalan Perjuangan, Sempaja, Samarinda, dengan sistem asrama yang ketat dan terstruktur.
Menurut Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, program ini bukan sekadar memberi pelajaran dasar, tapi juga menanamkan kemandirian.
“Kami terus berupaya mencari anak-anak yang layak dan bersedia mengikuti program ini. Namun memang tidak mudah,” ujarnya, Sabtu (4 Oktober 2025).
Tantangan Psikologis: Antara Harapan dan Kedekatan Anak-Orang Tua
Faktor emosional menjadi batu sandungan utama. Banyak orang tua masih berat melepas anak mereka tinggal di asrama sejak kecil. Meski tau tujuannya positif, rasa rindu dan ikatan emosional membuat keputusan ini sulit.
Andi menegaskan, “Salah satu tantangan utamanya adalah faktor psikologis, yakni kedekatan antara anak dan orang tua.”
Pernyataan ini membuka mata kita bahwa pendidikan juga butuh dukungan mental, bukan hanya fasilitas, Cess!
Disiplin di Asrama: Menyiapkan Karakter dan Kemandirian Anak
Sekolah Rakyat menetapkan aturan ketat untuk membentuk kedisiplinan. Salah satunya, murid dilarang menggunakan telepon genggam selama jam belajar pukul 07.30–15.00 WITA. Tujuannya agar fokus tetap terjaga.
Rabiatul Adawiyah, Kepala Sekolah Rakyat Samarinda, menambahkan, “Selama jam pelajaran, seluruh murid tidak diperkenankan menggunakan telepon genggam. Hal ini untuk menjaga fokus dan kedisiplinan belajar.”
Jembatan Komunikasi Orang Tua dan Anak, Solusi di Tengah Rindu
Meski akses handphone dibatasi, sekolah tetap memberi ruang komunikasi sehat. Ada rapat daring mingguan yang melibatkan orang tua untuk membahas perkembangan akademik maupun sosial anak.
Cara ini dianggap sebagai win-win solution. Anak tetap fokus belajar, sementara orang tua tidak kehilangan akses untuk memantau tumbuh kembang buah hati mereka dari jauh. Sistem ini juga melatih kepercayaan antara sekolah dan keluarga.
Program Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata kehadiran negara bagi anak-anak yang sempat terpinggirkan dari bangku sekolah.
eski tantangannya besar, mulai dari minimnya pendaftar hingga keraguan orang tua, semangat untuk mencetak generasi yang lebih mandiri terus mengalir.
Edukasi gratis berbasis asrama ini bisa jadi langkah emas menuju masa depan lebih cerah bagi anak-anak Kaltim. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar target 50 murid bisa segera tercapai dan keberlangsungan program ini tetap kuat.
Jadi, yuk sebarkan informasi ini biar makin banyak orang tua yang tau ada jalan pendidikan yang terbuka lebar bagi anak-anak prasejahtera.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”