Kemarau Ganggu Distribusi, Pemkab Mahulu Salurkan 9,7 Ton Sembako

Riafandi • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:04 WIB
Pemkab Mahakam Ulu mulai menjual sekitar 9,7 ton sembako kepada masyarakat sejak 25 Agustus 2026. Distribusi menyasar empat lokasi, yakni Tiong Ohang, Noha Silat, Long Apari, dan Noha Tivab, untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok warga di tengah tantangan akses transportasi akibat musim kemarau. (BTV/AI)
Pemkab Mahakam Ulu mulai menjual sekitar 9,7 ton sembako kepada masyarakat sejak 25 Agustus 2026. Distribusi menyasar empat lokasi, yakni Tiong Ohang, Noha Silat, Long Apari, dan Noha Tivab, untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok warga di tengah tantangan akses transportasi akibat musim kemarau. (BTV/AI)
Durasi Baca: 5 Menit

Ikhtisar: Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu mulai menjual sekitar 9,7 ton sembako pada 25 Agustus 2026. Distribusi menyasar empat lokasi, yakni Tiong Ohang, Noha Silat, Long Apari, dan Noha Tivab, di tengah tantangan akses transportasi akibat kondisi kemarau.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu memastikan sekitar 9,7 ton sembako mulai dijual kepada masyarakat di wilayah hulu pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Bantuan tersebut tidak hanya dipusatkan di Tiong Ohang. Pemerintah memperluas jangkauan distribusi hingga empat lokasi, termasuk kawasan kampung yang berada paling ujung. Langkah ini dilakukan untuk membantu menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok di tengah kondisi kemarau dan tantangan distribusi menuju wilayah hulu Mahakam Ulu.

Sembako Mulai Dijual 25 Agustus

Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Ekonomi, Pembangunan dan Sumber Daya Alam Mahakam Ulu, Indira Anggun, memastikan seluruh sembako yang disiapkan sudah berada di Tiong Ohang.

Sembako tersebut kemudian mulai dijual kepada masyarakat pada Selasa, 25 Agustus 2026.

“Posisi sembako sudah di Tiong Ohang, Pak. Besok rencana baru akan dijual,” kata Anggun.

Total sembako yang disiapkan mencapai sekitar 9,7 ton. Jumlah tersebut kemudian dibagi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di empat lokasi.

Empat wilayah yang menjadi sasaran adalah Tiong Ohang, Noha Silat, Long Apari, dan Noha Tivab.

“9,7 ton itu untuk empat lokasi,” jelas Anggun.

Empat Lokasi Jadi Sasaran Distribusi

Penjualan sembako dilakukan dalam dua tahap. Pada 25 Agustus, penjualan berlangsung di Tiong Ohang dan Noha Silat.

Kemudian pada 26 Agustus, distribusi dilanjutkan ke Long Apari dan Noha Tivab.

Pembagian jadwal tersebut dilakukan agar sembako dapat menjangkau masyarakat di beberapa wilayah yang memiliki tantangan akses berbeda.

Pemerintah juga secara khusus berupaya agar kebutuhan pokok dapat sampai ke kawasan paling ujung.

“Kami juga mengupayakan agar sembako bisa sampai ke kampung paling ujung, yaitu Noha Silat, Long Apari, dan Noha Tivab,” ujarnya.

Perluasan distribusi menjadi penting karena kondisi geografis Mahakam Ulu membuat pengiriman barang ke wilayah hulu membutuhkan penanganan khusus.

Paket Sembako Dijual Rp130 Ribu

Sembako yang dijual kepada masyarakat dikemas dalam bentuk paket. Setiap paket dibanderol Rp130 ribu.

Isi paket tersebut terdiri atas beras premium sebanyak 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 1 kilogram.

Dengan sistem paket, masyarakat mendapatkan beberapa kebutuhan pokok sekaligus dalam satu pembelian.

Sementara itu, LPG 3 kilogram tidak termasuk dalam paket sembako. Kebutuhan energi tersebut dijual secara terpisah mengikuti harga normal di wilayah Long Apari.

“Gas LPG 3 kilogram dijual terpisah, mengikuti harga normal di wilayah Long Apari, Rp100 ribu per tabung,” kata Anggun.

Kemarau Ganggu Distribusi ke Hulu

Penyaluran sembako ini berlangsung ketika Mahakam Ulu menghadapi tantangan distribusi akibat kondisi kemarau.

Kemarau menyebabkan kondisi Sungai Mahakam mengalami penyurutan. Situasi tersebut berdampak pada mobilitas barang menuju wilayah hulu karena jalur sungai menjadi salah satu akses penting bagi distribusi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah daerah sebelumnya menerima bantuan cadangan pangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 19 Agustus 2026.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat selama kondisi distribusi mengalami gangguan.

Selain pangan, bantuan dari pemerintah provinsi juga mencakup kebutuhan energi berupa LPG.

Pengiriman Harus Melewati Jalur Darat dan Sungai

Tantangan geografis membuat pengiriman sembako ke sejumlah wilayah Mahakam Ulu tidak dapat dilakukan hanya melalui satu moda transportasi.

Bantuan dari Samarinda sebelumnya dikirim menuju Long Bagun melalui jalur darat. Setelah itu, pengiriman dilanjutkan menggunakan transportasi sungai menuju wilayah hulu.

Kondisi tersebut membuat proses distribusi membutuhkan waktu dan biaya lebih besar.

Untuk beberapa rute, biaya angkutan menggunakan perahu ketinting bahkan mencapai jutaan rupiah dalam satu perjalanan. Berdasarkan laporan Camat Long Apari, tarif dari Long Lunuk menuju Tiong Ohang mencapai Rp2,75 juta ditambah kebutuhan BBM. Sementara menuju Noha Silat mencapai Rp4,25 juta, dan menuju Long Apari atau Noha Tivab mencapai Rp5,55 juta, masing-masing masih ditambah BBM.

Besarnya biaya angkutan tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan pemerintah.

Pemkab Cari Cara Agar Distribusi Tetap Berjalan

Pemkab Mahakam Ulu tidak ingin persoalan biaya transportasi menghambat penyaluran kebutuhan pokok.

Pemerintah daerah menyiapkan berbagai opsi, termasuk penggunaan armada milik pemerintah maupun menanggung biaya angkutan apabila diperlukan. Langkah tersebut dilakukan agar sembako tetap dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan sebelumnya menegaskan pemerintah akan mengupayakan berbagai cara agar kebutuhan masyarakat tetap tercukupi.

“Bagaimanapun caranya yang penting tercukupi sembako yang ada di Long Apari, Long Pahangai, bahkan di tiga kecamatan yang di hilir ini.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa distribusi pangan menjadi perhatian pemerintah, terutama ketika akses transportasi mengalami kendala.

Jalan Long Pakaq-Tiong Ohang Jadi Perhatian

Selain mencari solusi jangka pendek, Pemkab Mahakam Ulu juga menyiapkan langkah jangka panjang.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah akses jalan Long Pakaq menuju Tiong Ohang. Kondisi jalan tersebut dilaporkan memiliki banyak titik yang terputus. Pemerintah berharap perbaikan akses darat dapat membantu menekan biaya distribusi menuju wilayah hulu.

Menurut Angela, biaya pengangkutan melalui sungai selama ini lebih tinggi dibandingkan jalur darat.

“Harapan kita dengan pembukaan jalan ini akan menekan harga, karena ongkos angkut lebih murah daripada sebelumnya. Kita tahu sendiri ongkos angkut lewat sungai lebih tinggi daripada lewat darat.”

Dengan akses darat yang lebih baik, pemerintah berharap distribusi kebutuhan pokok dapat dilakukan lebih efisien.

Artinya, penanganan persoalan pangan tidak hanya dilakukan dengan mendatangkan sembako murah, tetapi juga melalui perbaikan infrastruktur yang menjadi jalur distribusi.

Baca Juga: Sah KUA-PPAS APBD 2027 Mahulu Rp 1,4 Triliun Prioritaskan Layanan Publik dan Infrastruktur

Bantuan Tidak Hanya Menyasar Masyarakat Umum

Pemkab Mahakam Ulu juga menaruh perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus selama kondisi kemarau dan gangguan distribusi.

Kelompok tersebut meliputi ibu hamil, bayi, balita, lansia, serta masyarakat yang sedang sakit. Pemerintah daerah akan memetakan kebutuhan kelompok tersebut agar penanganannya dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

Angela menegaskan kelompok rentan tidak boleh luput dari perhatian ketika pemerintah melakukan penanganan kondisi distribusi dan pangan.

“Tidak hanya masyarakat umum, tapi yang spesial seperti ibu hamil, balita, bayi, lansia dan orang sakit juga perlu kita utamakan,” ujarnya.

Langkah tersebut diharapkan membuat penyaluran bantuan tidak hanya berorientasi pada jumlah barang, tetapi juga mempertimbangkan siapa yang paling membutuhkan.

Distribusi Pangan Jadi Langkah Jangka Pendek

Penjualan sembako murah di empat lokasi menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga pasokan kebutuhan pokok masyarakat Mahakam Ulu.

Dengan total sekitar 9,7 ton, pemerintah berusaha memastikan masyarakat di wilayah hulu tetap memiliki akses terhadap bahan pangan meskipun kondisi distribusi menghadapi tantangan.

Namun, persoalan distribusi di Mahakam Ulu tidak selesai hanya dengan mendatangkan sembako.

Kondisi jalur transportasi, biaya angkutan, serta akses darat dan sungai tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi harga dan ketersediaan barang.

Karena itu, pemerintah menjalankan dua langkah sekaligus. Dalam jangka pendek, sembako disalurkan melalui penjualan murah. Sementara untuk jangka lebih panjang, perbaikan akses transportasi diharapkan dapat menekan biaya distribusi.

Poin Penting

Insight Redaksi

Penyaluran 9,7 ton sembako di Mahakam Ulu menunjukkan bahwa persoalan pangan di wilayah hulu tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan barang.

Akses distribusi menjadi faktor yang sangat menentukan. Ketika sungai surut dan jalur transportasi terbatas, biaya membawa kebutuhan pokok ke masyarakat ikut meningkat.

Karena itu, operasi penjualan sembako murah menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat dalam jangka pendek. Namun, perbaikan akses transportasi tetap dibutuhkan agar persoalan biaya distribusi tidak terus berulang.

Upaya pemerintah memperbaiki akses Long Pakaq-Tiong Ohang juga menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang. Kalau jalur darat semakin mudah dilalui, biaya pengiriman diharapkan bisa ditekan dan berdampak pada harga kebutuhan pokok.

Bagi bubuhan Mahakam Ulu, yang paling penting tentu memastikan kebutuhan dasar tetap tersedia, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat distribusi.

FAQ

1. Berapa banyak sembako yang mulai dijual di Mahakam Ulu?

Sekitar 9,7 ton sembako mulai disiapkan untuk dijual kepada masyarakat.

2. Kapan penjualan sembako dimulai?

Penjualan mulai dilakukan pada Selasa, 25 Agustus 2026.

3. Di mana saja sembako tersebut dijual?

Distribusi menyasar Tiong Ohang, Noha Silat, Long Apari, dan Noha Tivab.

4. Berapa harga satu paket sembako?

Satu paket sembako dijual Rp130 ribu.

5. Apa saja isi paket sembako?

Setiap paket terdiri atas beras premium 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 1 kilogram.

Sumber Informasi: Media Kaltim Post, artikel "Sembako 9,7 Ton Mulai Dijual Besok, Jangkau 4 Lokasi di Mahakam Ulu" karya Jody Kristianto, kemudian disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Support
Sumber : Kaltim Post
Tiong Ohang sembako Mahakam Ulu bantuan pangan mahulu