LPG 3 Kg Capai Rp250 Ribu, Kemarau Bikin Sungai Mahakam Surut, Biaya Hidup Long Apari Melonjak

Arya Kusuma • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 21:40 WIB
Kemarau Bikin Sungai Mahakam Surut, Kebutuhan pangan terhambat
Ilustrasi Kemarau Bikin Sungai Mahakam Surut, Kebutuhan pangan melalui transpotasi sungai terhambat

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Kemarau menghambat distribusi BBM, LPG, dan pangan ke Long Apari sehingga warga menghadapi antrean serta kenaikan harga.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kemarau panjang membuat warga Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, menghadapi gangguan distribusi setelah debit Sungai Mahakam semakin surut dan menyulitkan jalur transportasi.

Bagi masyarakat di kawasan perbatasan tersebut, persoalannya kini menyentuh kebutuhan sehari-hari. BBM mulai sulit diperoleh, LPG 3 kilogram langka, sementara harga kebutuhan pokok ikut terdorong akibat ongkos distribusi yang meningkat.

Mengapa BBM di Long Apari Mulai Sulit Didapat?

Kondisi Sungai Mahakam yang dangkal membuat pengiriman BBM dari wilayah hilir menuju kawasan hulu berjalan tersendat. Akibat pasokan terbatas, warga bahkan mulai mengantre sejak subuh untuk mendapatkan bahan bakar.

Camat Long Apari Petrus Ngo mengatakan pembatasan pasokan terjadi karena distribusi dari wilayah hilir ikut terganggu oleh kondisi sungai.

“Masalah antre itu karena kita terbatas akibat kemarau. Pendistribusian BBM tidak lancar,” kata Petrus saat dihubungi, Minggu (9/8).

Pemerintah kecamatan kemudian menerapkan pembelian BBM sekitar lima liter untuk setiap keluarga. Pengaturan tersebut dilakukan agar persediaan yang tersedia dapat menjangkau lebih banyak warga.

Kebutuhan darurat mendapat perlakuan berbeda. Warga yang harus membawa pasien atau menghadapi keadaan mendesak dapat memperoleh BBM dalam jumlah lebih banyak melalui rekomendasi pemerintah kampung.

“Kalau ada yang sifatnya emergensi, misalnya pasien, itu tidak boleh terganggu dan harus segera diberangkatkan. Dengan rekomendasi, bisa diberikan lebih,” jelas Petrus.

Sungai Surut Membuat Distribusi Semakin Berat

Long Apari berada di kawasan hulu Mahakam sehingga transportasi sungai memiliki peran penting dalam mobilitas barang dan masyarakat. Ketika permukaan sungai turun, perjalanan menggunakan perahu menjadi semakin sulit.

Warga dari kampung-kampung paling hulu bahkan harus mengambil sendiri barang dari titik distribusi menggunakan perahu ketinting atau ces. Kondisi badan sungai yang menyempit dan dangkal membuat perjalanan membutuhkan penyesuaian.

Petrus mengatakan pemerintah kecamatan belum dapat memastikan berapa lama persediaan BBM mampu bertahan. Ketersediaannya masih sangat bergantung pada kelancaran pasokan dari wilayah hilir.

“Kalau untuk stok kita belum bisa prediksi. Yang jelas pendistribusian dari hilir juga terganggu,” ujarnya.

Persoalan transportasi sungai tersebut bukan sekadar masalah lokal. Dinas Perhubungan Kalimantan Timur sendiri mencantumkan layanan persetujuan pengoperasian angkutan khusus sungai dan danau untuk distribusi BBM menuju hulu Sungai Mahakam.

Artinya, jalur sungai memang menjadi bagian penting dari sistem distribusi energi menuju kawasan hulu. Saat kondisi alam membatasi pelayaran, rantai pasok kebutuhan dasar ikut terdampak.

Baca Juga: Musim Kemarau Melanda Mahulu, Warga Diingatkan Waspada Potensi Karhutla

LPG Langka, Warga Kembali Menggunakan Kayu Bakar

Gangguan distribusi juga terasa pada kebutuhan energi rumah tangga. Ketika LPG 3 kilogram sulit diperoleh, warga Long Apari kembali memanfaatkan kayu bakar untuk memasak.

“Tidak ada pilihan. Termasuk dapur saya menggunakan kayu api,” tutur Petrus.

Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana keterbatasan akses transportasi dapat langsung memengaruhi aktivitas rumah tangga. Persoalannya bukan hanya ketersediaan barang, tetapi kemampuan membawa barang tersebut dari pusat distribusi menuju kampung-kampung di wilayah hulu.

Dalam situasi seperti ini, kenaikan harga kebutuhan pokok juga menjadi konsekuensi yang sulit dihindari. Semakin berat perjalanan distribusi, semakin besar pula tekanan biaya yang harus ditanggung dalam rantai pasok.

Pemkab Mahakam Ulu sebelumnya juga menjalankan Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menjaga pasokan, stok, dan harga pangan. Program tersebut pada Juni 2026 dilaksanakan di Kampung Long Bagun Ilir selama tiga hari dan diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga lebih terjangkau.

Tiga Kampung Paling Hulu Jadi Prioritas Pangan Murah

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu kembali mengarahkan program pangan murah ke wilayah Long Apari yang mengalami tekanan distribusi akibat kondisi sungai.

Menurut Petrus, terdapat tiga kampung di wilayah paling ujung yang menjadi perhatian utama dalam penyaluran tersebut.

“Yang paling ulu menjadi prioritas,” katanya.

Pangan murah diharapkan dapat membantu mengurangi beban masyarakat yang menghadapi kenaikan harga sekaligus ongkos transportasi yang tinggi. Bagi warga di wilayah hulu, harga barang sangat berkaitan dengan biaya untuk membawa kebutuhan tersebut dari titik distribusi.

Petrus mengapresiasi langkah Pemkab Mahulu dalam menyalurkan pangan murah kepada masyarakat Long Apari.

“Terima kasih pemerintah kabupaten sudah menyalurkan pangan murah kepada masyarakat Kecamatan Long Apari untuk meringankan beban masyarakat dengan kondisi kemarau panjang ini,” tuturnya.

Namun, program pangan murah bersifat membantu dalam jangka pendek. Persoalan akses transportasi masih menjadi pekerjaan besar bagi Long Apari.

Baca Juga: Pembangunan RS PHTC Mahulu Dikebut, Ini Dampaknya bagi Layanan Kesehatan Masyarakat

Jalan Darat Dinilai Jadi Solusi Saat Sungai Surut

Ketergantungan terhadap Sungai Mahakam membuat distribusi di Long Apari sangat dipengaruhi kondisi alam. Ketika sungai mengalami pendangkalan, pengiriman BBM, LPG, pangan, dan kebutuhan lainnya ikut menghadapi hambatan.

Karena itu, Petrus meminta pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempercepat pembangunan akses jalan menuju Kecamatan Long Apari.

“Harapan kita supaya pemerintah pusat dan pemerintah provinsi segera membangun akses jalan menuju Kecamatan Long Apari,” tegasnya.

Usulan pembangunan konektivitas darat tersebut juga tercermin dalam dokumen perencanaan Provinsi Kalimantan Timur. Rancangan RPJMD Kaltim 2025-2029 mencantumkan usulan pembangunan jalan dan jembatan pada ruas perbatasan Tering–Ujoh Bilang–Long Bagun–Long Pahangai.

Bagi Long Apari, akses jalan berfungsi sebagai jalur alternatif ketika transportasi sungai menghadapi kendala. Distribusi menggunakan kendaraan darat dapat memberikan pilihan lain ketika debit sungai turun.

“Kalau jalan sudah ada, terjadi kemarau kan lebih mudah. Barang bisa diangkut pakai mobil,” kata Petrus.

Permintaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan logistik di wilayah perbatasan membutuhkan solusi jangka panjang. Bantuan pangan dapat meredakan tekanan harga, tetapi konektivitas menjadi faktor penting untuk menjaga distribusi secara berkelanjutan.

“Ini harapan kami atas nama masyarakat Kecamatan Long Apari sebagai kecamatan di perbatasan negara,” pungkas Petrus.

Poin Penting

Insight Redaksi

Masalah Long Apari memperlihatkan satu hal penting: distribusi kebutuhan dasar sangat bergantung pada konektivitas. Saat sungai surut, biaya dan waktu ikut naik. Pangan murah membantu, tapi solusi permanennya tetap akses transportasi. Kalau jalur alternatif belum kuat, warga hulu akan terus menanggung dampak setiap perubahan alam. Kada bisa hanya mengandalkan sungai, Ces.

Bagi pemerintah, pembangunan akses menuju wilayah perbatasan perlu dipandang sebagai investasi logistik, bukan sekadar proyek jalan.

Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam agar makin banyak yang memahami kondisi masyarakat di hulu Mahakam.

Selalu Update info hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa! Ikuti terus kabar daerah dan cerita warga Kaltim yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Ces!

FAQ

1. Mengapa BBM di Long Apari mengalami kelangkaan?

Kelangkaan terjadi karena distribusi dari wilayah hilir terganggu akibat Sungai Mahakam semakin dangkal.

2. Berapa jatah BBM bagi setiap keluarga?

Pemerintah kecamatan mengatur pembelian sekitar lima liter untuk setiap keluarga agar pasokan menjangkau lebih banyak warga.

3. Bagaimana warga memasak saat LPG 3 kilogram sulit diperoleh?

Sebagian warga kembali menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar untuk kebutuhan memasak.

4. Apa yang dilakukan Pemkab Mahulu menghadapi kondisi tersebut?

Pemkab Mahulu menyalurkan pangan murah ke wilayah terdampak untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan harga dan distribusi.

5. Mengapa pembangunan jalan menuju Long Apari dianggap penting?

Jalan dapat menjadi jalur alternatif ketika transportasi sungai terganggu akibat penurunan debit Sungai Mahakam.

Sumber Informasi: Media Kaltim Post, dengan judul “Sungai Mahakam Surut, BBM Long Apari Langka dan LPG 3 Kg Tembus Rp250 Ribu”, oleh Jody Kristianto. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

Konteks tambahan: Informasi mengenai layanan angkutan khusus BBM ke hulu Sungai Mahakam bersumber dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur. Data mengenai Gerakan Pangan Murah dan usulan konektivitas jalan menggunakan sumber resmi pemerintah daerah.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
BBM Long Apari kemarau Mahulu lpg 3 kg Long Apari sungai mahakam surut