Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: Pasar Sangatta Selatan disiapkan menjadi sentra kuliner, sementara anggaran renovasi dan penataan pedagang masih dikaji.
Balikpapan TV - Hai Ces! Gedung pasar yang belum dimanfaatkan secara optimal kini disiapkan untuk mendapat fungsi baru. Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), merancang lantai dua pasar menjadi sentra kuliner dengan konsep pasar tradisional yang dikemas lebih kekinian.
Gagasan ini menawarkan peluang bagi pelaku usaha kuliner. Namun, ada persoalan mendasar yang perlu dijawab: bagaimana menghidupkan aktivitas di dalam gedung ketika sebagian pedagang masih memilih berjualan di luar pasar?
Kapasitas Pasar Menjadi Persoalan Awal
Camat Sangatta Selatan Dewi mengungkapkan, kapasitas pasar saat ini belum mencukupi untuk menampung seluruh pedagang. Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang masih membuka lapak di luar gedung.
“Kalau mau ditertibkan, pasti masih ada pedagang yang berjualan di luar. Kalau tidak semuanya masuk, pedagang lain juga kemungkinan tidak mau masuk,” tutur Dewi, Jumat (9 Oktober 2026).
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa penataan pasar tidak cukup dilakukan melalui penertiban. Ketersediaan tempat usaha dan kesediaan pedagang untuk berpindah juga perlu diperhitungkan.
Bagi pedagang, lokasi berjualan berkaitan dengan aktivitas usaha sehari-hari. Karena itu, rencana penataan perlu mempertimbangkan kecukupan kios, penempatan lapak, serta kemudahan pembeli menjangkau barang dagangan.
Persoalan pemanfaatan gedung ini juga pernah menjadi perhatian pemerintah daerah. Dalam pemeriksaan pada Juni 2025, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim mencatat sekitar 160 kios telah dibangun di lantai satu dan dua, tetapi hanya sekitar 40 kios yang aktif digunakan saat itu.
Angka tersebut merupakan catatan pemeriksaan pada 2025, bukan gambaran pasti kondisi pasar pada Oktober 2026. Meski demikian, data historis itu memperlihatkan bahwa pemanfaatan ruang pasar pernah menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan.
Baca Juga: Sangkima Punya Teluk Lombok, tetapi Jalan Menentukan Siapa yang Bisa Menikmati Potensinya
Lantai Dua Disiapkan Menjadi Sentra Kuliner
Untuk mengoptimalkan fungsi gedung, Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan telah menggelar pertemuan bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sangatta Selatan dan Disperindag Kutim.
Dalam rancangan yang dibahas, lantai dua pasar akan dikembangkan menjadi area usaha dengan suasana pasar tradisional yang dikemas lebih modern. Kawasan tersebut juga direncanakan menampung pujasera dengan aneka jajanan kuliner.
Dewi menjelaskan, KNPI Sangatta Selatan telah memaparkan rancangan awal penataan kawasan kepada instansi terkait. Menurutnya, gagasan tersebut mendapat respons positif dari Disperindag Kutim.
“Untuk lantai duanya nanti kita buat seperti pasar tradisional, tetapi dikemas lebih kekinian. Ini bekerja sama dengan teman-teman KNPI Sangatta Selatan,” beber Dewi.
Konsep tersebut membuka peluang pemanfaatan ruang pasar untuk kegiatan usaha kuliner. Namun, belum ada kepastian mengenai jumlah stan, jenis usaha yang akan mengisi kawasan, maupun jadwal pembukaannya.
Daya tarik sentra kuliner nantinya juga tidak hanya bergantung pada tampilan bangunan. Akses pengunjung, kenyamanan berbelanja, fasilitas pendukung, dan pengelolaan kawasan akan menjadi bagian penting dalam pemanfaatannya.
Tanpa perencanaan yang sesuai kebutuhan pengguna, perubahan fungsi ruangan belum tentu menghasilkan aktivitas usaha yang diharapkan.
Anggaran Renovasi Masih Dihitung
Rencana penataan lantai dua belum memasuki tahap pelaksanaan fisik. Pemerintah kecamatan masih menunggu perhitungan detail biaya pembongkaran dan pembenahan bangunan sebelum pekerjaan renovasi dimulai.
Dewi menyebut pihaknya telah meminta KNPI Sangatta Selatan merampungkan estimasi anggaran yang diperlukan. Perhitungan tersebut akan menjadi rujukan utama dalam pelaksanaan penataan di lapangan.
Artinya, masih ada tahapan yang harus diselesaikan sebelum gagasan tersebut dapat diwujudkan. Nilai kebutuhan biaya, sumber pembiayaan, dan jadwal pengerjaan belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
Kepastian anggaran juga penting agar rancangan yang disusun sesuai dengan kemampuan pembiayaan dan kebutuhan fisik bangunan.
Bagi calon pelaku usaha, kejelasan tahapan tersebut menjadi informasi penting sebelum menyiapkan rencana berjualan. Sementara bagi pedagang yang sudah beraktivitas di kawasan pasar, kepastian penataan dapat membantu mereka memahami perubahan yang mungkin terjadi.
Baca Juga: Pemadaman Berulang di Kutim Picu Protes, PLN Jelaskan Gangguan Interkoneksi Kalimantan
Penataan Pasar Berkaitan dengan Lapak Bantaran Sungai
Selain membenahi lantai dua, pemerintah kecamatan juga mempertimbangkan pemindahan lapak pedagang yang berjejer di bantaran sungai ke lokasi yang lebih tertib dan aman.
Rencana tersebut belum dinyatakan sebagai keputusan relokasi final. Dewi menyampaikan bahwa pembenahan pasar dan penataan lapak bantaran sungai akan kembali dimusyawarahkan secara terbuka bersama tokoh masyarakat Sangatta Selatan.
“Saya mendapat tugas pekerjaan rumah dari Pak Bupati untuk berkoordinasi dan berdiskusi kembali dengan tokoh-tokoh masyarakat Sangatta Selatan, terutama terkait kelanjutan pasar dan pembangunan masjid,” pungkasnya.
Musyawarah menjadi bagian penting karena penataan kawasan menyangkut aktivitas ekonomi warga sekaligus penggunaan ruang publik. Pembahasan perlu memperjelas lokasi yang disiapkan, kebutuhan pedagang, serta mekanisme pemindahan apabila kebijakan tersebut dilaksanakan.
Rencana sentra kuliner dan opsi relokasi lapak merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam pembenahan kawasan pasar. Namun, keduanya masih membutuhkan kejelasan mengenai pelaksanaan dan pengaturan di lapangan.
Poin Penting
-
Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan merancang lantai dua pasar menjadi sentra kuliner dengan konsep pasar tradisional kekinian.
-
Kapasitas pasar disebut belum mencukupi untuk menampung seluruh pedagang.
-
KNPI Sangatta Selatan telah memaparkan rancangan awal kepada instansi terkait.
-
Estimasi biaya pembongkaran dan pembenahan fisik masih disiapkan.
-
Relokasi lapak di bantaran sungai masih menjadi opsi yang akan dibahas bersama tokoh masyarakat.
-
Jadwal renovasi, anggaran final, dan kepastian pelaksanaan belum diumumkan dalam informasi yang tersedia.
Insight Redaksi
Pasar yang berfungsi baik bukan sekadar gedung yang terisi, melainkan ruang usaha yang benar-benar digunakan dan dibutuhkan warga. Rencana Sangatta Selatan perlu menghubungkan pembenahan fisik dengan kebutuhan pedagang dan akses pembeli. Renovasi penting, tetapi kesesuaian tempat usaha dan pengelolaan kawasan akan menentukan manfaatnya. Jangan sampai bangunan dibenahi, sementara persoalan aktivitas perdagangan belum terjawab.
Agar pembaca memahami perkembangan berikutnya, informasi mengenai anggaran, kapasitas kios, dan hasil musyawarah perlu menjadi perhatian dalam kelanjutan penataan pasar ini.
Bagikan artikel ini kepada bubuhan yang beraktivitas di Sangatta Selatan agar perkembangan rencana penataan pasar bisa dipahami bersama.
Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa rencana terbaru untuk Pasar Sangatta Selatan?
Pemerintah kecamatan menyiapkan penataan ulang pasar, termasuk rencana mengubah lantai dua menjadi sentra kuliner bernuansa pasar tradisional kekinian.
2. Apakah renovasi pasar sudah dimulai?
Belum ada informasi yang memastikan pekerjaan fisik telah dimulai. Rencana masih menunggu perhitungan biaya pembongkaran dan pembenahan bangunan.
3. Siapa yang terlibat dalam rencana penataan?
Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan berkoordinasi dengan KNPI Sangatta Selatan dan Disperindag Kutim.
4. Bagaimana nasib pedagang di bantaran sungai?
Pemerintah kecamatan mempertimbangkan relokasi ke lokasi yang lebih tertib dan aman. Rencana tersebut akan dibahas kembali bersama tokoh masyarakat.
Editor : Arya Kusuma