Patung Gajah Kongbeng Dikirim ke Solo untuk Jokowi, Bawa Pesan Persatuan

Riafandi • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 18:13 WIB
Patung gajah Kongbeng dikirim ke Solo untuk Jokowi sebagai simbol persatuan dan toleransi masyarakat Kutim.  (IST)
Patung gajah Kongbeng dikirim ke Solo untuk Jokowi sebagai simbol persatuan dan toleransi masyarakat Kutim. (IST)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Patung gajah dari Kongbeng, Kutai Timur, dikirim ke Solo untuk Jokowi sebagai bentuk apresiasi, dengan filosofi persatuan dan toleransi.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Patung gajah berukuran besar dari Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur (Kutim), belakangan menjadi perhatian di media sosial.Bukan sekadar karya seni berukuran besar, patung tersebut merupakan bentuk apresiasi yang digagas kelompok Santri Bersatu dan dibuat oleh pengrajin lokal di Kongbeng.

Patung itu dikirim ke Solo untuk disampaikan kepada Joko Widodo pada Jumat (11/9), sebelum direncanakan dibawa ke Jakarta.

Dibuat Pengrajin Lokal Kongbeng

Patung gajah tersebut ternyata belum merupakan bentuk final. Karya yang dikirim masih berupa prototipe atau replika.

Pembuatannya dilakukan secara mandiri oleh pengrajin lokal di Kongbeng dengan menggunakan material kayu, bambu, dan kertas.

Gagasan pembuatan patung datang dari Muhammad Yasin Bowo, pencetus Santri Bersatu di Kongbeng.

Menurut Bowo, pemilihan gajah bukan tanpa alasan. Hewan tersebut dipandang memiliki sejumlah filosofi yang sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan melalui karya tersebut.

Kutipan Komentar: “Kalau filosofi besarnya, patung gajah ini menggambarkan kekuatan, keseriusan dan kewibawaan. Gajah juga merupakan binatang yang bertoleransi kepada siapa saja,” ujar Bowo.

Filosofi tersebut kemudian dikaitkan dengan semangat persatuan yang ingin ditonjolkan oleh kelompok tersebut.

Baca Juga: Bukit Mahoni Tenggarong Seberang, Wisata Alam Teduh untuk Liburan Keluarga di Kutai Kartanegara

Dikaitkan dengan Filosofi Gajah Mada

Selain melambangkan kekuatan dan toleransi, simbol gajah juga dikaitkan dengan sosok Patih Gajah Mada dan Sumpah Palapa.

Menurut Bowo, filosofi tersebut menggambarkan tekad untuk menyatukan Nusantara.

Pemilihan simbol itu juga disebut memiliki kaitan dengan kondisi masyarakat Kongbeng yang terdiri dari berbagai suku, adat istiadat, dan budaya.

Karena itu, patung gajah diharapkan menjadi gambaran semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Dibawa ke Solo untuk Diserahkan kepada Jokowi

Patung tersebut diberangkatkan dari Kutai Timur sekitar 9 Agustus.

Dalam proses perjalanannya, patung dibawa menuju Solo untuk disampaikan kepada Joko Widodo pada Jumat (11/9).

Setelah proses tersebut, patung direncanakan melanjutkan perjalanan ke Jakarta untuk ditempatkan di lingkungan kantor PSI.

Dengan demikian, Solo menjadi bagian dari proses penyerahan, sedangkan Jakarta direncanakan sebagai lokasi akhir patung tersebut.

Bentuk Apresiasi untuk Jokowi

Bowo mengatakan, pemberian patung merupakan bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih Santri Bersatu kepada Jokowi atas sejumlah program dan gagasan yang pernah dijalankan ketika masih menjadi presiden.

Salah satu yang disebut adalah gagasan pembacaan Al-Qur'an secara nasional dalam rangka Hari Santri Nasional.

Santri Bersatu dari Kutai Timur sebelumnya turut mengajukan gagasan agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara nasional.

Kutipan Komentar: “Ini bentuk apresiasi atau terima kasih kita kepada Pak Jokowi yang telah mengawal program pembacaan Alquran secara nasional di Hari Santri Nasional,” katanya.

Bowo memastikan pembuatan patung dilakukan secara mandiri oleh Santri Bersatu.

Ia menyebut tidak ada pembiayaan dari partai politik, donatur, maupun Joko Widodo.

Biaya Pembuatan Sekitar Rp60 Juta

Untuk membuat patung tersebut, biaya yang dikeluarkan diperkirakan sekitar Rp60 juta.

Setelah ditambah biaya perjalanan dan pengiriman, total pengeluaran disebut mencapai sekitar Rp90 juta.

Meski ukurannya cukup besar dan telah dikirim hingga Solo, patung tersebut masih belum menjadi bentuk final.

Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 di Kutai Barat, Pelaku Usaha Diminta Beri Data Jujur

Nantinya Dibuat dari Fiber dan Resin

Prototipe yang dikirim ke Solo masih menggunakan kayu, bambu, dan kertas.

Ke depan, desain tersebut akan dikembangkan menggunakan material fiber dan resin agar lebih kuat serta memiliki bentuk yang lebih permanen.

Kutipan Komentar: “Yang dikirim ke Solo itu sebenarnya masih prototipe atau replika. Sementara bahannya kayu, bambu dan kertas. Nanti akan dibuat menggunakan fiber dan resin,” jelasnya.

Pengembangan material tersebut menjadi tahap berikutnya dari karya yang dibuat masyarakat Kongbeng.

Dengan membawa filosofi kekuatan, persatuan, kewibawaan, dan toleransi, patung gajah tersebut tidak hanya menjadi karya berukuran besar, tetapi juga membawa pesan yang ingin disampaikan pembuatnya.

Poin Penting

Insight Redaksi

Patung gajah dari Kongbeng menarik bukan hanya karena ukurannya, tetapi karena karya tersebut membawa cerita tentang identitas masyarakat dan gagasan yang ingin disampaikan pembuatnya.

Pemilihan gajah sebagai simbol juga dikaitkan dengan keberagaman masyarakat Kongbeng yang terdiri dari berbagai suku, adat, dan budaya.

Di sisi lain, penggunaan pengrajin lokal memperlihatkan bagaimana sebuah gagasan dapat diwujudkan menjadi karya dengan melibatkan kemampuan masyarakat setempat.

Yang menarik, patung tersebut masih berupa prototipe. Artinya, karya yang saat ini menjadi perhatian publik masih akan dikembangkan menjadi bentuk yang lebih permanen.

Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam yang penasaran dengan cerita di balik patung gajah dari Kutai Timur ini.

Ikuti info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Dari mana asal patung gajah tersebut?

Patung berasal dari Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur, dan dibuat oleh pengrajin lokal.

2. Siapa yang menggagas pembuatan patung?

Gagasan tersebut datang dari Muhammad Yasin Bowo, pencetus Santri Bersatu di Kongbeng.

3. Mengapa memilih bentuk gajah?

Menurut Bowo, gajah menggambarkan kekuatan, keseriusan, kewibawaan, dan toleransi.

4. Untuk siapa patung tersebut dibuat?

Patung dibuat sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih Santri Bersatu kepada Joko Widodo.

5. Mengapa patung dibawa ke Solo?

Patung dibawa ke Solo untuk disampaikan kepada Joko Widodo pada Jumat (11/9).

6. Berapa biaya pembuatan patung?

Biaya pembuatan diperkirakan sekitar Rp60 juta. Dengan perjalanan dan pengiriman, total pengeluaran disebut sekitar Rp90 juta.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Kaltim Post", dengan judul "Bukan Sekadar Patung Gajah, Ini Alasan Warga Kutim Membawanya ke Solo",oleh penulis Jufriadi. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Sumber : Kaltim Post
Kongbeng patung gajah jokowi kutai timur