Kadar Garam Sungai Sangatta Sempat Lampaui Baku Mutu, IPA Kabo Masih Aman

Ahla Najwa • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:48 WIB
Kondisi Sungai Sangatta saat kemarau memicu peningkatan kadar klorida akibat potensi intrusi air laut. (DOK. IST/KP)
Kondisi Sungai Sangatta saat kemarau memicu peningkatan kadar klorida akibat potensi intrusi air laut. (DOK. IST/KP)

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Kadar klorida Sungai Sangatta sempat mencapai 315,6 ppm, tetapi Perumdam TTB memastikan air baku IPA Kabo masih aman.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kemarau mulai memengaruhi kondisi Sungai Sangatta di Kutai Timur. Kadar klorida di salah satu titik pemantauan bahkan sempat melewati ambang baku mutu air baku.

Kondisi ini berkaitan dengan potensi intrusi air laut, ketika debit air tawar menurun sehingga pengaruh air laut dapat bergerak lebih jauh ke bagian hulu sungai.

Meski terdapat lonjakan kadar garam di Jembatan Kampung Kajang, Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB) Kutim memastikan kondisi di sekitar intake IPA Kabo masih aman, Ces!

Kadar Klorida Sungai Sangatta Naik hingga 315,6 Ppm

Perumdam TTB melakukan pemantauan berkala untuk mengetahui pergerakan intrusi air laut di sepanjang aliran Sungai Sangatta.

Direktur Utama Perumdam TTB Kutim Suparjan mengatakan pengujian dilakukan secara bertahap, terutama ketika kondisi air sungai sedang pasang.

Pemantauan tersebut menggunakan kadar klorida sebagai salah satu indikator untuk melihat pengaruh masuknya air laut ke aliran sungai.

Ambang maksimum baku mutu kadar garam untuk air baku yang digunakan dalam pemantauan ditetapkan sebesar 300 ppm.

Data pemantauan menunjukkan perubahan cukup tajam di Jembatan Kampung Kajang selama Agustus 2026.

Pada 16 Agustus pukul 09.00 WITA, kadar klorida masih berada di angka 0,2 ppm. Empat hari kemudian, angka tersebut meningkat menjadi 59,7 ppm pada pengujian 20 Agustus pukul 16.30 WITA.

Lonjakan terjadi pada 24 Agustus pukul 08.00 WITA ketika kadar klorida mencapai 315,6 ppm, atau melewati ambang 300 ppm.

Baca Juga: Cegah Bencana Karhutla Bupati Kutim Minta Seluruh Posko Siaga 24 Jam dan Larang Bakar Lahan

Mengapa Kadar Garam Sungai Sangatta Bisa Meningkat?

Kemarau membuat debit air tawar yang mengalir menuju muara berkurang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan pengaruh air laut ketika sungai mengalami pasang.

Fenomena itu disebut intrusi air laut. Air dengan kadar garam lebih tinggi dapat bergerak masuk ke badan sungai ketika dorongan air tawar melemah.

Kondisi kemarau memang sedang menjadi perhatian di Kalimantan Timur. BMKG mencatat sebagian besar wilayah Kalimantan Timur telah memasuki musim kemarau pada awal Agustus 2026.

BMKG juga mencatat El Niño berada pada intensitas sangat kuat pada Dasarian II Agustus dengan nilai indeks Nino3.4 mencapai +2,99.

Puncak kemarau 2026 sendiri diperkirakan berlangsung pada periode Juli hingga September, dengan Agustus menjadi salah satu periode puncaknya.

Apakah Air IPA Kabo Ikut Tercemar Air Laut?

Belum. Hasil pemeriksaan di titik lain menunjukkan air baku yang menuju intake IPA Kabo masih berada dalam kondisi aman.

Pada 24 Agustus pukul 10.15 WITA, Perumdam mengambil sampel di kawasan Porodisa yang berada sekitar 3 kilometer di hilir intake IPA Kabo.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar klorida hanya 2,5 ppm, jauh di bawah ambang 300 ppm.

Suparjan menegaskan, hasil tersebut menunjukkan intrusi air laut yang terpantau di Kampung Kajang belum mencapai titik pengambilan air baku IPA Kabo.

“Hasil uji di daerah Porodisa yang berjarak 3 km di hilir Intake IPA Kabo menunjukkan kadar klorida sebesar 2,5 ppm.”

Dengan hasil tersebut, Perumdam TTB memastikan air baku yang masuk ke IPA Kabo masih laik untuk diproses menjadi air bersih.

Perumdam TTB Perketat Pemantauan Sungai Sangatta

Perbedaan kadar klorida antara Kampung Kajang dan Porodisa menjadi alasan pemantauan terus dilakukan.

Kadar 315,6 ppm di Kampung Kajang menunjukkan pengaruh air laut sudah terdeteksi pada salah satu bagian aliran Sungai Sangatta.

Namun, kadar 2,5 ppm di Porodisa menunjukkan kondisi tersebut belum mencapai area intake IPA Kabo berdasarkan pengujian pada waktu yang sama.

Perumdam TTB akan melanjutkan pengujian secara berkala, terutama ketika terjadi pasang air laut.

Langkah tersebut penting untuk mengetahui apakah intrusi bergerak mendekati sumber air baku atau kembali menurun setelah kondisi pasang berakhir.

Bagi pelanggan, pemantauan menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas air yang diproses dan didistribusikan kepada masyarakat Kutai Timur.

Baca Juga: Penanganan Permanen Oprit Jembatan Lembak Diusulkan 2027 Pemkab Kutim Pasang Plat Baja

Apa Dampaknya Jika Intrusi Air Laut Mencapai Intake?

Jika kadar garam meningkat hingga mendekati atau melewati batas pengolahan di sekitar intake, proses produksi air bersih dapat menghadapi tantangan lebih besar.

Air baku dengan kadar klorida tinggi membutuhkan perhatian khusus karena kualitas sumber air dapat berubah mengikuti kondisi pasang, debit sungai, dan musim.

Karena itu, pengawasan tidak cukup dilakukan hanya ketika kadar garam sudah melewati ambang di satu titik.

Pergerakan intrusi perlu dipantau dari beberapa lokasi agar Perumdam memiliki gambaran mengenai arah dan perkembangan air asin.

Situasi Sungai Sangatta saat ini menjadi pengingat bahwa musim kemarau dapat memberikan dampak lanjutan terhadap pengelolaan air baku.

Poin Penting:

Insight Redaksi

Lonjakan kadar garam di Sungai Sangatta menunjukkan dampak kemarau tidak selalu terlihat dari debit air yang menurun. Perubahan kualitas sumber air juga perlu diperhatikan. Saat ini intake IPA Kabo masih aman berdasarkan hasil pengujian, tetapi pemantauan berkala tetap menjadi langkah penting karena kondisi intrusi dapat berubah mengikuti pasang dan debit sungai.

Kalau informasi ini terasa penting, bagikan ke keluarga dan warga Kutai Timur agar semakin banyak yang memahami kondisi sumber air baku. Ikuti terus Balikpapan TV, Ces!

FAQ

1. Berapa kadar klorida tertinggi yang terukur di Sungai Sangatta?

Kadar klorida tertinggi dalam data pemantauan tersebut mencapai 315,6 ppm di Jembatan Kampung Kajang pada 24 Agustus 2026.

2. Berapa ambang baku mutu kadar klorida?

Ambang maksimum yang digunakan dalam pemantauan Perumdam TTB adalah 300 ppm.

3. Apakah air baku IPA Kabo masih aman?

Perumdam TTB memastikan air baku IPA Kabo masih aman berdasarkan hasil pengujian di Porodisa yang mencatat kadar klorida 2,5 ppm.

4. Apa penyebab kadar garam Sungai Sangatta meningkat?

Kemarau menurunkan debit air tawar sehingga pengaruh air laut berpotensi bergerak lebih jauh ke bagian hulu ketika terjadi pasang.

5. Apa langkah Perumdam TTB selanjutnya?

Perumdam TTB melanjutkan pemantauan kadar klorida di sejumlah titik Sungai Sangatta, terutama ketika air dalam kondisi pasang.

Sumber Informasi

Kaltim Post, artikel “Kadar Garam Sungai Sangatta Sempat Lampaui Baku Mutu, Perumdam Pastikan IPA Kabo Masih Aman”, ditulis Jufriadi dan diterbitkan 26 Agustus 2026. Diolah kembali dengan angle dan gaya pemberitaan balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
IPA Kabo Perumdam TTB Intrusi Air Laut sungai sangatta