Siaga Musim Kemarau, HPM dan Manggala Agni Latih 90 Personel Cegah Karhutla di Kutim

Ahla Najwa • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:53 WIB
Ilustrasi peserta simulasi pemadaman Karhutla PT HPM bersama Manggala Agni mengikuti latihan kesiapsiagaan dan pengendalian kebakaran hutan (BTV/AI)
Ilustrasi peserta simulasi pemadaman Karhutla PT HPM bersama Manggala Agni mengikuti latihan kesiapsiagaan dan pengendalian kebakaran hutan (BTV/AI)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Latihan memperkuat kesiapan personel, deteksi dini, sarana pemadam, serta kolaborasi pencegahan karhutla di Kutai Timur.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! PT Hamparan Perkasa Mandiri bersama Manggala Agni melatih 90 personel pengendalian karhutla di Desa Rantau Sentosa, Kutai Timur, menghadapi musim kemarau.

Musim kemarau tahun ini perlu perhatian khusus karena BMKG memprediksi Agustus menjadi periode puncak kemarau di sebagian besar Kalimantan. Kesiapan dari sekarang jadi kunci, Ces.

Mengapa latihan karhutla digelar menjelang puncak kemarau?

Latihan pengendalian kebakaran hutan dan lahan digelar PT Hamparan Perkasa Mandiri (HPM), bagian dari PT Triputra Agro Persada Tbk, bersama Manggala Agni DAOPS Kalimantan XIII-Sangkima.

Kegiatan berlangsung di wilayah operasional HPM, Desa Rantau Sentosa, Kecamatan Busang, Kutai Timur.

Sebanyak 90 personel satuan tugas pengendalian karhutla dari sejumlah perusahaan dalam TAP Grup mengikuti pelatihan tersebut.

Peserta dibagi dalam dua batch. Masing-masing batch menjalani pembekalan teori dan praktik simulasi selama tiga hari.

Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif TAP untuk Negeri yang menempatkan kesiapsiagaan karhutla sebagai bagian dari komitmen pengelolaan lingkungan.

Momentum pelatihan juga relevan dengan kondisi iklim 2026. BMKG memperkirakan sebagian besar Kalimantan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus, sementara musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering dari kondisi normal.

Baca Juga: Dana Kurang Bayar DBH Kutim Rp1,29 Triliun Belum Cair, Pemkab Masih Menanti

Apa saja kemampuan yang diasah personel?

Materi pelatihan dirancang agar peserta memahami penanganan kebakaran sejak tahap pencegahan hingga respons di lapangan.

Kepala DAOPS Manggala Agni Kalimantan XIII-Sangkima Bambang Supriyadi menyebut kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas personel perusahaan dalam menghadapi potensi karhutla.

Pembelajaran berlangsung melalui kelas, pengenalan peralatan pemadam, simulasi penggunaan alat, serta praktik teknik pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Pendekatan tersebut penting karena respons awal menentukan kemampuan tim membatasi perkembangan api sebelum meluas ke area lain.

Bagi wilayah operasional perkebunan, kemampuan membaca kondisi lapangan dan menggunakan peralatan secara tepat menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan.

HPM mengandalkan pencegahan, deteksi dini, dan satgas

Senior Estate Manager PT HPM Jabeglin Purba mengatakan penguatan kemampuan satgas menjadi bagian dari kesiapan perusahaan menghadapi risiko kebakaran.

Menurut Jabeglin, upaya tersebut didukung sarana dan prasarana, pembentukan serta pelatihan satgas pengendalian karhutla, deteksi dini, sosialisasi, hingga program penghargaan bagi desa bebas kebakaran.

“Perusahaan memiliki komitmen kuat untuk tidak melakukan pembukaan lahan tanpa membakar, termasuk penyediaan sistem sarana dan prasarana kebakaran berupa pembentukan dan pelatihan satgas dalkarhutla, melakukan deteksi dini kebakaran, sosialisasi dan reward desa bebas kebakaran,” ungkap Jabeglin.

Ilustrasi Senior Estate Manager PT HPM Jabeglin Purba memperkuat satgas karhutla melalui pelatihan, deteksi dini, simulasi pemadaman, dan kesiapan sarana (BTV/AI)
Ilustrasi Senior Estate Manager PT HPM Jabeglin Purba memperkuat satgas karhutla melalui pelatihan, deteksi dini, simulasi pemadaman, dan kesiapan sarana (BTV/AI)

Kerja sama HPM dengan Manggala Agni dalam penguatan kapasitas satgas disebut telah berjalan sejak 2016.

Dalam latihan kali ini, peserta juga mempelajari kebijakan dan regulasi pengelolaan karhutla, jenis serta fungsi alat pemadam, kemudian menerapkannya melalui simulasi lapangan.

Pola tersebut menunjukkan bahwa pengendalian karhutla membutuhkan kesiapan manusia sekaligus dukungan peralatan dan sistem peringatan awal.

Kesiapsiagaan Kutim memang sedang diperkuat lintas sektor

Pelatihan HPM dan Manggala Agni berlangsung ketika Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga memperkuat mitigasi menghadapi musim kemarau dan potensi dampak El Niño.

Pada 8 Juli 2026, Forkopimda Kutim membahas penguatan mitigasi karhutla, ketersediaan air bersih, ketahanan pangan, serta kesiapan daerah menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.

Pemkab Kutim juga mendorong kesiapsiagaan lintas sektor karena risiko kebakaran berkaitan dengan kondisi lingkungan, aktivitas masyarakat, serta kemampuan respons ketika titik api muncul.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutim sebelumnya juga mendorong penguatan Relawan Pemadam Kebakaran hingga tingkat desa dan RT sebagai bagian dari respons awal terhadap risiko kebakaran.

Konteks ini membuat pelatihan personel perusahaan punya arti bagi sistem kesiapsiagaan daerah. Semakin banyak unsur memiliki kemampuan dasar penanganan, semakin cepat potensi kejadian dapat dilaporkan dan direspons.

Di tingkat provinsi, BPBD Kalimantan Timur juga memperkuat pemantauan hotspot melalui data satelit dan koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota untuk memvalidasi titik panas menjadi informasi kebakaran yang perlu ditangani.

Baca Juga: 463 Keluarga di Kaubun Berisiko Stunting, Pemkab Kutim Gencarkan Jemput Bola

Mengapa pencegahan menjadi kunci di Kalimantan Timur?

Karhutla dapat berkembang cepat ketika vegetasi mengering, curah hujan berkurang, dan angin mendukung penyebaran api.

BMKG pada Juli 2026 mencatat musim kemarau telah meluas hingga 72,8 persen Zona Musim di Indonesia. Kondisi kering juga menjadi perhatian karena curah hujan rendah mendominasi sebagian besar wilayah.

Untuk Kalimantan Timur, BMKG Samarinda memperkirakan awal musim kemarau berlangsung bertahap mulai pertengahan Juni hingga awal Agustus, dengan puncak pada Agustus.

Artinya, pencegahan perlu berjalan sebelum api muncul. Deteksi dini, kesiapan personel, pemeliharaan peralatan, komunikasi antarpihak, serta edukasi masyarakat menjadi satu rangkaian yang saling mendukung.

Bagi masyarakat Kutai Timur, dampaknya berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan, aktivitas ekonomi, kesehatan, dan keamanan kawasan sekitar permukiman maupun lahan usaha.

Kolaborasi perusahaan dan masyarakat menjadi bagian penting

Pembina Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Perkebunan Kutai Timur Martang mengapresiasi konsistensi HPM menyelenggarakan pelatihan pengelolaan karhutla setiap tahun.

Ia menyebut Pemkab Kutim telah membentuk lima Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di Kecamatan Busang. Setiap kelompok juga telah dibekali peralatan pemadam kebakaran.

Martang mengajak perusahaan dan KTPA menjalankan pencegahan, penanggulangan, hingga penanganan pascakebakaran agar kejadian karhutla di Kutim dapat ditekan.

Langkah ini memperlihatkan bahwa pengendalian kebakaran membutuhkan pembagian peran. Perusahaan menyiapkan sumber daya, pemerintah menguatkan koordinasi, sedangkan masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan di tingkat tapak.

Model kolaborasi semacam ini relevan bagi Kutai Timur yang memiliki wilayah luas dan karakter geografis beragam. Respons awal dari unsur terdekat dapat menjadi faktor penting sebelum dukungan lebih luas tiba.

Baca Juga: Miau Baru Utara Belum Jadi Desa Definitif, Terkendala Batas Kutim-Berau

Poin Penting

Insight Redaksi

Latihan ini menunjukkan bahwa karhutla bukan urusan pemadam saja. Perusahaan, KTPA, pemerintah, aparat, dan warga perlu punya kemampuan dasar yang nyambung. Di Kutim, kesiapan dari tingkat tapak justru jadi modal paling penting. Kada cukup menunggu api muncul, Ces.

Pengawasan titik panas perlu disambungkan dengan laporan warga dan kesiapan tim terdekat. Bubuhan di sekitar kawasan rawan juga punya peran besar melaporkan asap atau api sejak awal.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham pentingnya kesiapan menghadapi karhutla di Kutim.

Musim kemarau bukan waktu menunggu asap muncul. Ikuti informasi terbaru seputar Kaltim dan langkah pencegahan bencana hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana latihan pengendalian karhutla HPM berlangsung?

Latihan berlangsung di wilayah operasional PT HPM, Desa Rantau Sentosa, Kecamatan Busang, Kutai Timur.

2. Berapa personel yang mengikuti pelatihan?

Sebanyak 90 personel satuan tugas pengendalian karhutla dari sejumlah perusahaan dalam TAP Grup.

3. Siapa yang memberikan pelatihan?

Pelatihan melibatkan Manggala Agni DAOPS Kalimantan XIII-Sangkima bersama PT HPM.

4. Berapa lama pelatihan berlangsung?

Kegiatan dibagi dua batch, dengan rangkaian teori dan praktik selama tiga hari pada masing-masing batch.

5. Mengapa kesiapsiagaan karhutla penting pada 2026?

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada Juli hingga September, dengan Agustus menjadi periode puncak di sebagian besar wilayah Kalimantan.

Sumber Informasi

Kaltim Post, “Siaga Musim Kemarau, PT HPM dan Manggala Agni Gelar Latihan Pengendalian Karhutla di Kutim”, oleh Redaksi KP. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id. Artikel juga diperkaya dengan konteks dari BMKG, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
pengendalian karhutla Kutai Timur Manggala Agni Kelompok Tani Peduli Api