Durasi Baca: 4 Menit
Jalan Nasional Bengalon Ambles, Akses Lima Kecamatan Kutai Timur Terancam Terganggu
Ikhtisar: Kerusakan di Jembatan Lembak Bengalon memicu kekhawatiran warga karena menjadi jalur vital menuju wilayah pesisir utara Kutai Timur dan Kabupaten Berau.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kerusakan pada ruas jalan nasional di antara Desa Sepaso Timur dan Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, kembali menjadi perhatian. Amblesnya badan jalan di sisi Jembatan Lembak dikhawatirkan mengganggu mobilitas masyarakat karena jalur tersebut merupakan akses darat utama menuju sejumlah kecamatan di pesisir utara Kutai Timur.
Kondisi itu juga memunculkan kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan. Warga menilai perbaikan yang selama ini dilakukan hanya bersifat sementara sehingga kerusakan terus berulang.
Mengapa kerusakan Jembatan Lembak menjadi perhatian?
Kerusakan terparah berada di sambungan antara badan jalan dan Jembatan Lembak. Warga menyebut permukaan jalan mengalami penurunan hingga sekitar setengah meter akibat amblesnya bagian pondasi sambungan jembatan.
Salah seorang warga Bengalon, Afi, mengatakan kondisi tersebut sudah beberapa kali menjadi perhatian masyarakat.
"Kondisi jalan badan nasional yang berada di antara Desa Sepaso Timur dengan Desa Sepaso ini sudah beberapa kali viral karena jembatan itu sudah retak," ujarnya, Jumat (7/8).
Menurutnya, sekitar satu bulan lalu lokasi tersebut sempat diperbaiki melalui penimbunan. Namun perbaikan itu tidak bertahan lama.
"Sebulan lalu sudah ditambal, tapi hanya ditambal saja, tidak permanen. Baru satu bulan, jalannya turun lagi, bahkan lebih parah sekarang," katanya.
Baca Juga: Janji Revitalisasi STIPER Kutim Belum Terlihat, BEM Minta Pemkab Segera Bertindak
Jalur vital bagi lima kecamatan hingga akses ke Berau
Jembatan Lembak memiliki peran penting karena menghubungkan Kecamatan Bengalon dengan Kaubun, Kaliorang, Sangkulirang, Karangan, Sandaran, serta menjadi jalur menuju Kabupaten Berau. Praktis, ruas jalan nasional ini menjadi satu-satunya akses darat bagi aktivitas masyarakat maupun distribusi logistik di kawasan tersebut.
Apabila kerusakan semakin parah, dampaknya tidak hanya dirasakan pengguna jalan harian, tetapi juga sektor pertambangan, perkebunan, pertanian, hingga distribusi kebutuhan pokok.
Warga mengaku kecelakaan sudah beberapa kali terjadi
Selain menghambat mobilitas, perbedaan tinggi permukaan jalan di sekitar jembatan disebut meningkatkan risiko kecelakaan.
Afi mengungkapkan pengendara sepeda motor beberapa kali terjatuh, terutama saat melintasi lokasi pada pagi hari.
"Sering ada ibu-ibu jatuh motor saat mengantar anak sekolah. Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan di situ," ucapnya.
Karena itu, masyarakat berharap perbaikan permanen segera dilakukan sebelum kerusakan berkembang menjadi kegagalan struktur yang lebih serius.
Baca Juga: Koalisi Pers dan Masyarakat Sipil di Kutai Timur Serukan Perlindungan Kebebasan Pers
Warga minta BPJN segera melakukan perbaikan permanen
Masyarakat meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) segera mengambil langkah penanganan permanen, bukan sekadar penimbunan sementara.
"Jangan sampai kondisinya ambruk dan memakan korban. Kalau sampai ambruk, lima kecamatan bisa lumpuh total, termasuk aktivitas tambang, pertanian, perkebunan, sampai akses menuju Berau," tegas Afi.
Berdasarkan keterangan warga yang telah lama menetap di Bengalon, Jembatan Lembak diperkirakan dibangun pada kisaran 1985 hingga 1987 sehingga usianya kini telah mencapai sekitar empat dekade. Hingga Jumat (7/8), belum ada keterangan resmi dari BPJN mengenai jadwal maupun metode perbaikan permanen di lokasi tersebut.
Poin Penting
- Badan jalan di sisi Jembatan Lembak mengalami ambles sekitar setengah meter.
- Lokasi berada di ruas jalan nasional Desa Sepaso Timur-Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon.
- Jalur tersebut menjadi akses utama menuju lima kecamatan pesisir Kutai Timur dan Kabupaten Berau.
- Warga menyebut perbaikan sebelumnya hanya bersifat sementara.
- Belum ada keterangan resmi BPJN terkait penanganan permanen.
Insight Redaksi
Kerusakan jalan nasional di jalur strategis seperti Bengalon bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan dan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat. Perbaikan sementara memang dapat menjaga arus lalu lintas dalam jangka pendek, namun ketika kerusakan terus berulang, evaluasi menyeluruh terhadap struktur jembatan menjadi kebutuhan yang sulit ditunda. Kada cukup hanya tambal sulam.
Pantauan kondisi lapangan dan informasi resmi dari BPJN perlu disampaikan secara berkala agar masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan dengan aman.
Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak pengguna jalan yang mengetahui kondisi terkini di lokasi tersebut.
Tetap ikuti perkembangan infrastruktur, lalu lintas, dan informasi daerah hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Di mana lokasi jalan yang ambles?
Di ruas jalan nasional antara Desa Sepaso Timur dan Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur.
2. Apa penyebab badan jalan turun?
Warga menduga terjadi penurunan pada sambungan pondasi Jembatan Lembak sehingga badan jalan ikut ambles.
3. Mengapa jalan ini sangat penting?
Karena menjadi akses darat utama menuju sejumlah kecamatan di pesisir utara Kutai Timur hingga Kabupaten Berau.
4. Apakah sudah pernah diperbaiki?
Ya. Sekitar sebulan sebelumnya dilakukan penimbunan, tetapi warga menilai perbaikannya belum permanen.
5. Apakah sudah ada penjelasan resmi dari BPJN?
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai rencana penanganan permanen.
Sumber Informasi: Media Kaltim Post, dengan judul "Badan Jalan di Ujung Jembatan Bengalon Kutim Ambles, Warga Khawatir Putus Akses Lima Kecamatan", oleh Jufriadi. Artikel diperbarui dengan angle dan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma