Janji Revitalisasi STIPER Kutim Belum Terlihat, BEM Minta Pemkab Segera Bertindak

Ahla Najwa • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 16:01 WIB
BEM STIPER Kutai Timur menuntut kejelasan pembentukan tim revitalisasi kampus yang dijanjikan pemerintah daerah. (DOK. JUFRIADI/KP)
BEM STIPER Kutai Timur menuntut kejelasan pembentukan tim revitalisasi kampus yang dijanjikan pemerintah daerah. (DOK. JUFRIADI/KP)

Durasi Baca: 5 Menit

Topik: Komitmen revitalisasi STIPER Kutai Timur kembali dipertanyakan mahasiswa setelah belum ada tindak lanjut

Ikhtisar: BEM STIPER Kutai Timur meminta kejelasan realisasi tim revitalisasi kampus yang dijanjikan pemerintah daerah agar pembenahan kampus segera memasuki tahap pelaksanaan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIPER Kutai Timur kembali menagih tindak lanjut komitmen revitalisasi kampus yang pernah disampaikan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam pertemuan bersama mahasiswa, yayasan, dan pihak kampus pada 10 Juni 2026. Hingga awal Agustus, mahasiswa menyatakan belum memperoleh kepastian mengenai pembentukan tim revitalisasi yang dijanjikan.

Komitmen tersebut dinilai penting karena menjadi titik awal penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian civitas akademika, mulai dari tata kelola kelembagaan hingga peningkatan mutu pendidikan.

Persoalan ini bukan sekadar urusan administrasi kampus. Kejelasan langkah pemerintah menjadi perhatian ribuan mahasiswa yang berharap perubahan segera terealisasi. Ikuti pembahasannya sampai tuntas, Ces!

Mengapa BEM STIPER Kutim Kembali Menyuarakan Tuntutan?

Sekitar dua bulan setelah pertemuan dengan pemerintah daerah digelar, mahasiswa mengaku belum menerima perkembangan resmi mengenai pembentukan tim revitalisasi.

Padahal, dalam forum tersebut seluruh pihak telah membahas langkah awal untuk memperbaiki berbagai persoalan yang dihadapi STIPER Kutai Timur melalui mekanisme revitalisasi kampus.

Presiden BEM STIPER Kutai Timur, Yosua Sihotang, mengatakan mahasiswa tetap menghargai komitmen yang telah disampaikan pemerintah.

"Kami tentu menyambut baik komitmen tersebut. Namun, hingga saat ini kami masih menunggu kejelasan mengenai perkembangan serta tindak lanjut dari rencana yang telah disampaikan. Harapan kami, komitmen itu dapat segera diwujudkan dalam langkah yang nyata dan tidak berhenti sebatas hasil pertemuan," ujarnya, Senin (3/8).

Menurutnya, kejelasan implementasi jauh lebih penting dibanding sekadar kesepakatan dalam forum diskusi.

Baca Juga: Koalisi Pers dan Masyarakat Sipil di Kutai Timur Serukan Perlindungan Kebebasan Pers

Apa yang Menjadi Fokus Revitalisasi Kampus?

Dalam pembahasan sebelumnya, revitalisasi diposisikan sebagai upaya menyelesaikan sejumlah persoalan mendasar yang dihadapi STIPER Kutai Timur.

Perbaikan yang diharapkan mencakup aspek tata kelola kelembagaan, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan manajemen kampus, hingga terciptanya sistem akademik yang lebih baik bagi mahasiswa.

Mahasiswa menilai pembentukan tim revitalisasi menjadi pintu masuk untuk memastikan seluruh proses berjalan secara terarah, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dan memiliki target yang jelas.

Karena itu, belum terbentuknya tim tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan komitmen yang telah disampaikan pemerintah daerah.

BEM Tegaskan Fungsi Pengawasan, Bukan Menyalahkan Pihak Tertentu

Yosua menegaskan pernyataan yang disampaikan BEM bukan bertujuan menyudutkan pemerintah maupun pihak kampus.

Menurutnya, organisasi mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan yang berkaitan langsung dengan masa depan pendidikan.

"Apa yang kami sampaikan bukan bentuk upaya menyalahkan atau menyudutkan pihak tertentu. Sebagai representasi mahasiswa, BEM memiliki tanggung jawab untuk mengawal setiap komitmen yang berkaitan dengan kepentingan mahasiswa dan masa depan STIPER Kutai Timur," katanya.

BEM juga menyampaikan bahwa pengawasan terhadap proses revitalisasi akan dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab sesuai fungsi organisasi kemahasiswaan.

Mengapa Kejelasan Revitalisasi Menjadi Penting?

Bagi mahasiswa, revitalisasi bukan hanya soal pembentukan tim, tetapi menyangkut keberlanjutan kualitas institusi pendidikan.

Semakin cepat tahapan revitalisasi dimulai, semakin besar peluang berbagai persoalan kampus memperoleh penyelesaian secara bertahap melalui mekanisme yang terukur.

Sebaliknya, apabila tindak lanjut terus tertunda, ketidakpastian dapat memengaruhi kepercayaan mahasiswa terhadap proses pembenahan yang sebelumnya telah disepakati bersama.

Karena itu, mahasiswa berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian mengenai perkembangan pembentukan tim revitalisasi beserta tahapan kerja selanjutnya.

Di sisi lain, BEM memastikan tetap mengedepankan komunikasi konstruktif dengan seluruh pihak agar proses pembenahan kampus berjalan sesuai tujuan awal.

"Kami berharap revitalisasi kampus dapat berjalan dengan baik dan membawa perubahan yang benar-benar dirasakan oleh seluruh civitas akademika. BEM STIPER Kutai Timur akan terus mengawal proses ini secara kritis, terbuka, dan bertanggung jawab demi kemajuan pendidikan di Kutai Timur," tutup Yosua.

Baca Juga: DPRD Kutim Minta PAD Dioptimalkan dan DTKS Dibenahi, Ini Catatan APBD 2025

Poin Penting

Insight Redaksi

Komitmen publik akan memiliki makna ketika diikuti langkah nyata yang dapat diukur. Dalam isu pendidikan tinggi, komunikasi yang terbuka menjadi sama pentingnya dengan pelaksanaan program. Kada cukup hanya menyampaikan janji di ruang rapat, perkembangan juga perlu disampaikan secara berkala agar kepercayaan seluruh civitas akademika tetap terjaga. Pemerintah daerah, yayasan, dan kampus perlu menetapkan target bersama beserta jadwal pelaksanaannya sehingga proses revitalisasi memiliki arah yang jelas.

Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang memahami perkembangan dunia pendidikan di Kutai Timur.

Masih ingin mengikuti perkembangan pendidikan, pemerintahan, dan isu daerah terkini? Tetap update hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa yang dituntut BEM STIPER Kutai Timur?

Mahasiswa meminta kepastian mengenai pembentukan tim revitalisasi kampus yang sebelumnya telah dijanjikan.

2. Kapan komitmen revitalisasi disampaikan?

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung pada 10 Juni 2026.

3. Siapa saja yang hadir dalam pertemuan tersebut?

Pertemuan melibatkan mahasiswa, pihak rektorat, yayasan, dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

4. Apa tujuan revitalisasi STIPER Kutai Timur?

Untuk membenahi tata kelola kampus sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengelolaan institusi.

5. Apakah BEM menyalahkan pemerintah?

Tidak. BEM menegaskan sikapnya merupakan bentuk pengawasan terhadap komitmen yang telah disampaikan.

Sumber Informasi

Media Kaltimpost.id, dengan judul "Janji Revitalisasi Kampus Belum Berjalan, BEM STIPER Kutim Tagih Komitmen Pemkab", oleh Jufriadi. Artikel diperbarui dengan angle dan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
BEM STIPER Kutai Timur Revitalisasi STIPER Kutim Pemkab Kutai Timur