Antrean BBM Bersubsidi Mengular di Kutai Timur, Disperindag: Masalahnya Pasokan, Bukan Kuota

Ahla Najwa • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 13:37 WIB
Kendaraan mengantre panjang di SPBU Kutai Timur akibat keterbatasan pasokan BBM bersubsidi sementara pemerintah mengawasi (BTV/AI)
Ilustrasi Kendaraan mengantre panjang di SPBU Kutai Timur akibat keterbatasan pasokan BBM bersubsidi sementara pemerintah mengawasi (BTV/AI)

Durasi Baca: 4 menit

Topik: Pasokan BBM bersubsidi belum memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Kutai Timur

Ikhtisar: Keterbatasan pasokan BBM bersubsidi memicu antrean panjang di sejumlah SPBU Kutai Timur. Pemerintah memastikan kuota tidak berkurang serta memperketat pengawasan distribusi.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Antrean panjang kendaraan kembali terlihat di sejumlah SPBU Kabupaten Kutai Timur dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah menegaskan kondisi tersebut dipicu terbatasnya pasokan BBM bersubsidi yang diterima daerah, bukan karena pengurangan kuota.

Fenomena ini kembali menjadi perhatian masyarakat. Cari tahu penyebabnya, dampaknya, hingga langkah pemerintah mengatasinya, Ces!

Mengapa antrean BBM bersubsidi kembali terjadi di Kutai Timur?

Deretan kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Kutai Timur. Pada beberapa lokasi, antrean bahkan mencapai ratusan meter hingga memakan sebagian bahu jalan.

Tidak sedikit pengendara memilih datang lebih awal sebelum mobil tangki pengangkut BBM tiba. Mereka berharap memperoleh jatah bahan bakar sebelum persediaan kembali habis.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Nora Ramadani, menjelaskan kondisi tersebut terjadi karena pasokan BBM bersubsidi yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat.

"Produksi BBM bersubsidi dari Pertamina saat ini memang sangat sedikit, sehingga barangnya menjadi langka dan masyarakat berebut mendapatkan pasokan yang tersedia," ujar Nora Ramadani, Selasa (28/7).

Menurutnya, kelangkaan yang dirasakan masyarakat bukan dipicu berkurangnya alokasi kuota BBM bersubsidi untuk Kutai Timur.

Baca Juga: Nekat Curi Motor Demi Menikah, Pria di Kutim Ditangkap Bersama Calon Mempelai Wanita di Penginapan

Kuota BBM subsidi disebut tetap, persoalan ada pada ketersediaan pasokan

Disperindag Kutai Timur memastikan hingga saat ini belum menerima informasi mengenai pengurangan kuota BBM bersubsidi dari pemerintah pusat.

Nora menegaskan akar persoalan berada pada keterbatasan ketersediaan barang yang didistribusikan ke daerah.

"Jadi persoalannya bukan di kuota, melainkan pada ketersediaan barang," katanya.

Secara nasional, Pertamina Patra Niaga menyatakan terus melakukan pemantauan distribusi BBM secara real time dan mengoptimalkan penyaluran ke wilayah yang mengalami lonjakan permintaan. Sejumlah daerah di Kalimantan juga masuk dalam wilayah yang mendapat perhatian distribusi.

Disperindag minta SPBU memperketat penyaluran BBM subsidi

Di tengah keterbatasan pasokan, pemerintah daerah meminta seluruh pengelola SPBU meningkatkan pengawasan saat melayani pembelian BBM bersubsidi.

Permintaan itu muncul setelah adanya laporan kendaraan dengan kapasitas mesin besar yang diduga masih memperoleh BBM subsidi.

"Kendaraan dengan kapasitas mesin tinggi atau yang tergolong mewah seharusnya tidak dilayani untuk membeli BBM bersubsidi," tegas Nora.

Selain itu, Disperindag mengingatkan praktik membeli BBM subsidi untuk dijual kembali merupakan pelanggaran yang telah diatur dalam Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi.

"BBM bersubsidi tidak boleh dibeli untuk dijual kembali. Larangan itu sudah diatur dalam Undang-Undang Migas dan pelanggar bisa diproses secara pidana tanpa harus menunggu aturan daerah," jelasnya.

Apabila penyalahgunaan semakin meluas, pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan membahas langkah penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Koordinasi dengan kepolisian dilakukan untuk mengurai antrean

Selain memperketat pengawasan distribusi, Disperindag Kutai Timur juga meminta setiap SPBU berkoordinasi dengan kepolisian serta Dinas Perhubungan.

Langkah tersebut dilakukan agar antrean kendaraan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas masyarakat di sekitar lokasi SPBU.

Pemerintah berharap distribusi BBM dapat kembali berjalan lebih lancar ketika pasokan meningkat sehingga antrean panjang dapat berangsur berkurang.

Baca Juga: Penerbangan Umum Bandara Tanjung Bara Mulai Dibuka, Ini Jadwalnya

Poin Penting:

Insight Redaksi: Antrean BBM berulang menunjukkan persoalan distribusi energi di daerah belum sepenuhnya stabil. Ketika pasokan terbatas, pengawasan menjadi sama pentingnya dengan distribusi. Jangan sampai BBM subsidi justru dinikmati pihak yang tidak berhak. Ini perlu pengawasan bersama. Kada cukup hanya mengandalkan penambahan pasokan.

Rekomendasi: Pengawasan digital distribusi dan koordinasi lintas instansi perlu diperkuat agar antrean tidak terus berulang saat pasokan terbatas.

Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak masyarakat memahami penyebab antrean BBM bersubsidi serta pentingnya penggunaan sesuai aturan.

Masih ingin mengikuti perkembangan informasi Kalimantan Timur yang akurat dan mudah dipahami? Tetap update bersama Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa antrean BBM bersubsidi terjadi di Kutai Timur?

Karena pasokan BBM bersubsidi yang diterima daerah belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

2. Apakah kuota BBM subsidi Kutai Timur dikurangi?

Tidak. Disperindag menyatakan belum ada informasi mengenai pengurangan kuota.

3. Siapa yang tidak berhak membeli BBM subsidi?

Kendaraan dengan kapasitas mesin besar atau kategori mewah tidak seharusnya menggunakan BBM bersubsidi.

4. Apakah menjual kembali BBM subsidi diperbolehkan?

Tidak. Tindakan tersebut melanggar Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi dan dapat diproses secara pidana.

5. Apa langkah pemerintah mengatasi antrean?

Disperindag meminta SPBU memperketat pengawasan distribusi serta berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan.

Sumber Informasi: Media Kaltim Post, dengan judul "Pasokan BBM Bersubsidi Belum Penuhi Kebutuhan, Antrean Kendaraan Mengular di Sejumlah SPBU Kutim", oleh penulis Jufriadi. Artikel diperbarui dengan angle, konteks, dan gaya jurnalistik Balikpapantv.id serta dilengkapi informasi distribusi BBM dari sumber resmi Pertamina.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
antrean BBM Kutai Timur BBM bersubsidi Kutim SPBU Kutai Timur hari ini