Mengenal Kue Lapis Hula-Hula, Wadai Lembut dan Jajanan Tradisional Khas Kalimantan Selatan

Nasya Syafira • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 21:56 WIB
Kue Lapis Hula-Hula khas Banjar tersusun berlapis dengan tekstur lembut dan warna pandan cokelat menggugah selera.
Kue Lapis Hula-Hula khas Banjar tersusun berlapis dengan tekstur lembut dan warna pandan cokelat menggugah selera.

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Kue Lapis Hula-Hula merupakan wadai khas Banjar dengan tekstur lembut, rasa manis, dan lapisan kukus yang khas.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kalau mendengar kue lapis, yang terbayang biasanya jajanan berwarna-warni dengan lapisan kenyal. Di Kalimantan Selatan ada versi berbeda bernama Kue Lapis Hula-Hula, wadai Banjar yang dikenal bertekstur lembut dan kerap hadir sebagai sajian Ramadan.

Kenapa Kue Lapis Hula-Hula berbeda dari kue lapis biasa?

Kue Lapis Hula-Hula merupakan salah satu kue basah tradisional yang dikenal di Banjarmasin dan wilayah Kalimantan Selatan. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan bahkan menyebut hula-hula sebagai kue tradisional khas daerah tersebut.

Penampilannya sederhana. Salah satu versi yang banyak dikenal menggunakan lapisan putih dan cokelat, sementara varian lain memakai pandan sebagai pemberi warna dan aroma.

Teksturnya juga menjadi ciri yang menarik. Resep-resep yang beredar menggambarkan hula-hula sebagai kue yang lembut, manis, dan berbeda dari lapis berbahan tepung beras yang lebih kenyal.

Baca Juga: Mandai, Kulit Cempedak Fermentasi Khas Kalimantan yang Jadi Lauk Favorit

Dari mana karakter rasa lembutnya berasal?

Santan menjadi salah satu bahan penting dalam berbagai resep Kue Lapis Hula-Hula. Telur, gula, tepung terigu, susu kental manis, serta margarin atau mentega juga umum digunakan dalam resep yang terdokumentasi.

Perpaduan tersebut membuat rasa hula-hula cenderung manis dan gurih dengan aroma santan yang khas. Penggunaan pandan atau cokelat kemudian memberikan karakter berbeda pada tiap lapisan.

Ada pula resep yang menggunakan sari pandan alami untuk menghasilkan warna hijau sekaligus aroma pandan. Sementara itu, bubuk cokelat dapat digunakan untuk membuat lapisan berwarna cokelat.

Kenapa proses membuatnya membutuhkan kesabaran?

Nama “lapis” bukan sekadar tampilan. Adonan dikukus secara bertahap sehingga lapisan berikutnya dapat ditambahkan setelah lapisan sebelumnya cukup matang.

Salah satu resep menggunakan waktu sekitar lima menit untuk setiap lapisan, kemudian kue dikukus kembali pada tahap terakhir agar seluruh bagian matang.

Teknik ini membuat pembuatan hula-hula membutuhkan ketelitian. Ketebalan adonan perlu dijaga agar lapisan terlihat rapi ketika kue sudah dipotong.

Setelah matang, kue juga sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sebelum dipotong. Cara tersebut membantu menjaga bentuk lapisan agar tidak mudah bergeser.

Bahan Kue Lapis Hula-Hula apa saja?

Komposisi dapat berbeda sesuai resep dan ukuran loyang. Salah satu resep yang diterbitkan detikFood menggunakan telur ayam, tepung terigu, santan, susu kental manis, gula pasir, dan garam.

Resep lain menambahkan margarin, pandan, atau bubuk cokelat untuk membentuk karakter rasa dan warna yang berbeda.

Untuk membuatnya di rumah, bahan dasar yang dapat digunakan antara lain:

  1. Santan.

  2. Telur ayam.

  3. Tepung terigu.

  4. Gula pasir.

  5. Susu kental manis.

  6. Garam.

  7. Margarin atau mentega.

  8. Daun atau pasta pandan.

  9. Bubuk cokelat untuk varian cokelat.

Komposisi sebaiknya mengikuti satu resep secara utuh karena perbandingan cairan, telur, tepung, dan pemanis memengaruhi tekstur akhir.

Baca Juga: Ayam Cincane Samarinda, Sajian Merah Berempah yang Punya Cerita di Baliknya

Bagaimana cara membuat Kue Lapis Hula-Hula?

Pertama, santan dapat dipanaskan bersama daun pandan dan garam, kemudian didinginkan. Pada tahap berikutnya, telur, gula, susu kental manis, dan tepung dicampurkan hingga menjadi adonan.

Adonan kemudian dibagi menjadi beberapa bagian sesuai warna yang diinginkan. Satu bagian dapat diberi pandan, sedangkan bagian lainnya dibiarkan putih atau diberi cokelat.

Loyang yang sudah disiapkan kemudian digunakan untuk mengukus adonan secara bergantian. Setiap lapisan perlu dikukus terlebih dahulu sebelum adonan berikutnya dituangkan.

Setelah semua lapisan selesai, kue dikukus kembali sampai matang. Kue kemudian didinginkan sebelum dikeluarkan dari loyang dan dipotong.

Apa yang membuat hula-hula dekat dengan tradisi Banjar?

Hula-hula bukan sekadar nama kue yang muncul di daftar jajanan pasar. Di Kalimantan Selatan, keberadaannya masih terlihat dalam kegiatan masyarakat dan sajian Ramadan.

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara mencatat hula-hula sebagai salah satu kue tradisional khas Kalimantan Selatan yang dicari masyarakat ketika berburu takjil.

Di Hulu Sungai Selatan, hula-hula juga menjadi bagian dari kegiatan kuliner daerah. Pada Desember 2024, Pemkab HSS menggelar lomba membuat kue hula-hula dalam rangka peringatan Hari Ibu.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa hula-hula tidak hanya hadir sebagai makanan rumahan, tetapi juga masih memiliki ruang dalam kegiatan sosial dan kuliner masyarakat.

Kue ini paling pas disajikan kapan?

Hula-hula cocok disajikan sebagai kudapan bersama teh atau minuman hangat. Dalam tradisi kuliner Banjar, kue ini juga kerap muncul sebagai pilihan takjil ketika Ramadan.

Potongannya yang lembut membuat kue ini mudah disantap tanpa perlu tambahan pendamping yang rumit. Rasa manis dan gurih santan menjadi karakter utama yang membuatnya cocok sebagai jajanan sore.

Untuk penyajian, pastikan kue sudah benar-benar dingin sebelum dipotong. Pisau yang dilapisi plastik dapat membantu menghasilkan potongan yang lebih rapi dan mengurangi adonan menempel pada pisau.

Apa saja variasi Kue Lapis Hula-Hula?

Varian hula-hula dapat dibuat menggunakan warna dan rasa berbeda. Pandan menjadi salah satu pilihan populer, sedangkan cokelat memberikan warna lebih gelap dan rasa yang berbeda.

Beberapa resep rumahan juga melakukan penyesuaian pada tingkat kemanisan maupun bahan tambahan. Karena itu, tampilan hula-hula yang ditemui di rumah, pasar wadai, atau penjual kue dapat berbeda.

Yang tetap menjadi benang merahnya adalah teknik lapis kukus dan tekstur lembut yang menjadi karakter kue tersebut.

Baca Juga: Nasi Ayam Asan Pontianak, Kuliner Legendaris dengan Isian yang Beragam

Poin Penting

Insight Redaksi

Kue Lapis Hula-Hula memperlihatkan bagaimana jajanan tradisional tetap punya tempat dalam kehidupan masyarakat. Bentuknya sederhana, tetapi proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dari lapisan pertama sampai terakhir. Di Kalimantan Selatan, keberadaannya juga masih terlihat dalam tradisi Ramadan dan kegiatan masyarakat. Jadi, kalau suatu saat menemukan hula-hula di pasar wadai, kue ini bukan sekadar jajanan manis, tetapi bagian dari cerita kuliner Banjar yang masih berjalan.

Kalau Ces punya kesempatan mencicipinya, menarik juga membandingkan versi pandan dan cokelat. Dari satu nama kue, ternyata bisa muncul karakter rasa yang cukup berbeda.

Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Kue Lapis Hula-Hula?

Kue Lapis Hula-Hula adalah kue basah tradisional yang dikenal sebagai wadai khas Banjar dan Kalimantan Selatan.

2. Apakah Kue Lapis Hula-Hula sama dengan kue lapis biasa?

Tidak persis sama. Hula-hula memiliki karakter tekstur dan komposisi berbeda dari sejumlah jenis kue lapis lainnya.

3. Apa bahan utama Kue Lapis Hula-Hula?

Resep yang terdokumentasi umumnya menggunakan santan, telur, gula, tepung, dan susu kental manis, dengan variasi bahan tambahan seperti pandan atau cokelat.

4. Mengapa Kue Lapis Hula-Hula dibuat berlapis?

Adonan dikukus secara bertahap sehingga setiap lapisan terbentuk dengan rapi sebelum lapisan berikutnya ditambahkan.

5. Kapan Kue Lapis Hula-Hula biasanya disajikan?

Hula-hula kerap dijumpai sebagai jajanan tradisional dan pilihan takjil masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya pada Ramadan.

 

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Kuliner Banjar Kuliner Kalimantan Selatan Wadai Banjar Kue Lapis Hula-Hula