Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Amparan Tatak merupakan wadai tradisional Banjar berbahan tepung beras, santan, gula, dan pisang yang dikukus berlapis.
Balikpapan TV - Hai Ces! Amparan Tatak merupakan salah satu wadai tradisional masyarakat Banjar yang dikenal di Kalimantan Selatan dengan tekstur lembut, rasa manis gurih, dan aroma santan.
Wadai ini menarik bukan hanya karena tampilannya berlapis, tetapi juga karena proses pembuatannya membutuhkan ketelitian agar setiap bagian menyatu sempurna. Ces!
Apa Itu Amparan Tatak dan dari Mana Asalnya?
Amparan Tatak dikenal sebagai kue basah tradisional khas Banjar, terutama dalam kuliner Kalimantan Selatan. Sejumlah sumber kuliner menyebutnya sebagai jajanan yang telah lama dikenal masyarakat Banjar.
Dalam kajian tentang kuliner Banjar, Amparan Tatak termasuk kelompok wadai sesumapan, yakni kue tradisional yang proses pematangannya dilakukan dengan cara dikukus. Bahan dasarnya antara lain tepung beras, santan, dan gula.
Nama Amparan Tatak juga sering dikaitkan dengan karakter bentuknya yang tersusun dalam lapisan. Penyebutan dan resepnya dapat mengalami variasi sesuai daerah serta kebiasaan pembuatnya.
Baca Juga: Ayam Cincane Samarinda, Sajian Merah Berempah yang Punya Cerita di Baliknya
Kenapa Amparan Tatak Terlihat Mirip Kue Lapis?
Sekilas, Amparan Tatak memang memiliki tampilan berlapis. Namun, karakter rasanya berbeda karena pisang menjadi bagian penting dalam adonan.
Lapisan bawah biasanya dibuat dari tepung beras, santan, gula, garam, vanili, dan pandan. Potongan pisang kemudian ditempatkan pada bagian tertentu sebelum kue kembali dikukus.
Lapisan atas memiliki warna lebih pucat dan tekstur lembut. Komposisinya relatif sederhana, berupa tepung beras, santan, gula, dan garam.
Perpaduan tersebut menghasilkan rasa gurih dari santan yang bertemu manis alami pisang dan gula.
Apa Bahan Utama untuk Membuat Amparan Tatak?
Untuk versi rumahan yang praktis, bahan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu lapisan bawah dan lapisan atas.
Lapisan bawah:
-
100 gram tepung beras
-
300 ml santan
-
55 gram gula pasir
-
½ sendok teh vanili
-
¼ sendok teh garam
-
1 lembar daun pandan
-
6 buah pisang raja, dipotong kecil
Lapisan atas:
-
25 gram tepung beras
-
250 ml santan kental
-
20 gram gula pasir
-
½ sendok teh garam
Komposisi tersebut merupakan salah satu formulasi resep yang banyak digunakan untuk Amparan Tatak, sehingga takaran dapat berbeda pada resep keluarga atau daerah tertentu.
Bagaimana Cara Membuat Amparan Tatak?
Pertama, panaskan kukusan dan siapkan loyang yang sudah dioles tipis dengan minyak agar kue lebih mudah dilepaskan setelah dingin.
Untuk lapisan bawah, rebus santan bersama gula, garam, dan daun pandan hingga panas serta gula larut. Campurkan tepung beras dan vanili dalam wadah terpisah.
Tuang santan panas secara perlahan ke tepung sambil terus diaduk hingga adonan halus dan tidak menggumpal. Saring adonan jika diperlukan untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut.
Tuangkan sekitar tiga perempat adonan ke dalam loyang, kemudian kukus selama kurang lebih 15 menit.
Campurkan sisa adonan dengan potongan pisang. Setelah lapisan pertama mulai kokoh, tuangkan adonan pisang di atasnya dan kukus kembali sekitar 15 menit.
Untuk lapisan atas, campurkan tepung beras, santan, gula, dan garam. Masak sambil diaduk sampai adonan mulai mengental dan mendidih.
Tuangkan lapisan tersebut di atas adonan pisang, kemudian kukus kembali sekitar 20–25 menit atau sampai matang. Setelah itu, biarkan kue benar-benar dingin sebelum dipotong.
Baca Juga: Sagu Lempeng Khas Indonesia Timur, Olahan Sagu dan Kelapa dengan Tekstur Padat yang Unik
Kenapa Kue Harus Didinginkan Sebelum Dipotong?
Amparan Tatak memiliki tekstur yang masih lunak ketika baru keluar dari kukusan. Kondisi tersebut membuat kue lebih mudah berubah bentuk jika langsung dipotong.
Setelah suhunya turun dan teksturnya menguat, kue dapat dipotong dengan lebih rapi. Proses pendinginan juga membantu mempertahankan bentuk lapisan.
Apa yang Membuat Pisang Penting dalam Amparan Tatak?
Pisang memberikan rasa manis sekaligus aroma khas pada bagian tengah kue. Jenis pisang yang digunakan dapat bervariasi, tetapi pisang raja cukup umum ditemukan dalam resep Amparan Tatak.
Potongan pisang juga memberikan perbedaan tekstur ketika kue disantap. Bagian lembut dari pisang berpadu dengan adonan tepung beras yang kenyal dan lapisan santan yang gurih.
Karena itu, tingkat kematangan pisang turut menentukan karakter rasa. Pisang yang matang memberikan rasa lebih manis dan aroma yang lebih kuat.
Apa Tips agar Amparan Tatak Tidak Mudah Gagal?
1. Saring adonan sebelum dikukus.
Langkah ini membantu mengurangi gumpalan tepung sehingga teksturnya lebih halus.
2. Gunakan api sedang saat mengukus.
Suhu yang stabil membantu setiap lapisan matang secara merata.
3. Jangan terburu-buru menuang lapisan berikutnya.
Pastikan lapisan sebelumnya sudah cukup kokoh agar lapisan tidak bercampur.
4. Tutup kukusan dapat dilapisi kain.
Cara ini membantu mengurangi tetesan air dari tutup kukusan ke permukaan kue.
5. Tunggu sampai benar-benar dingin.
Amparan Tatak akan lebih mudah dipotong setelah teksturnya menguat.
Amparan Tatak Biasanya Disajikan Kapan?
Amparan Tatak banyak ditemukan sebagai jajanan pasar dan hidangan yang populer saat Ramadan. Sejumlah sumber juga menyebut kue ini berkaitan dengan sajian dalam kegiatan keagamaan dan acara masyarakat Banjar.
Kehadirannya di meja makan bukan hanya soal rasa. Wadai tradisional seperti Amparan Tatak juga memperlihatkan bagaimana masyarakat Banjar mempertahankan penggunaan bahan sederhana melalui teknik memasak yang diwariskan.
Kini, Amparan Tatak tidak hanya dikenal di Banjarmasin. Penyebaran masyarakat Banjar membuat kue ini turut dikenal di berbagai daerah dengan kemungkinan variasi penyajian dan resep.
Baca Juga: Mandai, Kulit Cempedak Fermentasi Khas Kalimantan yang Jadi Lauk Favorit
Poin Penting
-
Amparan Tatak merupakan wadai tradisional Banjar dari Kalimantan Selatan.
-
Bahan utamanya terdiri dari tepung beras, santan, gula, dan pisang.
-
Kue dibuat melalui proses pengukusan secara bertahap.
-
Lapisan pisang menjadi salah satu ciri penting dalam penyajiannya.
-
Tekstur kue lebih mudah dipotong setelah benar-benar dingin.
-
Resep dapat memiliki variasi sesuai kebiasaan keluarga atau daerah.
Insight Redaksi
Amparan Tatak punya daya tarik dari hal sederhana: tepung beras, santan, gula, dan pisang bisa berubah menjadi wadai dengan tekstur berlapis yang khas. Buat Ces yang suka jajanan tradisional, kue ini menarik dicoba karena prosesnya juga memperlihatkan ketelitian dalam mengolah wadai Banjar.
Kalau artikel ini terasa menarik dan ingin mengenalkan kuliner tradisional Kalimantan kepada teman atau keluarga, silakan bagikan. Siapa tahu dari satu potong Amparan Tatak, cerita tentang budaya Banjar ikut sampai ke meja makan.
Kadang, kuliner tradisional tidak perlu tampil rumit untuk meninggalkan rasa penasaran. Amparan Tatak membuktikannya lewat lapisan lembut, pisang matang, dan gurih santan yang sederhana tetapi khas.
Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa itu Amparan Tatak?
Amparan Tatak adalah wadai tradisional Banjar berbahan tepung beras, santan, gula, dan pisang yang dibuat dengan cara dikukus.
2. Amparan Tatak berasal dari daerah mana?
Amparan Tatak dikenal sebagai salah satu kuliner tradisional masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan.
3. Apakah Amparan Tatak menggunakan pisang?
Ya. Pisang, terutama pisang raja dalam sejumlah resep, menjadi salah satu bahan penting pada bagian isi atau lapisannya.
4. Mengapa Amparan Tatak harus dikukus bertahap?
Pengukusan bertahap membantu membentuk lapisan sehingga adonan bawah, bagian pisang, dan lapisan atas dapat matang dengan baik.
5. Apakah resep Amparan Tatak bisa berbeda?
Bisa. Takaran bahan, jenis pisang, dan teknik dapat berbeda antara resep keluarga maupun daerah.