Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Buah dabai khas Borneo memiliki tekstur lembut, rasa gurih berlemak, dan cara makan unik setelah direndam air hangat.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kalau biasanya buah identik dengan rasa manis atau asam, dabai justru menawarkan pengalaman yang berbeda. Buah berkulit gelap ini memiliki daging berwarna kekuningan dengan tekstur lembut dan rasa gurih berlemak yang membuatnya kerap dibandingkan dengan alpukat, zaitun, hingga kacang.
Dabai (Canarium odontophyllum) merupakan buah asli Borneo yang dikenal luas di Sarawak. Di wilayah tersebut, buah ini menjadi bagian dari konsumsi masyarakat dan dapat ditemukan terutama di kawasan seperti Sibu, Kapit, Song, Sarikei, Mukah, dan sejumlah daerah lain.
Yang membuatnya semakin menarik, dabai tidak bisa langsung disantap seperti kebanyakan buah. Buah yang masih keras perlu direndam dalam air hangat atau panas selama beberapa menit sampai dagingnya melunak. Setelah itu, barulah buah bisa dimakan dengan tambahan sederhana seperti garam, gula, kecap, atau sambal sesuai kebiasaan setempat.
Buah gelap dengan isi kekuningan
Saat matang, kulit dabai berubah menjadi ungu tua hingga kehitaman. Di balik kulit tersebut terdapat daging berwarna kuning pucat yang mengelilingi satu biji besar dengan bentuk khas.
Secara botani, dabai termasuk keluarga Burseraceae. Buahnya berbentuk lonjong dan berukuran relatif kecil, tetapi bagian dagingnya memiliki karakter yang cukup berbeda dibandingkan buah tropis lain.
Teksturnya menjadi lembut setelah dipanaskan dengan air. Inilah salah satu alasan dabai memiliki cara penyajian yang tidak biasa.
Kenapa rasanya seperti kacang?
Istilah “mirip kacang” lebih tepat digunakan untuk menggambarkan kesan gurih dan berlemak pada dagingnya, bukan karena dabai merupakan jenis kacang.
Sejumlah kajian menggambarkan teksturnya menyerupai alpukat dengan rasa yang creamy dan berlemak. Ada pula karakter rasa yang dibandingkan dengan zaitun. Sementara sumber kuliner lokal menggambarkan sensasi dabai sebagai gurih, lembut, dan kaya rasa.
Karakter tersebut membuat dabai menarik dimakan sederhana. Tidak perlu banyak bumbu untuk mengenali rasa dasarnya.
Cara makan dabai tidak seperti buah biasa
Bagian ini justru menjadi salah satu keunikan dabai.
Buah yang masih keras dibersihkan terlebih dahulu, kemudian direndam menggunakan air hangat atau panas. Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara Malaysia mencatat perendaman umumnya berlangsung sekitar 10–15 menit, sementara sejumlah literatur menggunakan waktu sekitar 5–20 menit tergantung kondisi buah dan metode yang digunakan.
Setelah daging melunak, air rendaman dibuang. Dabai kemudian dapat diberi sedikit garam. Di sejumlah praktik konsumsi, buah ini juga disantap dengan gula, kecap, lada, atau saus.
Sederhana, tetapi justru di situlah karakter dabai terasa.
Dari camilan masyarakat menjadi bahan pangan olahan
Dabai tidak hanya dikonsumsi sebagai buah segar.
Di Sarawak, buah ini telah dikembangkan menjadi berbagai produk olahan, antara lain keropok, saus cabai, cuka, dan pasta dabai. Pengolahan tersebut menjadi penting karena buah dabai bersifat musiman dan memiliki daya simpan segar yang relatif pendek.
Kajian ilmiah juga mencatat umur simpan dabai pada suhu ruang yang pendek, sehingga distribusi buah segar menjadi salah satu tantangan pengembangannya. Kondisi tersebut mendorong pemanfaatan bentuk olahan untuk memperluas penggunaan dan pemasaran.
Dengan bentuk pasta atau produk olahan, karakter dabai tidak lagi hanya bergantung pada penjualan buah segar ketika musim tiba.
Ketika dabai mulai bergerak melewati daerah asal
Perjalanan dabai keluar dari wilayah asalnya tidak selalu berarti buah segar dikirim dalam jarak sangat jauh.
Salah satu contoh pada 2026 datang dari Kalimantan Barat. Data Karantina yang diberitakan detikKalimantan mencatat buah dabai dikirim melalui PLBN Jagoi Babang, Bengkayang, menuju Pasar Serikin di Sarawak. Pada awal Januari hingga pertengahan Februari 2026, pengiriman dabai tercatat mencapai 9.990 kilogram dalam 72 kali frekuensi pengiriman.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa dabai sudah memiliki pergerakan perdagangan lintas wilayah di Borneo. Jadi, ketika buah ini mulai dikenal lebih luas, jalurnya bukan sekadar dari kebun menuju meja makan, tetapi juga melalui rantai perdagangan antarwilayah.
Data ringkas buah dabai
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Nama ilmiah | Canarium odontophyllum |
| Wilayah asal | Borneo |
| Identitas kuliner | Buah khas yang dikenal luas di Sarawak |
| Warna matang | Ungu tua hingga kehitaman |
| Warna daging | Kuning pucat |
| Tekstur | Lembut dan creamy setelah dipanaskan |
| Rasa | Gurih, berlemak, dengan karakter khas |
| Cara konsumsi | Direndam air hangat/panas terlebih dahulu |
| Pelengkap | Garam, gula, kecap, lada atau saus |
| Bentuk olahan | Keropok, saus cabai, cuka, pasta |
| Sifat produksi | Musiman |
Bukan sekadar buah unik, ada peluang ekonomi di baliknya
Dabai mempunyai karakter yang cukup kuat untuk dikembangkan sebagai bahan pangan bernilai tambah. Pemerintah Sarawak sendiri telah melakukan pengembangan bahan tanam dan budidaya untuk mendukung produksi komersial buah ini.
Tantangannya terletak pada sifat buah yang musiman dan mudah mengalami penurunan kualitas. Karena itu, produk turunan seperti pasta, saus, dan olahan lainnya dapat menjadi salah satu cara memperpanjang pemanfaatannya.
Bagi konsumen di luar daerah asal, bentuk olahan juga membuat dabai lebih mudah dikenalkan tanpa harus selalu menunggu buah segar tersedia.
Baca Juga: Gammi Bawis Bontang, Kuliner Pesisir yang Dimasak Langsung di Cobek Tanah Liat
Kalau ingin mencicipi, mulai dari cara paling sederhana
Dabai paling mudah dipahami karakternya ketika tidak terlalu banyak diberi tambahan rasa.
Setelah dagingnya melunak, coba dengan sedikit garam terlebih dahulu. Dari sana, rasa gurih dan tekstur creamy-nya lebih mudah dikenali. Jika ingin sensasi yang berbeda, gula, kecap atau saus dapat digunakan sesuai selera dan kebiasaan penyajian.
Yang perlu diingat, dabai bukan buah yang tinggal dicuci lalu langsung digigit. Proses melunakkan daging dengan air hangat merupakan bagian penting dari cara menikmatinya.
Variasi pemanfaatan dabai
| Bentuk | Pemanfaatan | Karakter |
|---|---|---|
| Buah segar | Dimakan setelah direndam | Tekstur lembut, gurih |
| Pasta dabai | Bahan masakan | Lebih praktis untuk pengolahan |
| Saus cabai | Pelengkap makanan | Menggabungkan rasa dabai dan pedas |
| Cuka dabai | Produk olahan | Memanfaatkan karakter buah dalam bentuk berbeda |
| Keropok | Produk camilan | Mengubah dabai menjadi pangan olahan |
Poin Penting
- Dabai bernama ilmiah Canarium odontophyllum dan merupakan buah asli Borneo.
- Buah matang memiliki kulit ungu tua hingga kehitaman dan daging kekuningan.
- Rasanya dikenal gurih, berlemak, dan memiliki tekstur creamy.
- Daging dabai perlu dilunakkan dengan air hangat atau panas sebelum disantap.
- Garam, gula, kecap, lada, dan saus dapat digunakan sebagai pelengkap.
- Dabai telah dikembangkan menjadi keropok, saus, cuka, dan pasta.
- Distribusinya mulai bergerak lintas wilayah Borneo, termasuk pengiriman dari Kalimantan Barat menuju Sarawak.
Insight Redaksi
Keunikan dabai bukan hanya terletak pada rasanya, tetapi pada cara buah ini menghubungkan pangan lokal, kebiasaan masyarakat, dan peluang pengolahan.
Buah yang awalnya sangat bergantung pada musim dan pasar daerah dapat memiliki jangkauan lebih luas ketika karakter alaminya diterjemahkan menjadi produk yang lebih mudah disimpan dan didistribusikan.
Di sinilah dabai menarik untuk dilihat bukan sekadar sebagai buah unik Borneo, tetapi sebagai bagian dari kekayaan pangan lokal yang masih memiliki ruang untuk berkembang.
Kalau selama ini buah tropis yang dikenal luas biasanya mangga, durian, rambutan atau manggis, dabai menawarkan cerita yang berbeda. Rasanya tidak langsung mudah ditebak, cara makannya pun tidak biasa. Justru keunikan itulah yang membuatnya layak dikenalkan lebih jauh kepada pembaca di luar daerah asalnya.
Kalau Ces sudah pernah mencicipi dabai, buah ini lebih cocok disebut gurih, creamy, mirip alpukat, atau punya rasa sendiri? Bagikan artikel ini kepada teman yang belum pernah melihat buah berkulit gelap tersebut.
Masih banyak cerita kuliner Borneo yang menarik untuk dikenali, bukan sekadar karena rasanya, tetapi juga karena hubungan makanan dengan masyarakat dan tempat asalnya.
FAQ
Apa itu buah dabai?
Dabai adalah buah dengan nama ilmiah Canarium odontophyllum yang merupakan buah asli Borneo dan dikenal luas sebagai buah khas Sarawak.
Seperti apa rasa buah dabai?
Dabai memiliki rasa gurih dan berlemak dengan tekstur creamy. Karakternya sering dibandingkan dengan alpukat dan zaitun.
Apakah dabai bisa langsung dimakan?
Dabai umumnya perlu direndam dalam air hangat atau panas terlebih dahulu agar dagingnya melunak sebelum disantap.
Dabai biasanya dimakan dengan apa?
Dabai dapat disantap dengan garam dan juga dapat diberi gula, kecap, lada atau saus.
Apakah dabai hanya dijual sebagai buah segar?
Tidak. Dabai juga telah diolah menjadi berbagai produk seperti keropok, saus cabai, cuka dan pasta.
Mengapa dabai tidak mudah ditemukan sepanjang tahun?
Dabai merupakan buah musiman dan memiliki daya simpan segar yang relatif pendek, sehingga distribusi buah segarnya menjadi tantangan.