Jorong-Jorong, Kue Tradisional Pontianak yang Lembut dan Gurih

Nasya Syafira • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 14:55 WIB
Jorong-jorong kue tradisional Pontianak bertekstur lembut dalam wadah daun pandan dengan cita rasa gurih manis khas Kalimantan Barat.
Jorong-jorong kue tradisional Pontianak bertekstur lembut dalam wadah daun pandan dengan cita rasa gurih manis khas Kalimantan Barat.

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Jorong-jorong merupakan kue tradisional Kalimantan Barat berbahan tepung beras dan santan, lembut serta gurih.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Dari Pontianak, ada jorong-jorong yang tampil sederhana dalam wadah daun, tetapi punya rasa gurih, lembut, dan manis yang khas Ces!

Mengapa Jorong-Jorong Identik dengan Kuliner Kalimantan Barat?

Jorong-jorong dikenal sebagai kue tradisional dari Pontianak dan juga ditemukan di Ketapang, Kalimantan Barat. Kudapan ini cukup lekat dengan tradisi jajanan Ramadan.

Bahan utamanya sederhana, yakni tepung beras, santan, dan gula. Adonan kemudian ditempatkan dalam wadah kecil berbahan daun sebelum dikukus hingga matang.

Di Pontianak, jorong-jorong juga dikenal sebagai salah satu pilihan takjil. Teksturnya lembut dengan cita rasa gurih dari santan dan manis yang tidak terlalu dominan.

Nama dan bentuknya menjadi bagian menarik dari kuliner ini. Adonan yang dibentuk dalam wadah kecil membuat jorong-jorong mudah dikenali ketika berjajar di lapak jajanan tradisional.

Baca Juga: Ayam Cincane Samarinda, Sajian Merah Berempah yang Punya Cerita di Baliknya

Dari Mana Jorong-Jorong Berasal?

Jorong-jorong disebut sebagai jajanan tradisional khas Pontianak. Sejumlah sumber kuliner juga mengaitkannya dengan Ketapang serta kawasan tepian Sungai Pontianak.

Kue ini bukan sekadar makanan rumahan. Kehadirannya sebagai takjil menunjukkan bagaimana kudapan sederhana dapat bertahan melalui kebiasaan masyarakat dalam menyajikan makanan untuk berbuka.

Perpaduan tepung beras dan santan juga memperlihatkan karakter jajanan tradisional Kalimantan Barat yang mengandalkan bahan lokal dengan teknik pengolahan sederhana.

Apa yang Membuat Rasanya Berbeda?

Jorong-jorong mempunyai tekstur lembut dengan rasa gurih yang berasal dari santan. Sentuhan manis memberikan keseimbangan tanpa membuat rasanya terlalu berat.

Aroma daun yang digunakan sebagai wadah turut menjadi bagian dari pengalaman menikmati kue. Dalam beberapa penyajian, jorong-jorong juga dilengkapi gula atau pelengkap manis lainnya.

Karakter tersebut membuat jorong-jorong cocok disantap sebagai kudapan sore maupun menu berbuka. Rasa dan teksturnya relatif ringan sehingga mudah dipadukan dengan minuman hangat.

Bahan Jorong-Jorong yang Bisa Disiapkan di Rumah

Resep yang dipublikasikan detikKalimantan menggunakan tepung beras, tepung sagu, santan, garam, gula pasir, dan daun pandan sebagai wadah.

Bahan Jumlah
Tepung beras 150 gram
Tepung sagu 25 gram
Santan 700 ml
Daun pandan besar 22 lembar
Garam ¾ sendok teh
Gula pasir 220 gram

Komposisi tersebut menghasilkan kue dengan tekstur lembut dan warna putih yang menjadi ciri jorong-jorong tradisional.

Bagaimana Cara Membuat Jorong-Jorong?

Pertama, campurkan tepung beras dan tepung sagu. Tuangkan sekitar 300 ml santan, kemudian aduk sampai adonan tercampur rata dan tidak menggumpal.

Sisa santan dipanaskan bersama garam. Setelah panas, santan dituangkan perlahan ke dalam campuran tepung sambil terus diaduk.

Siapkan wadah kecil dari daun pandan. Letakkan gula pasir pada bagian dasar wadah, lalu tuangkan adonan hingga hampir penuh.

Kukus adonan selama sekitar 25 menit sampai matang. Setelah matang, jorong-jorong dapat didinginkan sebelum disajikan.

Baca Juga: Mandai, Kulit Cempedak Fermentasi Khas Kalimantan yang Jadi Lauk Favorit

Teknik Apa yang Menentukan Tekstur Jorong-Jorong?

Kunci pertama berada pada adonan. Tepung harus tercampur dengan santan secara merata agar tidak menghasilkan bagian yang menggumpal setelah dikukus.

Santan juga perlu dipanaskan dengan hati-hati. Tujuannya menghasilkan campuran yang menyatu tanpa membuat tekstur akhir menjadi kasar.

Pengukusan menjadi tahap berikutnya yang menentukan. Adonan perlu mendapatkan panas yang cukup hingga bagian tengah matang, tetapi tidak terlalu lama agar teksturnya tetap lembut.

Untuk pemula, penggunaan kukusan yang sudah menghasilkan uap stabil akan membantu proses pematangan lebih merata.

Kesalahan yang Sering Terjadi

1. Adonan masih menggumpal

Saring adonan sebelum masuk ke wadah apabila masih terdapat gumpalan tepung.

2. Tekstur terlalu keras

Waktu pengukusan yang terlalu lama dapat memengaruhi tekstur. Gunakan durasi sebagai panduan, kemudian pastikan bagian tengah sudah matang.

3. Wadah daun mudah bocor

Gunakan daun yang cukup lebar dan tidak robek. Bentuk wadah dengan lipatan yang rapat sebelum menuangkan adonan.

4. Rasa terlalu manis

Takaran gula dapat disesuaikan dengan selera, terutama jika jorong-jorong akan diberi tambahan topping manis.

Berapa Perkiraan Biaya Membuat Jorong-Jorong?

Untuk satu adonan berdasarkan resep di atas, biaya bahan dapat diperkirakan sebagai simulasi rumah tangga. Harga sebenarnya dapat berubah menurut daerah, merek, musim, dan tempat pembelian.

Bahan Jumlah Estimasi Biaya
Tepung beras 150 gram Rp4.000
Tepung sagu 25 gram Rp1.000
Santan 700 ml Rp12.000
Daun pandan 22 lembar Rp5.000
Gula pasir 220 gram Rp4.000
Garam ¾ sdt Rp500
Total simulasi   Rp26.500

Jika menghasilkan sekitar 22 wadah, simulasi biaya bahan berada di kisaran Rp1.200 per buah.

Angka tersebut belum memasukkan biaya gas, listrik, tenaga, kemasan, serta biaya lain dalam produksi usaha.

Bagaimana Jorong-Jorong Biasanya Disajikan?

Jorong-jorong dapat langsung disantap setelah cukup dingin. Wadah daun tetap dipertahankan karena menjadi bagian dari identitas visual sekaligus memberi aroma pada kudapan.

Beberapa versi penyajian menambahkan pelengkap seperti gula, krimer, susu kental manis, meses, atau selai buah. Namun, versi sederhana tetap menarik karena rasa santan dan tekstur tepung beras menjadi karakter utamanya.

Untuk teman minum, teh hangat dapat menjadi pilihan sederhana. Kombinasi rasa gurih dan manis membuatnya cocok sebagai kudapan sore.

Kapan Waktu yang Pas Menikmati Jorong-Jorong?

Jorong-jorong paling mudah ditemukan saat Ramadan karena banyak penjual jajanan tradisional memasukkannya ke dalam pilihan takjil.

Rasa yang tidak terlalu berat membuatnya cocok disantap sebagai pembuka setelah berbuka. Setelah itu, kue dapat dilanjutkan dengan makanan utama sesuai kebiasaan masing-masing.

Di luar Ramadan, jorong-jorong tetap dapat dinikmati sebagai jajanan tradisional atau dibuat sendiri di rumah.

Apakah Ada Variasi Jorong-Jorong?

Variasi jorong-jorong terutama terlihat pada bahan pelengkap dan cara penyajian.

Variasi Perbedaan Karakter
Tradisional Tepung beras, santan, gula Gurih, lembut
Dengan topping Ditambah susu, meses, atau selai Lebih manis
Dengan kuah Disajikan bersama kuah santan Lebih creamy

Perbedaan resep antardaerah atau pembuat dapat terjadi. Karena itu, jorong-jorong yang ditemui di satu tempat belum tentu mempunyai komposisi dan pelengkap yang persis sama.

Peluang Jorong-Jorong sebagai Produk Kuliner

Bahan jorong-jorong relatif sederhana dan prosesnya menggunakan teknik kukus. Karakter ini membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menjadikannya sebagai jajanan pasar dengan kemasan yang lebih praktis.

Nilai jualnya bukan hanya pada rasa. Identitas sebagai kudapan tradisional Kalimantan Barat dapat menjadi daya tarik ketika dipasarkan sebagai bagian dari pengalaman kuliner daerah.

Untuk usaha rumahan, ukuran porsi dapat dibuat seragam agar biaya bahan, kemasan, dan harga jual lebih mudah dihitung.

Baca Juga: Nasi Ayam Asan Pontianak, Kuliner Legendaris dengan Isian yang Beragam

Poin Penting

Insight Redaksi

Jorong-jorong menunjukkan bahwa kuliner tradisional tidak selalu membutuhkan bahan rumit untuk memiliki karakter kuat. Tepung beras, santan, gula, dan wadah daun sudah cukup membentuk rasa serta identitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat Kalimantan Barat. Ketika dijual sebagai takjil atau dikemas sebagai jajanan tradisional, kue sederhana ini juga memiliki ruang untuk terus bertahan sebagai bagian dari ekonomi kuliner lokal.

Kalau menemukan jorong-jorong di lapak jajanan, jangan hanya melihat bentuk sederhananya. Ada tradisi penggunaan bahan lokal dan teknik kukus yang membuat kudapan ini tetap menarik untuk dikenali.

Bagikan artikel ini kepada teman atau keluarga yang ingin mengenal jajanan tradisional Kalimantan Barat lebih dekat. Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Jorong-jorong berasal dari mana?

Jorong-jorong dikenal sebagai kue tradisional dari Pontianak, Kalimantan Barat, dan juga dikaitkan dengan Ketapang.

2. Apa bahan utama jorong-jorong?

Bahan utamanya antara lain tepung beras, tepung sagu, santan, gula, garam, dan daun sebagai wadah.

3. Bagaimana tekstur jorong-jorong?

Teksturnya lembut dengan cita rasa gurih dari santan dan rasa manis yang relatif ringan.

4. Apakah jorong-jorong cocok untuk takjil?

Ya. Jorong-jorong dikenal sebagai salah satu jajanan tradisional yang banyak dicari selama Ramadan.

5. Bagaimana cara memasak jorong-jorong?

Adonan dimasukkan ke wadah daun kemudian dikukus hingga matang, dengan waktu sekitar 25 menit berdasarkan salah satu resep yang dirujuk.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Kuliner Pontianak kuliner Kalimantan Barat Jorong-Jorong Jajanan Tradisional