ALVA N3 Next Generation Ditawarkan Rp16,5 Juta, Apa Saja yang Dibawa Motor Listrik Ini?

Nasya Syafira • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 20:25 WIB
ALVA N3 Next Generation membawa baterai LFP dan konektivitas digital untuk kebutuhan mobilitas harian.
ALVA N3 Next Generation membawa baterai LFP dan konektivitas digital untuk kebutuhan mobilitas harian.

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: ALVA N3 Next Generation mengandalkan baterai LFP, performa harian, fast charging, ekosistem My ALVA, dan skema baterai.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Motor listrik ALVA N3 Next Generation hadir dengan pendekatan yang cukup berbeda: harga kendaraan disebut lebih terjangkau melalui skema sewa baterai, sementara teknologi, performa, dan konektivitas digital tetap menjadi bagian utama. Buat pemakaian harian, apa saja yang ditawarkan?

Harga lebih rendah karena baterainya disewa

Salah satu hal yang paling mencuri perhatian dari ALVA N3 Next Generation justru bukan bentuknya, melainkan skema kepemilikan baterainya.

Dalam video OTOMOTIF TV, harga kendaraan disebut Rp16,5 juta ketika menggunakan skema sewa baterai. Pengguna kemudian membayar biaya langganan bulanan sesuai jarak tempuh yang dipakai.

Untuk pemakaian hingga 700 kilometer, paket yang ditawarkan berada di angka Rp15.000 per bulan. Jarak 701–1.800 kilometer masuk paket dengan total biaya sekitar Rp200.000 per bulan.

Sementara pengguna dengan jarak tempuh lebih dari 1.801 kilometer, seperti kebutuhan kurir atau ojek online, disebut masuk paket sekitar Rp350.000 per bulan.

Skema tersebut membuat harga awal kendaraan lebih rendah, tetapi pengguna perlu menghitung biaya langganan secara rutin berdasarkan pola perjalanan.

Menurut Dimas Popo dari OTOMOTIF TV, skema sewa baterai juga dikaitkan dengan garansi baterai seumur hidup. Dalam penjelasannya, baterai yang mengalami penurunan performa dapat diklaim untuk penggantian.

Baca Juga: SUV Turbo Rp377 Juta Hadir Dengan Mesin Bensin Konvensional di Tengah Tren Mobil Listrik

Baterainya memakai LFP 72V 45Ah

ALVA N3 Next Generation menggunakan baterai LFP atau Lithium Iron Phosphate berkapasitas 72V 45Ah, setara sekitar 3,3 kWh.

Baterainya dipasang tanam sehingga pengguna tidak perlu melepas baterai dari kendaraan untuk penggunaan rutin.

Bagian yang cukup menarik adalah dukungan boost charge. Dalam pengujian yang ditampilkan OTOMOTIF TV, pengisian 0–50 persen dapat dilakukan sekitar 25 menit dengan sistem tersebut.

Charger bawaan memiliki daya 840W. Melalui aplikasi My ALVA, daya pengisian juga dapat disesuaikan menjadi 500W atau 240W.

Fitur tersebut memberi fleksibilitas ketika pengguna ingin mengatur kecepatan pengisian sesuai kondisi listrik di rumah.

Tenaganya cukup untuk penggunaan harian?

ALVA N3 Next Generation menggunakan motor listrik tipe hub-drive dengan daya puncak 4,5 kW dan torsi 125 Nm.

Motor ini menggunakan velg 14 inci dan menyediakan tiga mode berkendara, yaitu Eco, Urban, dan Sport.

Mode Eco memiliki batas kecepatan hingga 60 km/jam. Urban mencapai 70 km/jam, sedangkan Sport dapat digunakan hingga sekitar 88 km/jam berdasarkan hasil uji jalan OTOMOTIF TV.

Dalam pengujian tersebut, speedometer sempat menunjukkan sekitar 93 km/jam, sementara kecepatan nyata yang dicapai berada di kisaran 88 km/jam.

Performa akselerasinya juga disebut diuji secara head-to-head dengan TVS iQube. Dari kebutuhan penggunaan kota, konfigurasi tersebut membuat N3 diposisikan untuk mobilitas harian, bukan sekadar mengejar angka tenaga.

Klaim jarak tempuh 140 kilometer tidak selalu sama dengan pemakaian nyata

ALVA mencantumkan kemampuan jarak tempuh maksimal hingga 140 kilometer dalam informasi yang disampaikan pada pengujian.

Namun, pengalaman penggunaan di jalan tentu bergantung pada mode berkendara, kecepatan, beban, dan pola perjalanan.

OTOMOTIF TV mencatat jarak tempuh riil sekitar 70–80 kilometer ketika menggunakan kombinasi mode Urban dan Sport.

Saat mode Sport digunakan terus-menerus, jaraknya turun menjadi sekitar 60 kilometer.

Perbedaan tersebut menjadi pengingat bahwa angka maksimum sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai jarak yang pasti didapat setiap hari.

Buat pengguna di Balikpapan yang memiliki rute rumah-kantor relatif tetap, pola perjalanan harian justru menjadi hitungan penting sebelum memilih kendaraan listrik.

My ALVA bukan sekadar aplikasi pendamping

Salah satu kekuatan ALVA N3 Next Generation berada pada ekosistem digital yang dibangun melalui aplikasi My ALVA.

Aplikasi tersebut menampilkan informasi telemetri secara real-time, termasuk persentase baterai, statistik perjalanan, dan estimasi biaya listrik.

Pengguna juga dapat melihat lokasi fast charging serta mengakses sejumlah fungsi keamanan.

Fitur keamanan yang disebut dalam pengujian meliputi alarm getar, kemampuan mematikan mesin dari jarak jauh, dan GPS tracking.

Ada pula fitur 1-Pro yang memungkinkan pengaturan tingkat regenerative braking atau pengereman regeneratif.

Untuk kebutuhan jalan menanjak dan menurun, ALVA N3 Next Generation juga dilengkapi Hill Start Assist dan Hill Descent Assist.

Jadi, pengalaman memakai motor listrik ini tidak berhenti pada motor dan baterai. Aplikasi menjadi bagian dari cara kendaraan digunakan setiap hari.

Posisi berkendara nyaman, tetapi suspensinya punya catatan

Untuk ergonomi, tinggi jok ALVA N3 Next Generation berada di 770 milimeter.

OTOMOTIF TV menggambarkan posisi berkendaranya terasa mirip Honda Vario, dengan pijakan kaki yang cukup luas.

Untuk penggunaan perkotaan, karakter tersebut membuat posisi berkendara lebih familiar bagi pengguna motor matik konvensional.

Namun, ada bagian yang mendapat catatan.

Suspensi depan dinilai terlalu empuk sehingga berpotensi mudah mentok ketika kendaraan melewati permukaan jalan yang rusak.

Sistem pengereman menggunakan Combi Brake System atau CBS. Dalam pengujian tersebut, rem depan terasa tidak sekuat rem belakang.

Artinya, teknologi dan fitur yang cukup lengkap tetap perlu dilihat bersamaan dengan karakter berkendara nyata di jalan.

Fitur harian dibuat cukup lengkap

ALVA N3 Next Generation sudah menggunakan sistem pencahayaan full LED dengan sorotan lampu depan yang dinilai terang dan fokus dalam pengujian.

Motor ini juga menggunakan sistem keyless sehingga pengoperasian kendaraan tidak lagi bergantung pada anak kunci konvensional.

Untuk kebutuhan perangkat elektronik, tersedia port USB dan Type-C.

Fitur reverse mode atau mode mundur turut disediakan untuk membantu ketika kendaraan perlu dipindahkan pada ruang yang terbatas.

Kombinasi fitur tersebut memperlihatkan bahwa ALVA tidak hanya mengejar spesifikasi motor listrik, tetapi juga mencoba membangun pengalaman penggunaan yang terhubung dengan perangkat digital.

Dimas Popo menyebut ekosistem sebagai salah satu bagian yang paling membantu pengguna. Dalam konteks pemakaian harian, aplikasi, keamanan, informasi baterai, hingga dukungan pengisian menjadi satu paket pengalaman.

Baca Juga: Bukan Sekadar Cantik, Begini Peran Material Ringan pada Pagani Utopia Roadster

Apa yang sebenarnya dibayar pengguna?

Ketika melihat ALVA N3 Next Generation, angka harga awal Rp16,5 juta memang menjadi perhatian.

Namun, pengguna juga perlu melihat skema biaya baterai secara keseluruhan. Ada biaya langganan bulanan yang berubah sesuai jarak tempuh.

Di sinilah konsep value for money menjadi lebih luas daripada sekadar harga kendaraan.

Pengguna dengan jarak tempuh pendek dapat merasakan keuntungan dari biaya langganan paket rendah. Sebaliknya, pengguna dengan mobilitas sangat tinggi perlu menghitung kembali akumulasi biaya bulanannya.

Dengan kata lain, harga awal kendaraan dan biaya penggunaan adalah dua hal berbeda yang sama-sama perlu masuk perhitungan.

Buat pengguna harian, angka yang paling penting bukan hanya berapa harga motornya, tetapi berapa kilometer yang ditempuh dan berapa biaya rutin yang muncul setelah motor digunakan.

Poin Penting

Insight Redaksi

ALVA N3 Next Generation memperlihatkan bahwa motor listrik bukan cuma soal jarak tempuh dan tenaga. Ekosistem digital, skema baterai, biaya langganan, hingga fitur keamanan ikut menentukan pengalaman pemakaian. Buat pengguna harian di Balikpapan, hitungan paling penting justru pola perjalanan, kebutuhan pengisian, dan biaya rutin untuk kebutuhan sehari-hari. Biar tidak salah kalkulasi, Ces!

Kalau pemakaian lebih banyak dalam kota, hitung jarak harian dulu biar skema baterainya tidak zonk.

Bagikan artikel ini ke teman yang sedang mempertimbangkan motor listrik, terutama yang ingin menghitung biaya harian sebelum membeli.

Cek teknologi dan biaya hariannya dulu, lalu temukan update otomotif di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa harga ALVA N3 Next Generation?

Dalam video OTOMOTIF TV, kendaraan disebut Rp16,5 juta ketika menggunakan skema sewa baterai.

2. Berapa biaya sewa baterai ALVA N3?

Paket yang dijelaskan terdiri dari Rp15.000 per bulan untuk 0–700 kilometer, sekitar Rp200.000 untuk 701–1.800 kilometer, dan sekitar Rp350.000 untuk lebih dari 1.801 kilometer.

3. Berapa jarak tempuh ALVA N3 Next Generation?

Jarak maksimal diklaim hingga 140 kilometer. Dalam pengujian OTOMOTIF TV, jarak riil sekitar 70–80 kilometer menggunakan kombinasi Urban dan Sport.

4. Apa keunggulan aplikasi My ALVA?

Aplikasi tersebut menampilkan data baterai, statistik perjalanan, estimasi biaya listrik, lokasi fast charging, GPS tracking, serta sejumlah fitur keamanan.

5. Apa kekurangan yang ditemukan dalam pengujian?

OTOMOTIF TV mencatat suspensi depan terasa terlalu empuk dan rem depan CBS dinilai kurang menggigit dibanding rem belakang.

Sumber Informasi: OTOMOTIF TV — “SEKARANG JADI MURAH..!!! CUMA Rp 18 JUTAAN, TEST RIDE ALVA N3 NEXT GENERATION l Otomotif TV”

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Teknologi Otomotif ALVA N3 Motor listrik kendaraan listrik