Tumpi Tawar, Jajanan Tradisional Kutai yang Hadir dalam Tradisi Adat

Nasya Syafira • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 21:16 WIB
Tumpi tradisional Kutai tersaji bersama jajanan khas lainnya dalam jamuan adat masyarakat Tenggarong secara hangat.
Tumpi tradisional Kutai tersaji bersama jajanan khas lainnya dalam jamuan adat masyarakat Tenggarong secara hangat.

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Tumpi menjadi jajak tradisional Kutai yang hadir dalam jamuan adat, tradisi bersama, dan warisan kuliner masyarakat Kalimantan Timur.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Tumpi merupakan salah satu jajak tradisional yang dikenal dalam budaya Kutai, terutama melalui jamuan adat dan tradisi makan bersama masyarakat Kutai Kartanegara.

Namanya mungkin belum sepopuler nasi bekepor atau gence ruan. Namun, tumpi punya ruang tersendiri dalam tradisi Kutai karena pernah hadir sebagai bagian dari hidangan adat yang disajikan bersama puluhan jajak kampong lainnya.

Tumpi Bukan Sekadar Kue Goreng

Dalam khazanah kuliner Kutai, tumpi dikenal sebagai salah satu jenis jajak kampong, istilah yang digunakan untuk menyebut aneka jajanan pasar tradisional Kutai Kartanegara.

Keberadaannya juga tercatat dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pelestarian Adat Istiadat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Tumpi masuk dalam daftar makanan yang khusus disajikan pada upacara adat tertentu.

Posisi tersebut membuat tumpi menarik dilihat bukan hanya dari rasa, tetapi juga dari fungsi sosial dan budaya yang menyertainya.

Bagi masyarakat Kutai, makanan tradisional dapat menjadi bagian dari cara menjaga suasana kebersamaan. Tumpi hadir bersama berbagai jajak lain dalam ruang makan yang memiliki aturan dan tradisi tersendiri.

Baca Juga: Kulineran Nex Carlos: Makan Beberapa Porsi, Bonus Lauk Berdatangan Sampai Begah

Mengapa Tumpi Bisa Muncul dalam Tradisi Erau?

Salah satu konteks penting tumpi adalah Ngatur Dahar, jamuan makan yang menjadi bagian dari rangkaian adat menjelang pelaksanaan Erau.

Dalam jamuan tersebut, terdapat 41 jenis hidangan yang termasuk aneka jajak kampong. Tumpi berada satu kelompok dengan elat sapi, apam, golongan ayam, kelepon, pepik, putu soko, keminting, dan sejumlah jajanan tradisional lainnya.

Tradisi tersebut memperlihatkan bahwa makanan memiliki posisi lebih luas daripada sekadar hidangan untuk mengisi perut. Penyajiannya menjadi bagian dari rangkaian adat yang mempertemukan makanan, tata cara jamuan, dan kebudayaan Kutai.

Dalam tradisi Ngatur Dahar, sajian dihidangkan setelah prosesi adat tertentu selesai. Hadirin kemudian bersama-sama menikmati makanan yang telah disiapkan.

Tumpi dan Tradisi Makan Bersama Masyarakat Kutai

Tumpi juga tercatat sebagai salah satu kudapan dalam tradisi Beseprah, yakni cara makan bersama masyarakat Kutai.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat duduk bersama dan menikmati berbagai makanan yang telah disusun. Hidangan yang disajikan dapat berupa makanan utama maupun jajanan tradisional, termasuk tumpi.

Beseprah memperlihatkan sisi lain dari kuliner Kutai. Makanan menjadi alasan untuk duduk berdekatan, berbincang, dan membangun kebersamaan tanpa menjadikan status sosial sebagai batas utama.

Karena itu, tumpi tidak berdiri sendirian. Nilai yang menarik justru muncul ketika jajanan sederhana tersebut ditempatkan dalam tradisi makan bersama yang telah menjadi bagian dari identitas budaya Kutai.

Seperti Apa Bahan dan Bentuk Tumpi?

Informasi mengenai tumpi di Kalimantan Timur menunjukkan adanya variasi antardaerah dan komunitas. Salah satu versi tumpi yang dikenal di Kutai Barat menggunakan tepung beras dan tepung beras ketan atau pulut, kemudian diolah menjadi adonan dan digoreng.

Versi tersebut memiliki kemiripan dengan kue cucur dari segi tampilan dan teknik pengolahan, tetapi tumpi memiliki konteks budaya tersendiri dalam masyarakat yang membuat dan menyajikannya.

Karena tumpi memiliki beberapa versi di Kalimantan, penyebutan bahan dan bentuk sebaiknya tidak disamaratakan sebagai satu resep tunggal untuk seluruh wilayah Kutai.

Hal ini justru memperlihatkan kekayaan kuliner Kalimantan Timur. Satu nama makanan dapat memiliki bentuk, bahan, fungsi, dan makna yang berbeda ketika berkembang di komunitas yang berbeda.

Resep Tumpi

Bahan:

Resep tersebut menggunakan campuran tepung beras dan tepung ketan, kemudian adonan digoreng hingga kecokelatan.

Cara Membuat

  1. Campurkan bahan kering
    Masukkan tepung beras, tepung ketan, baking powder, dan garam ke dalam wadah. Aduk sampai tercampur rata.
  2. Masukkan air
    Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. Pastikan adonan tidak bergerindil dan teksturnya menjadi kental.
  3. Tambahkan santan dan gula merah
    Masukkan santan kental dan gula merah yang sudah disisir. Aduk hingga seluruh bahan tercampur dan adonan menjadi licin.
  4. Panaskan minyak
    Gunakan api sedang dan pastikan minyak sudah cukup panas sebelum adonan digoreng.
  5. Goreng adonan
    Ambil adonan menggunakan sendok sayur, kemudian tuangkan ke minyak panas. Goreng sampai bagian bawah dan permukaannya berubah kecokelatan.
  6. Balik dan matangkan
    Balik Tumpi secara perlahan agar kedua sisinya matang merata.
  7. Tiriskan
    Angkat Tumpi setelah matang, kemudian tiriskan minyaknya.
  8. Sajikan
    Tumpi dapat disajikan hangat maupun setelah dingin.

Dari Jajanan Kampung hingga Bagian dari Warisan Budaya

Kuliner tradisional sering kali bertahan bukan karena dibuat untuk mengikuti tren, melainkan karena terus digunakan dalam kehidupan masyarakat.

Tumpi menjadi contoh menarik. Kehadirannya dalam daftar jajak kampong dan berbagai tradisi adat menunjukkan bahwa makanan sederhana dapat memiliki hubungan erat dengan kehidupan budaya.

Dalam dokumentasi mengenai jamuan adat Kutai, tumpi ditempatkan bersama puluhan jenis makanan lain. Banyaknya jenis hidangan tersebut menunjukkan betapa beragamnya jajanan tradisional yang pernah menjadi bagian dari tradisi Kutai.

Persoalannya sekarang bukan hanya bagaimana membuat tumpi, tetapi bagaimana generasi berikutnya tetap mengenali namanya, memahami konteksnya, dan mengetahui bahwa makanan tersebut pernah menjadi bagian dari tradisi masyarakat.

Baca Juga: Pundut Nasi Khas Banjar, Nasi Santan Berbungkus Daun Pisang yang Sarat Tradisi

Kenapa Tumpi Layak Dikenalkan kepada Generasi Muda?

Mengenalkan tumpi berarti membuka pintu menuju cerita yang lebih besar tentang budaya Kutai.

Pembaca tidak hanya menemukan sebuah jajanan tradisional, tetapi juga dapat mengenal istilah jajak kampong, tradisi Beseprah, rangkaian adat Erau, serta cara masyarakat Kutai menempatkan makanan dalam kehidupan sosial dan budaya.

Di sinilah kuliner tradisional punya nilai penting. Rasa menjadi pintu masuk, sedangkan cerita budaya membuat makanan tersebut memiliki identitas.

Bagi Kalimantan Timur, kekayaan seperti ini juga dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata budaya. Pengunjung tidak hanya mencari makanan yang enak, tetapi juga ingin mengetahui cerita di balik hidangan yang mereka temui.

Poin Penting

Insight Redaksi

Kadang jajanan yang namanya paling sederhana justru membawa cerita paling panjang. Tumpi mengingatkan bahwa kuliner Kutai bukan hanya soal rasa di lidah, tetapi juga soal kebiasaan makan bersama, adat, dan cara sebuah masyarakat menjaga warisan dari generasi ke generasi. Kalau suatu hari menemukan tumpi di meja jajak tradisional Kutai, jangan buru-buru menganggapnya sekadar kue goreng, Ces!

Kalau tertarik mengenal kuliner Kalimantan Timur lebih jauh, tumpi bisa ditempatkan satu daftar bersama nasi bekepor, gence ruan, serabai, putu labu, basong, dan jajak tradisional Kutai lainnya. Dari satu makanan, cerita tentang budaya daerah bisa berkembang jauh lebih luas.

Suka artikel kuliner lokal seperti ini? Bagikan ke teman atau keluarga yang masih penasaran dengan jajanan tradisional Kalimantan Timur. Bisa jadi, makanan yang hampir terlupakan justru menjadi cerita baru di meja makan berikutnya.

Masih banyak jajak Kutai yang belum banyak dikenal pembaca. Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu tumpi?

Tumpi merupakan salah satu jajak tradisional yang dikenal dalam khazanah kuliner Kutai dan termasuk jajak kampong.

2. Apakah tumpi termasuk makanan khas Kutai Kartanegara?

Tumpi tercatat sebagai salah satu makanan yang disajikan dalam tradisi dan upacara adat tertentu Kesultanan Kutai Kartanegara.

3. Kapan tumpi biasanya disajikan?

Tumpi dapat ditemukan dalam konteks jamuan adat seperti Ngatur Dahar serta tradisi makan bersama Beseprah.

4. Apakah tumpi sama di seluruh Kalimantan?

Tidak selalu. Tumpi memiliki beberapa variasi berdasarkan daerah dan komunitas. Karena itu, bahan, bentuk, dan fungsi budayanya dapat berbeda.

5. Apa arti jajak kampong dalam budaya Kutai?

Jajak kampong merupakan sebutan untuk berbagai jajanan pasar tradisional yang dikenal dalam masyarakat Kutai Kartanegara.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
kuliner Kutai Tumpi Tawar kalimantan timur Jajanan Tradisional