Pundut Nasi Khas Banjar, Nasi Santan Berbungkus Daun Pisang yang Sarat Tradisi

Nasya Syafira • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 09:12 WIB
Pundut nasi khas Banjar dibungkus daun pisang dengan sajian santan dan sambal habang.
Pundut nasi khas Banjar dibungkus daun pisang dengan sajian santan dan sambal habang.

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Pundut nasi khas Banjar memadukan beras, santan, daun pisang, dan sambal habang dalam sajian sederhana.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pundut nasi merupakan kuliner tradisional Banjar dari Kalimantan Selatan berupa nasi berbumbu santan yang dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang.

Sajian sederhana ini dikenal sebagai menu sarapan dan kerap ditemani sambal habang serta lauk seperti telur atau ikan. Yuk, kenali cerita di balik bungkusnya, Ces!

Dari Kata “Pundut”, Lahir Sajian Nasi yang Khas

Nama pundut memiliki kaitan langsung dengan bentuk makanannya. Dalam bahasa Banjar, “pundut” berarti bungkus.

Beras dan santan ditempatkan dalam daun pisang, kemudian dibungkus dan dikukus. Cara tersebut membuat aroma daun pisang berpadu dengan rasa gurih santan.

Pundut nasi dikenal sebagai salah satu makanan tradisional Kalimantan Selatan, khususnya dalam kuliner Banjar. Hidangan ini juga ditemukan di wilayah lain yang memiliki kedekatan budaya Banjar.

Di Kalimantan Timur, pundut nasi antara lain dapat dijumpai di Kutai Kartanegara dan disebut hadir dalam tradisi Beseprah.

Baca Juga: Pisang Gapit Khas Kalimantan Timur, Camilan Legit yang Sederhana tapi Bikin Nagih

Apa yang Membuat Rasanya Berbeda?

Kunci pundut nasi berada pada perpaduan beras dan santan. Setelah dibungkus daun pisang, adonan tersebut dikukus hingga menghasilkan nasi bertekstur lembut.

Aroma daun pisang menjadi bagian penting dari pengalaman menyantapnya. Daun yang digunakan sebagai pembungkus juga umumnya dilayukan lebih dulu agar lebih mudah dibentuk.

Pelengkap yang sering hadir adalah masak habang, yakni bumbu merah khas Banjar. Rasa pedas, gurih, dan sedikit manis dari bumbu tersebut memberi kontras pada nasi yang gurih.

Pundut Nasi Biasanya Disantap dengan Apa?

Pundut nasi kerap hadir sebagai menu sarapan. Ukurannya yang relatif praktis membuatnya mudah disantap sebagai makanan pagi.

Lauk pendampingnya dapat berupa telur itik, ikan haruan, atau ikan papuyu. Beberapa penyajian juga melengkapinya dengan saus atau bumbu merah.

Perpaduan tersebut membuat satu bungkus pundut memiliki beberapa lapisan rasa. Nasi gurih menjadi dasar, sementara lauk dan sambal memberi rasa yang lebih kuat.

Bagi pembaca yang ingin mengenali kuliner Banjar, pundut nasi menarik karena bahan sederhananya justru memperlihatkan karakter masakan setempat.

Resep Pundut Nasi

Bahan:

Baca Juga: Lapis Salju Pontianak, Perpaduan Lapis Legit dan Lapisan Lembut yang Cocok Jadi Oleh-Oleh

Cara Membuat:

1. Siapkan beras
Cuci beras hingga bersih, kemudian tiriskan. Beras menjadi bahan utama yang akan menyerap rasa gurih dari santan.

2. Campurkan santan
Masukkan beras ke dalam wadah, lalu campurkan dengan santan, garam, dan gula. Aduk hingga seluruh bahan tercampur.

3. Bungkus dengan daun pisang
Ambil daun pisang yang sudah dibersihkan. Letakkan beberapa sendok campuran beras di atasnya, kemudian bungkus hingga rapat.

4. Kukus pundut nasi
Susun bungkusan di dalam kukusan. Kukus hingga nasi matang dan teksturnya pulen, sekitar 45 menit, tergantung ukuran bungkusan dan kondisi beras.

5. Sajikan
Setelah matang, angkat dan biarkan sebentar agar uap panas berkurang. Pundut nasi dapat disajikan bersama masak habang atau lauk pendamping lainnya.

Sederhana, tetapi Dekat dengan Tradisi Banjar

Pundut nasi memperlihatkan bagaimana masyarakat Banjar mengolah bahan sehari-hari menjadi makanan dengan identitas kuat.

Sajian ini juga dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk sarapan, pasar tradisional, warung makan, acara keluarga, dan perayaan tertentu.

Di balik ukurannya yang sederhana, ada unsur budaya yang mudah dikenali: beras, santan, daun pisang, sambal merah, serta cara makan yang praktis.

Kalau ingin mengenal kuliner Banjar dari hidangan yang tidak terlalu rumit, pundut nasi bisa menjadi salah satu pintu masuk yang menarik.

Baca Juga: Mengenal Kerupuk Kuku Macan Samarinda, Camilan Renyah Berbentuk Khas

Poin Penting

Insight Redaksi

Pundut nasi menunjukkan bahwa identitas kuliner tidak selalu lahir dari bahan mahal. Dari beras, santan, dan daun pisang, lahir sajian yang punya hubungan kuat dengan tradisi Banjar. Di Banua, bungkus sederhana justru bisa membawa cerita panjang dari meja makan sampai budaya masyarakat.

Kalau menemukan pundut nasi saat sarapan, paling pas menikmatinya bersama pelengkap khas seperti sambal habang atau lauk pendamping sesuai sajian setempat.

Kalau artikel ini terasa menarik, bagikan ke keluarga atau kawan yang ingin mengenal kuliner Banjar lebih jauh.

Masih banyak cerita makanan Nusantara yang sederhana tetapi punya identitas kuat. Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu pundut nasi?

Pundut nasi adalah nasi berbahan beras dan santan yang dibungkus daun pisang lalu dikukus.

2. Apa arti kata pundut?

Dalam bahasa Banjar, pundut berarti bungkus, sesuai dengan bentuk penyajian makanan tersebut.

3. Pundut nasi berasal dari mana?

Pundut nasi dikenal sebagai kuliner tradisional masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan.

4. Pundut nasi biasanya dimakan dengan apa?

Pundut nasi sering disajikan bersama masak habang dan lauk seperti telur itik, ikan haruan, atau ikan papuyu.

5. Apakah pundut nasi ada di Kalimantan Timur?

Pundut nasi juga ditemukan di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dan disebut berkaitan dengan tradisi Beseprah.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Kuliner Banjar Kuliner Kalimantan Selatan Pundut Nasi Makanan Tradisional