Kue Gumpal Banjar: Resep Wadai Gumpal Singkong yang Manis Gurih dan Renyah

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 22:19 WIB
Sajian kue gumpal khas Kaltara berbentuk bulat keemasan yang renyah dan gurih di atas piring. (BTV/Ai)
Sajian kue gumpal khas Kaltara berbentuk bulat keemasan yang renyah dan gurih di atas piring. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Kue Gumpal khas Banjar dibuat dari singkong, kelapa, gula, dan lapisan tepung yang digoreng hingga keemasan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kue Gumpal atau wadai gumpal merupakan kudapan tradisional berbahan singkong yang dikenal dalam kuliner masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Bentuknya dibuat menggumpal atau dikepal, dengan rasa manis gurih dari perpaduan singkong, gula, kelapa parut, dan sedikit garam.

Sekilas bahannya sederhana. Justru dari bahan rumahan itulah Gumpal punya daya tarik: bagian dalamnya lembut dan legit, sementara lapisan luarnya menjadi lebih renyah setelah digoreng. Yuk, kenali sekaligus praktikkan resepnya di rumah.

Gumpal, Olahan Singkong yang Dekat dengan Kuliner Banjar

Dalam tradisi kuliner Banjar, singkong atau gumbili dapat diolah menjadi beragam makanan. Salah satunya adalah Gumpal Gumbili, yakni singkong yang dimasak, dihaluskan, kemudian dibentuk sebelum diolah lebih lanjut. Dokumentasi mengenai kuliner wadai Banjar juga mencatat Gumpal Gumbili sebagai salah satu olahan berbahan ubi kayu.

Nama gumpal berkaitan dengan bentuknya yang dibuat menggumpal atau menyerupai kepalan. Resep yang beredar juga menunjukkan karakter yang sama: singkong yang sudah matang dihaluskan, dicampur bahan pemanis dan kelapa, lalu dibentuk sebelum dicelupkan ke adonan pelapis dan digoreng.

Bagi masyarakat Banjar, olahan seperti ini juga menunjukkan bagaimana bahan pangan yang sederhana bisa menjadi kudapan dengan karakter rasa dan bentuk tersendiri.

Bahan Kue Gumpal

Resep berikut menggunakan dua bagian adonan, yaitu adonan utama berbahan singkong dan adonan pelapis.

Bahan isi atau adonan utama

Singkong terlebih dahulu dikukus sampai empuk. Dengan takaran 400 gram, proses pengukusan dalam resep ini sekitar 30 menit, tetapi waktunya dapat menyesuaikan ukuran potongan dan kondisi singkong.

Bahan kulit atau pelapis

Tepung beras membantu memberikan karakter lapisan luar yang berbeda dibandingkan adonan berbahan tepung terigu saja. Takaran air perlu disesuaikan sedikit demi sedikit agar adonan pelapis tidak terlalu encer.

Baca Juga: Pais Seluang, Pepes Ikan Sungai Khas Banjar yang Gurih dan Sarat Tradisi

Cara Membuat Kue Gumpal

1. Kukus singkong sampai empuk

Kupas singkong, kemudian bersihkan dan kukus sampai empuk. Dalam resep yang digunakan, waktu pengukusan sekitar 30 menit.

Setelah matang, jangan langsung dibiarkan dingin terlalu lama. Singkong lebih mudah dihaluskan ketika masih hangat.

2. Haluskan singkong

Masukkan singkong matang ke dalam wadah, kemudian tumbuk atau haluskan sampai benar-benar hancur.

Tidak harus menggunakan alat khusus. Singkong dapat ditumbuk secara manual selama teksturnya sudah cukup lembut untuk dicampur dengan bahan lainnya.

3. Campurkan gula, kelapa, garam, dan vanili

Masukkan gula pasir, kelapa parut, garam, serta vanili bubuk ke dalam singkong yang sudah dihaluskan.

Aduk dan uleni sampai seluruh bahan tercampur merata. Bagian ini penting karena rasa manis, gurih, dan aroma vanili harus tersebar di seluruh adonan.

4. Bentuk menjadi gumpalan

Ambil adonan secukupnya menggunakan tangan, lalu kepal dan bentuk menjadi bulat atau lonjong.

Pastikan setiap gumpalan cukup padat agar tidak mudah pecah ketika dicelupkan ke adonan pelapis.

Ukuran tidak harus terlalu besar. Bentuk yang lebih kecil juga membuat proses penggorengan lebih mudah dikontrol.

5. Buat adonan pelapis

Siapkan wadah lain. Campurkan tepung terigu, tepung beras, vanili bubuk, dan sejumput garam.

Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai menjadi adonan pelapis dengan kekentalan sedang.

Adonan tidak perlu terlalu kental, tetapi juga jangan terlalu encer. Konsistensinya harus cukup untuk menempel pada permukaan gumpalan singkong.

6. Celupkan gumpalan singkong

Panaskan minyak dalam wajan.

Celupkan satu per satu gumpalan singkong ke dalam adonan pelapis. Pastikan permukaannya terbalut sebelum dimasukkan ke minyak.

Jangan memasukkan terlalu banyak gumpalan sekaligus karena suhu minyak bisa turun dan membuat hasil gorengan kurang renyah.

7. Goreng sampai kuning keemasan

Goreng menggunakan api sedang sampai lapisan luar berubah menjadi kuning keemasan dan matang merata.

Balik perlahan jika diperlukan agar seluruh permukaan mendapatkan warna yang sama.

Setelah matang, angkat dan tiriskan minyaknya.

8. Sajikan selagi hangat

Kue Gumpal paling sederhana dinikmati setelah ditiriskan dan masih hangat.

Pada kondisi tersebut, bagian luar terasa lebih renyah, sementara bagian dalam tetap lembut dengan rasa manis gurih dari singkong, gula, kelapa, dan garam.

Rahasia Agar Gumpal Tidak Mudah Hancur

Ada beberapa hal sederhana yang menentukan hasil akhir.

Pertama, haluskan singkong saat masih hangat. Singkong yang sudah terlalu dingin cenderung lebih sulit dihancurkan hingga teksturnya merata.

Kedua, jangan membuat adonan terlalu basah. Adonan utama harus cukup padat untuk dikepal. Jika terlalu lembek, bentuknya lebih mudah berubah ketika dicelupkan ke pelapis.

Ketiga, perhatikan kekentalan adonan pelapis. Jika terlalu encer, lapisan sulit menempel. Jika terlalu kental, lapisan bisa terlalu tebal dan menutupi karakter lembut bagian dalam.

Keempat, gunakan api sedang. Minyak yang terlalu panas dapat membuat lapisan luar cepat kecokelatan sementara bagian dalam belum mendapatkan panas secara merata.

Kelima, jangan terburu-buru mengangkat. Tunggu sampai permukaannya benar-benar matang dan berwarna kuning keemasan.

Tiga Kesalahan yang Sering Terjadi

Kesalahan Dampak Cara Mengatasinya
Singkong kurang empuk Adonan sulit dihaluskan Kukus sampai benar-benar empuk
Adonan pelapis terlalu encer Lapisan tidak menempel sempurna Tambahkan tepung sedikit demi sedikit
Api terlalu besar Kulit cepat cokelat tetapi matang tidak merata Gunakan api sedang dan goreng bertahap

Baca Juga: Ikan Seluang Goreng, Kuliner Ikan Sungai Kalimantan yang Renyah dan Gurih

Bagaimana Cara Menyajikan Kue Gumpal?

Penyajian paling sederhana adalah menaruh Gumpal yang sudah ditiriskan di piring atau wadah saji dan menyantapnya ketika masih hangat.

Tidak diperlukan pelengkap khusus untuk menikmati rasa dasarnya. Perpaduan singkong, kelapa, gula, garam, dan lapisan tepung sudah menjadi karakter utama kudapan ini.

Untuk suasana santai di rumah, Gumpal juga cocok ditemani teh atau kopi hangat. Namun, minuman pendamping tersebut merupakan pilihan penyajian, bukan bagian wajib dari resep.

Cara Menikmati Gumpal agar Teksturnya Terasa

Cicipi bagian luarnya terlebih dahulu untuk merasakan lapisan tepung yang baru digoreng. Setelah itu, bagian dalamnya akan memberikan tekstur singkong yang lebih lembut.

Keseimbangan rasanya berasal dari perpaduan manis gula dan gurih kelapa serta garam. Karena itu, tambahan saus atau topping sebenarnya tidak diperlukan jika ingin mempertahankan karakter resep tradisional.

Gumpal juga lebih menarik disantap tidak terlalu lama setelah digoreng. Semakin lama dibiarkan terbuka, kerenyahan lapisan luarnya dapat berkurang.

Bisa Dikembangkan Menjadi Kudapan Kekinian

Gumpal memiliki ruang untuk dikembangkan tanpa harus menghilangkan bentuk dan bahan dasarnya.

Beberapa pembuat makanan rumahan bahkan sudah membuat versi modern dengan tambahan topping. Salah satu contoh resep Gumpal dari Banjarmasin mengembangkan penyajian dengan topping cokelat putih dan taburan warna-warni.

Variasi Perbedaan Karakter
Gumpal tradisional Singkong, kelapa, gula, pelapis tepung Manis gurih dan sederhana
Gumpal bertopping Ditambah topping setelah digoreng Lebih modern dan menarik secara visual
Gumpal bentuk kecil Ukuran dibuat lebih kecil Cocok untuk sajian kudapan atau jualan

Variasi tersebut sebaiknya ditempatkan sebagai pengembangan, bukan menggantikan karakter utama Gumpal sebagai kudapan berbahan singkong.

Baca Juga: Kue Lam Khas Banjar, Wadai Berlapis dari Barabai yang Dibuat dengan Telur Bebek

Potensi Gumpal sebagai Produk Jualan

Bahan utama Gumpal relatif sederhana sehingga makanan ini dapat dikembangkan sebagai produk kudapan rumahan.

Singkong juga memiliki ketersediaan yang cukup dekat dengan masyarakat di Kalimantan Selatan. Laporan RRI pada November 2025 mencatat singkong sebagai komoditas pangan lokal yang mudah diperoleh dan menyebut Gumpal sebagai salah satu olahannya. Dalam laporan tersebut, harga singkong yang disebutkan saat itu sekitar Rp6.000 per kilogram, meski harga tentu dapat berubah menurut waktu dan tempat.

Untuk usaha, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah ukuran per potong, penggunaan minyak, biaya tepung dan kelapa, kemasan, serta harga jual.

Data biaya sederhana

Kebutuhan Jumlah Harga Keterangan
Singkong 400 gram Mengikuti harga pasar Bahan utama
Gula pasir 7 sdm Mengikuti harga pasar Adonan utama
Kelapa parut 7 sdm Mengikuti harga pasar Adonan utama
Tepung terigu 4 sdm Mengikuti harga pasar Pelapis
Tepung beras 2 sdm Mengikuti harga pasar Pelapis
Vanili 2 bungkus Mengikuti merek Adonan dan pelapis
Minyak goreng Secukupnya Mengikuti harga pasar Menggoreng

Harga bahan berbeda menurut daerah, musim, merek, ukuran kemasan, dan tempat pembelian. Karena resep yang diberikan tidak mencantumkan harga seluruh bahan, total modal per batch belum dapat dihitung secara presisi tanpa menetapkan harga belanja aktual.

Sebagai gambaran, harga gula pasir nasional pada 7 September 2026 tercatat sekitar Rp19.600 per kilogram dan minyak goreng sekitar Rp23.000 per kilogram berdasarkan rangkuman harga pangan nasional yang bersumber dari PIHPS Bank Indonesia. Angka tersebut bukan harga khusus Balikpapan dan hanya dapat digunakan sebagai referensi umum.

Baca Juga: Mengenal Bipang Ambawang, Kuliner Khas Ambawang yang Sempat Ramai Dibicarakan Nasional

Poin Penting

Insight Redaksi

Gumpal memperlihatkan bagaimana singkong sebagai bahan pangan sederhana dapat menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat Banjar. Nilainya bukan hanya pada rasa manis gurih, tetapi juga pada teknik mengolah, membentuk, dan menggoreng bahan lokal menjadi kudapan yang mudah dibuat di rumah. Ketika dikembangkan secara kreatif, Gumpal juga berpeluang hadir sebagai produk jajanan modern tanpa kehilangan karakter dasarnya.

Jangan lupa bagikan artikel ini kepada keluarga atau teman yang ingin mencoba membuat kudapan tradisional Banjar di rumah. Ikuti terus informasi kuliner dan kabar terbaru lainnya di balikpapantv.id, teman update setia Ces!

FAQ 

1. Apa itu Kue Gumpal?

Kue Gumpal atau Gumpal Gumbili adalah kudapan berbahan singkong yang dibentuk menggumpal atau dikepal, kemudian diberi lapisan tepung dan digoreng.

2. Apa bahan utama Kue Gumpal?

Bahan utamanya adalah singkong, gula pasir, kelapa parut, garam, dan vanili. Bagian pelapis menggunakan tepung terigu, tepung beras, vanili, garam, dan air.

3. Apakah singkong harus dikukus?

Ya. Singkong perlu dimasak hingga empuk agar mudah dihaluskan dan dapat dicampur dengan bahan adonan.

4. Mengapa Kue Gumpal disebut gumpal?

Namanya berkaitan dengan bentuk adonan yang dibuat menggumpal atau dikepal sebelum digoreng.

5. Kapan Kue Gumpal paling enak disantap?

Gumpal paling nikmat disantap dalam kondisi hangat, ketika lapisan luarnya masih terasa renyah dan bagian dalamnya lembut.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Kuliner Banjar Kue Gumpal Wadai Gumpal Gumpal Gumbili