Nasi Lapola Khas Maluku: Gurih Kacang Tolo yang Punya Cerita Kebersamaan

Nasya Syafira • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 16:20 WIB
Nasi Lapola khas Maluku dengan kacang tolo dan kelapa, sajian tradisional gurih yang kaya cerita budaya.
Nasi Lapola khas Maluku dengan kacang tolo dan kelapa, sajian tradisional gurih yang kaya cerita budaya.

Durasi Baca: 8 menit

Ikhtisar: Nasi Lapola memadukan beras, kacang tolo, dan kelapa menjadi sajian gurih khas Maluku yang sarat tradisi.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Nasi Lapola merupakan kuliner tradisional Maluku yang memadukan beras, kacang tolo, dan kelapa, dikenal sebagai makanan pokok masyarakat setempat.

Buat pencinta kuliner Nusantara, sajian ini menarik karena sederhana tetapi punya karakter kuat. Dari bahan sampai cara memasaknya, ada cerita budaya yang layak dikenal pembaca BTV.

Apa yang membuat Nasi Lapola berbeda?

Nasi Lapola memiliki karakter gurih, pulen, dan harum karena perpaduan beras, kacang tolo, kelapa, serta rempah aromatik.

Kacang tolo menjadi salah satu pembeda utama. Biji kacang tersebut direbus terlebih dahulu, kemudian dicampurkan dengan beras aron dan kelapa parut sebelum dikukus.

Teknik memasaknya tidak sekadar memasukkan seluruh bahan sekaligus. Beras dibuat menjadi aron terlebih dahulu, lalu campuran kacang dan kelapa dikukus hingga teksturnya matang.

Dalam beberapa resep, daun pandan, serai, dan daun jeruk digunakan untuk memberikan aroma tambahan. Komposisinya dapat berbeda menurut resep yang digunakan.

Baca Juga: Nasi Krawu Banjar: Kuliner Gresik yang Beradaptasi di Kalimantan Selatan

Identitas Nasi Lapola

Informasi Keterangan
Nama Nasi Lapola
Asal Maluku, dikenal pula di Maluku Utara
Bahan utama Beras, kacang tolo, kelapa
Teknik memasak Aron dan kukus
Rasa dominan Gurih
Tekstur Pulen dengan sensasi kacang dan kelapa
Pelengkap Kohu-kohu, sambal colo-colo, ikan
Situasi penyajian Makanan sehari-hari dan sajian tradisional

Sumber pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri juga menyebut Nasi Lapola sebagai kuliner tradisional khas Maluku Utara dengan rasa gurih dan pulen.

Dari mana sebenarnya Nasi Lapola berasal?

Catatan mengenai sejarah awal Nasi Lapola tidak menunjukkan tahun kemunculan yang pasti. Karena itu, asal-usulnya sebaiknya tidak diberi tanggal tertentu tanpa bukti sejarah yang kuat.

Sejumlah sumber kuliner menempatkan Nasi Lapola sebagai makanan khas Maluku, sementara sumber pemerintah secara khusus menyebutnya sebagai kuliner tradisional Maluku Utara.

Perbedaan penyebutan wilayah tersebut menunjukkan bahwa Nasi Lapola memiliki ruang persebaran yang cukup luas di kawasan Maluku. Artikel kuliner BTV sebaiknya tidak menyempitkan asalnya pada satu wilayah tanpa dasar.

Yang menarik justru komposisinya. Beras, kacang tolo, dan kelapa membentuk hidangan yang sederhana sekaligus mengenyangkan.

Sumber Kementerian Kesehatan juga mendokumentasikan Nasi Lapola sebagai resep makanan lokal, lengkap dengan pasangan kohu-kohu berbahan sayuran, kelapa, dan ikan tongkol.

Mengapa kacang tolo dan kelapa menjadi bagian penting?

Kacang tolo bukan sekadar tambahan. Bahan ini memberikan tekstur sekaligus membuat nasi memiliki karakter berbeda dibanding nasi putih biasa.

Kelapa parut memberikan rasa gurih dan tekstur yang khas. Dalam resep yang terdokumentasi Kementerian Kesehatan, daging kelapa digunakan bersama beras dan kacang tolo.

Serai dan daun jeruk berfungsi memperkaya aroma. Garam kemudian menjaga rasa dasar tetap sederhana tanpa menutupi karakter beras, kacang, dan kelapa.

Kombinasi tersebut memperlihatkan pemanfaatan bahan pangan yang relatif sederhana. Nasi Lapola tidak bergantung pada banyak bumbu untuk menghasilkan rasa yang kuat.

Bahan utama dan fungsinya

Bahan Takaran Fungsi Alternatif
Beras putih 225 gram Struktur utama nasi Beras pulen
Kelapa 200 gram Rasa gurih dan tekstur Kelapa parut segar
Kacang tolo 120 gram Tekstur dan sumber protein Kacang tunggak
Serai 1 batang Aroma
Daun jeruk 3 lembar Aroma segar
Garam Secukupnya Penyeimbang rasa

Takaran tersebut mengacu pada resep Nasi Lapola dalam buku resep makanan lokal Kementerian Kesehatan untuk tiga porsi.

Resep Nasi Lapola yang bisa dicoba di rumah

Resep berikut menggunakan pendekatan yang terdokumentasi Kementerian Kesehatan sehingga lebih mudah dijadikan acuan rumahan.

Bahan:

Peralatan:

Estimasi:

Langkah membuatnya

1. Rebus kacang tolo sampai empuk.
Kacang harus sudah lunak sebelum dicampurkan dengan beras agar teksturnya tidak keras ketika nasi selesai dikukus.

2. Buat aron dari beras.
Masak beras bersama serai, daun jeruk, dan garam sampai cairannya berkurang dan beras mulai setengah matang.

3. Masukkan kacang tolo dan kelapa.
Ketika air pada aron sudah berkurang, campurkan kacang tolo rebus dan kelapa parut secara merata.

4. Kukus sampai matang.
Pindahkan campuran ke kukusan dan masak sekitar 30 menit. Nasi matang ketika butiran beras sudah pulen dan bagian tengahnya tidak keras.

5. Sajikan selagi hangat.
Nasi Lapola dapat dipadukan dengan kohu-kohu, sambal colo-colo, atau lauk ikan sesuai tradisi penyajiannya.

Baca Juga: Gangan Ikan Patin, Resep Kuah Kuning Asam Segar yang Cocok untuk Makan Keluarga

Teknik sederhana agar teksturnya tidak gagal

Kesalahan yang sering terjadi adalah kacang belum cukup empuk sebelum dicampurkan. Kondisi tersebut dapat membuat tekstur akhir nasi terasa tidak menyatu.

Takaran air juga perlu diperhatikan ketika membuat aron. Beras harus cukup menyerap cairan sebelum masuk tahap pengukusan.

Kelapa sebaiknya digunakan dalam kondisi segar agar aroma dan rasa gurihnya tetap terasa. Kelapa yang terlalu kering dapat menghasilkan karakter berbeda.

Jangan mengandalkan waktu saja untuk menentukan kematangan. Periksa tekstur beras, karena setiap jenis beras memiliki kemampuan menyerap air yang berbeda.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Kacang tolo masih keras — rebus sampai empuk sebelum dicampurkan.

  2. Aron terlalu basah — kurangi cairan sebelum masuk tahap kukus.

  3. Nasi kurang matang — lanjutkan pengukusan sampai bagian tengah beras pulen.

  4. Kelapa terlalu sedikit — rasa gurih khas Nasi Lapola dapat berkurang.

Nasi Lapola biasanya disantap dengan apa?

Nasi Lapola lazim dipadukan dengan makanan pendamping khas Maluku. Salah satu pasangan yang sering disebut adalah kohu-kohu, olahan yang dapat menggunakan ikan, sayuran, kelapa, dan bumbu segar.

Sambal colo-colo juga menjadi pendamping yang dikenal dalam penyajian Nasi Lapola. Sambal tersebut memberikan rasa segar dan pedas yang kontras dengan nasi gurih.

Ikan bakar juga cocok disandingkan dengan Nasi Lapola. Kombinasi nasi gurih, lauk ikan, dan sambal membuat satu porsi terasa lebih lengkap.

Untuk pengalaman makan, cicipi nasi terlebih dahulu sebelum mencampurkannya dengan sambal. Dengan begitu, karakter kelapa dan kacang tolo masih dapat dikenali.

Dari hidangan sederhana menjadi bagian identitas kuliner

Nasi Lapola memperlihatkan bagaimana makanan berbahan sederhana dapat memiliki nilai budaya. Kementerian Kesehatan bahkan memasukkannya dalam dokumentasi resep makanan lokal bersama kohu-kohu.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri mencatat adanya upaya promosi kuliner tradisional seperti Nasi Lapola kepada generasi muda serta pengenalan menu tersebut kepada wisatawan.

Nilai tersebut penting karena kuliner tradisional bukan hanya soal resep. Makanan juga dapat menjadi cara memperkenalkan bahan lokal, kebiasaan makan, dan identitas sebuah wilayah.

Bagi pembaca Kalimantan Timur, Nasi Lapola juga menarik sebagai contoh bahwa kekayaan kuliner Nusantara tidak berhenti pada makanan khas Kalimantan.

Berapa biaya membuat Nasi Lapola?

Kementerian Kesehatan mencatat satu resep Nasi Lapola dan kohu-kohu untuk tiga porsi dengan estimasi harga Rp12.512 dalam dokumentasi resepnya. Angka tersebut merupakan estimasi pada saat buku diterbitkan, bukan harga 2026.

Untuk gambaran biaya bahan pada 2026, harga kacang tolo yang tersedia secara daring bervariasi. Beberapa penawaran Juli 2026 berada sekitar Rp35.000–Rp42.000 per kilogram, sedangkan kelapa parut tersedia pada kisaran berbeda menurut ukuran dan penjual.

Sebagai simulasi sederhana, penggunaan 120 gram kacang tolo dapat berada sekitar Rp4.200–Rp5.000 jika memakai acuan harga Rp35.000–Rp42.000 per kilogram.

Untuk beras, Bapanas mencatat rerata harga beras medium nasional Rp13.626 per kilogram pada 31 Agustus 2026. Dengan kebutuhan 225 gram, nilai bahan beras sekitar Rp3.066.

Dengan memasukkan beras, kacang tolo, kelapa, serai, daun jeruk, dan garam, biaya bahan utama untuk tiga porsi secara indikatif berada di kisaran Rp15.000–Rp25.000, tergantung harga kelapa, merek bahan, dan lokasi pembelian.

Angka tersebut merupakan simulasi bahan, bukan harga jual makanan. Harga di Balikpapan dapat berbeda karena distribusi dan tempat pembelian.

Simulasi biaya tiga porsi

Kebutuhan Jumlah Estimasi biaya
Beras 225 gram ± Rp3.100
Kacang tolo 120 gram ± Rp4.200–Rp5.000
Kelapa ±200 gram ± Rp5.000–Rp10.000
Serai 1 batang ± Rp1.000
Daun jeruk 3 lembar ± Rp1.000
Garam Secukupnya ± Rp500
Total simulasi 3 porsi ± Rp14.800–Rp20.600
Per porsi 1 porsi ± Rp4.900–Rp6.900

Perhitungan ini bersifat indikatif dan tidak memasukkan lauk tambahan seperti ikan, kohu-kohu, atau sambal.

Baca Juga: Gangan Paliat, Masakan Khas Tabalong dengan Kuah Santan Kental yang Kaya Rempah

Peluang Nasi Lapola untuk kuliner wisata

Nasi Lapola memiliki potensi sebagai menu pengenalan budaya karena bahan dan proses memasaknya relatif mudah dijelaskan kepada pengunjung.

Model penyajian bersama kohu-kohu dan sambal colo-colo juga dapat membuat pengalaman kuliner terasa lebih lengkap. Kementerian Dalam Negeri mencatat adanya restoran di Ternate dan sekitarnya yang mulai memasukkan Nasi Lapola dalam menu.

Bagi pelaku usaha, daya tariknya bukan sekadar menjual nasi. Cerita mengenai bahan, asal budaya, dan pasangan lauk dapat menjadi bagian dari pengalaman pelanggan.

Konsep tersebut relevan untuk restoran Nusantara yang ingin menghadirkan menu Maluku di luar daerah asalnya, termasuk sebagai pengenalan kuliner Indonesia Timur.

Poin Penting:

Insight Redaksi

Nasi Lapola mengingatkan bahwa kuliner Indonesia Timur tidak selalu hadir dengan bumbu rumit. Justru beras, kacang tolo, dan kelapa mampu membentuk identitas rasa yang kuat. Bagi pembaca BTV di Kalimantan Timur, ini membuka perspektif bahwa eksplorasi kuliner Nusantara bisa dimulai dari hidangan sederhana. Kada harus mahal untuk menarik; cerita dan konteks budayanya yang membuat sebuah menu punya nilai.

Coba mulai dari versi sederhana di rumah, lalu sandingkan dengan ikan bakar atau sambal segar supaya rasanya makin mantap.

Kalau artikel ini menambah daftar kuliner Nusantara yang ingin dicoba, bagikan ke bubuhan dan kawalan yang suka eksplor makanan daerah.

Mau terus menemukan cerita kuliner Nusantara yang unik dan dekat dengan kehidupan sehari-hari? Update terus hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah Nasi Lapola berasal dari Kalimantan?

Tidak. Nasi Lapola merupakan kuliner tradisional Maluku dan dikenal secara khusus di Maluku Utara.

2. Apa bahan utama Nasi Lapola?

Bahan utamanya adalah beras, kacang tolo, dan kelapa. Serai, daun jeruk, serta garam dapat digunakan sebagai bahan pendukung.

3. Bagaimana tekstur Nasi Lapola?

Teksturnya cenderung pulen dengan tambahan tekstur dari kacang tolo dan kelapa parut.

4. Apa lauk yang cocok untuk Nasi Lapola?

Nasi Lapola dapat disantap bersama kohu-kohu, sambal colo-colo, dan ikan, termasuk ikan bakar.

5. Berapa porsi yang dihasilkan resep Kementerian Kesehatan?

Resep Nasi Lapola dalam dokumentasi Kementerian Kesehatan menghasilkan tiga porsi.

6. Apakah Nasi Lapola sulit dibuat?

Tidak terlalu. Tahapan utamanya adalah merebus kacang, membuat aron beras, mencampurkan kelapa dan kacang, kemudian mengukus sampai matang.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Nasi Lapola Kuliner Maluku maluku utara kuliner nusantara