Sate Tulang Banjar: Resep Leher Ayam Gurih dengan Bumbu Kacang dari Banjarmasin

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:39 WIB
Kelezatan sate tulang khas Banjar dengan olesan bumbu kecokelatan yang gurih dan bumbu cocolan pedas manis siap memanjakan lidah. (BTV/Ai)
Kelezatan sate tulang khas Banjar dengan olesan bumbu kecokelatan yang gurih dan bumbu cocolan pedas manis siap memanjakan lidah. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 7 Menit

Ikhtisar: Sate tulang khas Banjar memakai leher ayam cincang, bumbu kacang, kecap, lalu dikukus dan dibakar hingga harum untuk sajian rumahan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Sate tulang merupakan kuliner khas Banjar dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang mengolah leher ayam bersama daging, kulit, bumbu, lalu dibakar.

Nama sate tulang mungkin terdengar seperti potongan tulang utuh yang langsung dibakar. Padahal, olahannya menarik karena bagian ayam dicincang, dipadatkan, dikukus, kemudian dibakar bersama bumbu.

Sate tulang Banjar sebenarnya dibuat dari bagian ayam apa?

Sate tulang bukan sekadar tulang ayam yang ditusuk kemudian dibakar sampai matang. Hidangan ini menggunakan leher ayam yang dicincang bersama bagian daging, kulit, dan jaringan lunaknya.

Tekstur cincangan menjadi karakter utama sajian tersebut. Beberapa resep mempertahankan potongan tulang agar sensasinya masih terasa ketika disantap.

Di Banjarmasin dan wilayah Kalimantan Selatan, sate tulang dikenal sebagai salah satu kuliner khas Banjar. Hidangan ini juga disebut mulai jarang ditemukan pada sejumlah catatan kuliner.

Identitas kuliner

Informasi Keterangan
Nama makanan Sate Tulang
Asal Banjar, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Bahan utama Leher ayam, daging, kulit
Teknik memasak Cincang, kukus, lalu bakar
Rasa dominan Gurih, manis, pedas
Tekstur Padat, kenyal, sedikit bertekstur
Bumbu Kacang, cabai, kecap
Penyajian Hangat dengan bumbu kacang

Dari leher ayam, lahir tekstur yang khas

Pemakaian leher ayam membuat sate ini berbeda dari sate ayam pada umumnya. Bagian tersebut memberi kombinasi daging, kulit, lemak, dan tulang dalam satu adonan.

Tidak terdapat catatan pasti mengenai tahun pertama sate tulang mulai dikenal. Karena itu, asal-usul waktunya sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari perkembangan kuliner Banjar.

Konsep pemanfaatan bagian ayam yang masih memiliki daging juga membuat hidangan ini menarik dari sisi pengolahan pangan. Bahan yang sering kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi sajian bernilai jual.

Bahan sate tulang dan bumbu kacangnya

Bahan utama menentukan tekstur, sedangkan bawang, cabai, merica, dan bumbu lainnya membangun rasa gurih serta aroma.

Resep sate tulang yang beredar umumnya memakai leher ayam, daging atau kulit ayam, telur, bawang goreng, garam, merica, kaldu bubuk, dan gula.

Untuk versi rumahan berikut, tepung tapioka digunakan sedikit sebagai pengikat tambahan. Jumlahnya cukup secukupnya agar adonan tetap padat tanpa kehilangan karakter ayam.

Bahan utama sate

Bahan Takaran Fungsi
Leher/tulang muda ayam 500 gram Bahan utama dan pembentuk tekstur
Bawang merah Secukupnya Aroma dan rasa gurih
Bawang putih Secukupnya Penguat rasa
Cabai Secukupnya Rasa pedas
Garam Secukupnya Penyeimbang rasa
Merica Secukupnya Aroma dan rasa hangat
Kaldu bubuk Secukupnya Penguat rasa
Telur 1 butir Pengikat adonan
Tepung tapioka Secukupnya Membantu memadatkan adonan
Tusuk sate Secukupnya Media penyajian

Bahan bumbu kacang

Bahan Takaran Fungsi
Kacang tanah 100 gram Dasar saus dan rasa gurih
Cabai merah Secukupnya Warna dan rasa pedas
Kecap manis Secukupnya Rasa manis serta warna
Gula Secukupnya Menyeimbangkan rasa
Garam Secukupnya Penegas rasa
Air Secukupnya Mengatur kekentalan

Baca Juga: Gangan Asam Banjar, Sayur Berkuah Segar dengan Ikan Khas Kalimantan Selatan

Bagaimana cara membuat sate tulang Banjar?

Kunci pertama berada pada ukuran cincangan ayam. Leher ayam dapat dicincang kasar supaya teksturnya masih terasa ketika sate disantap.

Campurkan cincangan dengan bawang merah, bawang putih, cabai, garam, merica, kaldu bubuk, telur, dan sedikit tepung tapioka. Aduk sampai seluruh bahan menyatu dan adonan dapat dibentuk.

Bentuk adonan memanjang mengikuti ukuran tusuk sate. Kukus hingga adonan matang serta cukup padat untuk dibakar tanpa mudah terlepas.

Membuat bumbu kacang

Goreng kacang tanah sampai matang, kemudian haluskan bersama cabai sesuai tingkat kepedasan yang diinginkan. Tumis bumbu sampai aromanya keluar.

Tambahkan air, kecap manis, gula, dan garam. Masak sambil diaduk sampai bumbu matang dan mencapai kekentalan yang sesuai.

Bumbu kacang dapat dibuat agak kental untuk olesan. Sebagian lainnya bisa disisihkan sebagai saus pendamping ketika sate disajikan.

Membakar sampai aromanya keluar

Setelah adonan kukus matang, tusukkan pada lidi sate jika proses penusukan belum dilakukan sebelumnya. Oleskan campuran bumbu kacang dan kecap secara merata.

Bakar di atas bara sambil dibolak-balik agar permukaannya matang merata. Oleskan kembali bumbu selama proses pembakaran sampai permukaannya kecokelatan dan harum.

Teknik kukus sebelum bakar membantu adonan memiliki bentuk yang kokoh. Tahap pembakaran kemudian berfungsi membangun aroma panggang serta lapisan bumbu pada permukaan.

Baca Juga: Sambal Gami, Sambal Khas Bontang yang Disajikan Panas di Cobek Tanah Liat

Berapa biaya membuat sate tulang di rumah?

Untuk kebutuhan rumahan, biaya terutama berasal dari leher ayam, daging tambahan, kacang tanah, telur, bumbu, dan bahan pelengkap.

Sebagai simulasi, anggaran bahan dapat disiapkan sekitar Rp35.000–Rp50.000, tergantung harga ayam dan bahan di pasar setempat. Angka tersebut bersifat indikatif dan dapat berubah.

Jika menghasilkan sekitar empat porsi, simulasi biaya bahan berada pada kisaran Rp8.750–Rp12.500 per porsi. Perhitungan tersebut belum memasukkan biaya gas, arang, listrik, atau kemasan.

Data ringkas

Parameter Data
Asal Banjar, Banjarmasin
Bahan utama Leher ayam, daging, kulit
Waktu persiapan Sekitar 20–30 menit
Pengukusan Sekitar 30 menit
Pembakaran Sampai matang dan kecokelatan
Jumlah porsi Sekitar 4 porsi
Estimasi biaya bahan Rp35.000–Rp50.000
Estimasi biaya per porsi Rp8.750–Rp12.500
Tingkat kesulitan Sedang
Penyajian Hangat dengan bumbu kacang

Cara menikmati sate tulang agar teksturnya terasa

Sate tulang paling menarik disantap ketika masih hangat karena aroma bakaran dan bumbu masih kuat. Potongan sate dapat dicelupkan kembali ke saus kacang sebelum dimakan.

Tekstur cincangan menjadi bagian penting dalam pengalaman makan. Jangan membuat cincangan terlalu halus apabila ingin mempertahankan karakter khas sate tulang.

Sate dapat dinikmati sebagai lauk, camilan berat, atau pendamping nasi. Bumbu kacang dan kecap memberikan rasa manis-gurih yang membantu menyeimbangkan karakter ayam.

Bagi pembaca Kalimantan Timur, resep ini juga bisa menjadi cara mengenal ragam kuliner Banjar tanpa harus selalu mencari sajian jadi.

Sate tulang punya peluang sebagai kuliner rumahan

Sate tulang memiliki karakter yang mudah dikenali melalui bahan utama, bentuk sajian, tekstur, dan bumbu kacangnya. Hal tersebut membuatnya berpotensi menjadi menu khas pada usaha kuliner skala kecil.

Penggunaan bagian ayam yang relatif sederhana juga dapat membantu menekan kebutuhan bahan utama. Namun, biaya produksi tetap perlu dihitung berdasarkan harga bahan, arang, tenaga, kemasan, dan jumlah tusuk yang dihasilkan.

Untuk penjualan, ukuran sate dan konsistensi bumbu menjadi dua hal penting. Produk yang praktis disantap juga dapat diarahkan sebagai menu jajanan sore atau malam.

Baca Juga: Pakis Tumis Belacan, Olahan Pucuk Pakis yang Jadi Bagian Kuliner Kalimantan Barat

Poin Penting

Insight Redaksi

Sate tulang menarik karena mempertemukan kreativitas dapur Banjar dengan pemanfaatan bagian ayam secara menyeluruh. Bagi bubuhan Kaltim, resep ini bukan sekadar menu rumahan, tetapi contoh bagaimana bahan sederhana bisa punya identitas kuliner kuat. Kalau diolah konsisten, sajian seperti ini punya ruang untuk masuk pasar jajanan lokal. Jangan sampai makanan khas cuma dikenal namanya, padahal rasanya masih bisa hadir di meja makan.

Untuk dapur rumahan, pertahankan tekstur cincangan dan bumbu kacang agar karakter sate tetap terasa.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang suka mencoba resep khas Nusantara di rumah.

Kalau handak mengenal kuliner Nusantara dari sisi rasa, bahan, dan ceritanya, ikuti terus Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah sate tulang benar-benar hanya menggunakan tulang ayam?

Bukan. Sate tulang menggunakan leher ayam yang masih memiliki daging, kulit, jaringan lunak, dan bagian tulang.

2. Mengapa adonan sate tulang perlu dikukus?

Pengukusan membantu adonan matang dan menjadi padat sehingga lebih mudah ditusuk serta dibakar.

3. Apakah tepung tapioka wajib digunakan?

Tepung tapioka dapat digunakan sebagai pengikat tambahan, terutama ketika adonan membutuhkan struktur yang lebih kokoh.

4. Apa yang membuat sate tulang berbeda dari sate ayam biasa?

Perbedaannya terletak pada penggunaan leher ayam cincang dan tekstur adonan yang masih mempertahankan karakter bagian tersebut.

5. Apakah bumbu kacang bisa dibuat tanpa cabai?

Bisa. Jumlah cabai dapat disesuaikan dengan selera tanpa mengubah teknik dasar pembuatan bumbu kacang.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
Kuliner Kalimantan Selatan Sate Tulang Banjar banjarmasin