Gangan Haliling Khas Banjar: Resep Keong Sawah Bersantan yang Gurih dan Praktis

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:27 WIB
Sajikan gangan haliling khas Banjar berkuah santan gurih yang harum siap memanjakan lidah para penikmat kuliner. (BTV/Ai)
Sajikan gangan haliling khas Banjar berkuah santan gurih yang harum siap memanjakan lidah para penikmat kuliner. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 8 Menit

Ikhtisar: Gangan haliling khas Banjar mengolah keong sawah dengan santan, rempah sederhana, serta teknik khusus agar gurih dan mudah disantap.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Gangan haliling merupakan masakan tradisional Banjar dari Kalimantan Selatan yang memakai haliling atau keong sawah sebagai bahan utama, kemudian dimasak bersama santan dan rempah. Hidangan ini dikenal sebagai lauk pendamping nasi dan masih ditemukan dalam kuliner masyarakat Banjarmasin.

Bagi sebagian orang, bagian menarik dari makanan ini justru ada pada cara menikmatinya. Daging haliling dikeluarkan dari cangkang dengan cara disedot, sehingga proses makan terasa berbeda dari lauk berkuah pada umumnya.

Gangan Haliling dan Jejak Kuliner Banjar

Haliling merupakan sebutan yang digunakan masyarakat Banjar untuk keong sawah atau tutut. Bahan ini dapat ditemukan di lingkungan persawahan dan menjadi salah satu pangan lokal yang kemudian diolah menjadi lauk.

Salah satu catatan kuliner menyebutkan Gangan Haliling sebagai makanan yang berkaitan dengan Desa Tawia, Kecamatan Angkinang, Hulu Sungai Selatan. Sementara dokumentasi budaya lain menyebut hidangan ini bersifat musiman, terutama ketika haliling banyak ditemukan di sawah setelah masa tanam padi.

Perbedaan catatan tersebut menunjukkan bahwa kuliner tradisional dapat memiliki cerita asal-usul yang berkembang di sejumlah wilayah. Karena itu, penyebutan asal makanan perlu ditempatkan sesuai bukti yang tersedia, tanpa menetapkan satu sejarah sebagai satu-satunya versi.

Dalam kehidupan kuliner Banjar, haliling juga berkembang sebagai lauk makan nasi. RRI pada 2025 melaporkan haliling masih dijumpai di pasar tradisional dan warung makan khas Banjar di Banjarmasin.

Apa yang Membuat Gangan Haliling Punya Karakter Khas?

Karakter utama hidangan ini berasal dari perpaduan haliling, santan, bawang, serai, dan rempah aromatik. Santan memberikan rasa gurih, sedangkan serai dan lengkuas membantu membangun aroma kuah.

Tekstur daging haliling cenderung kenyal. Karena daging berada di dalam cangkang, proses pembersihan dan pemotongan ujung cangkang menjadi bagian penting sebelum memasak.

Informasi Keterangan
Nama makanan Gangan Haliling
Asal Kalimantan Selatan, kuliner masyarakat Banjar
Bahan utama Haliling atau keong sawah
Teknik memasak Perebusan dalam kuah santan
Rasa dominan Gurih dan aromatik
Tekstur Kenyal
Cara penyajian Hangat bersama nasi
Waktu penyajian Umumnya sebagai lauk makan

Haliling juga memiliki beberapa bentuk olahan. Selain dimasak dengan santan, bahan ini dapat dibuat pedas, digoreng, atau dipadukan dengan sayuran.

Bahan Gangan Haliling yang Bisa Disiapkan di Rumah

Resep berikut menggunakan takaran yang diberikan untuk sekitar 4 porsi. Komposisinya mempertahankan karakter utama gangan haliling dengan kuah santan sederhana.

Bahan Takaran Fungsi dalam masakan
Haliling 500 gram Bahan utama dan sumber tekstur
Santan 400–700 ml Membentuk kuah gurih
Bawang merah 5 siung Memberikan rasa dasar
Bawang putih 3 siung Memperkuat aroma dan rasa
Serai 1–2 batang Memberikan aroma segar
Lengkuas 2 cm Memberikan aroma rempah
Garam Secukupnya Menyeimbangkan rasa
Gula Secukupnya Menyeimbangkan rasa gurih
Penyedap rasa Secukupnya Pelengkap rasa
Bayam atau kacang panjang Opsional Menambah sayuran

Santan dapat menggunakan santan segar maupun santan siap pakai. Jika memakai santan kemasan, sesuaikan pengenceran dengan kekentalan produk agar kuah tetap nyaman disantap.

Baca Juga: Iwak Basamu, Kuliner Khas Kalimantan Selatan yang Diawetkan dengan Beras Sangrai

Cara Membuat Gangan Haliling agar Kuahnya Gurih

Peralatan: panci, wajan, pisau, talenan, sendok masak, sikat kecil, dan wadah untuk mencuci haliling.

Estimasi waktu:

1. Bersihkan haliling sampai cangkangnya bebas kotoran

Sikat bagian luar cangkang haliling, kemudian bilas berkali-kali menggunakan air mengalir. Potong bagian ujung cangkang yang runcing agar bumbu lebih mudah masuk dan daging lebih mudah dikeluarkan ketika disantap.

Tahap pembersihan menjadi bagian penting karena haliling berasal dari lingkungan sawah. Dokumentasi resep tradisional juga menunjukkan proses pencucian dan pemotongan ujung cangkang sebagai tahapan awal.

2. Tumis bumbu sampai aromanya keluar

Iris atau haluskan bawang merah dan bawang putih. Memarkan serai serta lengkuas, lalu tumis seluruh bumbu menggunakan sedikit minyak sampai aromanya harum.

Tanda bumbu siap digunakan adalah aroma bawang dan serai mulai kuat, sementara bawang berubah menjadi lebih layu.

3. Masukkan santan secara bertahap

Tuangkan santan ke dalam panci atau wajan berisi bumbu. Aduk secara perlahan agar santan tercampur dengan bumbu dan panasnya merata.

Gunakan api sedang cenderung kecil. Pengadukan secara berkala membantu menjaga kuah santan tetap menyatu selama pemanasan.

4. Masukkan haliling yang sudah bersih

Setelah kuah mulai panas, masukkan haliling. Pastikan sebagian besar cangkang terendam kuah agar panas dapat menjangkau bahan secara merata.

Tambahkan garam, gula, dan penyedap sesuai kebutuhan. Aduk perlahan supaya cangkang tidak saling berbenturan secara berlebihan.

5. Masak sampai kuah mendidih dan bumbu menyatu

Masak hingga kuah mendidih dan aroma santan serta rempah terasa menyatu. Jika menggunakan sayuran seperti bayam atau kacang panjang, masukkan pada tahap akhir agar teksturnya masih terjaga.

Beberapa resep gangan haliling menggunakan tambahan sayuran dan memasukkannya menjelang akhir proses memasak.

6. Koreksi rasa sebelum disajikan

Cicipi kuah setelah seluruh bahan matang. Rasa yang dicari adalah gurih dengan aroma rempah yang jelas, sementara rasa manis dan asin cukup sebagai penyeimbang.

Jika kuah sudah sesuai, matikan api dan sajikan selagi hangat.

Baca Juga: Cuma Rp16 Ribu, Nasi Goreng Putri Kediri Samarinda Punya Porsi yang Bikin Kenyang

Teknik Penting agar Haliling Nyaman Dimakan

Kesalahan yang sering terjadi saat mengolah haliling adalah kurang teliti membersihkan cangkang. Kotoran yang masih menempel dapat memengaruhi kebersihan dan aroma hidangan.

Kesalahan berikutnya adalah memasak menggunakan api terlalu besar. Kuah santan dapat lebih mudah berubah tekstur ketika panasnya terlalu agresif, sehingga pengaturan api perlu diperhatikan.

Memasak terlalu lama juga perlu dihindari. Salah satu resep tradisional menyebut haliling yang dimasak terlalu lama dapat menjadi lebih sulit dikeluarkan dari cangkangnya ketika disantap.

Karena itu, indikator kematangan perlu diperhatikan melalui kuah yang sudah mendidih, aroma rempah yang menyatu, serta tekstur daging yang matang namun masih nyaman dikeluarkan dari cangkang.

Penyajian Tradisional Gangan Haliling

Gangan haliling paling praktis disajikan dalam mangkuk saat masih hangat. Kuah santannya dapat disantap bersama nasi putih sebagai lauk.

Cara menikmati hidangan ini juga menjadi bagian menarik dari pengalaman kulinernya. Daging haliling dikeluarkan dari cangkang dengan cara diisap, sehingga ujung cangkang yang sudah dipotong membantu proses tersebut.

Bagi pembaca yang baru mencobanya, haliling dapat dicicipi terlebih dahulu bersama kuah santan untuk mengenali perpaduan rasa gurih dan tekstur kenyalnya.

Minuman sederhana seperti teh hangat atau air putih dapat menjadi pendamping. Untuk sajian keluarga, sayuran tambahan seperti bayam atau kacang panjang juga dapat membuat satu mangkuk terasa lebih lengkap.

Baca Juga: Kue Putu Mayang Banjar, Jajanan Tradisional dengan Juntai Tepung Beras dan Kuah Manis

Variasi Gangan Haliling dari Waktu ke Waktu

Gangan haliling memiliki beberapa variasi berdasarkan bahan tambahan dan bumbu yang digunakan. Ada versi sederhana dengan santan, bawang, serai, dan garam, sementara versi lain menggunakan cabai, kunyit, labu, kacang panjang, atau bayam.

Variasi Bahan tambahan Karakter
Gangan haliling sederhana Santan, bawang, serai Gurih dan ringan
Gangan balamak Santan dan sayuran Gurih dengan tekstur beragam
Haliling pedas Cabai dan bumbu tambahan Gurih dan pedas
Gangan haliling dengan rebung Rebung dan santan Gurih dengan tekstur renyah

Perkembangan resep seperti ini menunjukkan bahwa makanan tradisional dapat menyesuaikan bahan yang tersedia di rumah tanpa kehilangan identitas utamanya.

Berapa Estimasi Biaya Membuat Gangan Haliling?

Harga haliling mentah sangat bergantung pada ketersediaan, musim, lokasi pembelian, dan bentuk penjualannya. Karena acuan harga bahan mentah 500 gram yang terverifikasi untuk 2026 belum tersedia secara memadai, biaya bahan utama sebaiknya disesuaikan dengan harga lokal.

Sebagai pembanding, sejumlah daftar menu di Banjarmasin mencatat hidangan haliling siap santap berada pada kisaran sekitar Rp12.000 hingga Rp22.100 per porsi, bergantung tempat dan penyajiannya.

Untuk santan kemasan, promosi ritel Kalimantan-Sulawesi pada Mei 2026 mencatat produk santan 200 mililiter sekitar Rp15.400 per kemasan.

Komponen Jumlah Estimasi
Haliling 500 gram Menyesuaikan harga lokal
Santan 400–700 ml Menyesuaikan jenis santan
Bawang dan rempah Sesuai resep Menyesuaikan harga pasar
Sayuran Opsional Menyesuaikan pilihan
Total 1 kali masak Perlu disesuaikan harga bahan setempat

Harga bahan pangan dapat berubah berdasarkan daerah, musim, merek, dan tempat pembelian. Karena itu, angka biaya sebaiknya dihitung kembali ketika bahan akan dibeli.

Nilai Ekonomi Haliling bagi Kuliner Banjar

Haliling bukan hanya bahan makanan rumahan. Keberadaannya juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang mencari dan menjual keong sawah.

RRI melaporkan pada Juni 2025 bahwa keberadaan haliling turut membantu perekonomian pencari keong di kawasan pinggiran sawah. Hidangan ini juga masih ditemukan di pasar tradisional dan warung makan khas Banjar.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang ketika bahan pangan lokal dikembangkan sebagai bagian dari wisata kuliner. Produk siap santap, kemasan makanan, hingga edukasi mengenai kuliner tradisional dapat menjadi bagian dari pengembangan tersebut.

Baca Juga: Ikan Cere Garing Dicocol Sambal Mentah Pedas, Pecak Jerek Ibu Timi Bikin Penasaran

Poin Penting

Insight Redaksi

Gangan haliling memperlihatkan bagaimana pangan sederhana dari lingkungan sawah dapat menjadi bagian penting identitas kuliner Banjar. Nilainya bukan sekadar pada rasa gurih santan, tetapi juga pada cara masyarakat memanfaatkan bahan lokal menjadi lauk keluarga. Di tengah tren kuliner modern, hidangan seperti ini justru punya cerita kuat. Jangan sampai pangan lokal cuma jadi kenangan.

Kalau ikam menemukan haliling di pasar, coba olah dengan resep sederhana ini. Sajikan hangat bersama nasi dan bagikan pengalaman rasanya ke kawalan ikam.

Penasaran dengan kuliner lokal lain yang punya cerita dan cara menikmati unik? Terus ikuti informasi kuliner pilihan hanya di Balikpapan Tv, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu haliling?

Haliling adalah sebutan yang digunakan dalam masyarakat Banjar untuk keong sawah atau tutut.

2. Apakah gangan haliling selalu menggunakan santan?

Versi yang diberikan di sini menggunakan santan. Dokumentasi kuliner juga menunjukkan variasi olahan haliling dengan teknik dan bumbu berbeda.

3. Mengapa ujung cangkang haliling dipotong?

Potongan pada bagian ujung membantu bumbu masuk dan memudahkan daging dikeluarkan ketika disantap.

4. Sayuran apa yang cocok ditambahkan?

Bayam dan kacang panjang dapat digunakan sebagai pelengkap. Beberapa variasi juga menggunakan labu atau rebung.

5. Dengan apa gangan haliling biasanya disantap?

Gangan haliling dapat disajikan sebagai lauk bersama nasi putih hangat.

6. Berapa lama gangan haliling dimasak?

Waktu memasak dapat berbeda sesuai jumlah dan kondisi bahan. Patokannya adalah kuah sudah mendidih, bumbu menyatu, dan daging matang dengan tekstur yang masih nyaman disantap.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Kuliner Banjar Kuliner Kalimantan Selatan Gangan Haliling Haliling