Durasi Baca: 6 Menit
Ikhtisar: Aneka kue khas Banjarmasin, proses pembuatannya, cita rasa wadai, serta rekomendasi kuliner tradisional untuk oleh-oleh.
Balikpapan TV - Hai Ces! Banjarmasin punya beragam kue tradisional yang menarik dicoba, mulai dari Wadai Ipau, Putri Selat, Sari Penganten, Roti Pisang, hingga Amparan Tatak Pisang.
Aneka wadai tersebut diperkenalkan melalui tayangan Bikin Laper TransTV saat Anwar Sanjaya dan Dion Wiyoko menyambangi Toko Kue Sabar Menanti. Penasaran apa yang membuat kue-kue khas Banjar ini menarik? Simak sampai tuntas.
Wadai Ipau Jadi Sajian Gurih yang Paling Menonjol
Berbeda dari kebanyakan kue tradisional yang identik dengan rasa manis, Wadai Ipau hadir sebagai kudapan gurih dengan susunan bahan yang cukup lengkap.
Anwar Sanjaya dan Dion Wiyoko melihat langsung proses pembuatan sejumlah kue khas Banjarmasin. Saat ditanya mengenai salah satu sajian, pembuat kue menjelaskan bahwa Wadai Ipau dibuat menggunakan kentang.
Wadai Ipau terdiri dari lapisan tepung beras, kentang, wortel, serta olahan daging sapi. Bagian atasnya kemudian diberi telur asin, bawang goreng, dan seledri.
“Ini isinya ada kentang di bawah, ada wortel, terus di atasnya ada adonan tepung beras. Jadi kalau orang Betawi atau Jakarta bilang ini kayak talam, tapi ada telur asin sama bawang goreng dan seledri, wangi banget!”
— Anwar Sanjaya, Pembawa Acara Bikin Laper
Dion menilai proses pembuatan Wadai Ipau membutuhkan usaha tersendiri. Ia juga menyoroti tekstur daging dan kentang yang masih terasa saat disantap.
“Proses buatnya lumayan effort ya. Dagingnya lembut, kentangnya masih ada potongan besarnya. Rasanya beda, ada gurih dari santan.”
— Dion Wiyoko, Pembawa Acara Bikin Laper
Perpaduan santan dan bahan isian membuat Wadai Ipau memiliki karakter berbeda dibandingkan sajian gurih yang biasa ditemui.
Putri Selat dan Sari Penganten Tawarkan Tekstur Berlapis
Selain Wadai Ipau, Toko Kue Sabar Menanti juga menyediakan sejumlah kue tradisional dengan rasa manis dan tekstur berlapis.
Putri Selat memiliki tiga lapisan. Bagian atas menggunakan santan dengan rasa gurih, bagian tengah menghadirkan gula merah, sedangkan lapisan bawah menggunakan olahan kelapa.
Sementara itu, Sari Penganten mempunyai karakter tekstur yang berbeda pada bagian atas dan bawahnya. Pembuat kue menjelaskan bahwa tampilannya memiliki kemiripan dengan kue talam.
Penggunaan bahan tradisional menjadi salah satu karakter utama kue-kue tersebut. Tepung beras dan santan menjadi bahan yang banyak digunakan untuk menghasilkan tekstur serta cita rasa khas.
Pada Sari Penganten, warna hijau diperoleh dari daun pandan sebagai pewarna alami. Kue-kue tersebut juga dibuat segar setiap hari.
Proses pengukusan membutuhkan waktu sekitar dua jam dengan api kecil. Teknik tersebut digunakan agar kue matang dengan sempurna.
Baca Juga: Tumis Kapah, Olahan Kerang Lokal yang Gurih dan Mudah Dibuat di Rumah
Roti Pisang Jadi Pilihan Panggang yang Manis
Pilihan berikutnya adalah Roti Pisang, kue berbahan tepung, gula, telur, dan santan yang dipadukan dengan potongan pisang.
Berbeda dari kue yang dikukus, Roti Pisang melalui proses pemanggangan. Bagian yang terkena panas hingga sedikit gosong menghasilkan sensasi karamel yang memperkaya rasanya.
Dari sisi produksi, Toko Kue Sabar Menanti mampu menjual sekitar 10 loyang Roti Pisang pada hari biasa. Jumlah tersebut meningkat hingga 25 loyang setiap hari ketika Ramadan.
Informasi tersebut menunjukkan bahwa Roti Pisang menjadi salah satu sajian yang memiliki permintaan cukup tinggi di toko tersebut.
Bagi pemburu oleh-oleh, jenis kue panggang seperti ini juga menarik karena menawarkan pengalaman rasa yang berbeda dari kue basah berbahan santan.
Amparan Tatak Pisang Punya Tekstur Lembut dan Hangat
Sesi mencicipi kue tradisional Banjarmasin kemudian ditutup dengan Amparan Tatak Pisang yang disajikan dalam kondisi hangat.
Anwar Sanjaya membandingkan teksturnya dengan Nagasari karena sama-sama menggunakan perpaduan tepung beras, santan, dan pisang.
Namun, keduanya memiliki karakter penyajian yang berbeda. Nagasari umumnya dibungkus daun pisang dengan tekstur lebih padat, sedangkan Amparan Tatak memiliki tekstur lebih lembut.
“Kalau menurut aku ini lebih mirip Nagasari karena perpaduan tepung beras, santan, dan pisang. Bedanya kalau Nagasari dibungkus daun pisang dan lebih padat, kalau Amparan Tatak teksturnya lebih jigli dan lembut seperti bubur sumsum. Pisangnya manis banget!”
— Anwar Sanjaya, Pembawa Acara Bikin Laper
Karakter lembut tersebut membuat Amparan Tatak Pisang menjadi salah satu sajian yang menarik untuk dicoba dalam keadaan hangat.
Baca Juga: Sotong Pangkong, Cumi Kering Panggang yang Jadi Kuliner Ikonik Pontianak
Tips Memilih Kue Tradisional untuk Oleh-Oleh
Bubuhan yang ingin mengenal kuliner tradisional Banjarmasin bisa memperhatikan beberapa hal sebelum memilih kue.
-
Pilih kue yang dibuat segar pada hari pembelian.
-
Perhatikan jenis kue, terutama jika mencari rasa manis atau gurih.
-
Kue berbahan santan sebaiknya diperhatikan waktu penyimpanannya.
-
Pilih kemasan yang sesuai jika kue akan dibawa dalam perjalanan.
-
Coba beberapa jenis kue untuk mengenali perbedaan tekstur dan rasa.
Kue tradisional bukan sekadar makanan ringan. Cara pengolahan dan penggunaan bahan lokal juga menjadi bagian dari pengalaman kuliner daerah.
Poin Penting
-
Wadai Ipau merupakan kudapan gurih dengan kentang, wortel, daging sapi, telur asin, bawang goreng, dan seledri.
-
Putri Selat memiliki tiga lapisan dengan perpaduan santan, gula merah, dan kelapa.
-
Sari Penganten mempunyai tekstur berbeda pada bagian atas dan bawah.
-
Roti Pisang dibuat dari tepung, gula, telur, santan, dan pisang.
-
Penjualan Roti Pisang mencapai sekitar 25 loyang per hari saat Ramadan.
-
Amparan Tatak Pisang memiliki tekstur lembut dengan perpaduan tepung beras, santan, dan pisang.
Insight Redaksi
Kekuatan wadai Banjar ada pada keragaman rasa dan teknik olahnya. Dari Ipau yang gurih hingga Amparan Tatak yang lembut, kuliner Banjarmasin punya identitas kuat. Ini bukan sekadar jajanan, Ces, tetapi jejak budaya yang masih hidup di meja makan.
Kalau ikam berkunjung ke Banjarmasin, jangan cuma cari makanan kekinian. Sisihkan waktu mencicipi wadai tradisional supaya pengalaman kulinernya terasa lebih lengkap.
Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang suka berburu kuliner tradisional Banjarmasin.
Penasaran dengan cerita kuliner daerah lain yang punya rasa dan tradisi khas? Terus ikuti info menarik hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa itu Wadai Ipau?
Wadai Ipau merupakan kue tradisional gurih khas Banjarmasin yang menggunakan tepung beras, kentang, wortel, daging sapi, telur asin, bawang goreng, dan seledri.
2. Apa saja kue yang dicicipi dalam tayangan tersebut?
Kue yang dicicipi antara lain Wadai Ipau, Putri Selat, Sari Penganten, Roti Pisang, dan Amparan Tatak Pisang.
3. Berapa lama proses pengukusan kue tradisional tersebut?
Proses pengukusan kue disebut membutuhkan waktu sekitar dua jam menggunakan api kecil.
4. Berapa banyak Roti Pisang yang dapat dijual saat Ramadan?
Toko Kue Sabar Menanti disebut mampu menjual hingga sekitar 25 loyang Roti Pisang per hari ketika Ramadan.
5. Apa perbedaan Amparan Tatak Pisang dan Nagasari?
Keduanya menggunakan tepung beras, santan, dan pisang, tetapi Amparan Tatak memiliki tekstur lebih lembut dan tidak dibungkus daun pisang seperti Nagasari.
Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Bikin Laper TransTV, dengan judul “Berankeragam Kue Banjarmasin Dan Untuk Oleh Oleh-BIKIN LAPER(14/11/25)P2”. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma