Berangkat Pukul 05.00, Berburu Sarapan dari Perahu di Pasar Terapung Lok Baintan Banjarmasin

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:47 WIB
Pasar Terapung Lok Baintan menawarkan sarapan, jajanan, dan pengalaman kuliner khas Banjarmasin di atas perahu. (Sumber: YouTube @BikinLaperTransTV)
Pasar Terapung Lok Baintan menawarkan sarapan, jajanan, dan pengalaman kuliner khas Banjarmasin di atas perahu. (Sumber: YouTube @BikinLaperTransTV)

Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar: Pasar Terapung Lok Baintan menawarkan sarapan, jajanan, dan pengalaman kuliner khas Banjarmasin di atas perahu.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pasar Terapung Lok Baintan di Banjarmasin menjadi tujuan Anwar Sanjaya dan Dion Wiyoko untuk mencicipi kuliner pagi sambil menyusuri Sungai Martapura menggunakan perahu kelotok.

Perjalanan sejak pukul 05.00 subuh menghadirkan pengalaman berbeda, mulai dari nasi kuning masak habang hingga sosis bakar yang dijajakan langsung dari perahu.

Apa yang membuat Pasar Terapung Lok Baintan menarik?

Pasar Terapung Lok Baintan bukan sekadar tempat membeli makanan. Aktivitas jual beli berlangsung di atas perahu, dengan para Acil menawarkan dagangan kepada pengunjung yang melintas.

Dalam tayangan Bikin Laper, perjalanan menuju lokasi ditempuh sekitar satu jam dari Banjarmasin melalui Sungai Martapura.

Anwar dan Dion berangkat pagi untuk bertemu para pedagang yang sudah beraktivitas di sungai. Gerimis pun tidak menghalangi perjalanan tersebut.

Suasana semakin menarik ketika keduanya berinteraksi langsung dengan pedagang dan mencicipi makanan yang tersedia dari atas perahu.

Perjalanan pagi menggunakan kelotok

Perahu kelotok menjadi bagian penting dalam pengalaman menuju pasar terapung. Perjalanan dilakukan sejak subuh sebelum aktivitas perdagangan berlangsung semakin ramai.

Bagi pengunjung, perjalanan tersebut menghadirkan pengalaman kuliner yang berbeda. Makanan disantap sambil menikmati suasana sungai dan aktivitas para pedagang.

Nasi kuning masak habang jadi pilihan sarapan

Setelah tiba, Anwar dan Dion menemukan nasi kuning masak habang yang dijual salah seorang Acil.

Hidangan tersebut disajikan bersama lauk ayam. Porsinya relatif sederhana, tetapi suasana tempat menyantapnya menjadi daya tarik tersendiri.

Anwar menjelaskan cita rasa masak habang yang terasa manis dan asam, dengan saus berbahan tomat. Sajian kemudian dilengkapi rempeyek kacang dengan daun jeruk.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kenikmatan kuliner tidak selalu bergantung pada sajian mewah. Tempat dan suasana turut membentuk pengalaman makan.

Anwar bahkan menggambarkan pengalaman tersebut melalui pernyataan, “Walaupun makanannya simpel, tapi kalau makannya di tempat yang enggak biasa sambil naik perahu gini, bakal jadi nilai plus.”

Jajanan apa saja yang ditemukan di atas perahu?

Eksplorasi kuliner berlanjut setelah sarapan. Anwar dan Dion kembali mencari makanan ringan yang dijual para pedagang sungai.

Mereka menemukan rambutan, jagung rebus, kue basah hingga sosis bakar. Pilihan tersebut memperlihatkan beragam jenis dagangan yang dapat ditemui di kawasan pasar terapung.

Baca Juga: Tumis Kapah, Olahan Kerang Lokal yang Gurih dan Mudah Dibuat di Rumah

Sosis bakar dijual langsung dari perahu

Salah satu jajanan yang dicicipi adalah sosis bakar. Pedagang menjual satu sosis seharga Rp15.000, sedangkan dua buah dihargai Rp25.000.

Sosis tersebut dibakar langsung di atas perahu. Setelah matang, sajian diberi mayones dan memiliki bentuk potongan yang menyerupai bunga.

Bagi pengunjung, proses memasak langsung menjadi bagian dari pengalaman. Makanan sederhana terasa berbeda ketika dinikmati di tengah aktivitas pasar sungai.

Kain Sasirangan turut memperkuat pengalaman khas Banjarmasin

Selain kuliner, Anwar dan Dion juga mengenakan kain khas Banjarmasin, Sasirangan.

Dalam tayangan tersebut, mereka menjelaskan bahwa kain Sasirangan memiliki tampilan seperti teknik jumputan. Penggunaan busana khas daerah membuat perjalanan kuliner sekaligus menghadirkan unsur budaya lokal.

Hal ini memperlihatkan bahwa wisata kuliner dapat berjalan beriringan dengan pengalaman budaya. Pengunjung bukan hanya mencicipi makanan, tetapi juga melihat aktivitas masyarakat dan produk khas daerah.

Mengapa kuliner sederhana terasa berbeda di pasar terapung?

Daya tarik utama pengalaman ini terletak pada perpaduan makanan, perjalanan sungai, pedagang lokal, serta suasana pagi.

Dion menyebut pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang berharga meski makanan yang disantap tergolong sederhana.

Pernyataan itu memperlihatkan satu hal penting: lokasi dan pengalaman dapat menjadi bagian dari nilai sebuah kuliner.

Pasar terapung memberikan konteks berbeda dibandingkan tempat makan biasa. Pembeli berinteraksi langsung dengan pedagang yang berjualan dari perahu, sementara transaksi berlangsung di tengah aktivitas sungai.

Bagi wisatawan, kondisi tersebut dapat menjadi pengalaman yang sulit ditemukan dalam aktivitas kuliner sehari-hari.

Baca Juga: Sotong Pangkong, Cumi Kering Panggang yang Jadi Kuliner Ikonik Pontianak

Poin Penting

Insight Redaksi

Pasar Terapung Lok Baintan menunjukkan bahwa kekuatan kuliner lokal bukan cuma soal rasa. Interaksi pedagang, sungai, kelotok, dan budaya Sasirangan menciptakan pengalaman utuh. Ini identitas yang susah ditiru tempat makan modern. Bubuhan Balikpapan yang mencari pengalaman kuliner khas, konsep seperti ini layak masuk daftar perjalanan saat berkunjung ke Banjarmasin.

Kalau handak datang, siapkan waktu sejak pagi supaya suasana pasar terapung dan aktivitas Acil masih terasa lengkap.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang suka berburu kuliner unik dan pengalaman wisata berbeda.

Penasaran dengan kuliner khas di atas Sungai Martapura? Terus update info wisata dan cerita menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana lokasi Pasar Terapung Lok Baintan?

Pasar Terapung Lok Baintan berada di kawasan Sungai Martapura, Banjarmasin.

2. Bagaimana cara menuju Pasar Terapung Lok Baintan?

Dalam tayangan Bikin Laper, perjalanan menuju lokasi dilakukan menggunakan perahu kelotok sekitar satu jam dari Banjarmasin.

3. Makanan apa yang dicicipi di Pasar Terapung Lok Baintan?

Makanan yang dicicipi antara lain nasi kuning masak habang dengan lauk ayam dan sosis bakar.

4. Berapa harga sosis bakar yang dicicipi?

Dalam tayangan tersebut, satu sosis bakar dihargai Rp15.000, sedangkan dua buah Rp25.000.

5. Apa yang membuat pengalaman kuliner di pasar terapung menarik?

Pengunjung dapat menikmati makanan sambil melihat aktivitas perdagangan langsung dari perahu di Sungai Martapura.

Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @BikinLaperTransTV, dengan judul “Bikin Laper Nyobain Kuliner Unik Di Pasar Terapung - BIKIN LAPER(13/11/25)P1”. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Anwar Sanjaya nasi kuning masak habang Pasar Terapung Lok Baintan