Durasi Baca: 5 Menit
Ikhtisar: Lontong Orari merupakan kuliner legendaris Banjarmasin dengan lontong berbentuk pipih, kuah santan gurih, sayur nangka, serta pilihan lauk khas Banjar.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kalau biasanya lontong identik dengan bentuk lonjong, Lontong Orari dari Banjarmasin justru punya bentuk pipih dan disajikan bersama kuah santan serta lauk khas Banjar.
Namanya juga punya cerita tersendiri. Lontong Orari bermula dari tempat berkumpul anggota ORARI atau Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia, yang dahulu menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi kopi darat.
Kini, Lontong Orari menjadi salah satu kuliner yang dikenal sebagai bagian dari kekayaan kuliner Banjarmasin.
Apa yang membuat Lontong Orari berbeda dari lontong sayur biasa?
Keunikan pertama terlihat dari bentuk lontongnya. Lontong khas Banjar yang digunakan dalam sajian ini berbentuk segitiga pipih, bukan silinder seperti lontong yang umum ditemukan di sejumlah daerah.
Potongan lontong kemudian disiram kuah santan yang gurih dan kaya rempah.
Dalam penyajiannya, lontong biasanya ditemani sayur nangka serta lauk dengan bumbu habang khas Banjar. Pilihannya dapat berupa ayam, ikan haruan, hingga telur.
Bawang goreng juga menjadi pelengkap yang memberikan aroma dan tekstur tambahan pada hidangan.
Kombinasi tersebut membuat satu piring Lontong Orari memiliki beberapa karakter rasa sekaligus, mulai dari gurih kuah santan hingga cita rasa bumbu habang.
Baca Juga: Kulit Cempedak Bisa Jadi Mandai? Ini Rahasia Fermentasi Garam yang Mengubah Tekstur dan Rasa
Kenapa namanya Lontong Orari?
Nama Orari bukan sekadar nama dagang sebuah makanan.
Kuliner ini berkaitan dengan komunitas radio amatir yang dahulu sering berkumpul di tempat tersebut. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mencatat warung Lontong Orari sebagai kuliner legendaris Banjarmasin yang bermula dari tempat berkumpul anggota ORARI.
Dari kebiasaan berkumpul tersebut, nama Orari kemudian melekat kuat pada sajian lontong yang tersedia.
Hal menariknya, identitas komunitas tersebut akhirnya menjadi bagian dari identitas kuliner Banjarmasin.
Ini menunjukkan bahwa sebuah makanan bisa tumbuh dari kebiasaan sosial masyarakat, kemudian dikenal lebih luas sebagai kuliner daerah.
Apa saja lauk yang bisa menemani Lontong Orari?
Salah satu daya tarik Lontong Orari adalah pilihan lauknya.
Menurut informasi Pemerintah Kota Banjarmasin, lontong khas Banjar umumnya disajikan bersama sayur nangka dan lauk yang dimasak menggunakan bumbu habang. Pilihan lauknya antara lain ayam, haruan, dan telur.
Ikan haruan sendiri menjadi pilihan yang menarik karena ikan air tawar ini cukup lekat dengan berbagai hidangan khas Banjar.
Bagi pencinta sajian dengan banyak lauk, kombinasi ayam, haruan, dan telur juga dapat dinikmati dalam satu porsi di rumah makan Lontong Orari.
Kuah santan kemudian menyatukan seluruh komponen tersebut menjadi satu hidangan yang kaya rasa.
Mengapa Lontong Orari disebut kuliner legendaris?
Lontong Orari bukan kuliner yang baru muncul dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah Kota Banjarmasin mencatat rumah makan tersebut telah berdiri sejak dekade 1980-an. Lokasinya berada di kawasan Seberang Mesjid, Banjarmasin Tengah.
Pada April 2026, detikKalimantan juga melaporkan kisah Lontong Orari Hj. Rusminah yang telah berjualan sejak 1978 atau awal 1980-an. Rumah makan tersebut disebut telah melewati lebih dari empat dekade perjalanan.
Umur panjang tersebut membuat Lontong Orari bukan sekadar hidangan untuk mengenyangkan perut.
Ada cerita keluarga, komunitas, serta perjalanan usaha yang ikut melekat di balik sepiring lontong.
Lontong Orari lebih cocok disantap kapan?
Lontong Orari dapat dinikmati sebagai hidangan pagi maupun malam.
Indonesia Travel menyebut sajian ini populer untuk sarapan atau makan malam. Kuah santannya yang lebih kental dibandingkan lontong sayur biasa menjadi salah satu ciri yang membedakannya.
Namun, daya tariknya bukan hanya pada waktu menyantap.
Pilihan lauk yang beragam membuat hidangan ini mudah disesuaikan dengan selera. Ada yang memilih telur, ayam, atau ikan haruan sebagai pendamping lontong.
Bagi wisatawan yang sedang menjelajahi Banjarmasin, Lontong Orari dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengenal kuliner Banjar melalui sajian yang sudah bertahan lintas generasi.
Apa yang bisa dipelajari dari Lontong Orari?
Lontong Orari memperlihatkan bagaimana makanan tradisional dapat memiliki cerita yang jauh lebih panjang daripada daftar bahan di dalam piring.
Bentuk lontong, kuah santan, sayur nangka, bumbu habang, serta pilihan lauk menjadi bagian dari karakter hidangannya.
Sementara itu, nama Orari mengingatkan bahwa kuliner juga dapat lahir dari ruang pertemuan masyarakat.
Dari sebuah tempat berkumpul komunitas radio amatir, lahir nama yang kemudian dikenal sebagai salah satu kuliner khas Banjarmasin.
Bagi penggemar wisata kuliner Nusantara, cerita seperti ini membuat pengalaman mencicipi makanan terasa lebih lengkap.
Resep Lontong Orari
Lontong Orari adalah kuliner khas Banjarmasin yang terkenal dengan lontong berbentuk pipih, disajikan bersama sayur nangka berkuah santan, telur rebus, dan lauk seperti ayam atau ikan. Kuahnya gurih, sedikit pedas, dan kaya rempah. Karena manusia rupanya belum puas makan lontong biasa, maka lontong pun diberi bentuk pipih dan lahirlah legenda kuliner ini.
Bahan Lontong
- 500 gram beras
- 1,2 liter air
- Daun pisang secukupnya
- Lidi atau tusuk gigi untuk menyemat
Bahan Sayur Nangka
- 500 gram nangka muda, potong-potong
- 1 liter santan sedang
- 500 ml santan kental
- 2 lembar daun salam
- 2 batang serai, memarkan
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 2 lembar daun jeruk
- 1 sdm gula merah
- Garam secukupnya
- Kaldu bubuk secukupnya
Bumbu Halus
- 8 butir bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 5 buah cabai merah
- 3 butir kemiri
- 2 cm kunyit
- 2 cm jahe
- 1 sdt ketumbar
- ½ sdt merica
Pelengkap
- Telur rebus
- Ayam goreng atau ikan goreng
- Bawang goreng
- Sambal
- Kerupuk, sesuai selera
Cara Membuat
1. Membuat lontong
- Cuci beras sampai bersih.
- Masak beras dengan air hingga menjadi nasi aron, yaitu nasi setengah matang dan airnya hampir habis.
- Ambil daun pisang, lalu letakkan nasi aron di atasnya.
- Bentuk lontong pipih dan memanjang, kemudian bungkus rapat dan sematkan dengan lidi.
- Rebus lontong dalam air mendidih selama sekitar 2–3 jam sampai matang dan padat.
- Angkat, tiriskan, lalu dinginkan.
- Setelah dingin, potong lontong menjadi beberapa bagian.
2. Membuat sayur nangka
- Rebus nangka muda hingga empuk, kemudian tiriskan.
- Haluskan semua bumbu halus.
- Tumis bumbu sampai harum dan matang.
- Masukkan daun salam, serai, lengkuas, dan daun jeruk. Aduk hingga aromanya keluar.
- Masukkan nangka muda, lalu aduk rata.
- Tuangkan santan sedang secara perlahan sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.
- Tambahkan gula merah, garam, dan kaldu bubuk.
- Masak dengan api sedang sampai kuah meresap dan nangka semakin empuk.
- Tuangkan santan kental, kemudian masak sebentar dengan api kecil. Jangan berhenti mengaduk terlalu lama, karena santan punya bakat alami untuk menggumpal tepat ketika sedang ingin terlihat profesional.
3. Penyajian
Susun lontong pipih di atas piring, lalu siram dengan sayur nangka dan kuah santan. Tambahkan telur rebus serta ayam atau ikan goreng.
Taburi bawang goreng dan sajikan bersama sambal serta kerupuk.
Tips: Untuk mendapatkan karakter Lontong Orari yang lebih autentik, buat lontong cukup padat sehingga tidak mudah hancur ketika disiram kuah. Sayur nangka sebaiknya memiliki kuah santan yang gurih dan rempah yang kuat, tetapi tetap nyaman dimakan bersama lontong.
Baca Juga: Cuma Sehari di Balikpapan, Kreator Ini Berburu Soto, Mantau hingga Seafood Khas Kota
Poin Penting:
-
Lontong Orari merupakan kuliner khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
-
Ciri khasnya adalah lontong berbentuk pipih atau segitiga.
-
Sajian dilengkapi kuah santan dan sayur nangka.
-
Lauk yang tersedia antara lain ayam, telur, dan ikan haruan.
-
Bumbu habang menjadi salah satu karakter rasa dalam lauknya.
-
Nama Orari berkaitan dengan komunitas radio amatir.
-
Rumah makan Lontong Orari telah dikenal sejak sekitar akhir 1970-an atau awal 1980-an.
Insight Redaksi
Lontong Orari menarik karena cerita di balik makanannya sama kuat dengan cita rasanya. Dari bentuk lontong yang khas hingga nama yang berasal dari komunitas radio amatir, kuliner ini memperlihatkan bagaimana kebiasaan masyarakat dapat melahirkan identitas makanan. Bagi pembaca di Balikpapan dan Kalimantan Timur, kisah Lontong Orari juga menjadi pengingat bahwa kuliner Kalimantan memiliki cerita panjang yang layak terus dikenalkan.
Kalau ada kawalan yang hobi berburu kuliner khas Kalimantan, bagikan artikel ini, Ces!
Dari satu piring lontong, ada cerita Banua yang panjang. Balikpapan TV akan terus mengulik kuliner Nusantara yang punya cerita unik di balik rasanya.
FAQ
1. Apa itu Lontong Orari?
Lontong Orari merupakan kuliner khas Banjarmasin yang terdiri dari lontong, kuah santan, sayur nangka, dan pilihan lauk khas Banjar.
2. Mengapa disebut Lontong Orari?
Nama Orari berkaitan dengan komunitas radio amatir ORARI yang dahulu sering berkumpul di tempat tersebut.
3. Apa lauk yang tersedia dalam Lontong Orari?
Lauk yang umum disediakan antara lain ayam, telur, dan ikan haruan dengan bumbu habang khas Banjar.
4. Apa bentuk lontongnya?
Lontong Orari memiliki bentuk khas yang pipih dan cenderung segitiga, berbeda dari bentuk lontong silinder yang lebih umum.
5. Sejak kapan Lontong Orari dikenal di Banjarmasin?
Rumah makan Lontong Orari tercatat telah berdiri sejak sekitar akhir 1970-an atau awal 1980-an dan telah melewati lebih dari empat dekade.