Cuma Sehari di Balikpapan, Kreator Ini Berburu Soto, Mantau hingga Seafood Khas Kota

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:14 WIB
Touring sehari di Balikpapan menghadirkan pengalaman mencicipi soto, mantau, hingga seafood khas kota. (Sumber: YouTube @WARNA WARNI SAYA)
Touring sehari di Balikpapan menghadirkan pengalaman mencicipi soto, mantau, hingga seafood khas kota. (Sumber: YouTube @WARNA WARNI SAYA)

Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar: Touring sehari di Balikpapan menghadirkan pengalaman mencicipi soto, mantau, hingga seafood khas kota.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Perjalanan touring melintasi Kalimantan membawa kreator WARNA WARNI SAYA singgah sehari di Balikpapan untuk menikmati beragam kuliner sebelum menuju Samarinda.

Bagi pelancong dengan waktu terbatas, pilihan tempat makan bisa menjadi tantangan tersendiri. Apalagi, kondisi jalan Balikpapan yang padat dan berbukit membuat jarak antarlokasi perlu diperhitungkan.

Sehari di Balikpapan Diisi dengan Jelajah Kuliner

Kunjungan ke Balikpapan dilakukan setelah rombongan menempuh perjalanan panjang dari wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Mereka memilih beristirahat satu hari sebelum kembali melanjutkan ekspedisi touring menuju Samarinda. Waktu singkat tersebut dimanfaatkan untuk berjalan-jalan sekaligus mencoba sejumlah kuliner yang dinilai menarik.

Dalam video tersebut, kuliner Balikpapan terlihat cukup beragam. Hal ini juga dikaitkan dengan karakter kota yang banyak dihuni masyarakat pendatang dari berbagai daerah.

Mbak Alya menyebut keberagaman tersebut membuat pencarian kuliner yang benar-benar dianggap khas Balikpapan menjadi tantangan tersendiri.

"Balikpapan itu memang sangat-sarak susah nyari kuliner khasnya karena katanya Balikpapan itu kota pendatang... yang merantau ke sini ada Suku Bugis, Suku Banjar, sama Suku Jawa."

Dari kondisi itu, perjalanan mereka justru menemukan sejumlah menu dengan pengaruh kuliner Nusantara yang kuat.

Kedai 6 In Jadi Pemberhentian Sarapan

Pemberhentian pertama adalah Kedai 6 In. Tempat ini dipilih untuk mengisi tenaga sebelum rombongan melanjutkan aktivitas menjelajah Balikpapan.

Soto Banjar dan Soto Lamongan

Untuk sarapan, Mbak Alya memilih Soto Banjar dengan kuah keruh khas Banjarmasin. Sementara itu, Bang Sani memesan Soto Lamongan yang dikenal sebagai kuliner dari Jawa Timur.

Pilihan tersebut memperlihatkan bagaimana kuliner dari berbagai daerah dapat ditemukan dalam satu kota.

Setelah menikmati makanan utama, perjalanan kuliner berlanjut ke sejumlah menu roti yang menjadi salah satu sajian yang menarik perhatian rombongan.

Roti Bakar Srikaya

Roti bakar srikaya menggunakan selai srikaya buatan sendiri. Dalam pengalaman mereka, rasa manisnya dinilai cukup pas sehingga tidak terasa berlebihan.

Menu ini menjadi salah satu sajian yang dicoba setelah sarapan berat.

Roti Bakar Telur Setengah Matang

Pilihan lainnya adalah roti bakar telur setengah matang. Sajian tersebut menggunakan telur ayam kampung berukuran besar yang diberi racikan merica dan garam.

Tekstur telur menjadi bagian yang diperhatikan dalam pengalaman mencicipi menu tersebut.

Roti Goreng Telur Dadar

Ada pula roti goreng berisi telur dadar, keju, dan bawang. Sajian bercita rasa asin dan gurih tersebut disertai sambal sebagai pelengkap.

Kombinasi menu berat dan roti membuat pemberhentian pertama cukup beragam.

Mengapa Mantau Jadi Menu yang Dicari?

Perjalanan kuliner berikutnya membawa rombongan menuju Kedai Kopi Mantau di Jalan Jenderal Sudirman.

Mantau menjadi salah satu makanan yang mereka anggap perlu dicoba ketika berada di Balikpapan. Bukan hanya mantau goreng, mereka juga mencicipi bakpao dengan adonan yang memiliki karakter berbeda.

Mantau Goreng dengan Cocolan Sapi Lada Hitam

Mantau disajikan dalam bentuk goreng sehingga bagian luarnya terasa renyah. Sajian tersebut kemudian dipadukan dengan cocolan daging sapi lada hitam.

Perpaduan roti dan saus gurih membuat menu ini menjadi salah satu sajian yang mendapat perhatian dalam perjalanan mereka.

Bakpao Labu Merah

Menu berikutnya adalah bakpao labu merah kukus. Adonannya menggunakan campuran labu merah dan berisi unti kelapa serta kacang hijau giling.

Menurut Mbak Alya, karakter bakpao tersebut berbeda dari bakpao yang biasa ditemui.

"Bakpaonya beda ya daripada bakpao umumnya, memang enak ini... di adonan bakpaonya sendiri itu memang sudah kayak ada rasa beda."

Tekstur yang lembut dan rasa khas pada adonan menjadi alasan varian bakpao tersebut mendapat rekomendasi dari rombongan.

Baca Juga: Bukan Bubur Biasa, Ancur Paddas Berau Diracik dari 41 Rempah dan Warisan Dua Kesultanan

Rumah Makan Torani Sajikan Seafood Porsi Jumbo

Untuk santapan berikutnya, rombongan menuju Rumah Makan Torani. Tempat ini dipilih untuk mencicipi hidangan seafood yang menjadi bagian dari pengalaman kuliner mereka di Balikpapan.

Kepiting Soka Tepung

Salah satu menu yang dipesan adalah kepiting soka tepung. Sajian tersebut menggunakan kepiting dengan cangkang lunak dan disajikan dalam ukuran yang disebut memiliki porsi jumbo.

Ukuran porsi menjadi salah satu hal yang menarik perhatian rombongan ketika menyantap hidangan tersebut.

Kerang Simping Lada Hitam

Menu lainnya adalah kerang simping dengan bumbu lada hitam. Kerang tersebut memiliki tekstur kenyal dengan cita rasa gurih dari bumbu lada hitam.

Sebagai pelengkap, tersedia cah kangkung serta fasilitas prasmanan untuk nasi, sambal, dan lalapan.

Pilihan tersebut membuat pengalaman makan seafood terasa lebih fleksibel karena sejumlah pelengkap dapat diambil sesuai kebutuhan.

Waktu dan Kondisi Jalan Jadi Pertimbangan Touring

Meski masih ingin mencoba lebih banyak kuliner, rombongan mengakui waktu menjadi salah satu kendala.

Kondisi jalan di Balikpapan yang padat dan memiliki banyak kawasan berbukit membuat perjalanan dari satu tempat ke tempat lain membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 30 menit.

Selain persoalan waktu, sejumlah tempat kuliner yang masuk dalam rencana juga tidak dapat dikunjungi. Salah satunya karena terdapat tempat yang tutup pada hari Minggu.

Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa wisata kuliner dalam waktu singkat membutuhkan pemilihan lokasi yang cukup cermat.

Baca Juga: Juhu Singkah, Sayur Rotan Muda Khas Dayak yang Dimasak dengan Rempah dan Punya Cita Rasa Unik

Apa yang Bisa Dipetik dari Perjalanan Kuliner Ini?

Perjalanan sehari tersebut menunjukkan bahwa pengalaman kuliner Balikpapan tidak hanya berkaitan dengan satu jenis makanan.

Kota ini mempertemukan berbagai pilihan makanan yang memiliki pengaruh dari sejumlah daerah. Soto Banjar, Soto Lamongan, mantau, bakpao, hingga seafood menjadi bagian dari pengalaman kuliner rombongan.

Bagi pelancong yang datang dengan waktu terbatas, faktor jarak dan waktu tempuh juga perlu menjadi pertimbangan. Menentukan beberapa lokasi dalam satu kawasan dapat membuat perjalanan terasa lebih efisien.

Pada keesokan harinya sekitar pukul 09.30 WITA, rombongan kembali bersiap melanjutkan perjalanan hari keempat ekspedisi touring dari Balikpapan menuju Samarinda.

Poin Penting

Insight Redaksi

Balikpapan punya kekuatan kuliner yang menarik justru dari pertemuan banyak budaya. Pilihannya kada sedikit, Ces. Tantangannya bukan sekadar mencari makanan, tetapi menyusun rute agar pengalaman makan tetap nyaman tanpa banyak waktu terbuang di perjalanan.

Kalau waktunya terbatas, susun destinasi berdasarkan kawasan. Jangan cuma mengejar daftar makanan; perhitungkan jua waktu tempuhnya.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang sedang menyusun agenda kuliner di Balikpapan, siapa tahu bisa jadi referensi perjalanan berikutnya. Selalu update info hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa saja kuliner yang dicoba dalam perjalanan tersebut?

Rombongan mencicipi Soto Banjar, Soto Lamongan, aneka roti, mantau, bakpao labu merah, kepiting soka, kerang simping, dan cah kangkung.

2. Mengapa rombongan hanya menjelajah beberapa tempat?

Keterbatasan waktu serta kondisi jalan Balikpapan yang padat dan berbukit membuat perjalanan antarlokasi membutuhkan waktu.

3. Di mana rombongan menikmati mantau?

Mereka mengunjungi Kedai Kopi Mantau yang berada di Jalan Jenderal Sudirman.

4. Apa yang menarik dari bakpao labu merah?

Menurut Mbak Alya, adonan bakpao memiliki rasa yang berbeda dari bakpao pada umumnya dan teksturnya lembut.

5. Ke mana perjalanan dilanjutkan setelah Balikpapan?

Pada hari berikutnya sekitar pukul 09.30 WITA, rombongan melanjutkan ekspedisi touring menuju Samarinda.

Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @WARNA WARNI SAYA, dengan judul "SATU HARI DI KOTA BALIKPAPAN - REKOMENDASI KULINER KOTA BALIKPAPAN - TOURING KE KALIMANTAN TIMUR". Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
mbak alya mantau balikpapan