Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Keladi yang tumbuh di sejumlah wilayah Kalimantan tidak hanya dimanfaatkan bagian umbinya. Batang, daun dan sulurnya juga dapat diolah menjadi hidangan tradisional.
Balikpapan TV - Hai Ces! Tanaman keladi yang sering dianggap sekadar tumbuhan liar ternyata bisa masuk ke dapur masyarakat Kalimantan sebagai sayuran sederhana dengan rasa dan tekstur khas.
Bukan cuma umbinya yang dimanfaatkan, bagian batang, daun hingga sulurnya dapat diolah menjadi berbagai hidangan tradisional, Ces!
Bagian Keladi Mana yang Bisa Dimakan?
Keladi atau talas merupakan tanaman yang cukup dikenal dalam kehidupan masyarakat Kalimantan.
Di Kalimantan Barat, misalnya, sayur keladi dibuat menggunakan bagian tanaman seperti umbi, batang dan daun. Olahan tersebut dikenal sebagai salah satu kuliner khas daerah.
Sementara itu, di Kalimantan Selatan dikenal pula tumis sulur keladi.
Sulur merupakan tunas yang tumbuh dari tanaman keladi dan nantinya dapat berkembang menjadi tanaman atau anak keladi baru.
Artinya, istilah daun keladi dan sulur keladi tidak merujuk pada bagian tanaman yang sama.
Keduanya sama-sama dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi bentuk serta teknik pengolahannya berbeda.
Baca Juga: Wadi, Fermentasi Ikan Tradisional Khas Kalimantan yang Sarat Kearifan Lokal
Kenapa Keladi Bisa Diolah Menjadi Sayuran?
Keladi termasuk tanaman yang mudah ditemukan di sejumlah wilayah Kalimantan.
Sumber mengenai kuliner Kalimantan Barat menyebut tanaman keladi tumbuh subur dan dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pangan sehari-hari.
Di Kalimantan Selatan, sulur keladi juga disebut mudah tumbuh di berbagai wilayah dan tersedia di pasar tradisional.
Kondisi tersebut membuat masyarakat memanfaatkan bagian tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar.
Dari sinilah muncul berbagai kreasi masakan, mulai dari sayur berkuah hingga tumisan.
Menariknya, bahan yang terlihat sederhana tersebut justru mempunyai tekstur yang menjadi ciri khas ketika sudah dimasak.
Kenapa Keladi Tidak Bisa Langsung Dimasak?
Bagian tertentu dari tanaman keladi perlu dipersiapkan terlebih dahulu sebelum dimasak.
Hal ini berkaitan dengan sensasi gatal yang dapat muncul jika keladi tidak diolah secara tepat.
Dokumentasi resep sayur keladi dari Pontianak mencatat batang dan daun keladi direbus terlebih dahulu agar teksturnya lebih lunak dan rasa gatal berkurang.
Pada pengolahan sulur keladi di Kalimantan Selatan, sulur juga direbus terlebih dahulu sebelum ditumis.
Teknik tersebut menjadi bagian penting dalam pengolahan bahan.
Jadi, keladi bukan jenis sayuran yang sebaiknya langsung dimasukkan ke wajan tanpa proses persiapan.
Seperti Apa Tumis Sulur Keladi?
Jika ingin menemukan versi keladi yang benar-benar ditumis, tumis sulur keladi merupakan salah satu contoh yang terdokumentasi dari Kalimantan Selatan.
RRI menyebut tumis sulur sebagai salah satu hidangan khas masyarakat Banjar.
Sulur keladi biasanya ditumis bersama bumbu dan dapat dipadukan dengan udang atau bahan lain.
Teksturnya menjadi daya tarik tersendiri.
Bahan tersebut tidak memiliki karakter seperti kangkung atau bayam yang mudah layu setelah dimasak.
Sulur keladi memiliki tekstur khas yang membuat pengalaman menyantapnya berbeda dari sayuran tumis yang lebih umum.
Bagaimana dengan Daun Keladi?
Di Kalimantan Barat, daun dan batang keladi juga digunakan sebagai bahan sayur.
Salah satu dokumentasi kuliner mencatat daun keladi diambil bagian dalam batang daunnya, kemudian dipotong dan dimasak bersama bagian umbi.
Bumbu yang digunakan dapat mencakup bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, jahe, serai, terasi dan daun kunyit.
Bumbu tersebut terlebih dahulu ditumis untuk mengeluarkan aroma, kemudian bahan keladi dimasukkan setelah melalui proses perebusan.
Hasil akhirnya lebih mendekati sayur berkuah dibandingkan tumisan kering.
Karena itu, jika menyebut “tumis daun keladi”, konteks daerah dan bagian tanaman perlu diperhatikan agar tidak mencampurkan dua jenis olahan yang berbeda.
Kenapa Kuliner Keladi Menarik untuk Dikenal?
Keladi memperlihatkan bagaimana masyarakat Kalimantan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Satu tanaman dapat memberikan beberapa bagian yang bisa diolah menjadi makanan.
Ada umbi yang dapat dimasak, ada batang dan daun yang menjadi sayuran, serta ada sulur yang dapat ditumis.
Pemanfaatan tersebut juga memperlihatkan karakter kuliner lokal yang tidak selalu bergantung pada bahan yang populer di pasar modern.
Bahan sederhana dari pekarangan, rawa atau lingkungan sekitar dapat masuk ke meja makan melalui teknik pengolahan yang diwariskan.
Keladi Bukan Sekadar Tanaman yang Tumbuh Liar
Cerita tentang keladi menjadi semakin menarik ketika melihat keberadaannya dalam berbagai tradisi kuliner Kalimantan.
Penelitian mengenai kuliner tradisional masyarakat Dayak di Kalimantan Barat juga mencatat masakan berbahan keladi sebagai salah satu makanan yang dikenal dalam masyarakat setempat.
Di Kalimantan Tengah, olahan berbahan keladi juga muncul dalam kuliner Dayak seperti juhu kujang. Hidangan tersebut menggunakan keladi bersama ikan, santan dan nangka muda.
Sementara itu, masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan mengenal tumis sulur keladi sebagai hidangan tradisional.
Dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Selatan, keladi ternyata memiliki perjalanan kuliner yang cukup panjang.
Baca Juga: Jarang Dikenal, Kue Sanggar Banyu Khas Banjar Punya Perpaduan Singkong dan Pisang yang Unik
Poin Penting:
-
Keladi atau talas dimanfaatkan sebagai bahan pangan di sejumlah wilayah Kalimantan.
-
Bagian yang digunakan dapat berupa umbi, batang, daun maupun sulur.
-
Sayur keladi dikenal dalam kuliner Kalimantan Barat.
-
Tumis sulur keladi dikenal dalam kuliner masyarakat Banjar.
-
Bagian tertentu dari keladi perlu diolah terlebih dahulu untuk mengurangi sensasi gatal.
-
Teknik pengolahan dapat berbeda menurut daerah dan jenis bagian tanaman.
-
Keladi menjadi contoh pemanfaatan bahan pangan lokal dalam kuliner Kalimantan.
Insight Redaksi
Keladi memperlihatkan bahwa kuliner Kalimantan tidak selalu lahir dari bahan mahal atau sulit dicari. Satu tanaman dapat dimanfaatkan menjadi beberapa jenis makanan dengan teknik berbeda. Ces, cerita seperti ini menarik karena memperlihatkan pengetahuan masyarakat dalam membaca lingkungan sekitar. Dari tanaman yang mudah ditemukan, lahir makanan yang kemudian menjadi bagian dari kebiasaan makan dan identitas kuliner daerah.
Kalau baru tahu keladi bisa masuk dapur dengan banyak cara, bagikan jua ke kawalan ikam supaya kuliner lokal makin dikenal.
Ikuti terus cerita kuliner unik, lifestyle dan inspirasi lokal lainnya hanya di Balikpapan TV!
FAQ
1. Apakah daun keladi bisa dimakan?
Daun dan batang keladi digunakan sebagai bahan sayuran dalam sejumlah kuliner Kalimantan, termasuk sayur keladi di Kalimantan Barat.
2. Apa itu sulur keladi?
Sulur keladi merupakan tunas yang tumbuh dari tanaman keladi dan dapat berkembang menjadi anak keladi.
3. Apakah tumis daun keladi sama dengan tumis sulur keladi?
Tidak. Daun atau batang daun dan sulur merupakan bagian tanaman yang berbeda. Tumis sulur keladi terdokumentasi sebagai hidangan masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan.
4. Mengapa keladi perlu direbus terlebih dahulu?
Perebusan dilakukan dalam sejumlah resep untuk membantu mengurangi sensasi gatal dan membuat bagian keladi lebih lunak sebelum dimasak.
5. Di mana kuliner keladi dikenal?
Olahan keladi ditemukan di beberapa wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dengan bentuk masakan yang berbeda.