Durasi Baca: 7 Menit
Ikhtisar: Ancur Paddas merupakan salah satu kuliner legendaris Berau yang dikenal sebagai bubur khas masyarakat Banua. Pemerintah Kabupaten Berau menyebut makanan ini telah dikenal sejak masa dua kerajaan Berau, yakni Kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung, serta dibuat menggunakan 41 jenis rempah dan bahan alami.
Balikpapan TV – Hai Ces! Kalau selama ini bubur identik dengan rasa gurih sederhana, Ancur Paddas dari Berau punya cerita yang jauh lebih kaya. Hidangan tradisional masyarakat Banua ini menggabungkan bubur dengan beragam rempah dan bahan pangan sehingga menghasilkan cita rasa yang khas.
Nama Ancur Paddas sendiri berasal dari bahasa Banua. Dalam keterangan Pemerintah Kabupaten Berau, ancur paddas berarti bubur. Kuliner ini bahkan disebut sebagai salah satu makanan legendaris yang sudah ada sejak zaman Kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung.
Ancur Paddas, Bubur Tradisional Suku Banua
Ancur Paddas dikenal sebagai makanan khas masyarakat Berau Banua yang mendiami kawasan sekitar Sungai Berau. Kuliner ini juga menjadi bagian dari tradisi masyarakat di sejumlah wilayah Berau seperti Gunung Tabur, Sambaliung, Tanjung Redeb, dan Teluk Bayur.
Berbeda dari bubur yang hanya mengandalkan satu atau dua bahan utama, karakter Ancur Paddas justru terletak pada banyaknya komponen yang digunakan.
Pemerintah Kabupaten Berau mencatat bubur ini menggunakan 41 jenis rempah dan bahan alami. Kombinasi tersebut menjadi salah satu alasan Ancur Paddas memiliki aroma dan cita rasa yang khas.
Baca Juga: Raja Kepala Ikan Samarinda, Tempat Menikmati Sup Kepala Kakap dan Seafood Segar
Sudah Dikenal Sejak Zaman Kerajaan Berau
Ancur Paddas bukan kuliner baru yang muncul mengikuti tren makanan tradisional. Hidangan ini memiliki jejak sejarah yang panjang di Berau.
Pemkab Berau menyebut Ancur Paddas telah dikenal sejak masa dua kerajaan Berau, yaitu Kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung.
Sumber lain mencatat makanan ini telah dikenal masyarakat Banua sejak sekitar abad ke-17 dan dahulu digunakan untuk menjamu tamu di lingkungan kerajaan.
Artinya, semangkuk Ancur Paddas tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga membawa cerita tentang perjalanan kuliner masyarakat Berau dari masa ke masa.
Kenapa Disebut Bubur Pedas?
Nama paddas membuat banyak orang langsung membayangkan sensasi cabai yang kuat. Namun karakter Ancur Paddas sebenarnya tidak semata-mata ditentukan oleh rasa pedas.
Kekayaan rasa justru muncul dari penggunaan berbagai rempah. Sumber dari Pemerintah Kabupaten Berau menyebut hidangan ini menggunakan 41 jenis rempah dan bahan alami.
Dalam catatan ANTARA, Ancur Paddas juga dikenal memiliki cita rasa gurih dengan bumbu kari dan santan kelapa. Beras yang akan digunakan terlebih dahulu disangrai sebelum diolah menjadi bubur.
Proses tersebut membuat hidangan tradisional ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan bubur pada umumnya.
Bukan Sekadar Makanan, Ada Tradisi di Baliknya
Ancur Paddas juga memiliki hubungan dengan berbagai kegiatan masyarakat Berau.
Pada 2023, Pemerintah Kabupaten Berau menggelar lomba Ancur Paddas sebagai bagian dari rangkaian hari jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb. Kegiatan tersebut disebut sebagai salah satu upaya menjaga makanan tradisional agar tetap dikenal luas.
Upaya pelestarian kembali dilakukan pada 2024 melalui lomba Ancur Paddas yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau. Kegiatan tersebut juga ditujukan untuk mengenalkan kuliner khas Berau kepada masyarakat, pendatang, dan wisatawan.
Baca Juga: Fenomena Garam Gunung Krayan, Keajaiban Alam Kalimantan Utara yang Jarang Diketahui
Dari Hidangan Tradisional Menuju Wisata Kuliner
Keberadaan Ancur Paddas memiliki peluang untuk berkembang sebagai bagian dari wisata kuliner Berau.
Pemerintah Kabupaten Berau bahkan mendorong agar kuliner tradisional tersebut dapat dinikmati lebih luas oleh wisatawan. Dalam kegiatan 2023, pemerintah daerah berharap makanan tradisional seperti Ancur Paddas dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata kuliner di Berau.
Bagi generasi muda, keberadaan makanan seperti Ancur Paddas juga menjadi pengingat bahwa kekayaan kuliner daerah tidak selalu hadir dalam bentuk makanan yang populer secara nasional.
Kadang, makanan yang paling menarik justru tersimpan dalam tradisi masyarakat lokal dan baru dikenal lebih luas ketika ada upaya untuk memperkenalkannya.
Baca Juga: Nasi Berwarna Ungu dari Kalimantan Utara Ini Ternyata Dibuat dari Ubi dan Jagung
Ancur Paddas dan Identitas Kuliner Berau
Ancur Paddas memperlihatkan bagaimana makanan dapat menjadi bagian dari identitas suatu daerah. Rempah, bahan pangan, teknik memasak, hingga sejarah penyajiannya membentuk karakter yang tidak mudah dipisahkan dari masyarakat yang mewariskannya.
Karena itu, menjaga Ancur Paddas bukan hanya mempertahankan sebuah resep. Ada pengetahuan kuliner dan cerita budaya yang ikut dijaga di dalamnya.
Insight Redaksi
Bubuhan ikam mungkin lebih familiar dengan bubur ayam atau bubur kacang hijau, tapi Berau punya Ancur Paddas yang ceritanya kada kalah panjang, Ces! Puluhan rempah dalam satu mangkuk menunjukkan betapa kayanya pengetahuan kuliner masyarakat Banua. Menariknya, pelestarian makanan tradisional seperti ini tidak harus berhenti di dapur, tapi bisa jua dibawa menjadi bagian dari wisata kuliner dan dikenalkan kepada generasi muda.
Kalau suatu saat berkunjung ke Berau, jangan cuma mencari kuliner yang sudah terkenal. Coba kenali makanan tradisional lokal seperti Ancur Paddas dan cerita budaya yang menyertainya.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang tahu bahwa Berau punya kuliner tradisional dengan sejarah panjang dan cita rasa yang kaya rempah.
Kuliner daerah menyimpan cerita tentang masyarakat yang mewariskannya. Tetap update informasi kuliner, budaya, dan gaya hidup Kalimantan hanya di Balikpapantv.id, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa itu Ancur Paddas?
Ancur Paddas adalah kuliner tradisional berupa bubur khas masyarakat Banua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
2. Apa arti Ancur Paddas?
Menurut Pemerintah Kabupaten Berau, ancur paddas dalam bahasa Banua berarti bubur.
3. Mengapa Ancur Paddas terkenal kaya rempah?
Pemkab Berau menyebut hidangan ini menggunakan 41 jenis rempah dan bahan alami.
4. Sejak kapan Ancur Paddas dikenal?
Ancur Paddas disebut telah dikenal sejak masa dua kerajaan Berau, Kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung. Sejumlah sumber juga menempatkan keberadaannya sejak sekitar abad ke-17.
5. Apakah Ancur Paddas hanya makanan sehari-hari?
Kuliner ini juga berkaitan dengan tradisi dan kegiatan budaya masyarakat Berau serta terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan pelestarian kuliner.