Pengkang, Kudapan Bakar Khas Sambas Berisi Ebi yang Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun

Nasya Syafira • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:03 WIB
Pengkang khas Sambas dibakar di atas bara hingga menghasilkan aroma daun pisang yang menggugah selera. (BTV/AI)
Pengkang khas Sambas dibakar di atas bara hingga menghasilkan aroma daun pisang yang menggugah selera. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 Menit

Pengkang, Kudapan Bakar Berisi Ebi yang Menjadi Ikon Kuliner Sambas, Ternyata Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun

Ikhtisar: Pengkang merupakan kuliner tradisional khas Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang dibuat dari beras ketan berisi ebi berbumbu lalu dibungkus daun pisang sebelum dibakar. Meski tampil sederhana, makanan ini memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Melayu Sambas.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Kalau berbicara tentang kuliner Kalimantan, banyak orang langsung teringat pada soto Banjar, amplang, atau nasi kuning. Padahal, masih banyak makanan tradisional yang belum begitu dikenal secara luas, salah satunya Pengkang dari Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Sekilas tampilannya memang sederhana. Makanan ini hanya berupa ketan yang dibungkus daun pisang, kemudian dibakar di atas bara api. Namun di balik bentuknya yang mungil, Pengkang menyimpan perpaduan rasa gurih, aroma asap yang khas, serta sejarah yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Melayu Sambas.

Hingga kini, Pengkang masih menjadi salah satu kuliner yang selalu dicari wisatawan ketika berkunjung ke Sambas maupun Kota Pontianak. Bahkan, makanan ini kerap disajikan dalam berbagai acara adat, perayaan keluarga, hingga festival budaya.

Lantas, apa yang membuat Pengkang begitu istimewa?

Apa Itu Pengkang?

Pengkang adalah makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan sebagai bahan utama. Beras ketan terlebih dahulu direndam, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang bersama isian berupa ebi atau udang kering yang telah dibumbui.

Bungkusan tersebut tidak dibuat memanjang seperti lemper, melainkan dibentuk menyerupai segitiga pipih dan dijepit menggunakan bambu tipis agar tetap rapat selama proses pembakaran.

Setelah itu, Pengkang dibakar perlahan di atas bara api hingga daun pisangnya mengeluarkan aroma harum yang meresap ke dalam ketan.

Teknik memasak inilah yang menjadi salah satu ciri khas Pengkang. Proses pembakaran menghasilkan aroma asap alami yang sulit ditemukan pada makanan berbahan ketan lainnya.

Saat matang, tekstur ketannya menjadi pulen dengan cita rasa gurih yang berpadu dengan isian ebi berbumbu.

Baca Juga: Tanboy Kun Jelajahi Kuliner Balikpapan, Nasi Kuning Legendaris hingga Soto Banjar Berkuah Susu

Mengapa Pengkang Menggunakan Ebi?

Banyak orang bertanya mengapa Pengkang tidak menggunakan daging ayam atau daging sapi sebagai isiannya.

Jawabannya berkaitan erat dengan kondisi geografis Sambas yang berada di wilayah pesisir.

Sejak dahulu, masyarakat Melayu Sambas memanfaatkan hasil laut sebagai sumber pangan utama. Salah satunya adalah udang kecil yang dikeringkan menjadi ebi agar lebih awet disimpan.

Ebi kemudian dihaluskan dan dicampur berbagai rempah seperti bawang merah, bawang putih, cabai, serta bumbu lainnya hingga menghasilkan rasa gurih yang khas.

Selain tahan lama, penggunaan ebi juga membuat Pengkang tetap memiliki cita rasa kuat meskipun ukurannya relatif kecil.

Kini, beberapa produsen mulai menghadirkan variasi isian seperti abon ikan, ayam, hingga daging sapi. Namun, Pengkang dengan isian ebi tetap dianggap sebagai resep tradisional yang paling autentik.

Dahulu Menjadi Bekal Perjalanan Masyarakat Sambas

Pengkang tidak hanya dikenal sebagai makanan ringan.

Pada masa lalu, makanan ini sering dijadikan bekal perjalanan karena mampu bertahan cukup lama tanpa bahan pengawet.

Bungkus daun pisang membantu menjaga kelembapan ketan, sementara proses pembakaran membuat makanan ini lebih awet dibandingkan ketan kukus biasa.

Masyarakat yang bepergian menggunakan perahu melalui sungai maupun laut kerap membawa Pengkang sebagai bekal karena praktis dibawa dan mengenyangkan.

Kebiasaan tersebut membuat Pengkang semakin melekat dalam kehidupan masyarakat pesisir Kalimantan Barat.

Bahkan hingga sekarang, banyak keluarga yang masih membuat Pengkang secara gotong royong ketika menjelang acara besar atau perayaan adat.

Tidak Lengkap Tanpa Sambal Kerang

Hal lain yang membuat Pengkang berbeda adalah cara penyajiannya.

Kuliner ini hampir selalu disantap bersama sambal kerang atau sambal kepah yang memiliki cita rasa pedas, gurih, dan sedikit manis.

Perpaduan ketan yang lembut dengan sambal berbahan kerang menghasilkan kombinasi rasa yang menjadi ciri khas kuliner Sambas.

Sebagian masyarakat juga menikmati Pengkang bersama sambal cabai biasa atau kuah kacang, tetapi sambal kerang tetap menjadi pasangan yang paling populer.

Keunikan tersebut membuat banyak wisatawan penasaran untuk mencicipinya langsung ketika berkunjung ke Kalimantan Barat.

Warisan Kuliner Melayu Sambas yang Tetap Bertahan

Pengkang bukan sekadar makanan tradisional, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Melayu Sambas. Kuliner ini telah diwariskan dari generasi ke generasi dan masih sering hadir dalam berbagai kegiatan adat maupun acara keluarga.

Pada momen tertentu seperti perayaan hari besar, pesta pernikahan, syukuran, hingga penyambutan tamu, Pengkang kerap disajikan sebagai hidangan pelengkap. Kehadirannya tidak hanya mencerminkan kekayaan cita rasa lokal, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan karena proses pembuatannya biasanya dilakukan secara gotong royong.

Tradisi memasak bersama ini memperlihatkan bagaimana makanan mampu menjadi media untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga maupun masyarakat.

Meski zaman terus berubah, banyak pembuat Pengkang tetap mempertahankan resep turun-temurun agar cita rasa aslinya tidak hilang.

Proses Pembuatannya Masih Mengandalkan Cara Tradisional

Salah satu alasan mengapa Pengkang memiliki cita rasa khas adalah proses pembuatannya yang masih mempertahankan teknik tradisional.

Tahap pertama dimulai dengan merendam beras ketan selama beberapa jam agar teksturnya menjadi lebih lembut saat dimasak.

Sementara itu, ebi dihaluskan lalu ditumis bersama berbagai bumbu hingga menghasilkan aroma yang harum.

Setelah semua bahan siap, ketan dan isian dibungkus menggunakan daun pisang yang telah dilayukan agar tidak mudah robek.

Bungkusan tersebut kemudian dijepit menggunakan bilah bambu sebelum dibakar di atas bara api.

Proses pembakaran dilakukan perlahan sambil beberapa kali dibalik agar panas merata dan daun pisang tidak mudah hangus.

Teknik ini menghasilkan aroma asap alami yang menjadi salah satu ciri khas Pengkang. Aroma tersebut meresap hingga ke dalam ketan sehingga memberikan sensasi rasa yang berbeda dibandingkan makanan ketan yang dikukus.

Perpaduan Sederhana dengan Rasa yang Kaya

Sekilas, bahan-bahan Pengkang memang terlihat sederhana.

Namun, perpaduan ketan yang pulen, isian ebi berbumbu, aroma daun pisang, dan hasil pembakaran menghasilkan cita rasa yang kaya.

Saat disantap, teksturnya lembut di bagian luar dengan rasa gurih yang muncul dari isian di bagian tengah.

Ketika dipadukan dengan sambal kerang khas Sambas, rasa gurih tersebut semakin kuat dengan sentuhan pedas yang menggugah selera.

Kombinasi inilah yang membuat banyak wisatawan membeli Pengkang sebagai oleh-oleh setelah berkunjung ke Kalimantan Barat.

Masih Mudah Ditemukan di Kalimantan Barat

Hingga kini, Pengkang masih diproduksi oleh pelaku usaha kuliner tradisional di Kabupaten Sambas maupun Kota Pontianak.

Kuliner ini dapat ditemukan di sejumlah rumah makan khas Melayu, sentra kuliner tradisional, hingga pedagang yang menjual makanan khas daerah.

Pada momen-momen tertentu, Pengkang juga hadir dalam festival kuliner dan kegiatan promosi budaya yang bertujuan memperkenalkan kekayaan gastronomi Kalimantan Barat kepada masyarakat luas.

Keberadaan Pengkang menjadi bukti bahwa makanan tradisional tetap memiliki tempat di tengah berkembangnya berbagai kuliner modern.

Mengapa Pengkang Layak Dicoba?

Bagi pencinta wisata kuliner, Pengkang menawarkan pengalaman yang berbeda dari makanan berbahan ketan lainnya.

Selain cita rasanya yang khas, kuliner ini juga memperlihatkan bagaimana masyarakat pesisir memanfaatkan bahan-bahan lokal menjadi hidangan yang lezat sekaligus praktis.

Pengkang bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga menyimpan cerita mengenai tradisi, kebersamaan, dan cara hidup masyarakat Melayu Sambas yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Mencicipi Pengkang berarti ikut mengenal salah satu warisan kuliner Nusantara yang masih bertahan hingga sekarang.

Baca Juga: WasedaBoys Terpikat Kuliner Pontianak, Chai Kue hingga Pisang Goreng Legendaris Jadi Sorotan

Poin Penting

Insight Redaksi: Di tengah menjamurnya makanan modern, Pengkang membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap memiliki daya tarik yang kuat. Kesederhanaan bahan justru menjadi keistimewaannya. Perpaduan ketan, ebi, daun pisang, dan teknik pembakaran tradisional menghasilkan cita rasa yang sulit ditiru oleh makanan instan. Lebih dari sekadar hidangan, Pengkang merepresentasikan kearifan masyarakat Melayu Sambas dalam memanfaatkan bahan lokal sekaligus menjaga tradisi kuliner agar tetap hidup dari generasi ke generasi. Kada hanya enak disantap, Pengkang juga menjadi pengingat bahwa kekayaan kuliner Nusantara masih menyimpan banyak cerita yang belum dikenal luas.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang mengenal kuliner khas Kalimantan Barat yang kaya rasa dan sarat nilai budaya.

Ikuti terus informasi kuliner, budaya, dan gaya hidup khas Nusantara hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Pengkang?

Pengkang adalah makanan tradisional khas Sambas, Kalimantan Barat, yang dibuat dari beras ketan berisi ebi berbumbu, dibungkus daun pisang, lalu dibakar.

2. Mengapa Pengkang menggunakan isian ebi?

Penggunaan ebi berasal dari kebiasaan masyarakat pesisir yang memanfaatkan hasil laut sebagai bahan pangan yang tahan lama dan mudah diolah.

3. Bagaimana cara menikmati Pengkang?

Pengkang umumnya disajikan bersama sambal kerang khas Sambas, meskipun juga dapat disantap dengan sambal cabai sesuai selera.

4. Apakah Pengkang masih mudah ditemukan?

Ya. Pengkang masih banyak dijual di Kabupaten Sambas, Kota Pontianak, serta pada berbagai festival kuliner Kalimantan Barat.

5. Apa yang membuat Pengkang berbeda dari makanan ketan lainnya?

Ciri khas Pengkang terletak pada isian ebi berbumbu, pembungkus daun pisang, dan proses pembakaran yang menghasilkan aroma asap khas.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Pengkang khas Sambas kuliner tradisional Melayu Sambas makanan khas kalimantan barat