Durasi Baca: 7 Menit
Menjelajahi ragam kuliner khas dan destinasi wisata Singkawang melalui pengalaman perjalanan Ria SW.
Ikhtisar: Perjalanan Ria SW menuju Singkawang menghadirkan pengalaman mencicipi beragam kuliner khas, mengunjungi situs budaya, menikmati panorama pantai, hingga menutup hari dengan hidangan seafood halal.
Balikpapan TV - Hai Ces! Food vlogger Ria SW memilih Kota Singkawang, Kalimantan Barat, sebagai destinasi wisata penutup tahun 2023. Selain ingin menikmati kekayaan kulinernya, ia juga tertarik melihat langsung kehidupan masyarakat yang dikenal memiliki tingkat toleransi keberagaman tinggi. Karena Bandara Singkawang saat itu masih dalam tahap pembangunan, perjalanan dimulai dari Bandara Supadio Pontianak sebelum dilanjutkan melalui jalur darat menuju Singkawang selama sekitar 3 jam 45 menit atau sejauh kurang lebih 163 kilometer.
Masih banyak cerita menarik selama perjalanan tersebut. Dari kuliner sederhana di tengah perjalanan hingga hidangan legendaris khas Singkawang, semuanya menghadirkan pengalaman yang berbeda. Ikuti perjalanan selengkapnya, Ces!
Mengapa Ria SW Memilih Berlibur ke Singkawang?
Menutup akhir tahun dengan berwisata menjadi pilihan banyak orang. Bagi Ria SW, Singkawang menjadi destinasi yang menarik karena dikenal sebagai kota dengan keberagaman budaya yang hidup berdampingan secara harmonis.
Selain dikenal sebagai Kota Seribu Kelenteng, Singkawang juga memiliki beragam kuliner yang menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai daerah. Ria mengaku penasaran untuk mencoba langsung makanan-makanan yang sering direkomendasikan para pecinta kuliner.
Perjalanan menuju Singkawang dimulai dari Bandara Supadio di Pontianak. Setelah mendarat, ia melanjutkan perjalanan menggunakan mobil sewaan menuju Singkawang dengan waktu tempuh sekitar tiga jam empat puluh lima menit.
Meski perjalanan cukup panjang, waktu tersebut dimanfaatkan untuk menikmati suasana Kalimantan Barat sekaligus berburu makanan khas yang ditemui di sepanjang jalur menuju Singkawang.
Kuliner Pertama, Tomyam yang Berhasil Mengubah Pendapat Ria SW
Perjalanan darat yang cukup lama membuat Ria memutuskan berhenti sejenak untuk mengisi tenaga. Menu pertama yang dipilih adalah semangkuk tomyam dengan isian udang, baby corn, wortel, cabai, tomat, bawang bombai, serta brokoli.
Hidangan tersebut menjadi pengalaman menarik karena sebelumnya Ria mengaku bukan penggemar makanan bercita rasa asam. Namun setelah mencicipinya, ia justru memberikan penilaian positif terhadap rasa tomyam tersebut.
"Aku tuh sebenarnya kurang suka tomyam sih karena aku enggak terlalu suka makanan yang agak asam gitu loh, tapi ini enak sih. Aku harus mengakuinya ini enak."
— Ria SW, Food Vlogger
Kuah tomyam yang segar berpadu dengan udang dan sayuran dinilai memberikan keseimbangan rasa sehingga tetap dapat dinikmati meski memiliki cita rasa asam yang cukup kuat.
Kuliner pertama ini menjadi pembuka perjalanan yang meninggalkan kesan baik sebelum melanjutkan perjalanan menuju Singkawang.
Sop Daging Tulang Favorit Warga Lokal Jadi Persinggahan Berikutnya
Belum tiba di Singkawang, Ria kembali berhenti setelah memperoleh rekomendasi dari warga sekitar mengenai sop daging tulang yang menjadi favorit masyarakat setempat.
Menu tersebut dikenal memiliki kuah bening dengan cita rasa gurih berkaldu. Potongan daging yang menempel pada tulang juga terlihat cukup besar dengan tekstur yang sangat empuk.
Saat mencicipinya, Ria tampak menikmati setiap suapan dan memberikan apresiasi terhadap kualitas daging yang disajikan.
"Ini favoritnya di sini, tulang... lembut sekali dia, super-super yummy."
— Ria SW, Food Vlogger
Menurutnya, kelembutan daging menjadi nilai utama dari hidangan tersebut. Kuahnya yang ringan namun kaya rasa juga membuat sajian ini cocok dinikmati sebagai penghangat tubuh sebelum melanjutkan perjalanan panjang menuju Kota Singkawang.
Apakah Bubur Gunting Menjadi Kuliner Wajib Saat Tiba di Singkawang?
Setelah menempuh perjalanan darat selama beberapa jam, Ria SW akhirnya tiba di Kota Singkawang. Dalam videonya, ia menyebut nama Singkawang dipercaya berasal dari kata Sentiong dalam bahasa Hakka. Sesampainya di kota tersebut, destinasi kuliner pertama yang langsung dituju adalah Bubur Gunting, salah satu makanan tradisional yang cukup populer di kalangan masyarakat setempat.
Berbeda dengan bubur pada umumnya, Bubur Gunting disajikan menggunakan kacang hijau kupas yang dimasak hingga lembut, kemudian dipadukan dengan potongan cakwe renyah sebagai pelengkap. Perpaduan tekstur lembut dari bubur dan gurihnya cakwe menjadi ciri khas hidangan ini.
Kuliner tradisional tersebut masih menjadi pilihan banyak wisatawan yang ingin mengenal cita rasa khas Singkawang. Bagi Ria, mencicipi makanan lokal menjadi cara terbaik untuk memahami budaya sebuah daerah melalui sajian yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Mengapa Rujak Thai Puji dan Rumah Marga Tjhia Menjadi Destinasi Berikutnya?
Usai menikmati Bubur Gunting, perjalanan kuliner berlanjut menuju Rujak Thai Puji, salah satu penjual rujak yang cukup dikenal di Singkawang.
Rujak ini memiliki karakter rasa yang berbeda dibanding rujak dari daerah lain. Bumbu yang digunakan memadukan rasa manis, asam, dan gurih dengan tambahan ebi yang memberikan aroma khas. Sajian tersebut semakin lengkap dengan taburan emping yang menambah tekstur renyah saat disantap.
Tidak jauh dari lokasi tersebut, sekitar tiga menit berjalan kaki, Ria mengunjungi Rumah Marga Tjhia (Cia). Bangunan berusia lebih dari satu abad itu merupakan salah satu cagar budaya yang masih mempertahankan arsitektur khas Tionghoa.
Dalam videonya, Ria menyebut tempat tersebut sebagai salah satu destinasi yang layak dikunjungi wisatawan karena memiliki nilai sejarah yang kuat.
"Ini salah satu tempat di Singkawang yang wajib kalian datangi... cagar budaya yang usianya sudah lebih dari 100 tahun."
— Ria SW, Food Vlogger
Selain menikmati bangunan bersejarah, Ria juga menyempatkan diri mencicipi Choipan, makanan khas Singkawang yang terkenal dengan kulit tipis dan isian sayuran.
Ia memilih dua varian isi, yaitu bengkuang dan kucai. Kedua jenis choipan tersebut dinikmati bersama saus pendamping yang semakin memperkaya cita rasanya. Hidangan sederhana itu menjadi salah satu kuliner yang paling menarik perhatian selama berada di kawasan Rumah Marga Tjhia.
Baca Juga: Udang Sungai Mahakam, Kuliner Air Tawar Khas Kalimantan Timur yang Belum Banyak Dikenal
Bagaimana Ria SW Menutup Hari Pertama di Singkawang?
Setelah berkeliling menikmati wisata kuliner dan budaya, Ria melanjutkan agenda dengan melakukan check-in di hotel tempatnya menginap. Hotel tersebut terhubung langsung dengan pusat perbelanjaan sehingga memudahkan akses selama berada di Singkawang.
Usai beristirahat sejenak dan membersihkan diri, ia kembali melanjutkan perjalanan menuju Pantai Pasir Panjang untuk menikmati suasana sore.
Pantai tersebut menghadirkan panorama laut yang tenang dengan pemandangan matahari terbenam yang menjadi daya tarik wisatawan menjelang malam. Momen itu dimanfaatkan Ria untuk menikmati suasana santai setelah seharian menempuh perjalanan dari Pontianak hingga berkeliling kota.
Menjelang malam, agenda ditutup dengan makan malam di sebuah restoran seafood halal khas Singkawang. Sebelum memesan, Ria sempat bertanya kepada pramusaji mengenai menu yang paling banyak dipilih pengunjung.
Ria SW: "Ikan apa Mas yang favorit, Mas?"
Pramusaji: "Pari sama cumi."
Mendengar rekomendasi tersebut, Ria langsung menentukan pesanannya.
Ria SW: "Udah, itu tiga aja. Nasinya dua."
Menu ikan pari bakar dan cumi menjadi hidangan utama yang dipilih untuk mengakhiri hari pertama perjalanan kuliner di Singkawang. Sajian seafood bakar tersebut melengkapi rangkaian pengalaman menikmati berbagai makanan khas, mulai dari hidangan tradisional hingga olahan laut yang menjadi favorit masyarakat setempat.
Poin Penting
-
Ria SW memilih Singkawang sebagai destinasi wisata penutup tahun 2023 karena tertarik dengan keberagaman budaya dan kekayaan kulinernya.
-
Perjalanan dimulai dari Bandara Supadio Pontianak, dilanjutkan melalui jalur darat menuju Singkawang.
-
Kuliner yang dicicipi meliputi tomyam, sop daging tulang, Bubur Gunting, Rujak Thai Puji, Choipan, hingga seafood bakar halal.
-
Ria juga mengunjungi Rumah Marga Tjhia yang merupakan cagar budaya berusia lebih dari 100 tahun.
-
Hari pertama perjalanan ditutup dengan menikmati matahari terbenam di Pantai Pasir Panjang dan makan malam seafood halal.
Insight Redaksi
Perjalanan Ria SW menunjukkan bahwa daya tarik Singkawang bukan hanya terletak pada ragam kulinernya, tetapi juga pada perpaduan budaya, sejarah, dan destinasi wisatanya yang saling melengkapi. Wisata kuliner menjadi pintu masuk untuk mengenal karakter sebuah kota lebih dekat. Jadi, Ces, bila handak berkunjung ke Singkawang, kada cukup hanya berburu makanan. Luangkan waktu menikmati situs budaya dan panorama alam agar pengalaman perjalanan terasa lebih utuh.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang mengenal kekayaan kuliner dan wisata Kota Singkawang.
Selalu ikuti informasi wisata, kuliner, dan cerita menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Mengapa Ria SW berangkat melalui Pontianak?
Karena saat perjalanan dilakukan, Bandara Singkawang masih dalam proses pembangunan sehingga akses udara dilakukan melalui Bandara Supadio Pontianak.
2. Apa makanan pertama yang dicicipi Ria SW?
Tomyam dengan isian udang dan berbagai sayuran saat masih dalam perjalanan menuju Singkawang.
3. Apa itu Bubur Gunting?
Kuliner khas Singkawang berbahan kacang hijau kupas yang disajikan bersama potongan cakwe renyah.
4. Di mana Ria menikmati matahari terbenam?
Di Pantai Pasir Panjang, Singkawang.
5. Menu seafood apa yang direkomendasikan pramusaji?
Ikan pari dan cumi menjadi menu favorit yang direkomendasikan kepada Ria SW.
Sumber Informasi
Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media YouTube @Ria SW, dengan judul "MENGGILA DI SINGKAWANG #01". Artikel dipublikasikan kembali dengan angle dan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma