Durasi Baca: 7 Menit
Topik: Minuman Tradisional Kalimantan Timur Berbahan Buah Lahung yang Semakin Sulit Ditemukan
Ikhtisar: Sirup buah lahung berasal dari durian hutan khas Kalimantan yang memiliki cita rasa unik. Minuman ini menyimpan nilai budaya, potensi ekonomi, dan mulai dikenalkan sebagai produk olahan khas daerah.
Balikpapan TV - Hai Ces! Sirup buah lahung merupakan salah satu minuman tradisional khas Kalimantan Timur yang masih jarang dikenal masyarakat Indonesia. Dibuat dari buah lahung, kerabat durian yang tumbuh liar di hutan Kalimantan, minuman ini menawarkan rasa manis, sedikit asam, dan aroma khas yang berbeda dari sirup buah pada umumnya.
Pernah mencicipi buah hutan yang diolah menjadi sirup? Banyak wisatawan ternyata belum mengenalnya sama sekali. Menarik disimak sampai akhir, Ces!
Mengapa Sirup Buah Lahung Begitu Langka?
Tidak sedikit orang mengenal durian, tetapi belum pernah mendengar nama lahung. Padahal, buah ini telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat di beberapa wilayah Kalimantan sebagai bahan pangan musiman.
Lahung merupakan salah satu buah hutan lokal yang masih satu keluarga dengan durian. Buahnya tumbuh alami di kawasan hutan tropis dan belum banyak dibudidayakan secara komersial sehingga ketersediaannya sangat bergantung pada musim panen.
Karena buah segarnya hanya bertahan dalam waktu singkat setelah dipetik, masyarakat mengolahnya menjadi sirup agar cita rasanya dapat dinikmati lebih lama. Cara ini sekaligus membantu mengurangi buah yang terbuang saat panen melimpah.
Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), pemanfaatan buah lokal melalui produk olahan merupakan salah satu strategi penting untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil hutan bukan kayu sekaligus menjaga keberlanjutan pemanfaatannya.
Apa yang Membuat Rasa Sirup Buah Lahung Berbeda?
Sekilas, lahung memang menyerupai durian. Namun, karakter rasanya memiliki perbedaan yang cukup jelas.
Daging buah lahung cenderung memiliki perpaduan rasa manis dan sedikit asam dengan aroma yang lebih lembut dibandingkan beberapa jenis durian budidaya. Karakter tersebut menghasilkan sirup dengan cita rasa segar yang tidak terlalu tajam.
Warna sirup yang dihasilkan pun bervariasi, bergantung pada tingkat kematangan buah dan proses pengolahannya. Sebagian produsen rumahan mempertahankan warna alami tanpa tambahan pewarna sintetis.
7 Fakta Menarik Sirup Buah Lahung
1. Berasal dari buah hutan endemik Kalimantan
Lahung termasuk buah lokal yang tumbuh di kawasan hutan tropis Kalimantan dan masih sulit ditemukan di luar pulau tersebut.
2. Diolah agar masa simpannya lebih panjang
Buah segar cepat mengalami perubahan kualitas. Pengolahan menjadi sirup membuatnya dapat dinikmati lebih lama sekaligus mempermudah distribusi.
3. Memiliki rasa yang khas
Perpaduan rasa manis, sedikit asam, dan aroma buah hutan menciptakan pengalaman berbeda dibandingkan sirup buah komersial.
4. Diproduksi dalam skala terbatas
Sebagian besar sirup lahung masih dihasilkan oleh pelaku usaha mikro dan kelompok masyarakat setempat sehingga jumlah produksinya belum besar.
5. Menjadi bagian promosi kuliner daerah
Dalam beberapa festival kuliner dan pameran UMKM di Kalimantan Timur, sirup lahung mulai diperkenalkan sebagai salah satu produk unggulan daerah.
6. Memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibanding buah segar
Produk olahan memberikan nilai tambah karena memiliki masa simpan lebih panjang dan harga jual yang lebih baik.
7. Berpotensi menjadi oleh-oleh khas
Dengan kemasan yang lebih modern dan distribusi yang lebih luas, sirup lahung berpeluang menjadi salah satu identitas kuliner Kalimantan Timur.
Bagaimana Proses Pembuatan Sirup Buah Lahung?
Mengolah buah lahung menjadi sirup memerlukan ketelitian karena tekstur buahnya cukup lembut dan mudah berubah setelah dipanen. Oleh sebab itu, masyarakat biasanya segera memproses buah yang sudah matang pada hari yang sama.
Daging buah dipisahkan dari bijinya, kemudian dicampur air dan gula sebelum dimasak dengan api sedang hingga membentuk larutan yang lebih kental. Beberapa perajin juga menambahkan sedikit perasan jeruk nipis untuk menyeimbangkan rasa sekaligus membantu mempertahankan kesegaran produk.
Setelah matang, sirup disaring untuk memperoleh tekstur yang lebih halus sebelum dimasukkan ke dalam botol steril. Tahapan sederhana tersebut membuat sirup mampu disimpan lebih lama dibandingkan buah segarnya.
Menurut ahli pangan Prof. Dr. F.G. Winarno, pengolahan buah menjadi sirup merupakan salah satu cara efektif memperpanjang umur simpan bahan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan kehutanan apabila dilakukan dengan standar kebersihan yang baik.
Apa Kandungan dan Manfaat Buah Lahung?
Penelitian mengenai buah lahung memang belum sebanyak durian budidaya. Namun, sebagai kerabat dekat durian, buah ini diketahui mengandung karbohidrat, serat pangan, vitamin, serta sejumlah mineral yang berasal dari daging buahnya.
Proses pengolahan menjadi sirup tentu menambahkan gula sehingga minuman ini lebih tepat dinikmati sebagai minuman penyegar dalam jumlah wajar, bukan sebagai sumber nutrisi utama.
Selain cita rasanya yang unik, daya tarik terbesar sirup lahung justru terletak pada identitas lokal yang dibawanya. Produk seperti ini memperlihatkan bahwa kekayaan hayati Kalimantan dapat diolah menjadi pangan bernilai ekonomi tanpa harus menghilangkan ciri khas daerah.
Berapa Harga Sirup Buah Lahung pada 2026?
Karena diproduksi dalam jumlah terbatas, harga sirup buah lahung relatif lebih tinggi dibandingkan sirup buah biasa yang diproduksi secara massal.
Pada berbagai pameran UMKM dan pusat oleh-oleh di Kalimantan Timur selama 2026, satu botol sirup berukuran sekitar 250–350 mililiter umumnya dijual pada kisaran Rp45.000 hingga Rp75.000. Sementara kemasan 500 mililiter dapat mencapai Rp80.000 hingga Rp130.000, bergantung pada kualitas buah, proses produksi, dan desain kemasan.
Harga tersebut juga dipengaruhi musim panen. Ketika produksi buah lahung menurun, biaya bahan baku meningkat sehingga harga produk olahan ikut menyesuaikan.
Meski demikian, banyak pelaku UMKM menilai nilai jual sirup lahung bukan hanya berasal dari rasanya, tetapi juga karena menghadirkan pengalaman menikmati buah hutan yang sulit ditemukan di daerah lain.
Mengapa Sirup Lahung Berpotensi Menjadi Oleh-Oleh Unggulan?
Tren wisata kuliner beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa wisatawan semakin tertarik membawa pulang produk khas daerah yang memiliki cerita dan identitas lokal.
Sirup lahung memenuhi kedua unsur tersebut. Bahannya berasal dari buah endemik Kalimantan, diproduksi dalam skala terbatas, dan mencerminkan kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil hutan menjadi produk bernilai tambah.
Beberapa pemerintah daerah juga mulai mendorong pengembangan pangan lokal melalui pembinaan UMKM, peningkatan kualitas kemasan, hingga promosi pada festival kuliner dan pameran ekonomi kreatif.
Apabila budidaya dan pengolahan terus dikembangkan secara berkelanjutan, sirup buah lahung berpeluang menjadi salah satu ikon minuman khas Kalimantan Timur yang lebih dikenal wisatawan nasional maupun mancanegara.
Baca Juga: Sotong Pangkong Tarakan, Kuliner Legendaris dengan Cara Penyajian yang Bikin Penasaran
Poin Penting
-
Sirup buah lahung berasal dari buah hutan yang masih berkerabat dengan durian.
-
Buah lahung memiliki masa simpan singkat sehingga diolah menjadi sirup.
-
Rasanya memadukan manis, sedikit asam, dan aroma khas buah hutan.
-
Produk ini masih diproduksi dalam skala UMKM di Kalimantan.
-
Harga pada 2026 berkisar Rp45.000–Rp130.000 sesuai ukuran dan kualitas.
-
Sirup lahung memiliki potensi besar sebagai oleh-oleh khas Kalimantan Timur.
Insight Redaksi: Kalimantan Timur memiliki banyak kekayaan pangan lokal yang kadada kalah menarik dibanding produk populer dari daerah lain. Sirup buah lahung menjadi contoh bagaimana hasil hutan dapat memberi nilai ekonomi tanpa kehilangan identitas budaya. Ikam yang berkunjung ke Kalimantan kada ada salahnya mencari produk olahan lokal dibanding sekadar membeli cendera mata umum. Cara sederhana ini ikut mendukung pelaku UMKM dan pelestarian pangan khas daerah.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang mengenal sirup buah lahung sebagai salah satu kekayaan kuliner Kalimantan Timur.
Masih banyak kuliner tradisional dan cerita menarik dari Kalimantan yang layak dijelajahi. Tetap update hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa itu buah lahung?
Lahung adalah buah hutan khas Kalimantan yang masih berkerabat dengan durian dan tumbuh secara alami di hutan tropis.
2. Mengapa buah lahung diolah menjadi sirup?
Karena buah segarnya cepat mengalami perubahan kualitas setelah dipanen sehingga perlu diolah agar lebih awet.
3. Bagaimana rasa sirup buah lahung?
Rasanya cenderung manis dengan sedikit asam serta memiliki aroma khas buah hutan.
4. Di mana sirup buah lahung dapat dibeli?
Produk ini umumnya dijual di pusat oleh-oleh, festival UMKM, dan beberapa sentra kuliner di Kalimantan Timur.
5. Apakah sirup buah lahung cocok dijadikan oleh-oleh?
Ya. Keunikan bahan baku, produksi terbatas, dan identitas lokal membuatnya cocok sebagai buah tangan khas daerah.