Pais Ikan Baung Mahakam, Kuliner Tradisional Kalimantan Timur dengan Aroma Daun Pisang yang Sulit Dilupakan

Nasya Syafira • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:06 WIB
Pais ikan baung dibungkus daun pisang sebelum dikukus agar aroma rempah meresap sempurna ke dalam daging. (BTV/AI)
Pais ikan baung dibungkus daun pisang sebelum dikukus agar aroma rempah meresap sempurna ke dalam daging. (BTV/AI)

Durasi Baca: 7 Menit

Topik: Mengenal Pais Ikan Baung, Hidangan Sungai Mahakam yang Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner

Ikhtisar: Pais ikan baung Mahakam merupakan hidangan tradisional Kalimantan Timur yang memadukan ikan air tawar dengan bumbu rempah dan daun pisang. Teknik memasaknya menghasilkan aroma khas sekaligus menjaga tekstur ikan tetap lembut.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kalimantan Timur tidak hanya dikenal melalui amplang atau nasi bekepor. Di sepanjang aliran Sungai Mahakam, masyarakat juga memiliki hidangan tradisional bernama pais ikan baung yang hingga kini masih dipertahankan sebagai bagian dari warisan kuliner daerah.

Menggunakan ikan baung segar yang dibungkus daun pisang lalu dipanggang atau dikukus, makanan ini menghadirkan perpaduan aroma rempah dan wangi daun pisang yang menggugah selera. Sayangnya, keberadaan pais ikan baung masih kalah populer dibanding kuliner Nusantara lainnya sehingga belum banyak dikenal wisatawan.

Mengapa hidangan sederhana ini begitu istimewa? Simak ulasan lengkapnya, Ces!

Mengapa Ikan Baung Menjadi Pilihan Utama untuk Pais?

Ikan baung merupakan salah satu ikan air tawar yang banyak hidup di Sungai Mahakam beserta anak sungainya. Dagingnya berwarna putih, memiliki sedikit duri halus, serta terkenal lembut setelah dimasak.

Karakter tersebut membuat ikan baung sangat cocok diolah menggunakan metode pais karena dagingnya tetap utuh meski dimasak dalam waktu cukup lama.

Berbeda dengan ikan yang digoreng, proses pemanggangan atau pengukusan di dalam daun pisang mampu mempertahankan kelembapan daging sehingga teksturnya tetap empuk.

Menurut Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, pakar kelautan dan perikanan Indonesia, metode memasak tradisional yang menggunakan pembungkus alami seperti daun pisang dapat membantu menjaga cita rasa bahan pangan sekaligus mengurangi kebutuhan penggunaan minyak berlebih.

Baca Juga: Wisata Kuliner Kambing Guling Muda Pasar Pringgondani Teritip Balikpapan Timur Jadi Favorit Pembeli

Apa Rahasia Aroma Khas Daun Pisang pada Pais Ikan Baung?

Salah satu ciri utama pais ikan baung terletak pada penggunaan daun pisang sebagai pembungkus.

Saat terkena panas, daun pisang mengeluarkan aroma alami yang meresap ke dalam daging ikan. Proses tersebut menghasilkan rasa yang berbeda dibanding ikan yang dipanggang tanpa pembungkus.

Sebelum dibungkus, ikan biasanya dilumuri bumbu yang terdiri atas bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas, cabai, kemiri, ketumbar, garam, dan sedikit air jeruk. Di beberapa daerah, masyarakat juga menambahkan serai, daun kemangi, atau daun kunyit untuk memperkaya aroma.

Perpaduan rempah tersebut membuat pais memiliki rasa gurih, sedikit pedas, dan harum tanpa menghilangkan cita rasa asli ikan baung.

7 Keunikan Pais Ikan Baung Mahakam

Pais ikan baung bukan sekadar ikan berbumbu yang dibungkus daun. Di balik kesederhanaannya, terdapat sejumlah keunikan yang membuat hidangan ini layak dikenal lebih luas.

1. Menggunakan ikan asli perairan Mahakam

Ikan baung merupakan salah satu hasil tangkapan yang telah lama menjadi sumber pangan masyarakat di sekitar Sungai Mahakam.

2. Dibungkus daun pisang segar

Daun pisang berfungsi menjaga kelembapan ikan sekaligus memberikan aroma alami selama proses pemasakan.

3. Memanfaatkan rempah Nusantara

Kunyit, jahe, lengkuas, kemiri, bawang, dan cabai berpadu menghasilkan rasa yang kaya tanpa perlu penyedap berlebihan.

4. Dimasak tanpa banyak minyak

Teknik kukus atau panggang membuat hidangan ini relatif lebih rendah minyak dibandingkan ikan goreng.

5. Memiliki tekstur daging sangat lembut

Uap panas di dalam bungkusan daun pisang membantu menjaga serat ikan tetap empuk.

6. Sering hadir dalam acara keluarga

Di sejumlah daerah Kalimantan Timur, pais masih menjadi menu pada acara syukuran, pertemuan keluarga, atau jamuan tamu.

7. Mencerminkan kearifan kuliner masyarakat sungai

Hidangan ini memperlihatkan bagaimana masyarakat memanfaatkan hasil perairan dan bahan alami di sekitarnya menjadi makanan bernilai budaya tinggi.

Ikan baung segar dari Sungai Mahakam menjadi bahan utama hidangan tradisional bercita rasa gurih dan lembut. (BTV/AI)
Ikan baung segar dari Sungai Mahakam menjadi bahan utama hidangan tradisional bercita rasa gurih dan lembut. (BTV/AI)

Bagaimana Proses Memasak Pais Ikan Baung Mahakam?

Keistimewaan pais ikan baung tidak hanya berasal dari bahan bakunya, tetapi juga teknik memasaknya yang masih mempertahankan cara tradisional.

Ikan baung yang telah dibersihkan terlebih dahulu dilumuri bumbu halus hingga merata. Setelah didiamkan sekitar 20–30 menit agar bumbu meresap, ikan dibungkus rapat menggunakan daun pisang yang sebelumnya dipanaskan sebentar agar lebih lentur.

Bungkusan tersebut kemudian dikukus sekitar 30–45 menit atau dipanggang di atas bara api dengan suhu sedang. Selama proses itu, uap panas dan aroma daun pisang meresap ke dalam daging ikan sehingga menghasilkan cita rasa yang khas.

Menurut Prof. William Wongso, pakar kuliner Indonesia, memasak menggunakan daun pisang bukan sekadar tradisi, tetapi juga teknik yang mampu menjaga kelembapan bahan sekaligus memperkaya aroma makanan tanpa perlu tambahan perasa buatan.

Apakah Pais Ikan Baung Lebih Sehat Dibanding Ikan Goreng?

Selain lezat, pais ikan baung juga menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi makanan berminyak.

Karena dimasak dengan cara dikukus atau dipanggang, penggunaan minyak hampir tidak diperlukan. Cara memasak ini membantu mempertahankan tekstur ikan sekaligus mengurangi tambahan lemak dari proses penggorengan.

Ikan baung sendiri dikenal sebagai sumber protein hewani yang mengandung asam amino esensial serta berbagai mineral seperti fosfor dan selenium. Kandungan tersebut mendukung pembentukan jaringan tubuh dan membantu menjaga fungsi metabolisme apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Meski demikian, manfaat gizi tetap dipengaruhi oleh porsi konsumsi dan komposisi bumbu yang digunakan.

Baca Juga: Rahasia Ikan Peda Kalimantan yang Awet Berbulan-bulan, Ternyata Berasal dari Fermentasi Anaerobik Alami

Berapa Harga Pais Ikan Baung Mahakam pada 2026?

Pais ikan baung umumnya masih dijual di rumah makan tradisional maupun sentra kuliner di kawasan Samarinda, Kutai Kartanegara, dan beberapa daerah sekitar Sungai Mahakam.

Sepanjang 2026, satu porsi pais ikan baung dengan nasi diperkirakan dijual pada kisaran Rp35.000 hingga Rp65.000, tergantung ukuran ikan dan lokasi rumah makan.

Apabila menggunakan ikan baung berukuran besar atau hasil tangkapan segar pada musim tertentu, harga dapat mencapai Rp75.000 hingga Rp100.000 per porsi.

Sementara untuk paket keluarga berisi beberapa ekor ikan, harganya berkisar Rp180.000 hingga Rp350.000, menyesuaikan berat ikan dan jumlah lauk pendamping.

Menurut Rina (42), pelaku usaha kuliner tradisional di Samarinda, banyak pelanggan memilih pais ikan baung karena rasanya tetap ringan meski menggunakan rempah yang cukup lengkap.

"Banyak tamu dari luar daerah awalnya penasaran karena aromanya. Setelah mencoba, mereka biasanya kembali memesan karena daging ikannya lembut dan bumbunya tidak berlebihan," ujarnya.

Mengapa Pais Ikan Baung Berpotensi Menjadi Wisata Kuliner Unggulan?

Dalam beberapa tahun terakhir, wisata kuliner semakin menjadi alasan utama wisatawan mengunjungi suatu daerah. Makanan tradisional yang memiliki cerita budaya cenderung lebih mudah menarik perhatian dibanding hidangan modern yang dapat ditemukan di berbagai kota.

Pais ikan baung memiliki keunggulan tersebut. Hidangan ini memanfaatkan ikan asli perairan Mahakam, menggunakan teknik memasak tradisional, serta mempertahankan penggunaan daun pisang sebagai pembungkus alami.

Apabila dipromosikan secara konsisten melalui festival kuliner, restoran lokal, hingga sektor pariwisata, pais ikan baung berpeluang menjadi salah satu ikon gastronomi Kalimantan Timur.

Di sisi lain, pemanfaatan ikan hasil tangkapan lokal juga dapat memberikan nilai tambah bagi nelayan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di kawasan Sungai Mahakam.

Poin Penting

Insight Redaksi: Kuliner tradisional tidak selalu membutuhkan bahan yang mahal untuk menjadi istimewa. Pais ikan baung membuktikan bahwa teknik memasak sederhana dan penggunaan bahan lokal mampu menghasilkan cita rasa yang khas sekaligus menjaga identitas budaya. Di tengah maraknya makanan modern, hidangan seperti ini menjadi pengingat bahwa kekayaan kuliner Indonesia lahir dari kearifan masyarakat dalam memanfaatkan alam secara bijaksana.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang mengenal pais ikan baung sebagai salah satu warisan kuliner Kalimantan Timur yang patut dilestarikan.

Masih banyak cerita menarik tentang kuliner, budaya, dan kekayaan lokal Kalimantan yang sayang dilewatkan. Tetap update hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu pais ikan baung?

Pais ikan baung adalah hidangan tradisional Kalimantan Timur yang menggunakan ikan baung berbumbu, kemudian dibungkus daun pisang dan dimasak dengan cara dikukus atau dipanggang.

2. Mengapa menggunakan daun pisang?

Daun pisang membantu menjaga kelembapan ikan sekaligus memberikan aroma khas selama proses pemasakan.

3. Bagaimana rasa pais ikan baung?

Rasanya gurih dengan perpaduan rempah yang seimbang serta aroma harum dari daun pisang.

4. Di mana dapat menikmati pais ikan baung?

Hidangan ini dapat ditemukan di sejumlah rumah makan tradisional di Samarinda, Kutai Kartanegara, dan kawasan sekitar Sungai Mahakam.

5. Apakah pais ikan baung cocok dijadikan menu sehat?

Karena dimasak tanpa banyak minyak, pais ikan baung dapat menjadi salah satu pilihan menu yang lebih ringan dibanding ikan goreng, apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
pais ikan baung Mahakam makanan tradisional Sungai Mahakam Kuliner khas Kalimantan Timur