Gula Gait, Permen Gula Aren Khas Kutai Timur yang Dibuat dengan Teknik Tradisional Unik

Nasya Syafira • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 18:24 WIB
Gula Gait khas Sangkulirang dikemas sebagai oleh-oleh tradisional dengan cita rasa gula aren yang khas. (BTV/AI)
Gula Gait khas Sangkulirang dikemas sebagai oleh-oleh tradisional dengan cita rasa gula aren yang khas. (BTV/AI)

Durasi Baca: 7 Menit

Topik: Gula Gait, Permen Tradisional Kalimantan Timur yang Dibuat dengan Cara Ditarik Berulang Kali

Ikhtisar: Gula Gait merupakan jajanan tradisional khas Kalimantan Timur berbahan dasar gula aren yang dibuat melalui proses penarikan berulang hingga menghasilkan tekstur kenyal dan warna lebih cerah. Meski telah diwariskan secara turun-temurun, makanan ini masih belum banyak dikenal di luar daerah asalnya.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Ketika berbicara tentang kuliner khas Kalimantan Timur, kebanyakan orang langsung teringat amplang, gence ruan, atau nasi bekepor. Padahal, masih ada camilan tradisional yang namanya terdengar asing bagi banyak orang, yakni Gula Gait.

Jajanan ini bukan sekadar gula aren biasa. Adonannya diproses menggunakan teknik tradisional yang unik, yakni ditarik berulang kali hingga teksturnya berubah menjadi lebih kenyal dan warnanya semakin terang. Proses tersebut membutuhkan ketelatenan karena dilakukan saat suhu gula masih tepat untuk dibentuk.

Penasaran mengapa permen tradisional ini masih bertahan hingga sekarang? Simak pembahasannya sampai selesai, Ces!

Mengapa Gula Gait Dibuat dengan Cara Ditarik Berulang Kali?

Teknik menarik adonan bukan sekadar tradisi yang diwariskan turun-temurun. Proses tersebut memiliki fungsi penting untuk mengubah tekstur gula aren yang semula padat menjadi lebih ringan, kenyal, dan mudah digigit.

Ketika adonan terus ditarik dan dilipat, udara perlahan masuk ke dalam massa gula sehingga warna berubah menjadi lebih muda dibandingkan gula aren biasa. Hasil akhirnya adalah permen tradisional dengan tampilan khas dan cita rasa karamel alami. 

Di Kalimantan Timur, Gula Gait dikenal sebagai salah satu olahan gula aren khas Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, yang hingga kini masih diproduksi oleh pelaku UMKM sebagai usaha keluarga turun-temurun.

Baca Juga: Rumah Makan Pondok Borneo Samarinda, Kepiting Asap Legendaris yang Selalu Dicari Pecinta Seafood

Inspirasi mengenal Gula Gait lebih dekat

1. Dibuat dari gula aren pilihan

Produsen umumnya menggunakan gula aren berkualitas agar rasa manisnya tetap khas dan aromanya kuat setelah melalui proses penarikan. 

2. Adonan ditarik berkali-kali

Teknik ini membutuhkan kecepatan dan ketelitian karena adonan tidak boleh terlalu panas maupun terlalu dingin saat dibentuk.

3. Teksturnya lebih kenyal

Berbeda dengan gula cetak yang keras, Gula Gait memiliki tekstur yang lebih ringan ketika digigit.

4. Menjadi oleh-oleh khas Kutai Timur

Kini Gula Gait mulai dipasarkan sebagai salah satu buah tangan khas Sangkulirang untuk wisatawan. 

5. Diproduksi secara tradisional

Sebagian besar proses produksi masih mengandalkan keterampilan tangan sehingga setiap hasil memiliki karakter yang sedikit berbeda.

6. Memiliki aroma aren yang khas

Karena menggunakan gula aren sebagai bahan utama, aroma karamel alami tetap menjadi ciri utama camilan ini.

Perajin Gula Gait mempertahankan teknik pembuatan turun-temurun sebagai bagian dari warisan kuliner Kalimantan Timur. (BTV/AI)
Perajin Gula Gait mempertahankan teknik pembuatan turun-temurun sebagai bagian dari warisan kuliner Kalimantan Timur. (BTV/AI)

Apa yang Membuat Rasa Gula Gait Berbeda dari Permen Biasa?

Perbedaan utama terletak pada bahan baku dan proses pembuatannya. Gula Gait memanfaatkan gula aren yang berasal dari nira pohon aren, bukan gula rafinasi seperti kebanyakan permen modern. Nira aren telah lama menjadi bahan pangan penting di berbagai daerah Indonesia dan diolah menjadi beragam produk tradisional.

Menurut berbagai kajian tentang komoditas aren, cita rasa gula aren dipengaruhi oleh kandungan senyawa alami yang memberikan aroma karamel dan sedikit rasa smoky. Karakter inilah yang tetap terasa meskipun adonan telah melalui proses penarikan berulang. 

Selain rasanya yang khas, proses pembuatan secara manual juga membuat setiap produksi memiliki karakter tersendiri sehingga sulit disamakan dengan permen pabrikan.

Apakah Gula Gait Masih Bertahan di Tengah Jajanan Modern?

Meski popularitasnya belum setinggi makanan khas Kalimantan Timur lainnya, Gula Gait masih dipertahankan oleh sejumlah keluarga perajin di Kutai Timur.

Dalam beberapa tahun terakhir, produk ini mulai dikemas lebih modern agar dapat dipasarkan sebagai oleh-oleh sekaligus memperkenalkan kuliner tradisional kepada generasi muda. ANTARA Kalimantan Timur mencatat bahwa pelaku UMKM di Sangkulirang terus memproduksi Gula Gait sebagai produk khas daerah berbahan gula aren lokal. 

Apakah Gula Gait Memiliki Nilai Budaya Selain Sebagai Camilan?

Gula Gait bukan sekadar makanan ringan tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat di wilayah Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. Hingga kini, proses pembuatannya masih mengandalkan keterampilan tangan yang diwariskan antargenerasi sehingga menjadi salah satu bentuk pelestarian pengetahuan lokal.

Di tengah maraknya permen modern, keberadaan Gula Gait menunjukkan bahwa makanan tradisional tetap memiliki ruang apabila dikemas dengan baik dan mempertahankan cita rasa aslinya. Hal ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan kuliner khas Kalimantan Timur kepada wisatawan.

Menurut William Wongso, pakar kuliner Indonesia, makanan tradisional bukan hanya soal rasa, tetapi juga menyimpan sejarah, budaya, dan identitas masyarakat yang perlu dijaga agar tidak hilang oleh perkembangan zaman.

Sejumlah pelaku usaha di Sangkulirang mulai memasarkan Gula Gait dalam kemasan yang lebih modern sehingga lebih mudah dibawa sebagai oleh-oleh tanpa menghilangkan cara pembuatannya yang khas.

Proses penarikan adonan Gula Gait secara tradisional menghasilkan tekstur kenyal dan warna lebih cerah. (BTV/AI)
Proses penarikan adonan Gula Gait secara tradisional menghasilkan tekstur kenyal dan warna lebih cerah. (BTV/AI)

Baca Juga: Mengenal Tumpi Jawaw, Warisan Kuliner Kalteng dari Tanaman Jawaw

Apa Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menyimpan Gula Gait?

Karena berbahan dasar gula aren, Gula Gait relatif tahan lama. Namun, penyimpanan yang kurang tepat dapat memengaruhi tekstur maupun cita rasanya.

Insight + Kesalahan Umum + Rekomendasi

1. Menyimpan di tempat lembap

Kelembapan tinggi membuat permukaan permen menjadi lengket. Simpan dalam wadah kedap udara pada suhu ruang.

2. Terpapar sinar matahari langsung

Panas berlebih dapat mengubah tekstur dan membuat permen lebih lunak.

3. Mencampur dengan makanan beraroma tajam

Gula Gait dapat menyerap aroma di sekitarnya sehingga cita rasa aslinya berkurang.

4. Menggunakan kemasan yang tidak rapat

Udara dapat mempercepat perubahan tekstur. Gunakan plastik atau toples yang tertutup rapat.

5. Membeli tanpa memperhatikan kualitas

Pilih produk yang memiliki warna merata, aroma gula aren alami, dan tidak menunjukkan tanda-tanda mencair akibat penyimpanan yang kurang baik.

Berapa Estimasi Harga Gula Gait pada 2026?

Harga Gula Gait bervariasi tergantung ukuran kemasan, kualitas gula aren, dan produsen. Di tingkat UMKM, produk ini umumnya dijual dalam kemasan kecil hingga sedang dengan kisaran Rp20.000–Rp50.000 per bungkus, sedangkan kemasan oleh-oleh berukuran lebih besar dapat mencapai Rp60.000–Rp100.000.

Fluktuasi harga gula aren sebagai bahan baku turut memengaruhi biaya produksi. Pada 2026, harga gula aren di sejumlah daerah mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan musiman dan biaya produksi.

Meski demikian, Gula Gait tetap memiliki nilai tambah karena diproduksi secara tradisional dan tidak melalui proses industri berskala besar. Bagi wisatawan, produk ini menjadi pilihan oleh-oleh yang menawarkan pengalaman rasa sekaligus cerita budaya dari Kalimantan Timur.

Mengapa Gula Gait Berpeluang Semakin Dikenal?

Minat masyarakat terhadap pangan lokal dan produk UMKM terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Wisatawan kini tidak hanya mencari makanan yang enak, tetapi juga kuliner yang memiliki cerita di balik proses pembuatannya.

Gula Gait memenuhi kedua aspek tersebut. Teknik penarikan adonan secara manual menjadi daya tarik tersendiri karena jarang ditemukan pada jajanan modern. Selain itu, penggunaan gula aren memberikan karakter rasa yang berbeda dibandingkan permen berbahan gula pasir.

Apabila promosi wisata kuliner Kalimantan Timur terus berkembang, Gula Gait berpotensi menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas daerah yang lebih dikenal di tingkat nasional.

Poin Penting

Baca Juga: Dadar Beredar Balikpapan, Nasi Telur Viral Milik Babe Cabita yang Ramai Diburu

Insight Redaksi: Di balik bentuknya yang sederhana, Gula Gait menyimpan proses pembuatan yang membutuhkan kesabaran dan keterampilan tinggi. Camilan ini menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Kalimantan Timur tidak hanya berasal dari hidangan utama, tetapi juga jajanan tradisional yang diwariskan turun-temurun. Ikam yang berkunjung ke Kutai Timur patut memasukkan Gula Gait ke dalam daftar oleh-oleh karena setiap gigitan membawa cerita tentang tradisi masyarakat setempat. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang mengenal kuliner khas Kalimantan Timur.

Masih banyak kisah menarik tentang kuliner, budaya, dan gaya hidup Nusantara. Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Gula Gait?

Gula Gait adalah permen tradisional khas Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, yang dibuat dari gula aren melalui teknik penarikan adonan berulang kali.

2. Mengapa disebut Gula Gait?

Nama tersebut merupakan sebutan lokal untuk produk gula aren tradisional yang telah lama dikenal masyarakat Sangkulirang.

3. Apa yang membedakan Gula Gait dengan gula aren biasa?

Perbedaannya terletak pada proses penarikan adonan yang menghasilkan tekstur lebih kenyal dan warna lebih terang.

4. Berapa kisaran harga Gula Gait?

Umumnya dijual sekitar Rp20.000 hingga Rp100.000 per kemasan, tergantung ukuran dan produsennya.

5. Di mana Gula Gait banyak diproduksi?

Sentra produksinya berada di wilayah Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Gula Gait kuliner khas Kutai Timur oleh-oleh Kalimantan Timur