Durasi Baca: 7 Menit
Topik: Kuliner Tradisional Kalimantan Timur
Ikhtisar: Kue Ilat Sapi atau Elat Sapi merupakan salah satu kudapan tradisional Kutai yang masih dapat dijumpai di beberapa daerah Kalimantan Timur.
Balikpapan TV – Hai Ces!: Saat berbicara tentang kuliner khas Kalimantan Timur, kebanyakan orang langsung teringat amplang, nasi bekepor, atau ayam cincane. Padahal masih ada banyak jajanan tradisional yang mulai jarang dikenal generasi muda.
Salah satunya adalah Kue Ilat Sapi. Nama kudapan ini memang terdengar unik. Banyak orang mengira bahan utamanya berasal dari lidah sapi. Kenyataannya, nama tersebut muncul karena bentuk kuenya memanjang menyerupai lidah sapi, bukan karena menggunakan daging sapi sebagai bahan pembuatannya.
Di beberapa daerah Kutai, masyarakat juga menyebutnya Elat Sapi. Kata elat dalam bahasa Kutai berarti lidah, sehingga penamaan tersebut menggambarkan bentuk kue yang menjadi ciri khasnya.
Mengapa Kue Ilat Sapi Memiliki Nama yang Unik?
Nama menjadi daya tarik pertama ketika orang mengenal kue ini. Sekilas, banyak yang mengira Ilat Sapi merupakan olahan berbahan daging. Dugaan tersebut langsung berubah setelah melihat tampilannya.
Bentuk lonjong memanjang dengan ujung membulat membuat masyarakat tempo dulu memberi nama sesuai kemiripannya dengan lidah sapi. Penamaan berdasarkan bentuk merupakan hal yang cukup umum pada kuliner tradisional Nusantara.
Teksturnya lembut, sedikit padat, dengan rasa manis yang berasal dari gula merah atau gula aren. Bagian permukaan biasanya berwarna cokelat mengilap hasil proses pemanggangan sehingga tampilannya terlihat sederhana namun menggugah selera.
Pakar gastronomi sering menilai bahwa nama makanan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya yang membantu masyarakat mengenali sejarah kuliner suatu daerah. Dalam konteks ini, nama "Ilat Sapi" menjadi identitas yang mudah diingat karena berkaitan langsung dengan bentuk khas kuenya.
Apa yang Membuat Kue Ilat Sapi Berbeda dari Kue Tradisional Lainnya?
Meski tampil sederhana, proses pembuatannya memerlukan ketelitian agar menghasilkan tekstur yang lembut dan tidak mudah retak setelah dipanggang.
Secara umum, adonan dibuat dari tepung, gula merah atau gula aren, minyak, serta bahan pengembang. Perbandingan bahan sangat memengaruhi kelembutan dan warna akhir kue. Bila gula yang digunakan berkualitas baik, aroma karamel alami akan lebih terasa.
Kue kemudian dipanggang hingga bagian luarnya mengering, sementara bagian dalam tetap lembut. Jika dipanggang terlalu lama, permukaannya mudah pecah dan teksturnya menjadi keras. Karena itu, pengaturan suhu oven menjadi salah satu tahap penting dalam pembuatannya.
Menurut pelaku UMKM yang memproduksi Kue Elat Sapi di Samarinda, penggunaan bahan sederhana serta pengemasan modern membantu jajanan tradisional ini tetap diminati sebagai camilan maupun oleh-oleh khas daerah.
Apakah Kue Ilat Sapi Masih Mudah Ditemukan di Kalimantan Timur?
Keberadaan Kue Ilat Sapi memang tidak sebanyak dahulu. Dibandingkan amplang atau bingka, jajanan ini kini lebih sering diproduksi oleh pelaku UMKM, toko oleh-oleh, atau saat ada pameran kuliner tradisional. Meski begitu, sejumlah pelaku usaha di Samarinda masih konsisten memproduksinya sebagai upaya menjaga warisan kuliner Kutai tetap dikenal generasi muda.
Salah satunya adalah UMKM Lidah Buaya di Kelurahan Karang Anyar, Samarinda. Produk Kue Elat Sapi yang mereka hasilkan telah memiliki izin P-IRT dan dikemas lebih modern sehingga cocok dijadikan buah tangan. Langkah tersebut menjadi contoh bagaimana kuliner tradisional dapat mengikuti perkembangan pasar tanpa meninggalkan cita rasa aslinya.
Menurut Siti Rahma (34), warga Samarinda yang kerap membeli jajanan tradisional sebagai oleh-oleh keluarga, Kue Ilat Sapi memiliki rasa yang mengingatkannya pada masa kecil.
"Sekarang memang tidak mudah menemukannya seperti dulu. Biasanya saya membeli kalau ada pameran UMKM atau di toko oleh-oleh karena anak-anak juga suka rasanya," ujarnya.
Keberadaan UMKM menjadi faktor penting agar makanan tradisional seperti ini tidak hilang di tengah gempuran camilan modern yang semakin beragam.
Bagaimana Cara Menikmati Kue Ilat Sapi Agar Semakin Nikmat?
Kue Ilat Sapi memiliki rasa manis yang tidak berlebihan sehingga cocok dinikmati pada berbagai suasana. Teksturnya yang padat namun lembut membuatnya pas dijadikan teman minum teh hangat maupun kopi hitam pada pagi atau sore hari.
Sebagian masyarakat juga menjadikannya suguhan ketika menerima tamu atau berkumpul bersama keluarga. Karena tidak menggunakan banyak bahan yang mudah rusak, kue ini memiliki daya simpan relatif lebih lama dibandingkan beberapa jajanan tradisional basah jika disimpan dalam wadah tertutup.
Tips menikmati Kue Ilat Sapi:
-
Pilih kue dengan aroma gula merah yang masih terasa alami.
-
Simpan dalam wadah kedap udara agar teksturnya tetap baik.
-
Sajikan bersama teh atau kopi tanpa gula untuk menyeimbangkan rasa manis.
-
Hindari menyimpan di tempat lembap agar kualitas kue tetap terjaga.
-
Jika dijadikan oleh-oleh, pilih produk dengan kemasan yang masih tersegel.
Poin Penting
-
Kue Ilat Sapi merupakan jajanan tradisional yang dikenal di Kalimantan Timur, khususnya wilayah Kutai dan Samarinda.
-
Nama "Ilat Sapi" berasal dari bentuk kuenya yang menyerupai lidah sapi, bukan dari bahan pembuatannya.
-
Bahan utama umumnya terdiri atas tepung terigu, gula merah, minyak, dan soda kue.
-
Saat ini Kue Ilat Sapi masih diproduksi oleh sejumlah UMKM sebagai bagian dari pelestarian kuliner daerah.
-
Pengemasan yang lebih modern membantu memperluas pasar sekaligus menjadikannya pilihan oleh-oleh khas Kalimantan Timur.
Insight Redaksi: Kuliner tradisional tidak selalu harus tampil mewah untuk tetap diminati. Kue Ilat Sapi membuktikan bahwa kesederhanaan bahan, cerita di balik namanya, dan cita rasa yang konsisten mampu menjadi identitas budaya yang bernilai. Jadi gini, Ces. Mengenalkan kembali jajanan seperti ini bukan hanya soal menjaga resep lama, tetapi juga memberi ruang bagi UMKM lokal agar terus berkembang dan dikenal masyarakat luas.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang mengetahui bahwa Kalimantan Timur masih memiliki banyak kuliner tradisional yang belum banyak dikenal, tetapi layak menjadi kebanggaan daerah.
FAQ
1. Apakah Kue Ilat Sapi menggunakan lidah sapi sebagai bahan?
Tidak. Nama tersebut berasal dari bentuk kuenya yang menyerupai lidah sapi.
2. Apa bahan utama Kue Ilat Sapi?
Secara umum menggunakan tepung terigu, gula merah, minyak goreng, soda kue, dan air.
3. Di mana Kue Ilat Sapi dapat ditemukan?
Kue ini masih dijual di beberapa toko oleh-oleh dan diproduksi oleh UMKM di Samarinda serta wilayah Kalimantan Timur.
4. Mengapa Kue Ilat Sapi mulai jarang dikenal?
Perkembangan camilan modern membuat keberadaan jajanan tradisional semakin terbatas, meski sejumlah UMKM terus melestarikannya.
5. Cocok dinikmati bersama apa?
Kue Ilat Sapi paling sering disajikan sebagai teman minum teh atau kopi karena memiliki rasa manis yang lembut.